Wednesday, 31 March 2021

Yesus adalah Terang


YOHANES 8:12-20

Topik : Yesus adalah Terang

Tujuan : Mengajarkan jemaat agar mengetahui bahwa hanya Yesuslah sumber terang dan mengajarkan jemaat untuk menjadi terang bagi sesamanya.

1. BERDOA

Allah Bapa yang Maha baik, kami bersyukur atas penyertaan Mu dalam kehidupan kami sepanjang hari ini, kami bersyukur atas semuanya itu tidak ada hal yang dapat kami lakukan untuk membalas setiap kebaikan Tuhan dalam kehidupan kami. Tuhan pada saat ini kami akan memulai persekutuan kami kiranya Engkau yang akan bersama-sama dengan kami dari awal, pertengahan dan hingga kami mengakhirinya. Tuhan layakanlah kami untuk bersekutu dengan Engkau di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan mengucap syukur Halleluya, Amin.

2. BERMAZMUR

Betapa kumencintai

Segala yang t'lah terjadi

Tak pernah sendiri jalani hidup ini

Selalu menyertai

Betapa kumenyadari

Di dalam hidupku ini

Kau s'lalu memberi rancangan terbaik

Oleh karena kasih

Bapa, sentuh hatiku

Ubah hidupku menjadi yang baru

Bagai emas yang murni

Kau membentuk bejana hatiku

Bapa, ajarku mengerti

Sebuah kasih yang selalu memberi

Bagai air mengalir

Yang tiada pernah berhenti

Cipt. Maria Shandi

3. FIRMAN TUHAN

a. Tema: Yesus adalah Terang (Yohanes 8:12-20)

b. Penjelasan

Bapak/i yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, kita telah membaca ayat renungan kita pada hari ini. Pada saat ini kita akan belajar dari kebenaran Firman Tuhan dengan tema Yesus adalah Terang. Sebelum masuk pada inti pembahasan, ada beberapa pertanyaan untuk kita semua. Pernahkah bapak/i berada dalam gelap? Bisakah bapak/i melihat benda ketika gelap? Pada saat ini mari kita bayangkan, apakah yang akan terjadi jika terang tidak ada dalam gelap.

Setelah kejatuhan manusia yang pertama yaitu Adam dan Hawa, dunia semakin buruk. Kita bisa melihat kejahatan semakin hari semakin membesar dan kejahatan terjadi di mana-mana. Dunia sekarang ini berada dalam situasi yang gelap dan kita harus mencari sumber terang untuk menerangi kegelapan tersebut.

Satu-satunya sumber terang untuk menerangi dunia adalah Yesus itu sendiri. Dalam Yoh. 8:12, Yesus mengatakan “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Ungkapan “Akulah terang dunia...” merupakan ungkapan yang berarti hanya Dia lah (Yesus) yang memiliki terang tersebut dan tidak ada yang lain. Pada saat itu, Yesus melihat bahwa orang Farisi dan ahli-ahli Taurat mereka sedang diliputi oleh kegelapan. Mereka ingin mencobai Yesus dengan membawa perempuan yang berzinah kepada-Nya. Mereka juga menolak dan tidak mempercayai Yesus sebagai juruselamat, yang mana menunjukan bahwa mereka hidup dalam kegelapan dan menolak terang tersebut.

Yesus mengatakan Dia adalah terang dunia karena Ia sendiri berasal dari Bapa. Dia adalah terang dunia karena Ia mewakili Allah Bapa, tanpa Ia berasal dari Allah Bapa, Ia tidak akan mungkin mengatakan bahwa Ia adalah terang.

Dalam ayat 12, selain Yesus bersaksi bahwa Ia adalah terang, Ia juga menawarkan bahwa siapa pun yang mengikuti Dia maka orang tersebut tidak akan berjalan dalam gelap melainkan memiliki terang hidup.

 Ilustrasi

Dulu ketika saya berumur 12 tahun, saya pernah berada di dalam rumah sendirian. Hal yang membuat saya takut ialah karena pada saat itu saya berada dalam gelap, yang mana membuat saya tidak bisa melihat benda sekeliling saya dan akhirnya saya menabrak tiang yang ada di dalam rumah. Saya menyadari betapa pentingnya pelita/lampu untuk menerangi ruangan tersebut. Beberapa hari kemudian saya berada lagi dalam ruangan yang gelap, hal yang saya lakukan adalah mencari sumber penerangan dan ketika saya mendapatkan sumber terang, ruangan tersebutpun menjadi terang dan saya juga bisa melihat benda apa saja yang ada di sekitar saya.

Dari kesaksian dan juga ilustrasi tersebut, hal yang dapat kita pelajari adalah, dunia tidak memiliki terang selain dari pada Yesus Kristus. Oleh karena itu, Marilah kita percaya hanya kepada Yesus sebagai satu-satunya terang itu. Yesus mengatakan “barangsiapa mengikut Aku dia tidak akan berjalan dalam kegelapan.” Kalau kita tidak mengikuti Yesus, maka kita akan terus berjalan di dalam kegelapan. Kegelapan itu ada di tengah-tengah dunia, kegelapan itu juga ada di dalam hati manusia.

4. BERTINDAK

Yesus ialah terang dunia, terang yang Yesus sediakan menjadikan kita juga terang. Ketika kita telah menjadi terang, hendaknya kita memelihara terang tersebut dengan melakukan Firman Tuhan, selain itu karakter dan perbuatan kita juga seturut dengan Firman Tuhan.

Terang itu hanya ada dalam Yesus Sang Juru Selamat kita, oleh karena itu hendaknya kita semua mencari Dia dalam persekutuan, ibadah, baca Firman Allah, hidup kudus, doa dan lain sebagainya. Saat terang itu ada dalam kita, kita juga akan menjadi terang yang akan menerangi sekitar kita di dalam kegelapan.

5. BERDISKUSI

1. Bagaimana pemahaman anda mengenai Yesus sebagai Terang?

2. Bisakah anda menceritakan bagaimana Yesus menerangi hidup anda?

3. Apakah hidup anda juga sudah menjadi terang bagi sekitar?

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok-Pokok doa: Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.


Kasih Yang Menerima

YOHANES 8:1-11

Tema : Kasih yang Menerima

Tujuan : Memberi pemahaman dan pengajaran kepada jemaat untuk memiliki kasih yang menerima tanpa membeda-bedakan. Jemaat diharapkan dengan renungan ini dapat menjadi pribadi yang dapat melihat sesamanya dengan kasih, tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain.

1. Doa Pembukaan :

Allah Bapa yang maha baik terimakasih atas berkat-Mu yang bisa kami rasakan sampai saat ini kami bersyukur atas semuanya itu dan pada saat ini kami akan memulai persekutuan kami dan kami serahkan seluruhnya ke dalam tangan-Mu, dari awal, pertengahan hingga nanti kami mengakhirinya dan layakkan kami agar kami berkenan dihadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami telah berdoa dan mengucap syukur halleluyah, amin.

2. BERMAZMUR

Lagu pujian ke-1 dan ke-2: Jemaat cari sendiri

Lagu firman :

Hanya dekat kasih-Mu Bapa

jiwaku pun tentram

Engkau menerimaku, dengan sepenuhnya

Walau dunia melihat rupa

Namun Kau memandangku

Sampai kedalaman hatiku

Reff :

Tuhan inilah yang ku tahu

Kau mengenal hatiku

Jauh melebihi semua

Yang terdekat sekalipun

Tuhan inilah yang ku mau

Kau menjaga hatiku

Supaya kehidupan

Memancar senantiasa

Ciptaan : Gloria Trio

Doa Firman : Allah Bapa yang maha baik pada saat ini kami akan mendengarkan kebenaran Firman-Mu, kiranya Engkau jamah hati kami kiranya Firman yang kami dengarkan tidak sekedar kami dengar tetapi kami pahami dan kami lakukan di dalam kehidupan kami, sehingga kami menjadi orang-orang yang semakin bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan. Dalam nama Yesus kami berdoa halleluyaH, amin.

3. FIRMAN TUHAN

Teks Firman Tuhan : Yohanes 8:1-11

Penjelasan Firman Tuhan :

Dalam kisah ini yang barusan kita baca menceritakan bagaimana mengenai seorang perempuan yang dibawa kepada Yesus untuk dihakimi oleh karena telah melakukan zinah atau perbuatan yang tidak baik, dalam hukum orang Yahudi jika seseorang melakukan dosa perzinahan akan dilempari batu, dalam ayat 3 kita melihat ahli Taurat dan orang Farisi membawa kepada Yesus seorang yang telah kedapatan melakukan zinah.

Pertanyaan : kenapa ahli Taurat dan orang Farisi membawa perempuan itu kepada Yesus? Bukankah, ahli Taurat dan orang Farisi adalah kelompok yang mengetahui hukum dan merekalah yang menetapkan aturan-aturan itu, jika mereka tau mengenai apa yang harus dilakukan kepada wanita yang tertangkap melakukan zinah itu, bukankah mereka bisa secara langsung menghakimi perempuan itu tanpa harus membawanya kehadapan Yesus? apa yang menjadi alasan mereka untuk membawanya kepada Yesus?

 Dalam ayat yang ke-6 jelas dikatakan bahwa bukan mereka tidak mengetahui hukuman apa yang akan diberikan kepada perempuan yang kedapatan berzinah itu jelas dikatakan dalam ayat ini mereka melakukan itu untuk mencobai Yesus dan mencari kesalahan sehingga mereka mendapatkan sesuatu hal yang bisa menyalahkan Yesus. Namun respon dari Yesus hanya membungkuk dan menulis di tanah dengan jariNya, tetapi karena orang-orang itu mendesak Yesus, Yesus memperbolehkan mereka untuk melempari perempuan itu tetapi dengan satu aturan dimulai dari yang tidak berdosa sampai kepada yang berdosa. Kita melihat satu persatu mereka meninggalkan perempuan itu bersama Yesus.

Pertanyaan : Kenapa ahli Taurat dan orang Farisi pergi dan tidak jadi melempari perempuan itu bukankah mereka mendesak Yesus? Ada banyak kemungkinan kenapa mereka tidak melempari pertama, perkataan Yesus yang mengatakan yang tidak berdosa hendaklah ia yang melempar terlebih dulu, kedua mereka merasa bahwa mereka lebih berdosa dari perempuan itu, dan yang ketiga mereka merasa Yesus seorang yang benar, namun tidak menghendaki hukuman kepada perempuan yang melakukan zinah. Hal ini bisa memberi jawaban kepada kita kenapa ahli Taurat dan orang Farisi tidak melempari perempuan itu.

Renungan :

 Bapak ibu saudara yang terkasih, apa yang menjadi perenungan kita dari teks Firman Tuhan ini, ada satu point penting yang akan kita pelajari dari teks ini.

Poin 1: Lihatlah kesalahan orang dengan kacamata kasih

Bpk/ibu sdra/i yang terkasih, mari kita perhatikan bagaimana tindakan dari ahli Taurat dan orang Farisi yang datang kepada Yesus membawa seorang perempuan yang tertangkap melakukan dosa, ahli Taurat dan orang-orang Farisi datang untuk menghukum atau menghakimi perempuan itu dengan melemparinya batu,

Bpk/ibu yang terkasih terkadang kita sama seperti ahli Taurat dan orang Farisi, ketika kita melihat kesalahan atau pelanggaran dari sesama kita, kita malah sibuk untuk menggosipin orang tersebut bahkan kita menghakimi dia. Apakah ini yang dikehendaki Allah kepada kita sebagai orang percaya? Nah bpk/ibu yang terkasih Yesus memberikan teladan kepada kita pada saat ini bagaimana seharusnya respon kita terhadap sesama kita yang melakukan kesalahan.

Kita bisa melihat dalam teks ini bagaimana respon Yesus kepada perempuan yang berdosa ini, Yesus tidak langsung menghakimi atau menghukum perempuan tersebut tetapi kita melihat bagaiamana Yesus menaruh belaskasihan kepada perempuan itu. Didalam ayat 11 kita melihat respon Yesus terhadap perempuan itu, Yesus tidak menghakimi perempuan itu melainkan menyuruh perempuan itu pergi dan berpesan untuk tidak berbuat dosa lagi. Yesus menyuruh perempuan itu pergi bukan karena perempuan itu tidak bersalah melainkan Yesus memandang perempuan tersebut dengan penuh kasih dan Yesus mau memberikan kesempatan kedua kepada perempuan ini untuk bertobat.

Ilustrasi :

Seorang karyawan yang bernama Surti yang bekerja di sebuah perusahaan besar di Jakarta suatu ketika Surti melakukan kesalahan, kesalahan yang dilakukan oleh Surti yaitu menggelapkan uang perusahaan dalam jumlah yang besar, berapa minggu kemudian kesalahan yang dilakukan oleh Surti diketahui oleh manager perusahaan, akhirnya Surti merasa takut dan gelisah. Sewajarnya apabila managernya memecat Surti oleh karena kasalahan yang ia lakukan. Namun managernya memanggil Surti dan menasehati serta memberikan kesempatan kepada Surti untuk melunasi utang-utangnya kepada perusahaan. Dengan rasa bersalah Surti terdiam dan satu persatu air mata surti berjatuhan, karena Managernya sangat baik, tidak memecatnya melainkan memberikan kesempatan kepada Surti untuk berubah, akhirnya Surtipun dengan wajah berseri-seri berjanji tidak akan mengulagi kesalahan yang sama lagi.

4. BERTINDAK :

Bpk/ibu, saudara/i yang terkasih pada saat ini kita diajak untuk mengintropeksi diri kita masing-masing karena belum tentu kita benar dihadapan Allah. Hari ini Yesus menunjukkan kepada kita bahwa Dia adalah Allah yang penuh kasih Allah yang mengampuni, Allah yang penuh cinta bagi setiap yang mencari Dia.

Saudara/i yang terkasih marilah kita keluar dari kehidupan lama kita dan sadar bahwa kehidupan kita ternoda dan berdosa, kita diajak untuk datang kepada Yesus bukan untuk menghakimi orang lain tetapi kita datang untuk dipulihkan sehingga kita bisa membawa orang lain dan dipulihkan dalam kekudusan Tuhan. Mari kita menerima dan memandang sesama kita dengan penuh kasih, sama seperti Yesus yang menerima kita dengan penuh cinta. Yesus menerima kita bukan karena kita benar atau perbuatan kita benar, tetapi Yesus menerima kita karena kita sangat berharga dimata-Nya. Kiranya kebenaran Firman Tuhan hari ini dapat memberkati kita semua. Amin.

5. BERDISKUSI

1. Bagaimana Tuhan mengasihi anda?

2. Bagaimana cara anda mengasihi keluarga dan juga orang-orang di sekitar anda?

3. Apakah anda menerima orang lain apa adanya? Atau harus sesuai dengan kemauan anda?

6. BERDOA SYAFAAT :

Pokok Doa: Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


Yesus Air Hidup

YOHANES 7:37-44

Tema : Yesus Air Hidup

TUJUAN:

1. BERDOA

Bapa di surga kami mengucap syukur untuk hari ini, kami dapat berkumpul bersama-sama untuk memuji menyembah Engkau dan mendengarkan Firman-Mu ya Tuhan. Berkati kami dan berkati ibadah kami dalam nama Tuhan Yesus. Amin..

2. BERMAZMUR (10 -15 menit)

Ku yakin saat Kau berfirman

Ku menang saat Kau bertindak

Hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMu

Ku aman karna Kau menjaga

Ku kuat karna Kau menopang

Hidupku hanya ditentukan oleh kuasaMu

Reff:

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil

Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin

MujizatNya disediakan bagiku

Ku diangkat dan dipulihkanNya

3. BACA FIRMAN :

Teks: Yohanes 7:37-44

Penjelasan Firman Tuhan

Kebenaran yang kita temukan pada bagian ini adalah pada waktu puncak dari perayaan “hari raya pondok Daun” dimana perayaan ini sebagai perayaan pengucapan syukur dari hasil panen orang Israel. Yesus berdiri dan berseru “barang siapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum, barang siapa percaya kepada-Ku . . . dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Bagian ini adalah bagian dimana Yesus kembali menyatakan atau bersaksi tentang diri-Nya kepada orang-orang yang menentang keAllahan Yesus. Bahwa sumber air kehidupan itu adalah Dia, pengakuan ini juga Yesus sampaikan kepada seorang perempuan Samaria “tetapi barang siapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya” (4:14) dan pada waktu banyak orang mengikuti Dia, yang hanya mencari Yesus karena mereka sudah makan roti dan menjadi kenyang (6:26) kemudian Yesus mengatakan “Akulah roti hidup, barang siapa datang kepada-Ku ia tidak akan lapar lagi dan barang siapa percaya, ia tidak akan haus lagi” (6:35), namun masih banyak yang menolak Yesus dan mempermasalakan diri-Nya

Ketika Dia mengajar (7:14-18) banyak orang heran akan ajaran-Nya dan bertanya-tanya dari manakah Dia mendapatkan semua yang Dia ajarkan, Yesus menjawab “ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia (Bapa) yang mengutus Aku” sebelum Yesus melanjutkan untuk memberitahukan siapa Dia, Ia memperingati mereka bahwa “barangsiapa berkata-kata dari diri-Nya sendiri, ia sedang mencari hormat, tetapi jika mencari hormat bagi Dia (Bapa) ia benar . . .” dan kemudian terjadilah keributan disana, mereka semua mempermasalakan dari mana ajaran-Nya, dari mana asal-Nya, orang baik atau orang jahatkah Dia, dan apakah Dia seharusnya dipercaya?.

Kemudian pada puncak dari perayaan itu, Yesus berdiri dan mengatakan “barang siapa haus datanglah kepada-Ku dan minum dan percaya kepada-Ku maka dalam dirinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” “air hidup” kita bisa temukan penjelasannya pada teks ini yaitu Roh, namun Roh itu belum datang karena Yesus belum dimuliakan atau belum menyelesaikan tugas-Nya yaitu mati di kayu salib. Kalimat ini merupakan ajakan yang Yesus umumkan pada banyak orang dan itu berlaku bagi kita hari ini barang siapa haus datanglah kepada Yesus dan minumlah kemudian percaya maka dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.

Hal menariknya adalah Yesus mengajak mereka untuk minum terlebih dahulu kemudian percaya, mengapa?? karena mereka sendiri memperdebatkan siapa itu Yesus. Yesus mau mereka mengalami terlebih dahulu, minum terlebih dahulu sehingga pada akhirnya mereka percaya kepada-Nya.

 Renungan

 Melalui kalimat “tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (4:14), Yesus mengajak jika ada yang haus datanglah kepada-Nya karena Dia berjanji setiap orang yang datang kepada-Nya ia akan diberi minum sehingga mereka akan menjadi percaya. Ia adalah dahaga yang orang-orang Israel sedang nanti-nantikan dan Ia adalah sumber segala sesuatu yang kita butuhkan. Secara tidak langsung Yesus sedang mengatakan jika engkau makan dan minum dari Aku, kamu tidak akan lapar dan haus lagi, jadi Yesus itulah kecukupan, artinya jika kita makan atau minum dari Dia maka sudah cukup, kita tidak perlu bersusah paya untuk mencari lagi dan lagi, kita akan merasa sudah cukup, sudah puas jika dia yang memberikan, tidak akan lapar lagi dan tidak akan haus lagi. Jadi Yesus adalah sumber kita dan hanya itulah satu-satunya kita mendapatkan rasa cukup untuk selama-lamanya. Sebaliknya jika kita datang kepada yang lain maka tidak ada jaminan bagi kita akan mendapatkan kecukupan melainkan akan selalu mengalami kekurangan, mengapa? Karena Dialah Sumbernya.

Allah menyediakan kebutuhan yang kita butuhkan, bahkan ketika kita percaya pada-Nya, kita akan menjadi berkat bagi orang lain, sebagaimana dikatakan “dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” jangan ragu kepada-Nya, ketika kita minum dari Dia yang adalah sumber air itu, maka akan menjadi cukup bagi kita dan aliran-aliran air itu akan mengalir dalam kita kepada orang lain. Ketika kita datang kepadanya tidak akan sia-sia sebab Dia sendiri yang mengatakanya “. . . baiklah ia datang kepada-Ku dan minum” dan hasilnya adalah tidak akan haus lagi.

 Ilustrasi:

Mata air adalah sumber dimana air itu berasal yang mengalir tanpa henti, berbeda dengan air yang ketika hujan kemudian berkumpul menjadi banyak. Ketika kita membuat saluran untuk menyalurkan air ke tempat lain, kalau kita membuat dari air yang berkumpul karena hujan itu, maka akan terbatas sesuai dengan jumlah yang ada, namun ketika kita membuat dari sumber airnya maka air takkan berhenti mengalir.

4. Bertindak:

Marilah kita datang kepada sumbernya bukan kepada yang lain, Yesus yang akan membuat kita merasa cukup bahkan berlimpah “mengalir” kepada orang di sekitar kita . Yesus adalah sumber kehidupan, Dia adalah air kehidupan jika kita mau hidup maka datanglah kepada yang mempunyai hidup itu, “barang siapa haus datang dan minum” barang siapa yang sakit datanglah maka akan sembuh dan sebagainya.

5. BERDISKUSI

a) Apa yang menjadi kebutuhan anda sekarang??

b) Dengan cara apa anda lakukan untuk mencapai kebutuhan itu??

c) Apa yang menjadi kebutuhan anda yang sudah dijawab Yesus namun anda merasa itu belum cukup??

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.


