DENGARLAH DAN PERCAYALAH!
(Yohanes 5: 19-47)
TOPIK: Dengarlah dan Percaya
TUJUAN : Mengajak dan mendorong Jemaat untuk mendengar dan percaya kepada Yesus lebih dalam-dalam serta mengarahkan mereka untuk memahami kebenaran firman Tuhan.
1. BERDOA (3-5 Menit)
Tuhan Yesus, Bapak kami yang baik. Kami bersyukur buat anugerah dan penyertaan-Mu dalam kehidupan kami. Engkau Tuhan kami, Allah kami yang kami puji dan yang kami sembah. Kami selalu bersyukur dan berterima kasih atas kasih setia-Mu dalam kehidupan kami Tuhan, dan pada saat ini, kami datang bersama, berkumpul bersama, mau bersekutu bersama Engkau, berkati persekutuan kami saat ini Tuhan agar senantiasa persekutuan kami ini dapat membawa kemuliaan bagi nama-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah nama-Mu dan kami mau menyerahkan persekutuan ini di dalam Tangan-Mu, dalam Nama Tuhan Yesus….Haleluya, Amin.
2. BERMAZMUR (10-15 Menit)
Pujian 1:
Saat Ku Tak Melihat Jalan-Mu
Saat Ku Tak Mengerti Rencana-Mu
Namun Tetap Ku Pegang Janji-Mu
Pengharapanku Hanya Pada-Mu
ReFf:
Hatiku Percaya Hatiku Percaya
Hatiku Percaya S'lalu Ku Percaya
By: Edward Chen
3. BACA FIRMAN (10-15 Menit)
A. Teks Firman Tuhan : Yohanes 5: 19-47
Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 5:19-47
B. Penjelasan Firman Tuhan :
Pada awal mulanya ketika kita menjadi orang Kristen, kita sudah mengenal Yesus, percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Yesus bukan hanya sebagai seorang Manusia saja ketika Ia berada dalam dunia ini, melainkan Ia adalah Allah itu sendiri. Yesus hadir di dalam dunia agar umat yang dikasihi-Nya memperoleh keselamatan dan tidak binasa bagi siapa yang percaya kepada Dia.
Dari teks Yohanes 5:19-47 adalah cerita tentang kisah di mana Yesus sedang bersaksi tentang diri-Nya. Yesus sedang bersaksi tentang diri-Nya karena orang-orang Yahudi pada saat itu hendak mau membunuh Dia karena Yesus melakukan pekerjaan di hari sabat. Bukan hanya itu saja, orang-orang Yahudi berniat membunuh Yesus karena mereka tidak menerima perkataan Yesus ketika Yesus mengatakan diri-Nya yang sebenarnya bahwa Ia adalah sama seperti Bapa.. Secara tradisi Yahudi bahwa pada hari sabat tidak boleh dilakukan pekerjaan apapun karena hari itu adalah hari perhentian penuh atau hari yang dikuduskan bagi Allah.
Pada suatu hari ada sebuah peristiwa di mana ada satu kolam bisa menyembuhkan penyakit, apapun penyakitnya pasti akan sembuh, dan nama kolam itu kolam Betesda. Di kolam itu setiap kali terjadi suatu goncangan pada saat malaikat Tuhan turun di kolam itu dan itulah yang dinanti-nantikan mereka. Mereka adalah orang-orang buta, orang-orang timpang, dan orang-orang lumpuh yang menantikan goncangan air di kolam itu. Namun ada satu orang dan sudah 38 tahun menderita sakit. Ketika Yesus melihat orang itu karena Yesus tahu bahwa orang itu sudah lama mengalami sakit itu, maka Yesus berkata kepada orang itu, maukah engkau sembuh? Dan orang itu menjawab: Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku di kolam itu, apabila airnya goncang, dan sementara aku mulai menuju kolam itu maka orang lain sudah mendahului aku. Tetapi Yesus berkata kepadanya: bangunlah dan angkatlah tilammu, maka seketika itu juga orang itu sembuh, ia bangun dan berjalan. Tetapi hari itu hari sabat. Orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang sembuh tadi: hari ini adalah hari sabat dan engkau tidak boleh memikul tilammu. Tetapi jawab orang itu orang telah menyembuhkan aku Dia yang mengatakan kepadaku: angkatlah tilammu dan berjalanlah (ayat 5-11). Seketika itu orang-orang Yahudi berusaha mencari Yesus dan mau membunuh Dia. Dari sinilah kisah dimulai di mana Yesus bersaksi tentang diri-Nya karena orang-orang Yahudi yang tidak menerima kejadian itu, juga dengan perkataan Tuhan Yesus.
