Thursday, 19 November 2015

SIKAP DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR
DANIEL 2:13-28.
13  Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannyapun terancam akan dibunuh.
14 ¶  Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel itu,
15  katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: "Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?" Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.
16  Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.
17  Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,
18  dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.
19  Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.
20  Berkatalah Daniel: "Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!
21  Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian;
22  Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.
23  Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja."
24 ¶  Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian: "Orang-orang bijaksana di Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!"
25  Ariokh segera membawa Daniel menghadap raja serta berkata kepada raja demikian: "Aku telah mendapat seorang dari antara orang-orang buangan dari Yehuda, yang dapat memberitahukan makna itu kepada raja."
26  Bertanyalah raja kepada Daniel yang namanya Beltsazar: "Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dengan maknanya juga?"
27  Daniel menjawab, katanya kepada raja: "Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.
28  Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:
Mari Kita Melihat Sekeliling Kita?
Kejadian Teror di Paris yang telah menewaskan 150 orang, dan 350 lebih luka-luka...
BATAM, KOMPAS — Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau melambat dalam beberapa waktu terakhir. Kontribusinya juga rendah bagi pertumbuhan nasional. Padahal, pemerintah sudah memberikan fasilitas puluhan triliun rupiah untuk memacu perekonomian provinsi itu.
UMK Batam Belum Jelas, Kantor Walikota Batam Kembali Di Demo
u  Banyak Perusahaan Tutup..
u  Harga Sembako yang semakin Mahal
u  Politik yang tidak menentu
u  Pendidikan yang sangat Mahal
u  Kejahatan Yang semakin Meningkat.,.
u  Kebanyakan orang kecewa...
u  Mulai meninggalkan Tuhan...
u  Defresi
u  Stress
Banyak orang Menjadi Kecewa Ketika Pengharapan tidak sesuai dengan kenyataan.
u  BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
1.  Jangan Pernah Putus Pengharapan (Daniel 2:13-16)
19. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
20  di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.
u  BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
2.  Bersehati dan Berdoa (Daniel 2:17-18)
u  Kisah Para Rasul 1:14 
“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”
u  BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
3. Memuji dan Mempermuliakan Allah  (Daniel 2:19-23)
Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel. (MZM 22:4


Friday, 4 September 2015

Tuhan tolong Saya
     Jauhkan pikiran kotor dan dusta
     Jauhkan semangat yang patah
     Jauhkan nafsu orang muda
     Jauhkan hati yang lemah
     Untuk hidup dalam jalan Ilahi
Tuhan tolong saya
     Berikan daku hati yang suci
     Berikan daku langkah yang pasti
     Berikan daku kejelasan visi
     Berikan kesuksesan sikripsi
     Untuk lulus wisuda tahun ini
Tuhan terimakasih
     Untuk kesempatan melayani
     Untuk keselamatan yang Kau bri
     Untuk cinta yang kuhidupi
     Untuk masa depan yang pasti
     Dalam jalan dan kehendak Ilahi.


Perpustakaan STT Satyabhakti
     12 Mei 2015


     DOMU

Sunday, 12 July 2015

JANGANLAH MEMBALAS KEJAHATAN DENGAN KEJAHATAN, TETAPI KALAHKANLAH KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN.

ARTI MENUMPUKKAN BARA API DI ATAS KEPALA

Penulis dan Waktu Penulisan
Surat Roma ditulis oleh Paulus, dan dikirim kepada jemaat di Roma.  Menurut pendapat lama, surat Roma ditulis di Korintus atau Filipi, sebelum Paulus berlayar ke Troas.[1]  Dikatakan juga bahwa Paulus menulis Surat Roma pada akhir perjalanan misionaris yang ketiga, sekitar musim semi, yaitu tahun 57 sampai 58.[2]