Melihat dengan Benar

YOHANES 7:1-24

Tema: Melihat Dengan Benar

Tujuan : Mengajarkan kepada jemaat agar tidak terobsesi terhadap apa yang dipandang baik menurut manusia melainkan berpegang teguh terhadap kebenaran Firman Tuhan.

1. BERDOA

Bapa di surga kami mengucap syukur atas kasih dan anugerah-Mu dalam hidup kami, sehingga sampai saat ini kami dapat beridah, itu semua karena kasih karunia-Mu. Saat ini kami serahakan ke dalam tangan-Mu seluruh hidup kami dan persekutuana yang indah ini. Biarlah Roh Kudus-Mu yang mengurapi setiap kami dan memampukan serta memahami dan mengerti kebenaran firman-Mu Amin.

2. BERMAZMUR

Bukan dengan kekuatanku

'Ku dapat jalani hidupku

Tanpa Tuhan yang di sampingku

'Ku tak mampu sendiri

Engkaulah kuatku

Yang menopangku

Kupandang wajahmu dan berseru

Pertolonganku datang dari-Mu

Peganglah tanganku jangan lepaskan

Kaulah harapan

Dalam hidupku

3. BACA FIRMAN

Teks : Yohanes 7:1-24

Penjelasan Firman Tuhan

Dalam Yahones 7:1-24, menceritakan dua perikop dalam satu peristiwa: yang pertama mengenai Yesus pergi ke Yerusalem untuk hari raya Pondok Daun dan dilanjutkan dengan menceriterakan mengenai kesaksian Yesus tentang diri-Nya kepada orang-orang Yahudi. Dalam perikop yang pertama, menceritakan perihal hari raya Pondok Daun yang sudah dekat. Hari raya Pondok Daun adalah hari raya orang Yahudi (lih. 7:2) dan hari raya Pondok Daun adalah hari raya terakhir sebelum tahun baru Yahudi. Ini adalah panen sebelum musim dingin. Hari raya ini merupakan suatu perayaan yang wajib dilakukan oleh bangsa Israel selain perayaan roti tak beragi atau paskah. Perayaan Pondok Daun ini dilakukan agar bangsa Israel mengingat akan kasih dan pemeliharaan Tuhan pada waktu nenek moyang mereka selama 40 tahun hidup di padang gurun.

 Ketikan hari perayaan itu sudah dekat maka kata saudara-saudara Yesus kepada-Nya: “Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan. Sebab tidak seorangpun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia” (lih. 7:3-4. Tetapi jawab Tuhan Yesus kepada mereka “waktu-Ku belum tiba.” Disini ada dua perbedaan pendapat, saudara-saudara Yesus merasa ini adalah waktunya untuk lebih dikenal banyak orang. Maka Yesus harus datang ke Yerusalem. Membuat tanda-tanda mukjizat, kesembuhkan orang,mengusir setan, dan lain sebagainya, Ini akan membuat Yesus dikenal ke seluruh Israel, Tetapi bagi Yesus, waktu-Nya akan tiba pada saat kematian-Nya. Orang-orang di Yerusalem ingin membunuh Dia, dan ini tidak diketahui oleh saudara-saudara-Nya. Tetapi di ayat 10 dikatakan bahwa Tuhan Yesus tetap pergi ke pesta itu. Apakah ini waktunya sudah tiba? Ya waktu-Nya sudah untuk pergi ke perayaan Pondok Daun tersebut.

Selanjutnya dalam perikop yang kedua menceritakan kesaksian Tuhan Yesus tentang diri-Nya. Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke bait Allah lalu mengajar, maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan tanpa belajar”! (lih. 7:15) ini adalah insiden keheranan orang Yahudi melihat dan mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus kepada orang banyak. Tetapi Tuhan Yesus menjawab: “Ajaranku tidak berasal dari diri-Ku sendiri tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku” (lih. 7:15). Pernyataan Tuhan Yesus ini seharusnya membawa saudara-saudara-Nya dan orang-orang Yahudi untuk melihat dengan benar perbuatan-perbuatan yang Tuhan Yesus lakukan dengan ajaib.

 Renungan

 Dari kisah Tuhan Yesus dalam perayaan pondok Daun yang diceritakan di atas, memberikan pertanyaan kepada kita, sejauh mana kita melihat dengan benar kuasa Allah itu? Apakah kita seperti saudara-saudara Tuhan Yesus yang melihat Yesus hanya sebatas saudara mereka, sehingga sukar bagi mereka untuk percaya kepada-Nya, walaupun Tuhan Yesus banyak melakukan perbuatan yang ajaib? Atau seperti orang-orang Yahudi yang iri hati dan dengki karena Tuhan Yesus memberitakan kabar yang sejati dan malakukan banyak mujizat? Sehingga mata hati mereka dibutakan oleh rasa benci itu. Tidak sidikit orang percaya tergolong dalam konsep saudara-saudara Tuhan Yesus dan orang-orang Yahudi yang tidak percaya. Ketidak percayaan ini muncul karena meragukan Allah dengan manifestasi-Nya dalam kehidupan ini. sehingga mata rohani ini menjadi buta.

 Lalu bagaimana seharusnya orang percaya dapat melihat dengan benar? Yohanes 1:17 mengatakan: “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” Penekanan yang Tuhan Yesus sampaikan, supaya dapat melihat dengan benar ialah melakukan kehendak-Nya. Kehendak Allah itu baik dan sempurna bagi kita. Allah tidak memperoleh apa-apa ketika kita melakukan kehendak-Nya. Semua kehendak-Nya adalah demi kebaikan dan keuntungan kita. Tidak ada satupun yang kita lakukan “untuk Tuhan” yang menguntungkan Dia, tetapi justru untuk keuntungan kita sendiri!

Kita menyembah Dia, tapi yang untung kita sendiri. Jika kita berdoa, siapa yang untung? Kita seringkali memandang kehendak dan larangan Allah mengekang kebebasan kita. Untuk itu, akal budi kita harus diperbarui untuk melihat bahwa setiap perintah Allah itu adalah untuk kebaikan dan untuk melindungi kita dari yang jahat. Oleh karena itu, dalam melakukan kehendak Allah, janganlah kita berpikir kita telah mengorbankan sesuatu, karena dalam kenyataannya kita tidak rugi apa-apapun, tetapi malah memperoleh segala sesuatu.

 Ilustrasi

Suatu ketika ada dua orang yang masuk ke dalam sebuah sungai yang sama, tetapi dengan tujuan yang berbeda. Seseorang turun ke dalam sungai untuk mencari batu, sedangkan yang seorang lagi turun untuk mencari pasir. Pencari batu yang turun maka pastilah batu yang akan diambilnya, sedangkan pasir akan dibuangnya. Di pihak lain pencari pasir tentu hanya pasir saja yang diambilnya, sedangkan batu akan dibuangnya. Mengapa demikian? Karena keinginan yang berbeda akan menghasilkan sesuatu yang berbeda juga.

4. BERTINDAK

 Demikian hal di dalam mencari kebenaran itu, harus dimulai dengan menghilangkan segala konsep-konsep yang tidak benar tentang Allah dan firman-Nya. Membuka diri sepenuhnya terhadap apa yang dikehendaki Allah melalui firman-Nya dalam Alkitab, maka hal ini mempermudah bagi kita untuk menemukan dan memperoleh keselamatan di dalam Tuhan Yesus artinya kita dapat melihat dengan benar.

 Jadi, dalam kehidupan orang percaya di masa kini, melihat dengan benar bukanlah masalah yang sulit tetapi ditentukan oleh apakah kita mau belajar atau tidak, apakah kita mau mencoba atau tidak dan apakah kita merindukan firman-Nya atau tidak. Ketika kita orang percaya mempunyai kerinduan yang amat dalam untuk melihat dengan benar, maka Firman Tuhan mengatakan mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah maka akan mendapat dan ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu (lih. Mat.7: 7). Yang artinya kehausan akan Firman Allah menguatkan iman kita untuk melihat dengan benar dan dapat melakukan kehendak Allah. mari Sebagai orang percaya membuka hati kepada Tuhan dan melakukan kebenaran firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

5. BERDISKUSI

1. Bagaimana anda melihat sesuatu masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari?

2. Apa dasar anda untuk melihat sesuatu itu benar atau salah?

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok Doa: Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.


Tuesday, 30 March 2021

Lihatlah dan Percayalah


(YOHANES 6:1-15)

TOPIK : Lihatlah dan Percayalah pada Allah

TUJUAN : Mengajarkan kepada Jemaat untuk selalu percaya pada mukjizat Allah. Sehingga mukjizat terjadi bukan karena iman yang dapat dilihat, melainkan harus disertai dengan percaya. Untuk itu tetap percayalah kepada Allah bahwa mukjizat masih dinyatakan kepada setiap kita orang percaya hingga saat ini.

1. BERDOA ( 3 - 5 menit )

“Bapa di dalam kerajaan surga, kami bersyukur atas rahmat-Nya kita dapat melaksanakan ibadah ini. Kami menyerahkan ibadah malam hari ini ke dalam tangan-Mu. Engkau hadir dan melawat setiap kami agar urapan dan kuasaMu melingkupi kehidupan kami. Dalam nama Yesus kami siap memuji dan menyembah Engkau, haleluyah . Amin.”

2. BERMAZMUR (10 -15 menit)

Pujian 1 :

TAK TERBATAS KUASAMU TUHAN

SEMUA DAPAT KAU LAKUKAN

APA YANG KELIHATAN MUSTAHIL BAGIKU

ITU SANGAT MUNGKIN BAGIMU

DI SAATKU TAK BERDAYA

KUASAMU YANG SEMPURNA

KETIKA KU PERCAYA

MUJIZAT ITU NYATA

BUKAN KAR'NA KEKUATAN

NAMUN ROHMU YA TUHAN

KETIKA KU BERDOA

MUJIZAT ITU NYATA

3. BACA FIRMAN (10-15 menit)

A. Teks Firman Tuhan : Yohanes 6:1-15

Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 6:1-15

Penjelasan Firman Tuhan : Lihatlah dan Percayalah pada Mukjizat

Cerita ini mengenai pelayanan Yesus lakukan selanjutnya di seberang danau Galilea yaitu danau Tiberias. Orang-orang di daerah itu banyak yang berbondong mengerumuni Dia. Karena mereka melihat bahwa banyak mukjizat yang diadakan dan sembuh. Setelah itu, Yesus dan murid-muridNya duduk diatas gunung.

Kemudian pada saat itu telah dekat paskah bagi orang Yahudi. Yesus memandang sekelilingnya bahwa orang-orang berbondong kepada-Nya. Kemudian Yesus berkata kepada Pilipus: di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan? (ayat 5). Filipus kemudian menjawab: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka, sekalipun mendapatkan sepotong kecil saja.” Selanjutnya, datanglah Andreas berkata kepada-Nya bahwa seorang anak mempunyai lima roti jelai dan dua ikan sekaligus bertanya apakah artinya untuk dibagikan kepada semua orang itu? (ayat 9)

Selanjutnya Yesus menyuruh semua orang disitu untuk duduk kira-kira 5000 orang laki-laki. Yesus mengambil roti dan ikan tersebut serta berdoa sebanyak yang dikehendaki. Terjadilah sesuai kehendak-Nya dan orang-orang beserta murid-muridNya mendapatkan bagian hingga membuat orang-orang tersebut kekenyangan. Setelah kenyang, murid-muridNya mengumpulkan potongan tersebut dan terkumpul sebanyak dua belas bakul. Pada ayat 14, ketika orang-orang tersebut melihat mukjizat tersebut, takjublah mereka dengan mengatakan bahwa Dia adalah nabi yang akan datang ke dunia. Hingga pada akhirnya, Yesus seorang diri pergi ke Gunung karena Dia mengetahui orang-orang tersebut ingin menjadikan dia sebagai Raja.

 Renungan

Dari kisah pelayanan Yesus ini merupakan suatu mukjizat yang dilakukan di daerah tersebut. Pastinya kita bertanya-tanya bagaimana mungkin hanya lima roti dan dua ikan dapat mengenyangkan lima ribu orang. Apalagi yang tercatat hanya lima ribu laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak. Ini pastinya kita bertanya-tanya bagaimana hal tersebut bisa terjadi pada orang sebanyak itu dan ini merupakan sesuatu hal yang tidak masuk akal.

Akan tetapi dari mukjizat tersebut, ini merupakan sebuah tindakan yang berasal dari iman. Iman didasari pada suatu kepercayaan atau percaya pada Allah, karena iman tidak dapat dikaitkan dengan hal-hal yang masuk akal/ yang layak dikatakan wajar oleh kebanyakan. Tindakan iman bermula ketika Yesus berkata kepada murid-Nya bernama Filipus, dan Filipus menjawab dengan apa yang masuk akal, tidak dengan iman (5-7). Kemudian begitu juga dengan Andreas yang bertanya demikian sekalipun ada lima roti dan dua ikan pada seorang anak. Disinilah perlu adanya suatu tindakan dengan percaya melalui iman.

Bapak/Ibu/Saudara/I yang dikasihi Tuhan, seringkali kita tidak pernah merasakan ada mukjizat dalam kehidupan kita. Mungkin ada beberapa yang memperngaruhi, salah satunya hubungan pribadi dengan Tuhan. Seringkali kita merasakan hal seperti itu yang mengakibatkan diri kita terlalu mengandalkan apa yang masuk akal. Akan tetapi mukjizat masih bekerja dalam kehidupan kita. Tuhan masih bekerja dengan berbagai macam cara untuk diri kita. Sehingga mukjizat tidak sepenuhnya berdasarkan apa yang dilihat, melainkan suatu mukjizat yang dapat dirasakan yang didasari kepercayaan melalui iman. Oleh Karena itu mukjizat Allah masih dinyatakan bagi semua orang percaya dengan berbagai cara yang Allah kehendaki. Karena sekalipun kita melihat mukjizat itu nyata, namun kembali lagi kepada kepercayaan kita kepada Allah melalui iman. Marilah Bapak/Ibu/Saudara/I untuk tetap beriman dan percaya kepada Tuhan, supaya mukjizat-Nya senantiasa dapat dinyatakan dan menjadi bahan kesaksian kepada setiap orang dalam kehidupan sehari-hari.

4. BERTINDAK ( 5 – 10 menit

 Penerapan :

Allah bekerja dalam kehidupan setiap diri kita. Dimana Allah bekerja dalam Kuasa-Nya dalam kehidupan kita secara pribadi. Kuasa Allah tidak terbatas bahkan diselami oleh pikiran dan logika manusia. Demikian juga Iman kepada Kristus yang tidak dapat dibatasi dan tidak dapat dilampaui oleh pikiran manusia. Karena melalui iman, kuasa Allah nyata bagi kehidupan bagi Bapak/Ibu/Saudara/I yang kemudian juga dapat dinyatakan kepada orang lain yang menjadi sumber kesaksian. Iman bukan hanya karena dapat melihat, namun harus disertai dengan kepercayaan kepada Allah. Tuhan Yesus Memberkati, Shallom.

5. BERDISKUSI

1. Apakah anda masih percaya mujizat terjadi hingga hari ini?

2. Pernahkan anda mengalami mujizat? Ceritakanlah mujizat yang pernah anda alami!

3. Siapakah yang dimuliakan ketika suatu mujizat terjadi?

6. BERDOA SYAFAAT ( 5 -10 Menit

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


Friday, 26 March 2021

Dengarlah dan Percayalah

 DENGARLAH DAN PERCAYALAH!

(Yohanes 5: 19-47)

TOPIK: Dengarlah dan Percaya

TUJUAN : Mengajak dan mendorong Jemaat untuk mendengar dan percaya kepada Yesus lebih dalam-dalam serta mengarahkan mereka untuk memahami kebenaran firman Tuhan.

1. BERDOA (3-5 Menit)

Tuhan Yesus, Bapak kami yang baik. Kami bersyukur buat anugerah dan penyertaan-Mu dalam kehidupan kami. Engkau Tuhan kami, Allah kami yang kami puji dan yang kami sembah. Kami selalu bersyukur dan berterima kasih atas kasih setia-Mu dalam kehidupan kami Tuhan, dan pada saat ini, kami datang bersama, berkumpul bersama, mau bersekutu bersama Engkau, berkati persekutuan kami saat ini Tuhan agar senantiasa persekutuan kami ini dapat membawa kemuliaan bagi nama-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah nama-Mu dan kami mau menyerahkan persekutuan ini di dalam Tangan-Mu, dalam Nama Tuhan Yesus….Haleluya, Amin.

2. BERMAZMUR (10-15 Menit)

Pujian 1:

Saat Ku Tak Melihat Jalan-Mu

Saat Ku Tak Mengerti Rencana-Mu

Namun Tetap Ku Pegang Janji-Mu

Pengharapanku Hanya Pada-Mu

ReFf:

Hatiku Percaya Hatiku Percaya

Hatiku Percaya S'lalu Ku Percaya

By: Edward Chen

3. BACA FIRMAN (10-15 Menit)

A. Teks Firman Tuhan : Yohanes 5: 19-47

Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 5:19-47

B. Penjelasan Firman Tuhan :

Pada awal mulanya ketika kita menjadi orang Kristen, kita sudah mengenal Yesus, percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Yesus bukan hanya sebagai seorang Manusia saja ketika Ia berada dalam dunia ini, melainkan Ia adalah Allah itu sendiri. Yesus hadir di dalam dunia agar umat yang dikasihi-Nya memperoleh keselamatan dan tidak binasa bagi siapa yang percaya kepada Dia.

Dari teks Yohanes 5:19-47 adalah cerita tentang kisah di mana Yesus sedang bersaksi tentang diri-Nya. Yesus sedang bersaksi tentang diri-Nya karena orang-orang Yahudi pada saat itu hendak mau membunuh Dia karena Yesus melakukan pekerjaan di hari sabat. Bukan hanya itu saja, orang-orang Yahudi berniat membunuh Yesus karena mereka tidak menerima perkataan Yesus ketika Yesus mengatakan diri-Nya yang sebenarnya bahwa Ia adalah sama seperti Bapa.. Secara tradisi Yahudi bahwa pada hari sabat tidak boleh dilakukan pekerjaan apapun karena hari itu adalah hari perhentian penuh atau hari yang dikuduskan bagi Allah.

Pada suatu hari ada sebuah peristiwa di mana ada satu kolam bisa menyembuhkan penyakit, apapun penyakitnya pasti akan sembuh, dan nama kolam itu kolam Betesda. Di kolam itu setiap kali terjadi suatu goncangan pada saat malaikat Tuhan turun di kolam itu dan itulah yang dinanti-nantikan mereka. Mereka adalah orang-orang buta, orang-orang timpang, dan orang-orang lumpuh yang menantikan goncangan air di kolam itu. Namun ada satu orang dan sudah 38 tahun menderita sakit. Ketika Yesus melihat orang itu karena Yesus tahu bahwa orang itu sudah lama mengalami sakit itu, maka Yesus berkata kepada orang itu, maukah engkau sembuh? Dan orang itu menjawab: Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku di kolam itu, apabila airnya goncang, dan sementara aku mulai menuju kolam itu maka orang lain sudah mendahului aku. Tetapi Yesus berkata kepadanya: bangunlah dan angkatlah tilammu, maka seketika itu juga orang itu sembuh, ia bangun dan berjalan. Tetapi hari itu hari sabat. Orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang sembuh tadi: hari ini adalah hari sabat dan engkau tidak boleh memikul tilammu. Tetapi jawab orang itu orang telah menyembuhkan aku Dia yang mengatakan kepadaku: angkatlah tilammu dan berjalanlah (ayat 5-11). Seketika itu orang-orang Yahudi berusaha mencari Yesus dan mau membunuh Dia. Dari sinilah kisah dimulai di mana Yesus bersaksi tentang diri-Nya karena orang-orang Yahudi yang tidak menerima kejadian itu, juga dengan perkataan Tuhan Yesus.

Dari kisah yang diceritakan di atas ketika orang sakit itu mengalami sakit dan menjadi sembuh karena ia mendengar dan percaya kepada Yesus. Imannya menunjukkan bahwa Yesus sanggup melakukannya karena Yesus adalah Tuhan, bukan hanya ketika orang itu harus turun ke dalam kolam tadi karena airnya akan mulai goncang, tetapi juga karena imannya kepada Tuhan Yesus sehingga ia menerima keselamatan dan kesembuhan itu.

Ini merupakan satu contoh bagi kita apakah iman kita sama seperti iman orang sakit itu, ataukah kita sama seperti orang farisi yang tidak mau mendengar dan percaya kepada Yesus.

Sejak manusia diciptakan dan jatuh ke dalam dosa, kedatangan tentang Dia (Yesus) sudah diberitahukan dan diberbagai kitab suci telah dituliskan tentang Dia, bahwa Dia yang memberikan kemenangan bagi seluruh umat-Nya. Namun faktanya bahwa kedatangan/keberadaan-Nya Yesus di dalam dunia masih saja tidak diterima dan banyak umat-Nya yang menolak Dia sebagai Tuhan juruselamat itu, walaupun sudah beberapa kali Ia menyatakan diri-Nya yang sesungguhnya. Yesus ditolak karena kita kurang pengenalan akan Dia dan tidak mau belajar dengan Dia. Karena kita terlalu berambisi mengikuti kebodohan kita sendiri yang padahal tidak ada artinya sama sekali bagi hidup kita. yaitu keinginan-keinginan hati kita.

Salah satu contoh yang kita ambil ialah: orang-orang Yahudi (Farisi). Mereka adalah orang-orang yang menolak Tuhan Yesus, mereka tidak mau menerima ke Allahan-Nya Yesus (Yesus, Allah itu sendiri), dan mereka menolak Dia sebagai jalan satu-satunya memperoleh hidup yang kekal yang memberikan keselamatan bagi mereka yang percaya kepada Dia sebagai Tuhan. Yesus menyatakan diri-Nya dan bersaksi bahwa Ia sedang mengerjakan pekerjaan Bapa dan Bapa mempercayakan segala sesuatu di Dalam Dia serta kuasa yang ada di Dalam Dia. Yesus memposisikan diri-Nya sebagai seorang Manusia agar orang-orang yang percaya kepada Dia bisa meneladani Dia. Namun, semua perkataan yang dikatakan oleh Yesus dan berbagai kebenaran-kebenaran yang diberikan-Nya, diabaikan dan tidak mau menerimanya.

Itulah kita yang sebenarnya, yang kadangkala kita tidak mau Mendengar dan Percaya dari semua perkataan Tuhan Yesus. Contohnya saja: Ketika firman Tuhan dibagikan untuk kita, hal ini seringkali kita tolak. Padahal ini salah satu contoh apakah kita masih percaya kepada Firman itu atau tidak?Dan kita tidak mau mendengarkan dan percaya kepada firman itu. Disebabkan karena terlalu banyak kemauan-kemauan kita yang kita pelihara yaitu keinginan-keinginan kita sendiri. Dan itulah kita, kita manusia yang tidak mau Mendengar dan Percaya.

Dengarlah dan Percaya. Kepada siapakah kita harus mendengar dan percaya?Apakah harus langsung melalui Tuhan Yesus yang berbicara kepada kita, baru kita mau mendengar dan percaya?. Tidak akan mungkin!. Yohanes 5:19-47, Kesaksian Yesus tentang diri-Nya. Mari kita belajar dari teks ini.

Firman Tuhan:

1. Mendengar dan percaya, yaitu kepada Tuhan Yesus itu sendiri dengan melalui friman-Nya.

Ayat 24, Yesus mengajak kita untuk mendengar perkataan-Nya dan Percaya Kepada Dia (Allah Bapa) yaitu Yesus sendiri, supaya kita mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum. Yesus mengatakan hal ini karena ada banyak orang Yahudi (orang Farisi) yang hendak mau membunuh Dia pada saat itu. Yaitu mereka yang tidak menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Perkataan Tuhan Yesus sebagai salah satu ajakan untuk kita agar kita benar-benar mengerti dan memahami kebenaran-Nya. Bukan hanya untuk orang Yahudi saja pada saat itu tetapi untuk kita juga yang sekarang ini sebagai pendengar.

Yesus adalah Dia Allah itu sendiri, dan setiap perkataan yang Ia katakan mengandung tentang kebenaran dan juga kehidupan. Kita tahu bahwa ada banyak sekali perbuatan-perbuatan yang kita lakukan di dunia ini yang sangat bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Kita tahu bahwa kita adalah orang berdosa tetapi kita masih mau tetap hidup di dalam dosa. Seringkali kita mengabaikan firman Tuhan, seringkali kita tidak mau menerima kebenaran dari perkataan orang-orang yang hendak membawa hidup kita ke jalan yang benar. Ayat 38 mengatakan “dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya”. Mari kita ketahui: dan firman-Nyaidak menetap di dalam dirimu. Mengapa Tuhan Yesus mengatakan ini kepada orang Yahudi pada saat itu?

Karena mereka tidak mau menerima Yesus sebagai Tuhan sebagai juruselamat mereka, mereka adalah orang-orang bebal dan hati mereka terlalu keras sehingga kebenaran-kebenaran tidak tinggal di dalam mereka. Mereka terlalu mengikuti kehidupan yang merugikan diri mereka sendiri yaitu dengan menyelidiki berbagai Kitab Suci tetapi tidak memahaminya.

Sama halnya dengan kita juga yang saat ini, kita mengenal Yesus, kita percaya Dia bahwa Dia adalah Tuhan kita, tetapi kita tidak percaya kepada firman-Nya (kebenaran-Nya) dengan kata lain meragukan firman-Nya. Kita perlu tahu bahwa ketika kita tidak menerima firman Tuhan, sama halnya bahwa kita sedang tidak menerima Dia dan tidak percaya kepada Dia. Karena firman-Nya dan Dia adalah satu. Keinginan-keinginan hati kita sendiri tidak akan membawa keselamatan bagi kita. Tetapi mendengar firman-Nya dan percaya kepada Dia akan memperoleh hidup yang kekal. Lalu kepada siapakah kita harus mendengar dan percaya selain dari pada Yesus? Selain dari pada Yesus kita juga perlu mendengar dan percaya kepada:

a. Para hamba-hamba Tuhan atau orang-orang yang mengajarkan kita tentang kebenaran. Mengapa?

Karena mereka adalah orang-orang yang diberikan tanggung jawab oleh Tuhan Yesus. Mereka diberikan mandat oleh Tuhan Yesus dengan mengutus mereka untuk memberitakan firman-Nya, juga kebenaran-Nya kepada umat-Nya. Sama seperti Yesus diutus oleh Bapa dan diberikan kuasa oleh Bapa, demikian juga orang-orang yang diutus oleh Tuhan Yesus, diberikkan-Nya kuasa bagi mereka, supaya siapa yang menerima kebenaran itu memperoleh hidup yang kekal. Percaya kepada firman yang bagikan itu (dengan kata lain jangan menganggap bahwa orang itu juga adalah Tuhan).

b. Kepada Alkitab.

Alkitab/kitab adalah berisi tentang firman-firman Tuhan dan kebenaran-Nya. Alkitab telah dituliskan berbagai ajaran-ajaran dan kebenaran, bahkan tentang Tuhan Yesus itu sendiri. Bukan hanya sekedar kita mendengarnya saja tetapi kita juga harus perlu membaca firman-Nya dan memahami kebenaran-Nya, yaitu dari Alkitab itu sendiri. Supaya kita semakin lebih mengenal Dia dan semakin percaya kepada firman-Nya.

4. BERTINDAK (5-10 Menit)

A. Penerapan :

 Mari kita mendengar dan percaya kepada Tuhan Yesus. Jangan kita terlalu berkeras hati dan menjadi orang bebal seperti orang-orang Farisi yang menolak keselamatan. Tetapi jadilah orang yang benar-benar menerima keselamatan itu supaya kita memperoleh hidup yang kekal. Mari kita tunjukkan iman kita kepada Dia bahwa Dia sanggup melakukan segala sesuatu.

 Mari kita percaya dan mendengarkan ajaran dari orang-orang yang diurapi Tuhan Yesus, yaitu mereka yang diutus oleh Tuhan Yesus untuk memberitakan firman kepada kita. Karena mereka diberikan kuasa oleh Tuhan Yesus supaya orang-orang datang kepada Tuhan Yesus.

 Mari kita membaca firman Tuhan yang bukan hanya mendengarnya saja tetapi juga membacakannya, memahaminya serta merenungkannya, agar kita semakin percaya dan semakin tahu kebenaran.

5. BERDISKUSI (10-15 Menit)

A. Pertanyaan :

 Sudahkah kita mendengar dan percaya kepada Tuhan Yesus?

 Apakah kita telah menerima kebenara-kebenaran firman Tuhan yang dibagikan kepada kita selama ini?

 Atau sudahkah kita mengenal Tuhan Yesus dalam-dalam dengan membacakan firman-Nya?

6. BERDOA SYAFAAT (10-15 Menit)

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


Engkau Telah Sembuh,jangan Berbuat dosa lagi

 ENGKAU TELAH SEMBUH, JANGAN BERBUAT DOSA LAGI

(YOHANES 5:1-18)

TOPIK : Engkau Telah Sembuh, Jangan Berbuat Dosa Lagi.

TUJUAN : Mengingatkan jemaat untuk menghargai anugerah yang telah Allah berikan dengan tetap setia dan tidak meninggalkan Tuhan.

1. BERDOA

Bapa yang kami kenal di dalam nama Tuhan Yesus, kami mengucap syukur atas anugerah-Mu di dalam kehidupan kami. Pada saat ini, kami datang menghadap tahta-Mu yang kudus. Suci dan kuduskan kami, ya Bapa. Terima kasih Tuhan, kami akan memulai dan membuka ibadah kami di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa, Haleluya, Amin.

2. BERMAZMUR (10-15 MENIT)

Pujian :

Saat indah kuberhadapan dengan-Mu

Memandang wajahMu Yesus kekasih jiwaku

Bawa daku erat dalam pelukan-Mu

Menikmati kasih dan indahNyax hadirat-Mu

Reff :

Hadirat-Mu Tuhan kurasakan

Kekudusan-Mu Bapa penuhiku

Ku rindu selalu diam dalam bait-Mu

Menikmati kasih anugrah-Mu

(Cipt : Maria Shandi)

3. BACA FIRMAN

A. Teks Firman Tuhan : Yohanes 5:1-18

B. Penjelasan Firman Tuhan :

Pasal ini menceritakan bagaimana Yesus menyembuhkan seorang yang sakit lumpuh pada hari Sabat. Orang sakit tersebut telah menderita selama 38 tahun. Ia senantiasa berada di tepi kolam Betesda dengan pengharapan akan disembuhkan dari sakitnya. Pada zaman itu orang-orang disana memiliki kepercayaan apabila air kolam Betesda tersebut digoncangkan oleh malaikat Tuhan, maka orang yang menderita penyakit apapun akan sembuh jika mereka turun ke kolam tersebut. Pada suatu kali di hari sabat, datanglah Yesus dan menawarkan kesembuhan kepadanya. Ia berkata kepada Yesus bahwa tidak ada yang membawa dia ke dalam kolam itu pada saat airnya bergoncang. Yesus hanya mengatakan beberapa kata dan membuat mujizat nyata pada orang itu yang pada akhirnya orang itu bisa sembuh dari penyakit yang telah lama ia derita. Setelah Yesus menyembuhkan orang tersebut, Ia mengingatkan sesuatu kepada orang itu : “engkau telah sembuh, jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” Tuhan Yesus juga berharap, bahwa orang yang telah disembuhkan ini juga tetap setia dan mengingat kebaikan Allah dengan tidak lagi berbuat dosa. Yesus ingin orang ini bertobat dan mengikut jalan Tuhan seumur hidupnya.

Hal yang dapat kita pelajari dari penjelasan firman Tuhan diatas :

Jika ada diantara kita yang sudah lama mengalami sakit atau penderitaan, jangan pernah berhenti berharap dan teruslah meminta kepada Yesus dengan kepercayaan dan ketergantungan kepada Tuhan sampai Ia melakukan mujizat-Nya. Tuhan mampu menyembuhkan dari segala sakit penyakit, namun itu semua tergantung kepada kemauan dan kehendak Tuhan.

