Follow
Him
(Matius 9:9-13; lukas 5:27-32)
(Matius 9:9-13; lukas 5:27-32)

9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat
seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata
kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut
Dia.
10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah
banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia
dan murid-murid-Nya.
11.Pada
waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus:
"Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang
berdosa?"
12.
Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib,
tetapi orang sakit.
13.
Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas
kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang
benar, melainkan orang berdosa."
Siapa Matius?
-
Disebut namanya Lewi
-
Seorang Pemungut Cukai
-
Sangat dibenci oleh bangsanya
-
Dianggap paling berdosa
-
Pemeras rakyat
-
Koruptor
Bagaimana dengan kita? Siapa kita, orang
paling suci? Orang paling benar, orang paling baik atau sebaliknya? Kita sebenarnya
sama dengan Matius si pemungut cukai.
APA ITU PANGGILAN?
I.
Panggilan Adalah Inisiatif Allah.
Kata “Ikutlah aku” berasal dari kata ἀκολούθει, memiliki bentuk present imperatif actif, bentuk
present artinya sekarang bukan dulu dan bukan akan datang nanti. Sementara bentuk imperatif Yang berarti ini
adalah perintah, perintah harus di taati. Dan perintah ini datang dari
Yesus.
II.
Panggilan membutuhkan respon.
-
Maka berdirilah
Matius lalu mengikut Dia
-
King James
Version : And as Jesus passed forth from thence, he saw a man, named Matthew,
sitting at the receipt of custom: and he saith unto him, Follow me. And he
arose, and followed him.
-
ἠκολούθησεν
memiliki bentuk Aorist indicatif aktif. Bentuk aorist memiliki arti tindakan
yang dilakukan satu kali untuk selamanya.
panggilan itu akan mengubah kehidupan kita dan mengubah kehidupan di sekeliling kita. perubahan kehidupan kita tergantung kepada bagaimana kita meresponi panggilan Tuhan. semakin kita terbuka akan panggilan Tuhan maka akan semakin terbuka juga kesempatan untuk hidup kita diubahkan. pertanyaannya adalah bagaimana respon saudara terhadap panggilan Tuhan?
III.
Panggilan Harus
menghasilkan buah:
Tuhan memanggil untuk mengubah kegelapan menjadi
terang, petrus dipanggil dari penjala ikan menjadi penjala manusia, ada
kehidupan yang lebih baik.
1.
Ucapan syukur
(ayat 10 dan 29) Salah satu tanda kedewasaan rohani adalah seberapa seringnya
orang itu mengucap syukur.
2.
Hidup menjadi
saksi (ayat 10 dan 29). APakah kehidupn kita menjadi kesaksian yang mempermuliakan nama Tuhan atau justru sebaliknya kita hidup mempermalukan nama Tuhan. Hal ini akan terpancar dari semua apa yang kita katakan, apa yang kita pikirkan dan apa yang kita lakukan.
3.
Hati yang murni
kepada Tuhan (ayat 13). Tuhan tidak lebih tertarik kepada persembahan kita. Tuhan lebih tertarik kepada hati kita yang tulus murni kepadanya, hati yang selalu mengatakan kuperlu kau Tuhan, bukan hati yang sombong karena merasa sudah memberi persembahan dengan banyak, menjadi donatur, membantu teman yang lain tetapi dengan tujuan untuk mendapatkan pujian. Tuhan mencela perbuatan seperti itu. Tuhan mau kita melakukan segala sesuatu dengan kasih, ketulusan.
Saudara-saudara Tuhan memanggil kita semua, pertama ia memanggil kita untuk mengubah hidup kita, kemudian Tuhan mau kita mengubah sekeliling kita, melalui kehidupan kita. Tuhan mau memakai kita semua menjadi agen-agen perubahan..mari kita meresponi panggilan Tuhan dengan mengizinkan Tuhan berkarya sepenuhnya di dalam Kehidupan kita. Mari kita membangun komitmen kitaa dalam mengikut Tuhan seperti Pujian dibawah ini:
Ku mau cinta Yesus
selamanya
Ku mau cinta Yesus selamanya
Meskipun badai silih berganti Dalam hidupku
Ku tetap cinta Yesus selamanya
Ya Bapa,Bapa ini aku anakMu
Layakkanlah seluruh hidupku
Ya Bapa, Bapa ini aku anakMu
Pakailah sesuai dengan rencanaMu