Dari kisah yang diceritakan di atas ketika orang sakit itu mengalami sakit dan menjadi sembuh karena ia mendengar dan percaya kepada Yesus. Imannya menunjukkan bahwa Yesus sanggup melakukannya karena Yesus adalah Tuhan, bukan hanya ketika orang itu harus turun ke dalam kolam tadi karena airnya akan mulai goncang, tetapi juga karena imannya kepada Tuhan Yesus sehingga ia menerima keselamatan dan kesembuhan itu.
Ini merupakan satu contoh bagi kita apakah iman kita sama seperti iman orang sakit itu, ataukah kita sama seperti orang farisi yang tidak mau mendengar dan percaya kepada Yesus.
Sejak manusia diciptakan dan jatuh ke dalam dosa, kedatangan tentang Dia (Yesus) sudah diberitahukan dan diberbagai kitab suci telah dituliskan tentang Dia, bahwa Dia yang memberikan kemenangan bagi seluruh umat-Nya. Namun faktanya bahwa kedatangan/keberadaan-Nya Yesus di dalam dunia masih saja tidak diterima dan banyak umat-Nya yang menolak Dia sebagai Tuhan juruselamat itu, walaupun sudah beberapa kali Ia menyatakan diri-Nya yang sesungguhnya. Yesus ditolak karena kita kurang pengenalan akan Dia dan tidak mau belajar dengan Dia. Karena kita terlalu berambisi mengikuti kebodohan kita sendiri yang padahal tidak ada artinya sama sekali bagi hidup kita. yaitu keinginan-keinginan hati kita.
Salah satu contoh yang kita ambil ialah: orang-orang Yahudi (Farisi). Mereka adalah orang-orang yang menolak Tuhan Yesus, mereka tidak mau menerima ke Allahan-Nya Yesus (Yesus, Allah itu sendiri), dan mereka menolak Dia sebagai jalan satu-satunya memperoleh hidup yang kekal yang memberikan keselamatan bagi mereka yang percaya kepada Dia sebagai Tuhan. Yesus menyatakan diri-Nya dan bersaksi bahwa Ia sedang mengerjakan pekerjaan Bapa dan Bapa mempercayakan segala sesuatu di Dalam Dia serta kuasa yang ada di Dalam Dia. Yesus memposisikan diri-Nya sebagai seorang Manusia agar orang-orang yang percaya kepada Dia bisa meneladani Dia. Namun, semua perkataan yang dikatakan oleh Yesus dan berbagai kebenaran-kebenaran yang diberikan-Nya, diabaikan dan tidak mau menerimanya.
Itulah kita yang sebenarnya, yang kadangkala kita tidak mau Mendengar dan Percaya dari semua perkataan Tuhan Yesus. Contohnya saja: Ketika firman Tuhan dibagikan untuk kita, hal ini seringkali kita tolak. Padahal ini salah satu contoh apakah kita masih percaya kepada Firman itu atau tidak?Dan kita tidak mau mendengarkan dan percaya kepada firman itu. Disebabkan karena terlalu banyak kemauan-kemauan kita yang kita pelihara yaitu keinginan-keinginan kita sendiri. Dan itulah kita, kita manusia yang tidak mau Mendengar dan Percaya.
Dengarlah dan Percaya. Kepada siapakah kita harus mendengar dan percaya?Apakah harus langsung melalui Tuhan Yesus yang berbicara kepada kita, baru kita mau mendengar dan percaya?. Tidak akan mungkin!. Yohanes 5:19-47, Kesaksian Yesus tentang diri-Nya. Mari kita belajar dari teks ini.
Firman Tuhan:
1. Mendengar dan percaya, yaitu kepada Tuhan Yesus itu sendiri dengan melalui friman-Nya.
Ayat 24, Yesus mengajak kita untuk mendengar perkataan-Nya dan Percaya Kepada Dia (Allah Bapa) yaitu Yesus sendiri, supaya kita mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum. Yesus mengatakan hal ini karena ada banyak orang Yahudi (orang Farisi) yang hendak mau membunuh Dia pada saat itu. Yaitu mereka yang tidak menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Perkataan Tuhan Yesus sebagai salah satu ajakan untuk kita agar kita benar-benar mengerti dan memahami kebenaran-Nya. Bukan hanya untuk orang Yahudi saja pada saat itu tetapi untuk kita juga yang sekarang ini sebagai pendengar.