Jika kita mengalami mujizat dari Tuhan, kiranya kita senantiasa mengingat kebaikannya dengan tetap setia. Tuhan juga mau agar kita tidak lagi berbuat dosa seperti nasehat yang diberikan Yesus kepada orang yang sakit itu. Banyak orang saat ini bahkan sebagian orang percaya meminta belas kasihan dari Tuhan, tetapi setelah diberkati Tuhan dan sembuh, dia malah kembali kepada kehidupan yang lama dan melupakan Tuhan. Seharusnya orang percaya menghargai anugerah Tuhan melalui bersyukur, tetap setia dan taat akan Firman-Nya.

4. BERTINDAK

Cara menghargai kasih karunia atau anugerah Tuhan yaitu dengan cara Bersyukur, Rajin beribadah, Membaca firman Tuhan dan tidak lagi berbuat dosa.

5. BERDISKUSI

Pertanyaan:

1. Apakah anda pernah disembuhkan dari suatu penyakit yang sudah sangat lama anda derita?

2. Kenapa ada banyak orang percaya, setelah diberkati Tuhan atau disembuhkan dari sakit penyakit, tidak lagi setia dan justru kembali kepada kehidupan yang lama.

6. BERDOA SYAFAAT :

Pokok Doa : Gembala & Staf Gereja, Orang-orang yang sakit, untuk Gereja dan Berdoa untuk Bangsa dan Negara


Thursday, 25 March 2021

Percaya Akan Beroleh Hidup


Yohanes 4:46-54

TOPIK : Percaya Akan Beroleh Hidup.

TUJUAN : Mendorong jemaat untuk percaya sekalipun tidak melihat.

1. BERDOA

Bapa yang kami kenal di dalam nama Tuhan Yesus, kami mengucap syukur atas anugerah-Mu di dalam kehidupan kami. Pada saat ini, kami datang menghadap tahta-Mu yang kudus. Suci dan kuduskan kami, ya Bapa. Terima kasih Tuhan, kami akan memulai dan membuka ibadah kami di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa, Haleluya, Amin.

2. BERMAZMUR

Tak terbatas kuasa-Mu Tuhan

Semua dapat Kau lakukan

Apa yang kelihatan mustahil bagiku

Itu sangat mungkin bagi-Mu

Reff :

Disaat ku tak berdaya, kuasa-Mu yang sempurna

Ketika ku percaya mukjizat itu nyata

Bukan karna kekuatan namun roh-Mu ya Tuhan

Ketika ku berdoa mukjizat itu nyata

( Cipt : Natashia Nikita)

3. BACA FIRMAN

A. Teks Firman Tuhan : Baca Yohanes 4:46-54

B. Penjelasan Firman Tuhan :

Dalam kisah ini menceritakan salah satu peristiwa yang sangat penting mengenai Yesus dan iman seseorang; yaitu tentang Yesus menyembuhkan anak seorang pegawai istana di Kapernaum. Seorang pegawai istana tentulah seseorang yang penting atau seseorang yang berada (memiliki harta atau uang yang cukup). Ketika anaknya sedang sakit, tentulah dia telah berusaha untuk mengobati anaknya tersebut. Memang bagian Alkitab tidak menjelaskan semuanya secara terperinci, tetapi kita dapat membayangkan jika hal tersebut terjadi pada anak kita. pastinya pegawai ini telah memanggil tabib atau yang dikenal di masa kini ialah dokter atau orang-orang yang memiliki kepandaian dibidang kesehatan.

Dari peristiwa ini dapat dilihat bahwa anaknya tidak kunjung mengalami kesembuhan. Semua usaha yang dia lakukan untuk anak yang disayanginya itu hanyalah usaha yang sia-sia. Tetapi ia tidak berputus asa, ia masih memiliki kepercayaan bahwa anaknya pasti akan sembuh. Hal ini terlihat dari usaha yang dilakukannya ketika dia mendengar bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea. Pegawai istana ini pergi dan menemui Yesus secara langsung. Setelah dia bertemu Yesus, ia meminta supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya yang hampir mati itu. Dengan demikian dapat kita lihat usaha yang telah dilakukan pegawai istana tersebut untuk kesembuhan anaknya.

Setelah dia meminta kepada Yesus, lalu Yesus berkata kepadanya: “jika kamu tidak percaya, maka kamu tidak melihat tanda mukjizat.” Mengapa Yesus mengatakan hal yang demikian? Dari perkataan Yesus ini dapat kita pahami bahwa pegawai istana ini memiliki iman namun imannya masih belum sempurna. Darimanakah dapat diketahui bahwa iman yang dimiliki pegawai istana ini tidak sempurna? Jelas dari perkataan Yesus tadi, karena dari hal ini pegawai tersebut tidak percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan anaknya secara jarak jauh, oleh karena itu dia meminta Yesus untuk datang. Sekalipun imannya belumlah sempurna, Yesus tidak menolak permintaannya. Justru Yesus meneguhkan imannya dengan mengatakan kepadanya: “Pergilah! Anakmu hidup.” Setelah mendengar perkataan Yesus itu, pegawai ini pergi dengan percaya akan perkataan Yesus tersebut. Dan terjadilah sesuai dengan imannya, bahwa anaknya disembuhkan oleh karena kasih Yesus dan kemurahan hati-Nya terhadap pegawai yang telah menjadi percaya kepada-Nya. Iman pegawai ini semakin disempurnakan. Anak pegawai istana ini beroleh kehidupan oleh karena ayahnya percaya kepada Yesus. Iman kita kepada Tuhan Yesus juga bisa berdampak baik baik lingkungan maupun keluarga kita.

Hal yang kita Pelajari dari Cerita Firman Tuhan di atas :

1. Sebagai orang percaya harus memiliki iman kepada Tuhan, karena tanpa iman dan rasa percaya pada Tuhan tidak akan memperoleh hidup. Meskipun iman yang dimiliki seseorang tidak sempurna namun jika ia menaruh pengharapannya pada Tuhan, maka ia akan memperoleh hidup. Sama seperti yang dialami oleh pegawai istana, ia ragu karena Tuhan tidak datang untuk menemui anaknya yang sakit secara langsung, namun karena ia menaruh harapannya kepada Tuhan untuk kesembuhan anaknya, seketika itu juga anaknya mengalami mujizat.

2. Ketika memiliki masalah, harus mengandalkan Tuhan. Karena kita adalah manusia terbatas dan butuh pertolongan Tuhan, sama seperti pegawai istana mencari pertolongan Tuhan. Memang tidak dituliskan disini bahwa ia mencari pertolongan kepada yang lain, tetapi bisa saja pegawai istana tersebut sebelumnya pergi mencari pertolongan selain pada Tuhan. Tetapi dapat dilihat ketika ia mendengar bahwa bahwa Yesus datang maka seketika itu juga ia menemui Yesus untuk meminta pertolongan pada Tuhan menyembuhkan anaknya maka seketika itu juga anaknya disembuhkan. Sebagai orang percaya juga harus mengandalkan Tuhan, ketika mengalami sakit penyakit, masalah, ingat hanya satu cara ialah dengan datang kepada Tuhan melalui pergi ke Gereja dan berdoa kepada-Nya.

3. Percaya sekalipun tidak melihat. Hal yang menarik dari cerita ini adalah Yesus tidak datang mendoakan secara langsung, pada hal secara umum yang biasa dilakukan Yesus datang dan menompangkan tangan, tetapi ini tidak. Dia hanya mengatakan kepada pegawai istana pergilah anakmu hidup lalu ia percaya dan pergi dan benar anaknya hidup (Yoh. 4:50).

Kesaksian dari seorang yang bernama Sutrisno, seorang mahasiswa di Batam yang berasal dari Nias. Pada bulan 10 tahun 2020, orang tua Sutrisno sakit demam tinggi selama lima hari. Pada waktu orang tuanya menelponnya bahwa mamanya sakit, ia merasa cemas dan kuatir karena tidak bisa pulang ke rumah dikarenakan situasi covid-19. Namun hanya satu yang bisa ia lakukan ialah berdoa kepada Tuhan dengan melalui via telepon. Ia percaya pada Tuhan bahwa sekalipun berdoa melalui via telepon. Lalu keesokan harinya, keluarga Sutrisno menelpon kembali dan memberikan kabar sukacita dimana mamanya tersebut telah sembuh.

Mari percaya kepada Tuhan sekalipun tidak melihat, artinya bahwa sekalipun kita tidak bisa bertemu pada Tuhan secara langsung, tetapi percayalah kepada-Nya bahwa Ia sanggup melakukan mujizat, kesembuhan dan hal yang luar biasa dalam kehidupan setiap orang yang mengalami sakit penyakit.

4. BERTINDAK. Tindakan apa yang harus kita lakukan?

A. Mari sebagai orang percaya, bertindaklah sesuai dengan apa yang Yesus katakan melalui Firman Tuhan yang diajarkan. percayalah kepada Tuhan dan lihatlah, Tuhan akan melakukan banyak perkara yang ajaib dalam kehidupan orang-orang yang percaya kepadanya. Alamilah mujizat dan kuasa yang luar biasa di dalam Tuhan. Selain itu, hal ini juga untuk memperoleh hidup yang kekal bersama Tuhan Yesus.

B. Hal lain yang harus dilakukan ialah tetap beriman kepada Tuhan maka tiada yang mustahil karena kuasa Tuhan melebihi segalanya. Doa yang berarti meminta kepada Tuhan secara pribadi. Tuhan tahu apa yang sedang digumuli setiap orang tetapi yang Tuhan mau kita meminta langsung kepadanya melalui Doa.

5. BERDISKUSI

A. Pertanyaan :

1. Apakah anda pernah mengalami mujizat kesembuhan dari Tuhan? Ceritakan.

6. BERDOA SYAFAAT :

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.


Wednesday, 24 March 2021

Belajar Bahasa Yunani: Future Indikatif Aktif

Kami Telah Menemukan Mesias (Yohanes 1:35-51)

 


KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS

(YOHANES 1:35-51)

TOPIK : Kami Telah Menemukan Mesias

TUJUAN  : Mengajarkan jemaat untuk menjadi saksi Kristus yang membawa keluarga dan orang di sekitanya datang kepada Tuhan.

7. BERDOA 

Bapa dalam kerajaan Sorga. Terima kasih untuk anugerahMu yang luar biasa dalam kehidupan kami. Kami menyadari bahwa oleh karena kasihMu, kami masih ada sampai saat ini. Ya Tuhan, saat ini kamu mau merenungkan FirmanMu. Biarlah FirmanMu yang menerangi hati dan pikiran kami. Ajarlah kami bertumbuh, untuk lebih mengasihiMu. Sebab engkaulah Tuhan dan raja yang bertakhta dalam kehidupan kami. Dalam nama Yesus kami sudah berdoa, Haleluya, Amin.

8. BERMAZMUR 

Jiwa-jiwa yang belum mengenal kasih bapa

Mereka yang alam g'lap, mereka yang tersesat

Hati kami iba seperti hati-mu yesus

Reff :

Tuhan ini tugas kami

beri keb'ranian bagi kami

taruhlah roh yang rela melayani

dan menyenangkan hati tuhan

itu yang ku ingini.

9. BACA FIRMAN (10-15 menit)

Teks Firman Tuhan : Yohanes 1:35-51

Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 1:35-51.

Penjelasan Firman Tuhan : 

Kisah  yang baru saja kita baca merupakan kisah yang terjadi di daerah Betania. Hal ini dapat dilihat pada (Yoh. 1:28). Tepatnya dua hari setelah Yohanes membabtis Yesus. Kemudian Yesus bertemu dengan murid-murid yang pertama mengikuti Dia. Ketika membaca ayat-ayat sebelumnya, maka kita akan menemukan bahwa penulis Kitab Yohanes memperkenalkan Yesus dengan cara yang berbeda dari kitab-kitab Injil lainnya, seperti kitab Matius, Markus, dan Lukas. Apa yang berbeda? Tentu saja penggambaran Yesus sebagai Firman yang telah menjadi manusia. Penulis Yohanes menjelaskan bahwa Yesus adalah Allah yang datang dari Sorga. Ia mau dan rela menjadi manusia, untuk kita semua. Hal ini penting untuk diperhatikan, oleh karena inilah alasan terbesar sukacita yang dimiliki oleh Yohanes pembabtis.

Pada awal teks ini kita membaca bahwa Yohanes dengan kedua muridnya bertemu dengan Yesus (ay. 35). Ia mengatakan “lihatlah Anak domba Allah. (ay.36).” Hal ini bukan pertama kalinya diucapkan oleh Yohanes. Pada ayat 29, Yohanes juga mengatakan “lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa manusia.” Yohanes menunjuk Yesus sebagai Anak Alla, sebab Dialah yang akan menghapuskan dosa manusia. Hal ini didengar oleh kedua orang muridnya yang bersama-sama dengannya pada saat itu. Salah satu murid Yohanes tersebut adalah Andreas. Pada hari itu ia mengikuti Yesus dan tinggal bersama-sama dengan Dia. Andreas pasti sangat bersukacita, sebab ia telah menemukan Mesias yang sudah dinubuatkan. Namun Andreas tidak hanya menikmati sukacita itu seorang diri. Ia kemudian memberitahu Petrus yang juga adalah saudaranya sendiri. Andreas mengatakan “kami telah menemukan Mesias” kemudian ia membawanya kepada Yesus, dan sejak saat itu Petrus juga menjadi pengikut Yesus.

Kisah ini tidak berhenti sampai disini saja. Rupanya pada keesokan harinya lagi, Yesus bersama dengan Andreas dan Petrus berangkat ke Galilea. Mereka bertemu dengan Filipus. Yesus mengajak Filipus untuk ikut bersama-sama dengannya. Memang tidak dijelaskan apakah Andreas atau Petrus berbicara terlebih dahulu dengan Filipus sebelum ia diajak oleh Yesus. Namun pada ayat 44 dituliskan bahwa Filipus berasal dari daerah yang sama dengan mereka. Besar kemungkinan bahwa Andreas dan Petrus lebih dahulu memberitahukan kabar sukacita tersebut kepada Filipus, bahwa Yesus adalah Mesias. Kemudian, barulah Yesus memanggil Filipus untuk ikut bersamanya. Setelah itu apa yang terjadi? Rupanya ketika menjadi pengikut Yesus, Filipus juga rindu membagikan kabar sukcita tersebut kepada orang lain lagi, namanya adalah Natanael. Sekalipun sempat ragu, pada akhirnya Natanael juga menjadi pengikut Yesus.

Renungan 

Dari kisah ini kita belajar bahwa kabar sukacita tentang Yesus Kristus harus dibagikan juga kepada orang lain. Secara khusus kepada keluarga dan tetangga-tetangga kita yang belum mengenal Yesus. Sama seperti yang dilakukan oleh Andreas, ia memberitahukan tentang Yesus kepada Petrus. Kemungkinan besar juga, Ia memberitahukannya kepada Filipus yang berasal dari kota yang sama dengannya. Bagaimana dengan bapak ibu saudara? Apakah bapak ibu saudara sudah menjadi saksi bagi keluarga dan orang di sekitar bapak ibu. Mungkin bapak ibu mengatakan bahwa itu tugasnya hamba Tuhan, atau saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada keluarga saya. Kita bisa memulai hal ini dengan bercerita tentang apa yang terjadi dengan kehidupan kita, bagaimana Tuhan itu baik dalam kehidupan kita.

Ilustrasi

Ada salah satu warung terkenal di daerah Pekalongan yang sebenarnya jauh dari perkotaan alias berada di desa. Warung makan ini, memang kelihatan biasa saja dari segi bangunannya. Sama seperti warung-warung pada umumnya. Hanya saja yang membuat warung tersebut terkenal, adalah harga yang murah. Menariknya lagi di tempat tersebut, kita bisa mengambil makanan apa saja di dapur dan nanti saat bayar baru disebutkan makanan apa saja yang sudah diambil. Cara ini memang beresiko karena yang dibutuhkan adalah kejujuran dari pelanggannya. Namun ternyata strategi pemasaran ini cukup berhasil di daerah jawa. Selain strategi pemasarannya, ada satu lagi rahasia kesuksesan warung ini. Rupanya warung ini begitu terkenal hanya melalui pembicaraan dari mulut ke mulut. Dengan hal ini, maka warung tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk mengiklankan masakannya tersebut. Seperti ini jugalah gambaran yang bisa kita lakukan. Dengan kita menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang lain dan juga hidup kita menjadi berkat maka secara tidak langsung, orang lain dapat melihat gambaran Yesus melalui kehidupan kita.


10. BERTINDAK ( 5 – 10 menit )

Kesaksian : pada tahun kedua saya kuliah, tepatnya tahun 2018 lalu saya dipercayakan untuk melayani di salah satu gereja di daerah Batam. Setiap hari jumat sampai minggu kami pergi pelayanan untuk melakukan program-program Gereja seperti feeding program, kaum muda, dan ibadah umum. Saya masih ingat, pada waktu itu kami pulang ke asrama dengan menaiki transportasi umum (minibus). Di samping saya duduk laki-laki yang tidak saya kenal sebelumnya. Karena merasa bosan, akhirnya kami bercakap-cakap. Sampai akhirnya saya menceritakan tentang Yesus kepadanya. Memang tidak lama, tetapi saya merasakan sukacita yang besar karena boleh memperkenalkan Yesus kepada orang yang berbeda agama. Bapak ibu tidak harus melakukan seperti yang saya lakukan. Bapak ibu bisa melakukannya dengan cara yang lain, yang terpenting adalah memberitakan kabar sukacita tersebut kepada orang lain

11. BERDISKUSI 

Pertanyaan : apakah bapak dan ibu memiliki pengalaman bersaksi tentang Yesus kepada orang lain?

12. BERDOA SYAFAAT

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus






Tuesday, 23 March 2021

Tetaplah Menjadi Terang

 LANGKAH IBADAH SEJATI 

(BERDOA, BERMAZMUR,  BACA FIRMAN, BERTINDAK, BERDISKUSI, BERDOA SYAFAAT)


TETAPLAH MENJADI TERANG

(YOHANES 1:1-18)


TOPIK : Tetaplah Jadi Terang dan Saksi bagi semua orang

TUJUAN  : Mengajarkan kepada jemaat bahwa Yesus adalah terang yang datang ke dalam dunia  dan Ia mau kita menjadi saksi kepada semua orang.  Dengan kesaksian itu orang-orang bisa datang kepada Yesus.


1. BERDOA 

Bapa di dalam kerajaan sorga kami datang kembali kepada-Mu mengucap syukur atas segala sesuatu yang luar biasa yang telah Engkau berikan kepada kami anak-anakMu. Kini kami akan memulai persekutuan doa kami, biarlah hadiratMu menjadi bagian kami pada saat ini. Hanya dalam nama Yesus kami berdoa haleluya amin.

2. BERMAZMUR 

 

Ku bawa hidupku skarang

Ke tempat kudusMu Tuhan

Di mezbahMu kuserahkan seluruh hidupku

Kubawa hatiku skarang

Dengan urapan yang baru

Agar aku lebih lagi mendengar suaraMu

Reff:

Jadikan aku Tuhan rumah doaMu

Agar sgenap suku bangsa datang menyembahMu (2X 


3. BACA FIRMAN (10-15 menit)

Teks Firman Tuhan : Yohanes 1:1-18

Bacalah firman Tuhan dari Yohanes 1:1-18

A. Penjelasan Firman Tuhan : Tetaplah Jadi Terang dan Saksi bagi semua orang

Dari kebenaran fiman Tuhan ini, menceritakan tentang Yohanes yang mengawali Injil-Nya dengan menyebut Yesus sebagai “Firman itu”. Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai sabda Allah yang secara pribadi  menunjukkan bahwa pada zaman ini  Allah akan berbicara kepada manusia melalui anakNya yang tunggal.  Dalam firman Tuhan ini menyatakan bahwa Yesus Kristus sebagai “Allah yang rela menjadi manusia” dan pernyataan sempurna tetang sifat dan kepribadian Allah.  Sebagaimana ucapan seseorang menunjukkan pada hati dan pikirannya bahwa “firman itu” menyatakan hati dan pikiran Allah. 

Dalam kisah teks Yohanes 1:1-18 adalah kisah dimana Yohanes bersaksi tentang Yesus Krisus, dimana Dia adalah putra Allah yang tunggal, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang akan menyatakan segala kuasa dan kebesaran Allah yang begitu mulia.  Segala sesuatu dijadikan oleh Yesus, dan Dia adalah terang itu. Dari firman Tuhan yang disaksikan oleh Yohanes ini sendiri, kita dapat memahami bahwa Firman yang kita ketahui selama ini adalah Firman yang hidup. Yesus adalah Allah yang maha besar, maha mulia, dan agung. Namun ia mau dan rela menjadi manusia yang terbatas, agar semua orang dapat diselematkan. Yohanes menuliskan kisah ini supaya kita tahu pada saat ini firman itu adalah dari Allah sendiri yang menyatakan secara langsung kepada semua umatNya, yang percaya kepadaNya.

Renungan

Dari kisah kesaksian Yohanes ini diceritakan di atas memberikan pertanyaan kepada kita, apakah kita telah menjadi saksi atau tidak? Mari kita renungkan kepada diri kita masing-masing dari setiap apa yang kita lakukan.  Dari kesaksian ini, kita harus hidup sesuai apa yang telah difirmankan Allah kepada kita semua serta melakukannya. Tetap beriman kepada Tuhan, tetap tekun membaca firman dan merenungkan firman Tuhan sehingga hidupnya tetap menjadi saksi dan terang bagi setiap orang yang ada di sekelilingnya sampai Tuhan datang ke dunia.  

Bapa ibu yang terkasih di dalam Tuhan, menjadi saksi Tuhan kita dapat menjadi berkat dan terang bagi mereka yang belum mengenal Allah.  Oleh karena itu, kita sebagai orang percaya jangan pernah ragu atau merasa tidak pantas untuk bersaksi, namun satu yang harus kita ketahui bahwa Tuhan tidak pernah pilih kasih dan memilih-milih siapa yang menjadi saksinya, karena setiap orang bisa mejadi saksi dan terang untuk semua orang asalkan kita tulus untuk melakukannya. 

Ilustrasi 

Ada sebuah rumah makan yang terletak di daerah pinggiran yang hampir menutup usahanya karena kurangnya pelanggan. Memang tempat tersebut sulit untuk dijangkau, dan kurangnya promosi oleh karena ketidaktahuan pemiliknya menggunakan media sosial. Sehari sebelum mereka memutuskan untuk menutup usahanya, datanglah seorang yang tidak dikenal. Orang tersebut memesan makanan spesial dari rumah makan tersebut. ternyata pria tersebut sangat menggemari masakan dari rumah makan itu. Ketika pria ini bertanya, jam berapa biasanya rumah makan ini dibuka. Pemilik itupun mengatakan bahwa rumah makan ini akan ditutup. Karena pria ini tidak mau rumah makan tersebut tutup, ia kemudian mengambil beberapa gambar dan memberi tahu teman-temannya tentang rumah makan ini. Teman-temannya juga datang berkunjung dan menyukai tempat itu. Singkat cerita karena rumah makan itu tidak jadi tutup oleh karena ada seseorang yang mempromosikan rumah makan itu dengan cara berbagi di media sosial dan menceritakan kepada orang-orang lain. Demikian juga dengan menjadi saksi. Kita menceritakan kepada orang lain kebaikan Tuhan, sehingga semua orang dapat mengalami Tuhan.


4. BERTINDAK ( 5 – 10 menit )

Kesaksian : 

Shalom bapak ibu yang terkasih saya sedikit bersaksi kepada bapa ibu mengenai pertolongan Tuhan di dalam hidup saya. Kasih yang mengubah hati saya pada saat saya masih duduk di bangku sekolah SMK. Pada waktu itu, saya menuju ke rumah saya mengunakan motor, dan entah kenapa kepala saya itu tiba-tiba berat sekali dan saya mulai merasa pusing dan gelap. Saya  tidak  mengetahui apa yang terjadi, dan setelah saya sadar saya melihat darah masih menempel di kepala saya dan seorang teman saya yang menjenguk saya di rumah sakit menceritakan apa yang terjadi mengenai saya. Ternyata pada waktu itu,  saya itu mau di lindas oleh mobil truk pengangkut pasir dan dengan pertolongan Tuhan, truk yang mau menabrak saya itu langsung menahan rem dengan dengan kencang. orang-orang yang melihat kejadian itu mengatakan bahwa pasti saya tidak akan selamat. Saya melihat begitu besar pertolongan Tuhan kepada saya dan bila saya ingat lagi Allah yang luar biasa itu memberikan kepada saya kesempatan unuk menikmati berkat yang melimpah dan bersukacita oleh anugerahNya. Hal inilah yang saya ceritakan kepada-orang lain di Gereja saya, agar mereka juga percaya dan mengalami kuasa Allah.


5. BERDISKUSI ( 10 – 15 menit )

Pertanyaan : apakah bapak dan ibu pernah bersaksi tentang Yesus kepada orang lain?


6. BERDOA SYAFAAT ( 5 -10 Menit)

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.


Monday, 22 March 2021

Manusia dalam Tulisan Paulus

Oleh Yakin Mulia Daeli

Pendahuluan

 Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi, yang mana adalah ciptaan yang mulia karena ia segambar dan serupa dengan Allah dan yang lebih istemewanya lagi adalah ditebus oleh Yesus. Namun dalam keistemawaan seorang manusia terdapat banyak hal yang dilakukan manusia yang bertentangan dengan Allah.

 Ada beberapa hal yang dibahas Paulus dalam tulisannya, salah satunya adalah tentang manusia. Paulus memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan manusia seperti, dari mana manusia berasal, kecenderungan manusia itu seperti apa, dan masih ada hal-hal lain yang dibahas mengenai manusia.

 Dalam makalah ini, penulis akan memaparkan hal-hal yang berkenaan dengan manusia yang disampaikan Paulus dalam tulisannya.

Manusia dalam tulisan Paulus

Manusia

Manusia adalah ciptaan Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama berasal dari Allah (1 Kor. 11:12). Allah menciptakan manusia pertama yang mana berasal dari debu dan tanah (1 Kor.15:47) “Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga”. Manusia memiliki tubuh jasmani (fisik), memiliki jiwa dan Roh (1 Tesalonika 5:23). Manusia juga makhluk yang mampu untuk berpikir, dalam Ibrani 4:12 menjelaskan secara implisit bahwa manusia memiliki pikiran dan hati, dimana mampu untuk berpikir dan mempertimbangkan sesuatu. Dalam hal ini jelas diketahui bahwa manusia memiliki kehendaknya, mausia bukan robot yang mana tidak memiliki pilihan untuk bertindak dalam hidupnya.

Roma 8:29. Pada awalnya Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan-Nya, namun manusia pertama yang mewakili seluruh manusia telah jatuh dalam dosa sehingga manusia gagal mencapai tujuan awal dari rencana Allah. Namun ketika adam yang kedua datang ke dunia yaitu Yesus Kristus, Ia memperbaiki yang telah rusak yang diakibatkan oleh manusia itu sendiri dan Yesus telah mencapai kesempurnaan itu sehingga Ia menjadi pokok keselamatan bagi semua manusia. 2 Korintus 3:18 “dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak terselubung . Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya dalam kemuliaan yang semakin besar”.

Natur manusia

Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah, dan mereka adalah ciptaan pertama yang mewakili seluruh manusia, sehingga ketika mereka melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang ada ditengah taman Eden, mereka telah jatuh dalam dosa dan seluruh keturunannya juga demikian. Sejak kejatuhan manusia pertama dalam dosa, hal ini membuat seluruh keturunanya juga berdosa sehingga manusia memiliki kecenderungan hidup dalam dosa, karena manusia ciptaan Allah yang mulia telah tercemar oleh dosa. Manusia telah berdosa bahkan menjadi budak dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Rm 3:23; 6:6, 16, 20). Paulus dalam tulisannya menjelaskan manusia pada saat itu yang hidup dalam kefasikan dan kelaliman. Berbagai kejahatan dilakukan, manusia menindas kebenaran dengan kelaliman (Rm 1:18), melakukan penyembahan berhala dengan menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana dan dengan binatang (Rm 1:23), menghakimi orang lain, namun pada saat yang sama tanpa disadari mereka juga sedang menghakimi diri mereka sendiri karena mereka juga melakukan hal yang sama (Rm 2:1,3), tidak ada manusia yang benar, semua pembohong (Rm 3:4), karena kebenaran hanya milik Allah (Rm. 3:4).

 Paulus sendiri mengakui keberdosaannya sebagai manusia, Roma 7:24-25 “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita”. Namun ini adalah pengalaman singkat pertobatannya, dimana Allah telah menyelamatkannya, melepaskannya dari tubuh maut yang dulunya menjadi budak dari dosa. Hal ini menunjukkan manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa.

Manusia dibenarkan

Tetapi sekarang manusia telah dimerdekakan dan menjadi hamba kebenaran (Rm 6:18) “kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran”. Dalam tulisan Paulus menjelaskan bahwa oleh karena kasih karunia manusia telah diselamatkan oleh iman dan itu bukanlah karena perbuatan baik atau hasil usaha-usaha yang dilakukan oleh manusia itu sendiri, tetapi itu adalah pemberian Allah (Ef. 2:8). Allah memberikannya kepada manusia secara cuma-cuma dengan tujuan supaya manusia diselamatkan. Karena kasih dan kemurhaan Allah manusia diselamatkan. Begitu juga manusia yang tidak memiliki kasih ia bukan apa-apa. 1 Kor. 13:1 “sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing”. Sekalipun seseorang memiliki pengetahuan yang luas, mengetahui segala rahasia tetapi jika ia tidak memiliki kasih, itu sama sekali tidak berguna. Sebab yang tercakup dalam hukum taurat juga adalah kasih, mengasihi Allah dan juga sesamanya manusia.

Manusia lama dan manusia baru

 Paulus menyebut mengenai manusia lama dan manusia baru. Dalam tulisannya, Paulus menjelaskan seperti apa keadaan manusia lama dan manusia baru. Manusia lama adalah seorang yang tidak mengenal Allah, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, memiliki kedegilan hati, hidup dalam pengertiannya sendiri yang gelap, menyerahkan diri terhadap hawa nafsu dan mengerjakan segala macam keserakahan dan kecemaran, kehendak dan pikiran-pikirannya yang terikat terhadap dunia sehingga membuat manusia hidup melakukan apa yang jahat. Seperti ini adalah gambar keadaan hidup manusia lama, untuk itu ketika seorang manusia mengatakan bahwa ia telah bertobat namun cara hidupnya seperti uraian di atas, maka sudah tentu manusia tersebut masih belum bertobat, karena orang yang sudah bertobat akan mengalami transformasi dalam hidupnya.

 Sebagai manusia baru memiliki suatu tindakan yang perlu dilakukan yaitu menanggalkan manusia lama dan hidup dalam kebenaran Kistus. Maksudnya menanggalkan manusia lama yaitu tidak hidup dalam cara-cara atau keadaan seperti seorang yang tidak mengenal Kritstus, yang jauh dari persekutuan dengan Allah. Hidupnya akan mengalami transformasi atau diperbaharui baik dalam roh maupun pikiran (Ef. 4:22, 23; Kol. 3:9). Hidup dalam kekudusan (1 Tes. 4:7), memiliki kasih seperti Allah yang telah mengasihi umat-Nya dan hidupnya memuliakan Allah (1 Kor. 6:20). Jadi dari hal ini memperlihatkan secara jelas perbedaan antara kehidupan orang yang tidak mengenal Allah (manusia lama) dengan kehidupan orang yang mengenal Allah (manusia baru atau orang yang sudah menerima Kristus secara utuh dalam hidupnya).

Kesimpulan

 Paulus mengakui bahwa manusia adalah mahkluk yang memiliki natur atau kecenderungan untuk melakukan dosa dan bahkan telah menjadi budak dosa. Untuk itu manusia membuthkan Sang Pembebas yaitu Yesus Kristus, yang mana oleh karena kasih karunia manusia diselamatkan oleh iman dan itu bukan hasil usaha manusia itu sendiri melainkan pemberian Allah. Manusia yang telah menerima keselamatan dari Allah, hidupnya akan mengalami perubahan, baik dalam karakter, sifat, hati, semua aspek yang berkaitan dengan kehidupannya.