Penerima Surat
Roma ditujukan kepada jemaat di Roma.  Dalam Roma 1:13;15:22, dijelaskan bahwa ia sudah beberapa kali berusaha untuk mengunjungi mereka, tetapi setiap kali selalu terhalang.  Ada kemungkinan bahwa jemaat yang ada di Roma tidak terlalu besar dan mungkin sebagian anggotanya adalah bukan Yahudi (1:13).  Asal-usul jemaat di Roma tidak pernah diketahui.[3]
Tujuan Penulisan
            Tujuan Paulus menuliskan Surat Roma adalah sebagai persiapan untuk menjadikan jemaat Roma sebagai pusat pelayanan seperti Antiokhia, Efesus, Filipi, dan kota-kota lain dimana Paulus pernah melayani.  Oleh karena itu, Paulus tidak terlalu menekankan perbaikan kesalahan seperti dalam Korintus, tetapi ia lebih menekankan tentanh kebenaran.  Paulus memberikan pandangan yang lebih lengkap dan sistematis tentang inti kristiani daripada surat-suratnya yang lain.  Surat Roma lebih bersifat mendidik.
Analisa Sastra
Konteks Luas
            Roma 1-3, Paulus menjelaskan makna dosa, yaitu  kenyataan bahwa semua orang sudah berdosa, baik orang Yahudi maupun orang non Yahudi.  Pasal 3 Paulus menyimpulkan bahwa keselamatan dan kebenaran hanya diperoleh berdasarkan iman.  Pasal 4-5 menjelaskan tentang kebenaran yang datang hanya oleh iman dan bukan perbuatan Hukum Taurat.  Pasal 6 menjelaskan tentang hidup bebas dari kuasa dosa, yaitu melalui kematian dan kebangkitan Kristus.  Pasal 7 menjelaskan tentang hidup bebas dari kuasa Hukum Taurat.  Pasal 8 tentang hidup dalam Roh dan hidup penuh dengan pengharapan sebagai anak-anak Allah. 
            Di pertengahan surat Roma, yaitu pasal 9-11, Paulus berbicara tentang bangsa Israel, umat pilihan Allah.  Dijelaskan bahwa umat Allah terdiri dari orang Yahudi dan non Yahudi, yang semuanya dipersatukan menjadi satu umat pilihan Allah, satu bangsa yang kudus.   
Konteks Sempit
            Roma 12:20 terletak pada pembahasan topik Persembahan Yang Benar.  Dengan semua kebenaran injil yang sudah dijelaskan pada pasal 1-11, maka pada pasal 12 Paulus menganjurkan umat Tuhan untuk hidup berpadanan dengan injil, yaitu mempersembahkan tubuh sebagai korban persembahan yang hidup (12:1-2).  Roma 13 menjelaskan bagaimana menjadi anggota masyarakat yang tunduk kepada pemerintah dengan taat kepada otoritas dan membayar pajak, sebagai cerminan orang-orang yang sudah mengalami kebenaran injil tersebut.
Struktur Kata
Tetapi,
jika
seterumu lapar,
berilah dia makan,
jika
ia haus,
berilah ia minum!
Dengan
berbuat demikian
kamu
menumpukkan bara api
di atas
kepalanya.
Studi Eksegesis
Ayat
“Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan, jika ia haus, berilah ia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.”
            Menumpukkan bara api di atas kepala adalah hal yang membingungkan.  Frase ini diletakkan di akhir dari nasihat Paulus mengenai hidup di dalm kasih.  Kata “ menumpukkan” dalam bahasa aslinya adalah σωρεΰσεις, yang berasal dari kata dasar σωρεΰω, yang berarti to pile up, to heap.[4]  Hasan Sutanto juga memberikan arti yang sama yaitu “menumpukkan, menyarati”,  yang hanya didapati sebanyak dua dalam Perjanjian Baru (Rm 12:20; 2 tim 3:6).[5]  Kata σωρεΰσεις memiliki bentuk future indikatif aktif yang memiliki pengertian bahwa sesuatu dilakukan secara berulang-ulang dan memiliki dampak masa yang akan datang. 
            Hal kedua yang penting dalam teks ini adalah frase “bara api”, yang mengikuti kata “menumpukkan”.  Kata bara api dalam bahasa aslinya adalah άθρακαζ, yang berarti coal.[6]  Sementara itu, Hasan Sutanto memberikan arti yang sama, yaitu arang api.[7]  Api yang dimaksud disini adalah api yang besar seperti api unggun, yang akan membakar.  Kata “api” dalam hal ini muncul sebanyak 71 kali yang selaras dengan Matius 3:10;18:8;Lukas 3:17, yang memiliki arti sebagai penghukuman.[8]  Hal ini juga sering menggambarkan kekudusan Allah dan murkanya terhadap segala dosa dimana puncak ini dinyatakan dalam neraka. 
            Frase “menumpukkan bara api” sesuai dengan penelitian di atas, memiliki arti menumpukkan, menyarati api yang besar.  Dalam hal ini api yang besar adalah penghukuman.  Jadi, kata menumpukkan bara api berarti menumpukkan penghukuman.  Penghukuman yang dimaksud adalah penghukuman Allah.  Dalam hal ini berarti seseorang yang tidak memberikan pembalasan kepada orang berbuat jahat kepadanya, maka ia sedang mengijinkan atau memberikan tempat bagi Allah untuk memberikan penghukuman baginya (ayat 19).
            Dalam hal ini, Paulus sedang menasihatkan jemaat di Roma untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi hidup dalam perdamaian dengan semua orang (ayat 17 dan 18).  Hal inilah yang dimaksud Paulus hidup di dalam kasih yang tidak pura-pura, dimana jemaat diajarkan untuk memberkati siapa saja yang menganiaya mereka.  dengan melakukan seperti ini, maka jemaat  di Roma sedang mengijinkan Allah yang  akan membalas atas aniaya yang mereka alami dari orang-orang Roma.
            Th van den End memberikan penafsiran yang sama dengan yang di atas.  Ia mengatakan bahwa api melambangkan hukuman Allah.[9]  Penghukuman Allah dalam hal ini adalah penghukuman yang positif.  Dikatakan positif karena hanya Allah yang paling layak menghukum manusia.  Dengan berbuat baik kepada musuh, berarti memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertobat.  Dengan memberi makan dan minum kepada seteru atau musuh adalah salah satu cara untuk mendorong mereka memanfaatkan kesempatan untuk bertobat.  Dengan demikian, orang Kristen menjadi pengikut Kristus yang sebenarnya. 
            Manfred T. Brauch memberikan pendapat bahwa “menumpukkan bara api” harus dipahami sebagai tindakan yang baik, tindakan yang mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.  Arti dari kalimat ini dipertegas lagi oleh konteks bacaan dalam Amsal 25:21-22, yang ditutup dengan kalimat, “ Dan Tuhan akan membalas itu kepadamu.”  Dan dalam Perjanjian Lama, ganjaran dari Allah selalu dipandang sebagai jawaban terhadap perbuatan manusia yang baik.  Dalam analisa konteks ini menunjukkan bahwa gambaran “bara api” pasti memiliki arti yang positif.  Ayat 12:2 secara tidak langsung menyatakan bahwa gambaran bara api mengacu kepada “mengalahkan” kejahatan.[10]
Kesimpulan
            Berdasarkan penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa “menumpukkan bara api” memiliki arti penghukuman Allah.  Penghukuman Allah yang dimaksud adalah penghukuman yang baik.  Disebut penghukuman baik karena Allah yang paling adil dan paling mengetahui dalam memberikan hukuman.  Hal kedua adalah untuk memberikan kesempatan kepada seseorang untuk bertobat melalui kebaikan orang percaya.  Dengan demikian, orang percaya menjadi pengikut Kristus yang sesungguhnya.

















[1] Merril C. Tenney, Survey Perjanjian Baru (Malang: Gandum Mas, 2003), 375.
[2] Alkitab Penuntun Hidup Hidup Berkelimpahan (Malang: Gandum Mas, 2008), 1832.
[3] Tenney, 375.
[4]Cleon L. Rogers JR dan Cleon L. Rogers III, The New Linguistic and Exegetical Key To The Greek New Testament (Grand Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House, 1998 ), 340.
[5] Hasan Sutanto, Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru Jilid II (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2003), 743.
[6] Rogers, 340.
[7] Hasan sutanto, 75 dan 689.
[8] Ibid.,689.
[9] Th. Van den End, Tafsiran Alkitab: Surat Roma (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008), 690.
[10] Manfred T. Brauch, Ucapan Paulus Yang Sulit (Malang: Literatur SAAT, 2009), 75.

Friday, 12 June 2015

Jangan Takut!
Yeremia 1:4-10.
            Semua orang dipanggil oleh Tuhan untuk percaya kepadanya.  Semua orang dipanggil untuk diselamatkan karena Allah tidak mau satu orang pun binasa.  Namun untuk membawa orang kepada Tuhan, Ia memilih orang-orang tertentu menjadi alat dan sarana dalam keselamatan yang komunal.  Dalam bagian ini Allah memilih Yeremia untuk menjadi nabi bagi bangsa Yehuda pada zaman pemerintahan Yosia, agar bangsa itu kembali kepada jalan Tuhan.  Mari kita baca dan renungkan firman ini bersama-sama;

4. Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
5  "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
6  Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."
7  Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.
8  Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."
9  Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.
10  Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."
          
Dengan melihat teks di atas maka kita dapat belajar tiga kebenaran mengenai panggilan Tuhan dalam kehidupan Yeremia, yang sekaligus juga menjadi kebenaran dalam kehidupan kita. 

Pertama adalah bahwa jikalau Allah memanggil, pasti memiliki tujuan.
Ketika Allah memanggil Yeremia, Allah memanggil Yeremia bukan untuk duduk santai-santai, bukan menjadi penganguran.  Tetapi Allah memanggil Yeremia untu tujuan dan memberi pekerjaan bagi Yeremia.  Yeremia dipanggil untuk menyatakan perkataan-perkataan Allah meyampaikan kebenaran-kebenaran Allah. Yeremia dipanggil untuk suatu tugas yang besar yaitu keselamatan bangsa-bangsa.  yeremia dipanggil untuk menyatakan kekudusan Tuhan kepadan manusia yang hidup tidak kudus.  Hal yang sama juga datang kepada kita saat ini, kita semua dipanggil untuk menyatakan kebenaran kebenaran Allah, untuk membawa orang-orang disekitar kita kepada Tuhan,  tidak peduli siapa kita, muda, tidak pandai bicara, tetapi Tuhan mau pakai kita.  Tuhan mau pakai kita menjadi alat dam sarananya.

Kedua, Jika Allah memanggil maka Allah yang memberi otoritas/ kuasa.
Jangan takut, jika Allah yang memanggil kita, maka Allah yang akan memberi otoritas.  Ketika Allah memanggil Yeremia Allah memberi otoritas dan kuasa kepada Yeremia.  Allah menjamah mulut Yeremia dan menaruh perkataan Allah di dalam mulutnya (ayat 9).  Allah mengangkat Yeremia menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Hal ini berarti bahwa Allah memberi otoritas penuh kepada Yeremia.  Orang yang dipanggil Allah adalah menjadi wakil Allah.  Yeremia menjadi wakil Allah dalam menyatakan segala kehendak Allah bagi bangsa-bangsa pada masa itu.  Hal yang sama juga akan kita alami jika kita dipanggil oleh Tuhan.  Tuhan akan memberikan otoritas kepada kita untuk menyatakan kebenaran, keadilan dan damai sejahtera Allah kepada sekeliling kita. 
Jika kita melihat polisi lalu lintas dan polisi yang lain yang sedang menjalankan Tugas mereka.  Mereka diberi otoritas untuk menangkap dan menghukum orang yang bersalah.  Melalui pakaian yang mereka kenakan polisi lalu lintas diberi otoritas untuk mengamankan jalan raya. Coba kita bayangkan jika polisi lalu lintas tidak memakai seragam dalam mengamankan jalan raya, maka menurut saya orang-orang tidak akan ada yang mau di atur.  Demikian lah kita yang dipanggil oleh Tuhan kita diberi otoritas oleh Allah sendiri, tidak peduli siapa kita yang dipanggil, tidak peduli apakah kita muda, apakah kita pintar, apakah kita berpendidikan atau tidak, tidak peduli apakah kita kaya atau miskin, tetapi jika kita dipanggil Tuhan maka Tuhan yang akan memberi otoritas, oleh karena itu jangan pernah takut ikut panggilan Tuhan.

Ketiga, jika Allah yang memanggil maka Allah yang terus menyertai.
Allah berfirman kepada Yeremia, “janganlah takut kepada mereka sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau,...”
Banyak orang berpikir bahwa jika mereka berdiam di rumah dan tidak menjadi saksi Allah mereka juga disertai.  Tetapi saya berkata jika saudara ingin melihat penyertaan Tuhan maka saudara harus pergi menjadi saksi.  Yesus berkata dalam amanat Agung, “Pergilah jadikanlah semua bangsa muridKu ...dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Dari hal ini kita melihat bahwa janji Allah untuk menyertai adalah bagi mereka yang pergi sesuai dengan rencana Allah.  Allah berjanji bukan kepada orang yang berdiam diri, tetapi kepada mereka yang pergi.  Hal yang sama juga terjadi bagi Yeremia, Allah berjanji akan menyertai Yeremia jika ia pergi, namun jika Yeremia tidak pergi tentu, janji Allah itu tidak akan ia rasakan.  Oleh karena itu saudara-saudara mari kita pergi  memberitakan Kebenaran Allah, yaitu keselamatan yang dari Kristus.  Jangan  pernah takut, karena Allah yang memanggil selalu memiliki tujuan, Allah yang memanggil selalu diberi otoritas dari Allah, dan Allah yang memanggil Allah akan terus menyertai kita.  Mari kita jadikan hidup kita menjadi saksi bagi Kristus, menyatakan kekudusan Allah kepada Dunia ini.
Thanks Tuhan Yesus Memberkati Kita semua.


Sunday, 24 May 2015

PENUH ROH KUDUS
Kis 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Ø  Untuk Apa dipenuhi Roh Kudus?
·         Roma 8: 16  Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
·         Oleh Roh Kudus:
kita menerima Kuasa, keberanian, keperkasaan, karunia  untuk menyatakan:Dan keselamatan tidak ada di Dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
  Kisah Para Rasul 4 : 12
Ø  Robert Menzies, Sebagaimana pengalaman Yesus bersama Roh Kudus di Sungai Yordan menjadi Model untuk pengalaman para murid pada hari Pentakosta, demikian juga pengalaman murid-murid pada hari pentakosta merupakan model bagi semua pengikut-Nya sekarang.
Ø  Paulus Wiratno, Salah Satu tanda kegerakan Roh Allah dalam gereja adalah semangat bersaksi, semangat membaca firman Tuhan, semangat berdoa dan semangat melayani Tuhan.
Ø  Bukti Nyata kehidupan orang percaya yang dipenuhi dengan Roh Allah adalah keberanian.  Berani bersaksi meskipun harus menghadapi resiko aniaya, berani hidup dalam kekudusan, berani memberi untuk pekerjaan Tuhan, dan berani menghadapi penderitaan
Ø  Siapa yang memberikan Roh Kudus?
o   YESUS MEMBAPTIS DENGAN ROH KUDUS (MATIUS 3:11)
o   AKU MENGUTUS PENGHIBUR KEPADAMU (YOHANES 16:7)
Ø  Kapan Menerima Roh Kudus?
o   Pada waktu yang tepat, Tempat yang tepat dan orang yang tepat. (Murid-murid menanti janji Bapa di Yerusalem). (Waktu-Nya Tuhan).
Ø  Bagaimana Menerima Roh Kudus?
o   Kerinduan (Matius 5:6)> Murid-murid bertekun dalam Doa (Kis. 1:14).
o   Meminta pada Allah (Lukas 11:9-13.
Ø  Apa Makna Pentakosta bagi kita?
o   Makna Pentakosta bagi umat percaya adalah suatu komunitas iman, di mana kita menantikan janji Bapa yang di berikan bagi kita bahwa Roh Kudus akan turun ke atas kita pada saat ini. Yang kedua, sebagai orang yang dipenuhi oleh Roh kita harus selalu mengucap syukur dan ketiga, menyatakan misi Allah untuk membebaskan dunia dari cengkraman dosa. Sudah siapkah hati saudara saat ini untuk menerima janji Bapa? 

Bahasa lidah (bahasa Roh) merupakan bukti dari baptisan Roh Kudus, tetapi ini hanya lah bukti, kuasa-Nya harus terus kita gunakan, dan nampak dalam kehidupan kita sehari-hari.  Hal ini sama seperti ketika saya membeli sepeda motor, saya diberi kwitansi untuk sebagai tanda kepemilikan saya akan sepeda motor tersebut, tetapi setelah itu kwitansinya saya simpan  di lemari dan hanya akan saya gunakan ketika diperlukan.  Namun kuasa dari motor tersebut akan saya gunakan setiap hari, mengantar saya ke pasar, ke tempat kuliah, mengantar orang lain sehingga pekerjaan saya lebih cepat dan lebih efektif.  demikian halnya dengan bahasa lidah, hal ini hanyalah tanda kita dipenuhi Roh Kudus, tetapi kuasa nya harus tetap kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari.

   Roh Kudus Kau hadir di sini
    Roh Kudus ku mengasihiMu
Kau lembut, Kau manis, Kaulah penghiburku
Penolongku diutus Bapaku

      Ku buka hati untuk RohMu Tuhan
Ku buka hati menyembahMu Yesus
Jamahlah kami, penuhi kami
Dengan kuasa Allah Maha Tinggi


Tatkala Allah Tak Terpahami

Kejadian 50:20; Roma 8:28


Tujuan manusia yang paling populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya.Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan dari dunia dan dari kehidupan manusia.
Salah satu contoh yang terjadi adalah pesawat yang terjatuh Air Asia QZ 8501 penerbangan Surabaya-Singapura,,banyak orang kristen berada dalam peswat itu... Kita sering bertanya mengapa penderitaan terjadi kepada orang-orang kristen, orang orang percaya. Mengapa Tuhan mengijinkan kematian yang mengenaskan bagi hidup orang percaya. kita sering sakit hati kepada Tuhan, ketika penderitaan itu menimpa kita.  Kita berkata mengapa masalah ini terjadi kepada saya? Mengapa penderitaan ini terjadi kepada saya? Mengapa anak saya yang diambil Tuhan? mengapa harus saya yang gagal? mengapa ini semua terjadi kepada saya?  Kita sering bertanya seperti ini ketika kita mengalami penderitaan..Tetapi pernahkah kita bertanya hal yang sama ketika kita diberkati Tuhan.  Pernahkah kita bertanya mengapa saya yang diberkati Tuhan? Mengapa saya yang berhasil Tuhan? Mengapa saya yang sehat Tuhan? mengapa Saya yang terpilih Tuhan? Mengapa anak saya yang berhasil? mengapa bukan anak tetangga saya yang berhasil?  Mengapa bukan orang itu yang terpilih? pernahkah kita bertanya hal seperti ini? Saya rasa tidak pernah, kita justru lebih sering menyalahkan Tuhan ketika penderitaan memimpa kita, tetapi jarang sekali kita bertanya untuk apa kita diberkati Tuhan? kita hanya bertanya untuk apa penderitaan ini Tuhan?
Sering kita menganggap penderitaan adalah sebuah masalah, musibah, namun sering Allah bekerja melalui penderitaan yang kita alami dan kemudian mengangkat kita.  Rencana Allah tidak bisa kita pahami, penuh dengan mistery.  Hal ini terjadi kepada semua orang. 
Penderitaan juga terjadi kepada Yusuf.  Yusuf mengalami tahun-tahun yang sulit dalam hidupnya.  Namun melalui penderitaanYusuf melihat dirinya tidak ada apa-apanya tanpa Allah.  Melalui penderitaan Yusuf semakin berserah kepada Allah.  Hidup ini adalah proses yang kita tidak tahu dan tidak mengerti.  Tapi kita harus tetap percaya bahwa Allah selalu merencanakan kebaikan bagi orang-orang percaya.  3 hal yang perlu kita pelajari dari kisah Yusuf yaitu:
1.      Kita harus tahu apa tujuan hidup kita.
Pernahkah kita bertanya, Apa tujuan hidup kita? Untuk apa kita diciptakan? Apakah tujuan Allah menciptakan kita?  Rick Warren dalam bukunya mengatakan bahwa tujuan hidup kita adalah untuk memuliakan Allah.  Allah menciptakan Manusia untuk kesenangan-Nya.
Yusuf dalam hidupnya mendapatkan visi dari Tuhan.  Yusuf mendapatkan  mimpi dari Tuhan bahwa ia akaan menjadi seorang pemimpin, bahkan oraang tua dan saudara-saudaranya akan menyembahnya.  Jelaskan tentang kehidupan Yusuf...
Tidak selamanya Penderitaan sebagai akibat dari dosa. Ada dalam Alkitab, Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. (Yohanes 9:2-3)
2.     Hidup kita tidak ditentukan oleh sekeliling kita, tetapi oleh percaya dan iman kepada Allah.
Kehidupan kita tidak ditentukan oleh apa yang terjadi disekeliling kita.  Kehidupan orang percaya tidak dipengaruhi oleh dunia ini.  kehidupan orang percaya tidak ditentukan oleh apa yang boleh terjadi kepada kita.  Tetapi kehidupan kitaa ditentukan oleh percaya dan iman kita kepada Allah.
Apapun yang terjadi dalam hidup kita Jangan pernah putus pengharapan!
3.      Kita dipanggil bukan untuk memahami Allah, tetapi untuk percaya kepada Allah dan rancangan-Nya.
Allah memanggil kita bukan supaya kita memahami Allah, Allah memanggil kita bukan supaya semua tentang rencana Allah kita pahami dan mengerti.  Allah memanggil Abraham.  Abraham tidak tahun apa-apa tentang rencana Allah.  Allah berjanji akan memberkati dengan keturunan dan tanah, namun Abraham belum melihat apa-apa. Abraham hanya percaya kepada janji Allah.  Demikian hal nya dengan Yusuf.  Yusuf tidak mengerti dan paham apa mengenai rencana Allah, namun ia percaya bahwa rencana Allah adalah yang terbaik baginya.
Penderitaan tidaklah dapat dihindari namun dapat menjadi suatu pengalaman yang berkembang. Ada dalam Alkitab, Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. (Yakobus 1:2-3)
Bagaimana cara kita untuk tetap ada di dalam rencana Allah? Melalui kehidupan Yusuf kitaa belajar, ada 4 cara yang perlu kita miliki yaitu:
1.      Memiliki sikap hati yang penuh dengan kemuraahan dan belas kasihan (Kej. 50:17)
Memang orang jahat biasanya menganggap orang lain juga jahat; pendusta selalu curiga orang lain akan mendustai dirinya, pemfitnah selalu akan mengira orang lain akan mejelek-jelekkan dirinya. Karena itu kalau saudara adalah orang yang selalu curiga terhadap orang lain, maka besar kemungkinannya saudara adalah orang brengsek!
2.      Memiliki sifat yang penuh dengan kerendahan hati
3.      Memiliki sikap sebagai penolong sejati (Kej. 50:21)


Lagu Altar Call
Engkau ada bersamaku di setiap musim hidupku...
Tak pernah kau biarkan kusendiri...
Kekuatan dijiwaku adalah bersama-Mu
Tak pernah kuragukan kasih-Mu
Reff,
Bersama-Mu Bapa Kulewati semua
Perkenanan-Mu yang teguhkan hatiku
Engkau yang bertindak memberi pertolongan

Anugrah-Mu besar melimpah bagiku...

Friday, 17 April 2015

PENGAMPUNAN






"PENGAMPUNAN"









PENGAMPUNAN DALAM BAHASA YUNANI DIPAKAI ISTILAH CHARIZESTHAI DAN APHESIS.  Dalam bahasa Ibrani dipakai istilah Kaphar dan Salah.  Istilah ini dipakai dalam konteks pengampunan ilahi. Yang diamksud pengampunan menurut akar katanya berarti lepas dari belenggu tau penjara, atau membiarkan pergi sebagaimana mereka tidak pernah melakukan kesalahan; atau sering disebut remisi hukuman seperti dari presiden.  Bila dikaitkan dengan kehidupan kita sehari-hari maka pengampunan adalah tindakan melepaskan seseorang dari belenggu hutang kesalahan yang dibuatnya.  

Paulus menulis kepada jemaat di Roma bahwa Allah telah menunjukkan kasih-Nya oleh karena Kristus telah mati untuk menebus dosa umat manusia, ketika manusia itu masih berdosa.  Penebusan Kristus menguduskan hati nurani kita.  "Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yaang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni (Ibrani 10:22).  Oleh karena itu kita mengalami kemerdekaan penuh hanya oleh pengampunan Allah melalui Kristus yang telah mati disalibkan (Yoh.8:36).  Kemerdekaan yang Yesus berikan adalah kemerdekaan dari belenggu keberdosaan, yang diperoleh hanya melalui pengampunan dan penebusan yang Yesus lakukan.  Paulus menulis suratnya kepada jemaat di Efesus, "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2  Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.  Dari hal ini kita melihat bahwa orang berdosa diberi gambaran oleh Paulus sebagai orang yang sudah mati.  Orang mati tidak dapat menyelamatkan dirinya.  Sesuatu yang sudah mati hanya akan menjadi bangkai, dan lama kelamaan akan membusuk dan menjadi sesuatu yaang bau dan tentunya tidaak disukai oleh kita.  Demikian halnya dengan orang yaang tidak mau mengaampuni,  maka ia akan terus memendam amarahny daan hidupnya penuh dengan kebencian dan kepahitan kepada orang yang menyakitinya, bahkan hal ini juga akan berakibat kepada orang-orang yang ada disekitarnya.  Orang yang tidak mau mengampuni akan sering menyakiti orang lain dan ia merasa benar dengan tindakannya karena ia sudah mati didalamnya.. Oleh karena itulah Yesus memberikan kebebasan bagi siapa yang percaya kepada-Nya atas kematian dan kebangkitan-Nya maka ia akan diampuni dan diselamatkan (Rom. 10;9).  Hanya oleh kematian Yesuslah maka kita diampuni.  Kematian Yesus bukanlah sesuatu yang harus Allah lakukan, tapi Ia mau melakukannya karena kasih-Nya kepada Manusia.  Oleh karena itu pengampunan Allah adalah Anugrah yang tidak dapat digaantikan dengan apapun tetapi diperoleh dengan cuma-cuma.  Hal inilah yang diinginkan Allah bagi kita, yaitu kita harus saling mengampuni satu dengan yang lain, sesama kita karena kita telah menerima pengampunan dari Tuhan secara cuma-cuma.  oleh karena itu kita juga dituntut untuk memberikan pengampunan kepada orang yang telah menyakiti kita secara cuma-cuma. Yesus mengajarkan bahwa kita harus mengampuni supaya kita juga diampuni. jika kita tidak mengaampuni maka kita juga tidaak diampuni. PENGAMPUNAN BUKANLAH SEBUAH PILIHAN TAPI KEHARUSAN. Kita harus mengampuni agar kita diampuni Allah dan mengaalami kebebasan serta persekutuan yang indah dengan Allah.  Dengan mengampuni maka berkat Tuhan akan secara luar biasa dicurahkan kepada kita dan hubungan-hubungan yang kita jaalin dengan orang-orang yang ada di lingkaran kita akan menjadi lebih baik, dan damai Allah akan memenuhi kita.  
BAGAIMANA DENGAN ANDA APAKAH ANDA MAU MENGAMPUNI ORANG YANG MENYAKITI ANDA? PILIHAN ADA DITANGAN ANDA, JIKA ANDA MENGAMPUNI MAKA KEBEBASAN DAN PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN MENJADI BAGIAN ANDA, JIKA ANDA TIDAK MAU MENGAMPUNI MAKA ANDA AKAN TETAP TERPENJARA DALAM KEPAHITAN ANDA. INGAT! PENGAMPUNAN BUKANLAH SUATU PILIHAN TETAPI KEHARUSAN!!!!!!!!!!

*

Thursday, 26 March 2015

Follow Him
(Matius 9:9-13; lukas 5:27-32)
9  Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
10  Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
11.Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
12. Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
13. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
Siapa Matius?
-          Disebut namanya Lewi
-          Seorang Pemungut Cukai
-          Sangat dibenci oleh bangsanya
-          Dianggap paling berdosa
-          Pemeras rakyat
-          Koruptor
Bagaimana dengan kita? Siapa kita, orang paling suci? Orang paling benar, orang paling baik atau sebaliknya? Kita sebenarnya sama dengan Matius si pemungut cukai.
APA ITU PANGGILAN?
I.                   Panggilan Adalah Inisiatif Allah.
Kata “Ikutlah aku” berasal dari kata ἀκολούθει, memiliki bentuk present imperatif actif, bentuk present artinya sekarang bukan dulu dan bukan akan datang nanti.  Sementara bentuk imperatif Yang berarti ini adalah perintah, perintah harus di taati. Dan perintah ini datang dari Yesus.
II.                 Panggilan membutuhkan respon.
-          Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia
-          King James Version : And as Jesus passed forth from thence, he saw a man, named Matthew, sitting at the receipt of custom: and he saith unto him, Follow me. And he arose, and followed him.
-          ἠκολούθησεν memiliki bentuk Aorist indicatif aktif. Bentuk aorist memiliki arti tindakan yang dilakukan satu kali untuk selamanya
           panggilan itu akan mengubah kehidupan kita dan mengubah kehidupan di sekeliling kita.  perubahan kehidupan kita tergantung kepada bagaimana kita meresponi panggilan Tuhan.  semakin kita terbuka akan panggilan Tuhan maka akan semakin terbuka juga kesempatan untuk hidup kita diubahkan.  pertanyaannya adalah bagaimana respon saudara terhadap panggilan Tuhan?


III.             Panggilan Harus menghasilkan buah:
Tuhan memanggil untuk mengubah kegelapan menjadi terang, petrus dipanggil dari penjala ikan menjadi penjala manusia, ada kehidupan yang lebih baik.
1.      Ucapan syukur (ayat 10 dan 29) Salah satu tanda kedewasaan rohani adalah seberapa seringnya orang itu mengucap syukur.
2.      Hidup menjadi saksi (ayat 10 dan 29). APakah kehidupn kita menjadi kesaksian yang mempermuliakan nama Tuhan atau justru sebaliknya kita hidup mempermalukan nama Tuhan.  Hal ini akan terpancar dari semua apa yang kita katakan, apa yang kita pikirkan dan apa yang kita lakukan.

3.      Hati yang murni kepada Tuhan (ayat 13).  Tuhan tidak lebih tertarik kepada persembahan kita. Tuhan lebih tertarik kepada hati kita yang tulus murni kepadanya, hati yang selalu mengatakan kuperlu kau Tuhan, bukan hati yang sombong karena merasa sudah memberi persembahan dengan banyak, menjadi donatur, membantu teman yang lain tetapi dengan tujuan untuk mendapatkan pujian.  Tuhan mencela perbuatan seperti itu. Tuhan mau kita melakukan segala sesuatu dengan kasih, ketulusan.


Saudara-saudara Tuhan memanggil kita semua, pertama ia memanggil kita untuk mengubah hidup kita,  kemudian Tuhan mau kita mengubah sekeliling kita, melalui kehidupan kita.  Tuhan mau memakai kita semua menjadi agen-agen perubahan..mari kita meresponi panggilan Tuhan dengan mengizinkan Tuhan berkarya sepenuhnya di dalam Kehidupan kita. Mari kita membangun komitmen kitaa dalam mengikut Tuhan seperti Pujian dibawah ini:


Ku mau cinta Yesus 
selamanya

Ku mau cinta Yesus selamanya

Meskipun badai silih berganti Dalam hidupku
Ku tetap cinta Yesus selamanya

Ya Bapa,Bapa ini aku anakMu

Layakkanlah seluruh hidupku

Ya Bapa, Bapa ini aku anakMu

Pakailah sesuai dengan rencanaMu