Yesus adalah Dia Allah itu sendiri, dan setiap perkataan yang Ia katakan mengandung tentang kebenaran dan juga kehidupan. Kita tahu bahwa ada banyak sekali perbuatan-perbuatan yang kita lakukan di dunia ini yang sangat bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Kita tahu bahwa kita adalah orang berdosa tetapi kita masih mau tetap hidup di dalam dosa. Seringkali kita mengabaikan firman Tuhan, seringkali kita tidak mau menerima kebenaran dari perkataan orang-orang yang hendak membawa hidup kita ke jalan yang benar. Ayat 38 mengatakan “dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya”. Mari kita ketahui: dan firman-Nyaidak menetap di dalam dirimu. Mengapa Tuhan Yesus mengatakan ini kepada orang Yahudi pada saat itu?
Karena mereka tidak mau menerima Yesus sebagai Tuhan sebagai juruselamat mereka, mereka adalah orang-orang bebal dan hati mereka terlalu keras sehingga kebenaran-kebenaran tidak tinggal di dalam mereka. Mereka terlalu mengikuti kehidupan yang merugikan diri mereka sendiri yaitu dengan menyelidiki berbagai Kitab Suci tetapi tidak memahaminya.
Sama halnya dengan kita juga yang saat ini, kita mengenal Yesus, kita percaya Dia bahwa Dia adalah Tuhan kita, tetapi kita tidak percaya kepada firman-Nya (kebenaran-Nya) dengan kata lain meragukan firman-Nya. Kita perlu tahu bahwa ketika kita tidak menerima firman Tuhan, sama halnya bahwa kita sedang tidak menerima Dia dan tidak percaya kepada Dia. Karena firman-Nya dan Dia adalah satu. Keinginan-keinginan hati kita sendiri tidak akan membawa keselamatan bagi kita. Tetapi mendengar firman-Nya dan percaya kepada Dia akan memperoleh hidup yang kekal. Lalu kepada siapakah kita harus mendengar dan percaya selain dari pada Yesus? Selain dari pada Yesus kita juga perlu mendengar dan percaya kepada:
a. Para hamba-hamba Tuhan atau orang-orang yang mengajarkan kita tentang kebenaran. Mengapa?
Karena mereka adalah orang-orang yang diberikan tanggung jawab oleh Tuhan Yesus. Mereka diberikan mandat oleh Tuhan Yesus dengan mengutus mereka untuk memberitakan firman-Nya, juga kebenaran-Nya kepada umat-Nya. Sama seperti Yesus diutus oleh Bapa dan diberikan kuasa oleh Bapa, demikian juga orang-orang yang diutus oleh Tuhan Yesus, diberikkan-Nya kuasa bagi mereka, supaya siapa yang menerima kebenaran itu memperoleh hidup yang kekal. Percaya kepada firman yang bagikan itu (dengan kata lain jangan menganggap bahwa orang itu juga adalah Tuhan).
b. Kepada Alkitab.
Alkitab/kitab adalah berisi tentang firman-firman Tuhan dan kebenaran-Nya. Alkitab telah dituliskan berbagai ajaran-ajaran dan kebenaran, bahkan tentang Tuhan Yesus itu sendiri. Bukan hanya sekedar kita mendengarnya saja tetapi kita juga harus perlu membaca firman-Nya dan memahami kebenaran-Nya, yaitu dari Alkitab itu sendiri. Supaya kita semakin lebih mengenal Dia dan semakin percaya kepada firman-Nya.
4. BERTINDAK (5-10 Menit)
A. Penerapan :
Mari kita mendengar dan percaya kepada Tuhan Yesus. Jangan kita terlalu berkeras hati dan menjadi orang bebal seperti orang-orang Farisi yang menolak keselamatan. Tetapi jadilah orang yang benar-benar menerima keselamatan itu supaya kita memperoleh hidup yang kekal. Mari kita tunjukkan iman kita kepada Dia bahwa Dia sanggup melakukan segala sesuatu.
Mari kita percaya dan mendengarkan ajaran dari orang-orang yang diurapi Tuhan Yesus, yaitu mereka yang diutus oleh Tuhan Yesus untuk memberitakan firman kepada kita. Karena mereka diberikan kuasa oleh Tuhan Yesus supaya orang-orang datang kepada Tuhan Yesus.
Mari kita membaca firman Tuhan yang bukan hanya mendengarnya saja tetapi juga membacakannya, memahaminya serta merenungkannya, agar kita semakin percaya dan semakin tahu kebenaran.
5. BERDISKUSI (10-15 Menit)
A. Pertanyaan :
Sudahkah kita mendengar dan percaya kepada Tuhan Yesus?
Apakah kita telah menerima kebenara-kebenaran firman Tuhan yang dibagikan kepada kita selama ini?
Atau sudahkah kita mengenal Tuhan Yesus dalam-dalam dengan membacakan firman-Nya?
6. BERDOA SYAFAAT (10-15 Menit)
Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus