Blog Ini Berisikan mengenai renungan2 dan pemikiran-pemikiran tentang iman dalam keseharian.
Wednesday, 28 April 2021
Wednesday, 21 April 2021
Wednesday, 14 April 2021
Saturday, 10 April 2021
Ketika Keraguan Menghampiri
Oleh: Pdt. Jein Katlin Wololi
Yohanes 20:24 – 29
Pendahuluan
• Setelah Yesus bangkit pada hari yang ke tiga, Yesus masih ada di bumi. Ada jeda selama 40 hari sebelum Ia naik ke sorga. Dan selama masa itu, Yesus berkali-kali menampakkan diri-Nya kepada para murid di berbagai-bagai tempat.
• Para saksi kebangkitan itu ada Maria Magdalena dan wanita-wanita lain, kesebelas murid Yesus, Tomas dan para murid, ketujuh murid yang sedang mencari ikan, dan kedua murid yg sedang dalam perjalanan menuju ke Emaus.
• Paulus mencatat dalam suratnya di Korintus para saksi kebangkitan Kristus itu ada Kefas/Petrus, keduabelas murid, lima ratus saudara, Yakobus, semua rasul dan Paulus sendiri.
• Pada saat itu ada sekitar 500 lebih para saksi kebangkitan Kristus, dan para saksi menyaksikan sendiri bahwa Yesus itu benar-benar bangkit, sebab benar bahwa Yesus adalah kebangkitan dan hidup.
• Sebelum para murid percaya bahwa itu adalah Yesus yang telah bangkit, mereka mengalami keraguan.
• Mereka lamban mengenal bahwa Yesus bangkit. Padahal, saat Yesus masih hidup di bumi, Ia sudah 4 kali mengatakan bahwa Dia akan mati dan bangkit pada hari ketiga (Mat 16: 21; 17:22; 20: 17-19; 26:1-2)
Respon Murid
• Respon Maria = mayat Yesus telah dicuri.
• Respon para murid = “Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu.” (Luk. 24:11).
• Respon semua murid ialah mereka terkejut dan birpikir itu adalah hantu (Luk. 24:37).
• Dan Tomas adalah murid yang paling lambat percaya.
Bacaan teks Alkitab
Yohanes 20:24 - 29
Bagian-bagian yang penting dari teks firman Tuhan, ketika keraguan menghampiri kita:
A. Keraguan turut mengahampiri orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan
• Tomas bukan seorang peragu, meskipun ia pernah ragu
Fakta tentang Thomas
a. Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” (Yoh. 11:16)
- Meskiupun ada nada pesimis, tapi Tomas sangat berkomitmen bahwa ia mau mati bersama Yesus. Terlihat bahwa tidak ada kesan kalau Tomas meragukan Yesus.
b. Lalu, Tomas berkata kepada-Nya, "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, bagaimana kami tahu jalan itu?” (Yoh. 14:5)
- Saat Yesus berkata bahwa Aku hendak pergi ke rumah Bapa, murid lainnya terdiam dan Tomaslah yang bertanya.
- Pertanyaan ini menyingkapkan bahwa ia mengasihi Yesus dan berkomitmen utk tetap berada bersama Yesus, kemana pun Yesus pergi. Tidak ada kesan bahwa Tomas ragu.
• Tomas seorang yang mengasihi Yesus, tetapi pernah meragukan Yesus.
Tokoh-tokoh besar dalam Alkitab yang pernah mengalami keraguan
• Abraham (Kej. 15:8; 17:17)
• Musa (Kel. 3-4)
• Gideon (Hak. 6)
• Imam Besar Zakharia (Luk. 1:18)
• Yohanes Pembaptis (Mat. 11:3)
• Petrus (Mat. 11:3)
Kenapa mereka bisa ragu?
1. Karena keterbatasan sebagai manusia
Selalu mengukur pekerjaan Tuhan dengan logika kita
Merasa segala yang terjadi itu tidak masuk akal
2. Menggunakan kacamata jasmani
Kacamata jasmani mengharapkan hal2 yg harus terjadi sesuai apa yg diharapkan
Selalu melihat realita yang tidak sesuai ekspetasi
3. Fokus kepada masalah
Kalau kita menfokuskan pandangan kita pada satu objek, maka objek itu yang akan menguasai kita pola piker kita.
Kalau kita fokusnya kepada masalah, maka kita merasa bahwa Tuhan meninggalkan kita.
Dan Tomas memiliki ketiga unsur ini
Impostor syndrome adalah istilah psikologi untuk perilaku seseorang yang selalu merasa takut gagal dan meragukan kemampuannya. Ironisnya, kondisi ini justru kerap dialami oleh mereka yang berprestasi.
Jangan mengukur cara kerja Tuhan menggunkan logika kita
Jangan memakai kacamata jasmani kita, sebab itu akan membuat kita kecewa.
Jangan fokus kepada masalah karena itu akan mempengaruhi pola pikir kita dan akhirnya kita mempertanyakan keberadaan Tuhan.
B. Janganglah engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!
• Alkitab berkata bahwa orang yang ragu itu sama dengan gelombang laut yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Hidup yang ragu-ragu tidak akan mendapat apa-apa. Tidak akan bahagia. Hanya buang-buang waktu.
• Yesus membiarkan Tomas dalam keragu-raguan selama 8 hari, untuk memberi kesempatan Tomas bertobat dari ketidakpercayaannya terhadap kebangkitan Yesus.
• Mata rohaninya tertutup, meskipun 10 murid sudah memberikan kesaksian kebangkitan Yesus. Tomas tidak bertobat.
• Yesus datang dan berkata “janganlah engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
• Tomas memutuskan untuk percaya dan berkata “ya Tuhanku dan Allahku!”
“Ya Tuhanku dan Allahku!”
• Sebuah keyakinan yang kokoh
• Pengakuan pertama dari semua para murid yang mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan
• Pada saat itu, pengakuan seperti itu hanya akan ditujukan kepada kaisar.
• Keraguan yang terus menerus akan meruntuhkan iman kita dan akhirnya membuat kita jatuh dalam dosa. Tetapi ketika kita memilih menjadi percaya, maka kita akan diubahkan, dipulihkan dan mengalami lawatan Tuhan, sehingga kita berkata “Ya Tuhanku dan Allahku.”
• Catatan sejarah mencatat Tomas menjadi misionaris pionis di Persia dan India. Dia menjadi martir dengan cara duhujam dengan tombak. Tanpa keraguan dia melayani Tuhan sampai akhir hidupnya.
C. S. Lewis
• Lahir dari keluarga Kristen yang pada masa mudanya dia sempat meninggalkan Tuhan dan menjadi atheis.
• Meragukan Allah dan bertanya kalau Allah itu baik dan maha kuasa, mengapa begitu banyak dari makhluk ciptaan-Nya yang tidak gembira?” Dll.
• Percakapannya dengan J.R.R. Tolkien dan buku G.K. Chesterton memberinya jawab dan bukti kebenaran iman Kristen. Ia kemudian berkata kepada Tolkien, “aku menyerah. Aku mengaku Tuhan adalah Tuhan.”
• Dia kemudian menjadi pembela iman terbesar pada abad 20 dan dikenal sebagai "rasul bagi kaum skeptis."
• Apa pun keraguan kita, tetaplah datang kepada Tuhan. Walaupun iman kita saat ini kecil, datang kepada Tuhan dan berkata, Tuhan tolonglah aku yang ragu ini.
• Yesus berkata berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Dua level atau dua tingkat percaya:
a. Percaya setelah melihat
b. Percaya walau belum melihat
• Mari kita menjdi tipe ke dua ini, karena walau belum melihat namun percaya merupakan ciri khas kehidupan orang percaya yang dewasa di dalam Tuhan.
• Dengan menjadi percaya walau belum melihat, maka kita akan mengalami dan menikmati janji-janji Tuhan.
Friday, 2 April 2021
Yesus Bangkit
YOHANES 20:1-29
Tema : Dia Bangkit (Yohanes 20:1-29)
Tujuan :
1. BERDOA (3-5 MENIT)
Mari kita berdoa.
Bapa kami yang ada dalam Kerajaan sorga. Kami mengucap syukur buat anugerah-Mu yang begitu besar bagi kami. Terima kasih hari ini masih memberikan kesempatan bagi kami untuk beribadah,memuji, memuliakan nama-Mu serta mendengar firmanMu. Kiranya Engkau Allah hadir ditengah-tengah ibadah kami pada saat ini. Kami menyerahkan ibadah ini kedalam tangan kasih-Mu dan biarlah Engkau Allah bertahkta di atas puji-pujian kami. Dalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur, haleluya, amin.
2. BERMAZMUR (10-15 MENIT)
Kerahkanlah kekuatanMu ya Allah
Tunjukkanlah kuasaMu ya Tuhan
Serakkan musuhMu s'lamatkanlah umatMu
Allah dahsyat di tempat kudusNya
(Reef) Allah bangkit bersoraklah
Allah bangkit bernyanyilah
Musuh dikalahkan umatNya dibebaskan
Allah dahsyat di tempat kudusNya
Kerahkanlah kekuatanMu ya Allah
Tunjukkanlah kuasaMu ya Tuhan
Serakkan musuhMu s'lamatkanlah umatMu
Allah dahsyat di tempat kudusNya
(Back to reef)
Pencipta lagu : Ir. Lucas H & Theresia Age
3. BACA FIRMAN (10-15 MENIT)
A. Teks Firman Tuhan (Yoh.20: 1-29)
Bacalah Firman Tuhan dari Yoh. 20: 1-29
B. Penjelasan Firman Tuhan:
Pada bagian firman Tuhan dalam pasal ini merupakan kelanjutan dari pasal 19. Bagian pasal 20 menceritakan tentang kebangkitan Yesus dan beberapa kali Ia menampakkan dirinya kepada murid-muridnya. Pada pasal 20:1-10 menjelaskan tentang kebangkitan Yesus yakni ketika masih pagi-pagi sekali Maria Magdalena pergi kubur Yesus untuk melihatnya. Namun, ketika ia sampai disana ternyata kuburnya sudah terbuka dan mayat Yesus sudah tidak ada. Akhirnya Maria yang dalam keadaan panik segera berlari untuk memberitahukan murid-murid Yesus yang lainnya tentang hal ini. Kemudian datanglah murid-murid yang lain ke kubur Yesus untuk memastikan kejadian tersebut benar adanya.
Yesus menampakan diri kepada Maria Magdalena
Akan tetapi, maria berdiri dekat kubur itu dan menangis dan sambil menangis ia menjenguk ke kubur itu. Tiba-tiba tampaklah baginya dua orang malaikat berpakaian putih yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus berbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: Ibu, mengapa engkau menangis? Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu dimana ia diletakkan.” Setelah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya:” ibu mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari? Maria mengira bahwa orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya:”Tuan, jikalau tuan yang mengambil-Nya, katakanlah kepadaku, dimana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambul-Nya.” kemudian kata Yesus kepadanya:”Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani”Rabuni!”, artinya Guru. Akan tetapi Yesus berkata kepadanya:”Janganlah engkau menyentuh Aku, sebab belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-ku, kepada Allah-Ku dan Allahmu.
Kemudian Yesus juga menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya ketika mereka sedang berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba berdirilah Yesus ditengah-tengah mereka serta berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” sesudah berkata demikian Ia menunjukan tangan-Nya dan lambung-Nya kepda mereka dan mereka bersukacita melihat Tuhan. Maka Yesus berkata sekali lagi kepada mereka:”Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kamu.” Setelah itu Yesus juga menampakkan diri kepada Thomas yang disebut Didimus. ia tidak bersama-sama dengan murid-murid yang lainnya ketika Yesus menampakkan diri, sehingga ketika murid-murid itu memberitahukan bahwa mereka melihat Tuhan, ia tidak percaya. Oleh karena itu, ia berkata bahwa: sebelum aku melihat beka paku pada tangan-Nya dan mencucukkan tanganku ke lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu bersama dengan Thomas dan pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “ Damai sejahtera bagi kamu!” kemudian Ia berkata kepada Thomas:” Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tangamu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan janganlah engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah. Thomas menjawab Dia:”Ya Tuhanku dan Allahku!” kata Yesus kepadanya:” Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Renungan : Percayalah
Firman Tuhan yang baca diatas, kita diajarkan utuk selalu dan senantiasa percaya dengan segenap hati. Hal inilah yang sebenarnya terjadi pada teks Alkitab di atas yakni Murid-murid Yesus yang awalnya tidak percaya akan kebangkitan Yesus. Dalam kisah Maria Magdalena, Simon Petrus serta beberapa murid, mereka awalnya tidak percaya ketika melihat kubur Yesus yang telah kosong. Mereka bahkan berpikir bahwa “jangan-jangan mayat Yesus di ambil orang.”
Namun, semuanya berubah ketika Yesus memanggil Maria dan kemudian Maria berkata dalam bahasa Ibarani “Rabuni yang artinya Guru.” (ayat 20:16).
Bapak/ibu yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, dalam kisah ini kita melihat dengan bagaimana respon Maria dan beberapa murid krtika melihat bahwa Yesus telah bangkit dari kematian. Mereka yang awalnya tidak percaya, menjadi percaya. Selain itu bapak/ibu kita juga melihat hal yang sama terjadi pada Thomas. Ia adalah salah satu dari murid Yesus yang tidak percaya, ketika para murid memberitahukan tentang kebangkitan-Nya. ia bahkan menuntut bukti yakni ia tidak akan percaya sebelum ia melihat bekas paku dan juga memasukan jarinya kedalam lambung-Nya. Hingga tibalah di waktu yang tepat ketika mereka sedang berkumpul disuatu rumah, datanglag Yesus. Distulah Ia, menunjukkan bekas paku di tangan-Nya dan di lambung-Nya barulah ia mau percaya.
Pertemuan Yesus dengan Thomas menjadikan memiliki iman yang sungguh-sungguh sekaligus melenyapkan keragu-raguan dalam dirinya, membangkitkan semangat hidupnya serta tekad kuat untuk berkarya bagi kemuliaan dan Kerajaan Allah. Dengan demikian, maukah kita membuka hati pada kebenaran firman Tuhan ini dan menjadi percaya sekali pun kita tidak melihatNya? Adalah lebih baik kita percaya pada janji Tuhan Yesus sekalipun kita tidak melihatNya lagi, karena Allah akan membukakan bagi kita mata batin untuk melihat perbuatan Tuhan yang besar. Kiranya Firman Tuhan ini menjadi berkat bagi kita sekalian. Amin.
Ilustrasi
Ada seseorang wanita yang akan pergi berlibur ke luar pulau dan ia memilih menggunakkan pesawat. Wanita tersebut adalah pribadi yang sangat takut jika naik pesawat namun, ia memberanikan diri untuk naik pesawat tersebut dengan keyakinan bahwa sang pilot/pengemudi pesawat dapat membawanya hingga tempat tujuan dengan selamat. Walaupun dalam dirinya penuh dengan ketakutan dan juga ia tidak tahu, apakah pilot yang mengemudi pesawat tersebut adalah pilot yang sudah handal. Namun, ia tetap percaya pada pilot tersebut. Dari kisah ini, kita belajar bahwa wanita tersebut percaya walaupun ia tidak tahu bagaiman kondisi dari pilot tersebut. Ia yakin bahwa ia akan aman dan selamat sampai tujuan.
4. BERTINDAK
Bapak/ibu saudara yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, sama seperti yang sering terjadi dalam kehidupan kita, lebih sering kita tidak percaya. Yang sering kita lakukan adalah kita butuh bukti nyata, agar bisa menjadi percaya. Namun sebuah pelajaran penting yang kita pelajari dari kebenaran firman Tuhan pada hari ini, ialah percaya walau belum melihat dan hal inilah yang Yesus inginkan. Kita harus percaya dengan iman kita walaupun kita belum melihat dengan kasat mata. Bapak/ibu yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, jangankah kita menjadi seperti Thomas, yang harus melihat dengan mata secara langsung baru percaya. Jangan kita menjadi Thomas –Thomas masa kini, yang tapi biarlah kita mau percaya dengan segenap hati kita sekalipun belum melihat. Kiranya kebenaran Firman Tuhan pada hari ini bisa menjadi berkat bagi kita semua, Amin.
Kesaksian:
Saya adalah seorang mahasiswa yang kuliah di STT IBC. Saya bersyukur dan bangga kepada Tuhan yang begitu mengasihi saya. Berbicara mengenai percaya, adalah kata yang sudah tidak asing lagi. Saya ingin membagikan kesaksian mengenai kata “percaya”. Ketika tamat SMA saya memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan dan singkat cerita saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk berangkat ke Batam. Menjadi suatu hal yang baru bagi saya adalah, merantau ke tanah orang sendirian. Rasa takut itu ada karena merasa sendiri. Namun, disaat seperti itu Tuhan mengirimkan teman. Ada suatu peristiswa yang masih tersimpan di benak saya mengenai kebaikan Tuhan adalah Dia adalah Allah yang mencukupkan segala kebutuhanku. Akhirnya berangkat ke batam dengan rute perjalanan dari Surabaya-Kalimantan-Batam. Waktu itu masih pertama kalinya keluar dari kampung dan percaya bahwa Tuhan akan menolong. Hal itu benar-benar terbukti pertolongan Tuhan, saya sudah berada di Batam. Saat ini sudah tingkat akhir dalam menempuh perkuliahan di STT IBC. Semuanya bisa lalui karena Percaya Kepada Tuhan dan semua Tuhan cukupkan apa yang kuperlukan. Kiranya melalui kesaksian ini membuat kita semakin lebih percaya kepada Tuhan dimana Tuhan akan selalu mencukupkan apa yang kita perlukan.
5. BERDISKUSI
B. Pertanyaan
a. Sudah kamu percaya walau belum melihat?
b. Mengapa kita harus percaya?
6. BERDOA SYAFAAT
Pokok doa:
a. Gembala dan Staff Gereja
b. Sidang Jemaat Allah
c. Bangsa Indonesia dan Kota Batam
d. Situasi Pandemi Covid-19
Sudah Selesai
YOHANES 19:1-30
Topik : Sudah Selesai
Tujuan : Mengajarkan jemaat agar tetap mengingat pengorbanan Yesus Kristus untuk semua manusia. Jemaat diharapkan bisa mengingat kasih Allah yang tidak terbatas dan dapat mempraktekan kasih Allah dalam kehidupannya sehari-hari
1. BERDOA (3-5 MENIT)
Mari kita berdoa
Bapa kami yang bertahta di atas kerajaan surga, kami mengucap syukur atas segala penyertaanmu yang begitu besar di dalam kehidupan kami. Bapa pada saat ini kami kembali bersekutu di hadapanmu untuk memuliakan namamu dengan menaikkan pujian pemyembahan kami di hadapanmu. Inilah kami Tuhan, penuhi kami dengan urapan roh-Mu, kiranya ibadah kami ini dapat menjadi persembahan yang berbau harum di hadapanmu haleluya, Amin.
2. BERMAZMUR (10-15 MENIT)
Pujian 1: Hanya Kau Tuhan di hidupku
Kau berikan hidup yang baru
Darah-Mu menyucikan pulihkan hatiku
Kunyatakan Kaulah segalanya
Engkaulah sumber pengharapan
Kuasa-Mu sanggup menyembuhkan
Jiwaku pun berserah hanya kepada-Mu
Yesus kaulah segalanya
Karena salib-Mu kuhidup
Karena salib-Mu kumenang
Engkau yang berkuasa sanggup
'Tuk melakukan mukjizat-Mu
Karena salib-Mu kuhidup
Karena salib-Mu kumenang
Engkau yang berkuasa sanggup
'Tuk melakukan mukjizat-Mu
Di hidupku
Pencipta : Andre Hermanto
Penyanyi : True Worship
3. Baca Firman (10-15 menit)
A. Teks Firman Tuhan (Yoh.19: 1-30)
Bacalah Firman Tuhan dari Yoh. 19:1-30
B. Penjelasan Firman Tuhan:
Peristiwa dalam teks Yoh. 19:1-30 merupakan kelanjutan dari pasal 18:28-40 yang menceritakan mengenai Yesus dihadapan Pilatus. Pada bagian ini ayat ini menjelaskan bahwa Pilatus yang tidak sedikit pun mendapati kesalahan pada diri Yesus. Salah satu ucapan/perkataan Pilatus yang muncul lagi pada pasal 19 adalah “aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.” Bagian perkataan ini muncul sebanyak 2 kali pada pasal ini dan hal ini membuktikan ketidakbersalahan Yesus dan Pilatus “seakan-akan ingin menyelamatkan Yesus” dari semua tuduhan orang-orang yang ada pada saat itu. Akan tetapi teriakan orang-orang Yahudi kepada Pilatus yang mengancamnya dan mengatakan bahwa “jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat kaisar. Setiap orang menganggap dirinya raja, ia melawan kaisar.” Perkataan inilah yang membuat Pilatus akhirnya menyerahkan Yesus kepada orang banyak itu, untuk disalibkan.
Pada pasal 19 terdapat 4 sub tema, namun yang akan di bahas pada saat ini ialah mengenai Yesus disalibkan dan Yesus mati. Pada saat penyaliban Yesus, Ia dibawa oleh orang banyak tersebut ke salah satu tempat Tengkorak yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota. Disitulah Yesus disalibkan bersama-sama dengan dua orang lainnya yakni dibagian sebelah-menyebelah. Sesudah Yesus disalibkan, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap prajurit dan jubah-Nya juga diambil mereka. Namun salah seorang berkata kepada mereka untuk tidak membaginya beberapa potong tetapi, lebih baik membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya. Dengan demikian genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku diantara mereka dan mereka mebuang undi di atas jubah-Ku.” Sesudah itu, Yesus tahu bahwa segala sesuatu telah selesai berkatalah Ia – supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci -: “Aku haus!” Disitu ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus selesai meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah Selesai.” Lalu Ia menundukkan kepada-Nya dan menyerahkan Nyawa-Nya.
Renungan : Kasih dan Pengorbanan Yesus
Dari kisah di atas dapat dilihat mengenai penderitaan yang di alami oleh Yesus. Dimana Ia yang tidak memiliki kesalahan dan harus dituduh bersalah oleh orang-orang Yahudi pada saat itu. Oleh sebab itu, dalam peristiwa penyerahan dan sampai kepada penyaliban Yesus Kristus dapat kita renungkan kembali dalam kehidupan sehari-hari bahwa Yesus yang tidak bersalah menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib. Maka dalam hal ini apakah yang dapat kita renungkan bersama-sama? Bapak ibu, saudara/i yang dikasihi Yesus Kristus, kematian Yesus di kayu salib mengingatkan kembali bahwa kematianNya untuk menghapus dosa-dosa manusia dan hal itu menjadi bukti kasih-Nya kepada manusia.
Kematian Yesus di kayu salib seharusnya menyadarkan kita semuanya bahwa sebenarnya bukan Dia yang seharusnya di hukum mati melainkan kita sebagai orang yang berdosa. Tetapi Yesus rela menyerahkan hidup-Nya menggantikan kita sebagai bukti kasihNya. Pegorbanan Yesus yang benar-benar nyata seharusnya membuat kita sadar bahwa saya dan bapak ibu, suadara/i hidup karena kasih karunia yang telah Yesus nyatakan di atas kayu salib. Oleh sebab itu, mari kita sama-sama belajar untuk tetap hidup di dalam Yesus Kristus dan tidak mempermain-mainkan kasih karunia tersebut. Sehingga kita menjaga kualitas kerohanian kita setiap saat.
Ilustrasi
Pada suatu ketika ada seorang ayah yang memiliki seoarang anak laki-laki yang sangat dia sayangi. Ia bekerja sebagai penjaga jembatan untuk kereta api dan orang-orang yang naik kereta itu penuh kemarahan, egois, terluka, dan kecanduan. Tibalah kepada sebuah situasi stragis membawanya kepada sebuah pilihan yang mengerikan. Membiarkan semua penumpang di kereta itu mati atau menarik tuas untuk menurunkan jembatannya dan sebagai gantinya anak itu mati terjepit. Dengan pilihan hati yang berat, ia lebih memilih menyelamatkan orang banyak yang ada di dalam kereta tersebut. Ia rela membiarkan anaknya mati terjepit demi menyelamatkan nyawa orang banyak yang ada di dalam kereta. Demikian halnya dengan Allah yang mengorbankan anak-Nya Yesus Kristus untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa.
4. BERTINDAK
Melalui Firman Tuhan dan juga ilustrasi di atas, kita belajar bagaimana kasih seorang ayah yang rela mengorbankan anak-Nya. Oleh sebab itu, biarlah kita semua boleh belajar untuk menghargai dan mengingat pengorbanan seorang anak Manusia yang merelakan nyawa-Nya menggantikan semua dosa – dosa semua umat manusia. Biarlah dalam setiap langkah hidupku kita, marilah belajar untuk merenungkan pengorbanan Yesus dalam hidup kita. Dia adalah Allah yang penuh dengan belas kasihan dan sangat mengasihi kita semua. Ia tidak peduli dengan seberapa besar penderitaan yang akan di alami oleh Yesus namun, Dia lebih peduli dengan dosa semua umat manusia. Marilah kita mengingat kasih Allah yang begitu besar untuk manusia maka, biarlah kita juga bisa mempraktekkan kasih itu dalam hidup kita.
Kesaksian
Saya adalah mahasiswa STT IBC. Berbicara tentang pengorbanan, saya akan sedikit bersaksi mengenai pengorbanan yang pernah saya alami dalam hidup saya. Salah satu pengorbanan yang pernah terjadi dalam hidup saya adalah mengorbankan waktu saya untuk bekerja. Ketika berumur 5 tahun, saya dititipkan oleh nenek untuk tinggal di rumah orang agar dapat bersekolah. Sejak tinggal dengan orang tersebut selama 5 tahun, tidak pernah menikmati hidup selayaknya seperti anak 5 tahun yang bisa bermain bersama teman-temannya. Saya berbeda dari yang lain, karena yang harus dilakukan adalah kerja dan kerja. Saya dipaksa untuk harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berat (mengangkat air dengan ember yang adalah bekas cat dinding). Tidak hanya itu, saya harus pergi ke hutan untuk mencari rumput dan juga harus mengambil sisa-sisa makanan ke warung). Semua ini saya lakukan sejak berumur 5 tahun yang harus mengorbankan masa-masa kecil untuk kerja dan tidak pernah punya waktu untuk bermain bersama teman-teman. Namun,harus tetap bersyukur dengan semua itu, karena hal itu membentukku menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri. Yesus sudah berkorban bagi kita dan kita harus juga berkorban untuk membuat kita semakin lebih mengenalNya. Kiranya kesaksian ini dapat memberkati bpk ibu, saudara/i sekalian. Tuhan Yesus memberkati
1. BERDISKUSI
A. Pertanyaan/Quis
a. Hal-hal apa saja yang sudah anda dapatkan melalui peristiwa pengorbanan Yesus kristus di atas kayu salib?
b. Bagaimana respon anda tentang pengerbanan Yesus?
2. BERDOA SYAFAAT
Pokok doa:
a. Gembala dan Staff Gereja
b. Sidang Jemaat Allah
c. Bangsa Indonesia dan Kota Batam
d. Situasi Pandemi Covid-19
YESUS JALAN, KEBENARAN DAN HIDUP
YOHANES 14:1-14.
Topik: Yesus Jalan, Kebenaran dan Hidup
Tujuan: Mengajarkan kepada Jemaat bahwa Yesuslah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Dengan demikian jemaat semakin teguh dalam imannya kepada Yesus.
1. BERDOA
Bapa kami yang baik, kami bersyukur buat kesehatan dan anugerah Tuhan yang masing kami rasakan sampai saat ini, dimana kami pada hari ini boleh berkumpul bersama-sama untuk memuji dan memuliakan nama-Mu, dan kiranya melalui pujian kami ini dapat menyenangkan hati Tuhan. Tuhan kami yang baik berkati setiap hamba-Mu yang terlibat dalam acara ibadah pada hari ini, seluruh acara ibadah ini dari awal hingga akhirnya kami serahkan semuanya ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus halleluyah. Amin.
2. BERMAZMUR
Pengarang: Ronny Tomasoa
Aku Jalan Kebenaran
Aku jalan kebenaran dan jalan kehidupan
Itu yang Yesus katakan dan ku percaya, Amin
Di dalam namaNya ada keselamatan kekal
Reff :
Glory haleluyah, Glory haleluyah
Glory haleluyah, Glory haleyuyah
Di dalam nama-Nya ada keselamatan kekal
3. BACA FIRMAN:
Teks Firman Tuhan :Yohanes 14:1-14
Penjelasan Firman Tuhan : Aku Jalan dan Kebenaran dan Hidup
Teks dari Yohanes 14:1-14 menceritakan bahwa Yesus akan kembali ke rumah Bapa di surga, di mana Ia pergi ke rumah Bapa untuk menyediakan tempat bagi murid-murid-Nya, supaya tempat di mana Yesus berada, mereka pun berada, dan kemana Yesus pergi, mereka tahu jalan kesitu (Yoh. 14:3-4).
Dalam ketidaktahuan mereka sebagai murid, diantaranya ada yang bertanya yaitu Tomas: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”. Dengan tegas Yesus menjawab: Akulah jalan dan kebenaaran dan hidup. Tanpa melalui iman kepada Yesus tidak ada yang bisa datang kepada Bapa. Selanjutnya, Filipus dalam penasarannya bertanya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup kepada kami”. Tuhan Yesus menyatakan bahwa Dia dan Bapa adalah satu. Tuhan Yesus meminta mereka percaya kepada-Nya jikalau mereka percaya kepada Allah. Yesus menyatakan hal itu kepada murid-murid-Nya supaya mereka yang belum melihat percaya kepada-Nya, dan sesungguhnya barang siapa yang percaya kepada-Nya, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan pekerjaan yang lebih besar dari pada itu supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak (ay. 12-13).
Perjalanan iman para murid harus bermuara pada jalan yang menuju kehidupan yang kekal, yaitu tempat Bapa di Sorga. Kunci untuk mencapainya yaitu Yesus Kristus yang menjadi penuntun jalan mereka selama hidup di dunia, dan firman-Nya yang menjadi terang dan kebenaran yang menerangi langkah kaki mereka dalam bertindak sebagai murid Kristus, serta hidup yang benar-benar berpusat kepada Kristus.
Renungan:
Dari renungan ini kita percaya dan menyadari bahwa kepergian Yesus ke rumah Bapa di Sorga untuk menyediakan tempat bagi kita orang percaya. Dari sini kita belajar bahwa:
Pertama, kebenaran utama bahwa Yesus adalah jalan satu-satunya menuju rumah Bapa. Tanpa Yesus tidak ada satu orangpun yang dapat datang kepada Bapa di Sorga. Teks ini menyadarkan kita bahwa rumah yang sesungguhnya bukanlah di dunia ini melainkan rumah yang abadi bersama Bapa di Sorga. Oleh karena itu, orang Kristen harus percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan satu-satunya selama dia hidup. Kita yang telah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan maka kita akan memperoleh bagian dalam kerajaan Allah dengan hidup yang kekal (Yoh.3:16).
Dalam perjalanan iman kepada Yesus dituntut kualitas hidup yang berkenan di hadapanNya. Hidup yang didasarkan dengan kebenaran firman Allah. Dimana orang percaya bukanlah tunduk kepada nilai-nilai dunia melainkan taat terhadap perkataan Allah melalui firmanNya yang telah kita dengar dan baca dalam setiap persekutuan yang kita lakukan. Amsal 11:19 “Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian. Orang Kristen harus menjauhi kejahatan untuk tetap menjadi pewaris kerajaan Allah (1 Korintus 6:9-10 “tidak tahukah engkau, bahwa orang-orang yang tidak benar tidak akan mewarisi Kerajaan Tuhan? Jangan tertipu! Baik orang-orang cabul, penyembah berhala, orang yang berzina, banci, atau yang melakukan perbuatan memalukan terhadap sesama jenisnya, pencuri, tamak, pemabuk, pengumpat, atau pemeras, tidak akan mewarisi kerajaan Tuhan).
Orang Kristen yang beriman kepada Yesus bukan hanya menyatakan iman melalui perkataan semata, melainkan mengahasilkan buah hidup yang menjadi kesukaan Tuhan yaitu kekudusan serta menjadikan Dia sebagai tujuan utama dalam hidup kita, sehingga bukanlah harta, pekerjaaan, atau uang yang menjadi fokus orang percaya karena akan membuat hubungan kita jauh dari Tuhan. Bukan kurang banyak orang percaya meninggalkan Tuhan atau hubungannya dengan Dia yang semakin jauh karena sibuk mengejar harta di dunia. Hal ini tampak ketika orang semakin malas beribadah, malas berdoa, sibuk pesta pora, sibuk dengan pekerjaan dan ibadah yang terbengkalai bukanlah suatu masalah karena tidak menganggap itu sebagai keharusan.
Jadilah orang Kristen yang sejati yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mencintai perintah-Nya serta mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan. Oleh karena firman Tuhan berkata: Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Surga (Matius 7:21). Serta setiap orang yang tidak berbuat kebenaran tidak berasal dai Allah ( 1 Yohanes 3:10). Allah ingin tatkala kita mengaku Dia sebagai Tuhan yang empunya kehidupan, dimana kita menghidupi kebenaran-Nya dalam kehidupan ini dengan setia.
Ilustrasi:
Suatu malam ada seorang bapak yang ingin pergi ke apotik membeli obat untuk anaknya yang sakit. Lokasi apotik yang ingin di datangi bapak ini cukup jauh, sehingga dia harus mencari jalan pintas supaya cepat sampai ke apotik karena anaknya sedang terbaring lemah. Dengan demikian, bapak ini pergi melewati jalan cepat yaitu jalan tikus atau jalan sepi, becek dan jalan yang gelap walaupun bapak ini bisa melewati jalan yang lebih bagus dan terang untuk menuju apotik tersebut. Namun, situasi dan kondisi yang memaksa beliau harus melewati jalan tersebut pintas supaya ia cepat sampai ketujuan. Dari cerita ini kita belajar bahwa ada banyak jalan yang harus kita tentukan, apakah kita memilih jalan yang benar atau salah? Semua tegantung bagaimana respon kita atas pilihan tersebut. Tuhan memberi kita kehendak bebas untuk memilih ke jalan yang salah atau jalan yang benar tetapi Roh Kudus juga memimpin dan menuntun kita menuju jalan yang benar. Namun, ada satu jalan yang tidak bisa dipilih oleh manusia, yaitu jalan kebenaran dan hidup. Satu-satunya cara untuk menunju jalan itu hanya dengan melalui Yesus Kristus tidak ada yang lain, untuk menuju jalan kebenaran itu kita harus mempercayai Yesus dengan sepenuh hati dan taat kepada firman Tuhan.
4. BERTINDAK
Kesaksian :
Shalom Bapak/ibu, saudara/i yang saya kasihi di dalam Yesus Kristus, pada kesempatan kali ini saya mahasiswa STT IBC akan membagikan kesaksian tentang kebaikan Tuhan dalam kehidupan saya. Saya bersyukur diperbolehkan untuk hidup dan percaya dan menerima anugerah Tuhan. Saya terlahir dari keluarga Kristen, namun tidak sepenuhnya keluarga saya percaya kepada Tuhan, orang tua saya pada awalnya tidak pernah datang ke gereja untuk beribadah. Namun, karena kebaikan Tuhan yang saya alami saya kenal lebih dekat dengan Tuhan dan bisa bersaksi tentang kebaikan Tuhan kepada kedua orangtua saya. Sejak saat itu orang tua saya mau beribadah, bahkan semenjak saya menjadi pelayan Tuhan keluarga saya menjadi dekat dengan Tuhan. Ini adalah sebuah kebaikan Tuhan yang besar dalam hidup saya dan keluarga saya, mulai saat itu kami banyak sekali mengalami mukjizat Tuhan yang terjadi dalam keluarga kami. Terimakasih. Tuhan Yesus Memberkati.
5. BERDISKUSI
A. Pertanyaan/Quis 1:
• Apakah bapak/ibu sudah mempercayai Yesus dengan sepenuh hati?
• Apakah Yesus telah tinggal di dalam hati bapak/ibu?
• Apakah bapak/ibu sudah menyadari bahwa jalan kebenaran dan hidup hanya ada di dalam Dia?
6. BERDOA SYAFAAT
Pokok doa :
1. Berdoa untuk Gembala sidang dan staff gereja
2. Berdoa untuk Mahasiswa/I IBC yang melayani
3. Berdoa untuk Jemaat Betesdha dan jemaat Anugerah (kesehatan, pekerjaan, ekonomi, serta pendidikan anak-anak)
4. Berdoa untuk keamanaan lingkungan Gereja
5. Berdoa untuk Bangsa Indonesia (Pemimpin, situasi pandemik covid-19 supaya Tuhan pulihkan, para tim medis yang menangani orang yang terpapar covid-19, perekonomian Bangsa Indonesia, dan kesejahteraan Bangsa Indonesia)
6. Berdoa untuk Kota Batam
KASIH SEBAGAI IDENTITAS MURID
YOHANES 13:31-35
Topik: Kasih Sebagai Identitas Murid Kristus
Tujuan: Untuk meengajarkan kepada jemaat bahwa identitas orang percaya adalah kasih. Dengan demikian mendorong jemaat untuk menyatakan kasih kepada keluarga dan orang-orang di sekitar.
1. BERDOA :
Bapa yang baik terimakasih untuk kebaikan Tuhan dalam kehidupan kami umat-Mu. Bapa dalam surga pada saat ini kami akan memulai rangkaian ibadah kami, kiranya Tuhan yang hadir di tengah-tengah kami dan melawat setiap kami pribadi lepas pribadi. Bapa yang baik berkati setiap orang-orang yang terlibat melayani dalam ibadah ini, biarlah Roh-Mu yang bekerja bagi setiap kami. Kami serahkan ibadah kami dari awal sampai akhir kedalam tangan-Mu, dalam nama Tuhan Yesus Haleluya. Amin.
2. BERMAZMUR
Pengarang: Victor Retraubun
Aku Mengasihi Engkau Yesus
Aku mengasihi Engkau Yesus
Dengan segenap hatiku
Aku mengasihi Engkau Yesus
Dengan segenap jiwaku
Reff:
Ku renungkan FirmanMu siang dan malam
Ku pegang p'rintahMu, dan kulakukan
Engkau tahu ya Tuhan, tujuan hidupku
Hanyalah untuk menyenangkan hatiMu
Aku mengasihi Engkau Yesus
Dengan segenap hatiku
Aku mengasihi Engkau Yesus
Dengan segenap jiwaku
Ku renungkan FirmanMu siang dan malam
Ku pegang p'rintahMu, dan ku lakukan
Engkau tahu ya Tuhan, tujuan hidupku
Hanyalah untuk menyenangkan hatiMu
3. BACA FIRMAN:
A. Teks Firman Tuhan : Yohanes 13:31-35
B. Penjelasan Firman Tuhan :
Teks ini berkesinambungan dengan perikop sebelumnya yaitu perihal penyerahan Yesus melalui pengkhianatan salah seorang murid. Dalam pertemuan mereka bersama Yesus tepatnya sebelum hari raya Paskah Ia memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa salah satu di antara murid-murid-Nya akan menyerahkan Dia kepada musuh-Nya untuk disalibkan. Pengkhianatan itu dilakukan oleh Yudas Iskariot, namun tidak disadari para murid yang lain.
Hal lain yang Yesus sampaikan diantara mereka yaitu perintah untuk saling mengasihi satu dengan yang lain. Mengasihi merupakan sebuah perintah bukan sebatas himbauan. Mengasihi adalah tindakan nyata (wujud nyata) bahwa manusia telah menerima kasih Allah. Mengasihi merupakan proklamasi kepada dunia bahwa kita adalah pengikut Kristus.
Renungan:
Dari kisah ini Yesus juga mengajarkan kepada kita orang-orang percaya untuk saling mengasihi karena Ia terlebihi dahulu telah mengasihi kita anak-anak-Nya. Bukti dari kasih-Nya adalah Ia mengorbankan nyawa-Nya bagi manusia untuk menebus dan menyelamatkan manusia dari murka Allah karena dosa (baca Yohanes 3:16-18). Apa yang dapat kita pelajari dari perintah Yesus?
Pertama, sebagai orang percaya yang telah merasakan dan menerima kasih-Nya, kita juga harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan dengan segenap akal budi (Mat. 22:37). Artinya seluruh aspek kehidupan kita semua tertuju kepada Dia. Mengasihi Tuhan berarti kita mempunyai hubungan yang intim dengan Dia. Mengasihi Tuhan berarti kita membangun hidup yang jujur dan kudus di hadapan-Nya. Mengasihi Tuhan berarti kita menjauhi kejahatan yaitu segala tindakan yang membuahkan dosa. Oleh karena Allah tidak dapat bersatu dengan dosa dan Ia membenci dosa.
Kedua, Kasih Kristus harus terpancar keluar dalam hidup orang percaya, yakni menunjukkan kasih itu terhadap sesama manusia (tercatat juga di dalam Mat. 22:39). Sesama manusia adalah semua orang (baik orang percaya kepada Yesus maupun tidak) yang tidak dibatasi oleh suku atau status sosial (miskin atau kaya). Sikap mengasihi ini merupakan kesaksian yang hidup dan sangat efektif untuk memberitakan Injil Keselamatan kepada merka yang belum menerima Kristus. Identitas kita sebagai orang Kristen, wajib hukumnya untuk menunjukkan kasih-Nya kepada orang lain melalui perkataan, tindakan, dan seluruh aspek kehidupan kita.
Ilustrasi:
Suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah pelita. Orang buta itu dengan terbahak berkata, Buat apa aku bawa pelita? Tak ada gunanya bagiku! Aku bisa pulang kok. Dengan lembut sahabatnya menjawab, ini agar orang lain bisa melihat kamu, agar mereka tidak menabrakmu. Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita. Tak berapa lama, dalam perjalanan pulang, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, si buta memaki, heiii, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong! Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu. Lebih lanjut, seorang pejalan lain menabrak si buta. Si buta bertambah marah, Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat! Pejalan itu menukas, kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam! Si buta tertegun.... menyadari situasinya, sang penabrak meminta maaf, Oh, maaf, akulah yang 'buta', tidak melihat bahwa engkau adalah orang buta.Wajah si buta memerah karena malu, dengan tersipu ia menjawab, Tak apa, maafkan aku juga atas kata-kataku yang kasar. Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing. Pelita melambangkan Kasih Tuhan, orang buta melambangkan orang yang belum percaya Tuhan dan penabrak melambangkan orang percaya atau orang Kristen.
Dari cerita ini, kita belajar bahwa sebagai orang percaya yang telah melihat dan menerima kasih-Nya, kita harus menunjukkan kasih itu kepada orang buta yang belum melihat dan merasakan kasih Tuhan, mereka harus dituntun dengan kasih-Nya, melalui kita orang percaya. Dari aspek kehidupan kita, kita menerangi kasih-Nya kepada orang buta itu supay orang buta itu dapat berjalan di dalam kasih-Nya. Dan orang buta itu menyadari bahwa kasih Tuhan yang selalu menyertai mereka.
4. BERTINDAK
- Anak-anak Allah harus mengasihi semua orang baik melalui tindakan maupun perkataan yang memberkati orang lain. (janganlah mengeluarkan perkataan yang hambar sehingga menjadi batu sandungan bagi sesama).
- Agar kita tetap mengasihi sesama maka kita juga harus menjaga kasih kita kepada Allah melalui persekutuan kita secara pribadi dengan Dia.
5. BERDISKUSI
• Bagaimana respon bapak/ibu ketika menerima kasih Tuhan dalam hidup saudara?
• Apakah bapak/ibu, saudara/i sudah menunjukkan kasih-Nya kepada orang lain?
• Bagaimana cara bapak/ibu menunjukkan kasih Tuhan kepada orang lain?
6. BERDOA SYAFAAT
Pokok doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus
Tinggal di Dalam Terang
YOHANES 12:44-50
1.Berdoa
Bapa kami mengucap syukur atas berkat dan anugerah yang kau berikan kepadaa kami. Terimakasih karena kassih-Mu kami dapat berkumpul ditempat ini untuk memuji memuliakan namun serta mendengarkan firman-Mu. Tuhan berkati ibadah kami dari awal, pertengahan hingga selesai. Kiranya engkau hadir dan memberkati setaip orang yang bekumpul ditempat ini. Dalam nama-Mu kami membuka ibadah kami. Haleluya, Amin.
2.Pujian:
LEBIH DARI NAFASKU
Cipt: Jacqlien celosse
Bapa Pegang Tanganku
Aku Rindu Saat Teduh Bersamamu
Dekap Aku Dalam Hangat Naunganmu
Bawa Hidupku Padamu
Masuk Dalam Altarmu Yang Kudus
Bapa Pegang Tanganku
Aku Rindu Tinggal Di Dalam Hatimu
Engkau Terang
Yang Membuatku Melihat
Melihat Jauh Ke Dalam
Kebenaran-Mubapa
Reff:
Lebih Dari Nafasku Bapa
Kuperlukan Kasihmu Bapa
Berjalan Di Sampingmu Bapa
Seumur Hidupku
Lebih Dari Nafasku Bapa
Kuperlukan Kasihmu Bapa
Peganglah Tanganku Ya Bapa
Untuk Selamanya
3. Baca Firman Tuhan
a. Teks Firman Tuhan: YOHANES 12:44-50
b. Penjelasan Firman Tuhan: TINGGAL DALAM TERANG
Pada perikop ini, Yesus menyerukan sesuatu yang sangat penting bagi semua orang yang ada pada saat itu. Yesus dengan tegas dan keras mengatakan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya berarti percaya kepada Allah Bapa yang telah mengutus-Nya (ay. 44). Perkataan Tuhan Yesus ini menandakan bahwa adanya kuasa, dan otoritas ilahi dalam diri-Nya, ucapan-Nya, dan tindakan-Nya. Tuhan Yesus sekaligus menunjukkan bahwa apa yang telah dinubuatkan para nabi tentang kehadiran seorang Mesias telah tergenapi melalui diri Tuhan Yesus yang telah berinkarnasi menjadi manusia.
Dalam ayat sebelumnya dikatakan bahwa sekalipun Tuhan Yesus melakukan mujizat di depan mata orang-orang Farisi, mereka tetap tidak percaya kepada-Nya. Ketidakpercayaan kepada Tuhan Yesus adalah penggenapan dari nubuat Yesaya (ay 40). Sekalipun diantaranya banyak menjadi percaya tetapi dikalahkan dengan keegoisan mereka yang ingin mendapatkan penghormatan dari manusia karena takut dikucilkan. Namun, Tuhan Yesus terus berbicara dengan tegas dan penuh kasih memperingati untuk mereka karena Ia datang bukan tanpa tujuan melainkan memberikan keselamatan dan hidup yang kekal bagi yang percaya (ay. 50).
Tuhan Yesus menegaskan bahwa kedatangannya di dunia bukan untuk menghakimi tetapi untuk menyelamatkan (ay.47). Dalam hal ini jelas bahwa orang yang percaya kepada pemberitaan-Nya itu, menerima-Nya dan melakukan perintah-Nya maka orang tersebut akan selamat dari penghukuman yang kekal. Sebaliknya, mereka yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus akan menerima hukuman yang berat pada hari penghakiman. Ayat 48, Tuhan Yesus berkata “menolak dan tidak menerima perkataan Yesus” berarti menolak hidup yang kekal di akhir zaman.
• Renungan
Orang-orang pada zaman Tuhan Yesus secara langsung mendapatkan kesempatan untuk mendengar, melihat Tuhan Yesus melakukan berbagai mujizat tetapi pada faktanya kebanyakan dari mereka tidak percaya kepada Yesus dan meragukan perkataan-Nya bahwa Dia adalah terang dunia. Pada hari ini, mungkin kita tidak bisa bertemu dengan Tuhan Yesus secara langsung tetapi hal yang perlu kita lakukan sekarang adalah memperkatakan dan melatih iman kita bahwa Yesus adalah Terang itu dan diluar Tuhan Yesus, kita akan dikuasai kegelapan dan mustahil bagi kita untuk mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang kekal.
Dari firman Tuhan ini, kita kembali diingatkan akan kasih dan anugerah Allah yang tak pernah terbatas bagi kehidupan semua manusia. Allah menyatakan kasih-Nya itu kepada kita melalui penyataan-Nya dalam Kristus Yesus yang telah berinkarnasi menjadi manusia. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia sebagai terang agar kita tetap tinggal didalam Terangnya untuk memperoleh hidup yang kekal.
Bagaimana sikap hidup orang percaya yang tinggal dalam Terang Kristus? Sikap hidup orang percaya yang tinggal dalam Terang Kristus, yaitu:
a. Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada melakukan kehendak Allah. Waktu akan terus berjalan dan apa yang telah terlewati tidak akan pernah bisa untuk diulang kembali. Sama halnya dengan kehidupan kita sekarang. Apa yang kita lakukan hari ini, sekarang ini, sudah pasti dalam beberapa waktu kedepan tidak akan dilewati lagi selain daripada kenangan saja.
Kita hidup di dunia ini hanya satu kali saja. Pertanyaannya, sudahkah kita sebagai orang-orang yang tinggal di dalam terang Allah telah melakukan yang terbaik selama kita hidup di dunia ini sesuai dengan perintah dan kehendak Allah? Sudahkan kita memakai kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin sebelum penyesalan itu ada?
Yesus sendiri berkata bahwa Dia telah datang ke dalam dunia sebagai terang. Terang ini yang akan menunjukkan jalan yang benar bagi kita untuk melakukan kehendak Allah Bapa. Tuhan Yesus sendiri menegaskan supaya jangan melewatkan kesempatan ini untuk tidak tinggal didalam-Nya sebelum semua menjadi terlambat. Oleh karena itu, firman Tuhan ini mengingatkan kita supaya mengambil kesempatan ini untuk hidup di dalam Dia dan melakukan perintahNya (mengejar kekudusan). Tidak ada lagi waktu untuk menunda-nunda menerima keselamatan ini. Harus kita sadari akan adanya konsekuensi kepada kita yang hanya mendengar tetapi tidak melakukan, dan akan ada konsekuensi kepada kita yang menolak untuk taat kepada perintah Allah yaitu penghukuman yang kekal.
Berkomitmenlah kepada Tuhan Yesus yang telah menjadi terang bagi kita untuk taat melakukan kehendak-Nya. Artinya adalah ijinkan firman Allah akan tetap menjadi standar kehidupan kita ketika diperhadapkan dalam segala situasi tertentu. Iman percaya kita kepada Kristus Yesus akan tetap kokoh sekalipun badai hidup datang menerpa kita. Dan kita percaya bahwa melalui iman, akan membawa kepada pengenalan yang lebih intim dengan Tuhan. Hubungan yang intim akan terlihat dari cara kita memprioritaskan Tuhan di atas segala-galanya dan melibatkan-Nya dalam apapun yang kita lalui. Masalah tidak akan bisa menciutkan kepercayaan kita kepada Tuhan tetapi justru melalui masalah yang ada, hendaknya kita menjadikan masalah menjadi batu loncatan untuk pertumbuhan iman kita bahwa Yesus, Ia ajaib dan perkasa.
b. Meneruskan visi dan misi Allah bagi dunia ini.
Tuhan Yesus telah menyelesaikan tujuan kedatangan-Nya ke dalam dunia yaitu menyelamatkan manusia yang berdosa. Kita adalah manusia berdosa yang sudah selayaknya patuh untuk menerima hukuman atas dosa kita. Namun, melalui kehadiran Tuhan Yesus ke dalam dunia sebagai terang telahmenyelamatkan kita dari kematian yang kekal dan membawa kita kepada kehidupan yang kekal. Ini adalah bukti dari cinta kasih Allah yang sempurna dan tak pernah terbatas bagi kita. Sikap Yesus dalam hal ini mengajarkan kita tentang pentingnya sebuah ketaatan. Tuhan Yesus selalu taat dalam melakukan kehendak Allah yaitu datang ke dunia memberitakan kabar baik supaya semua orang terselamatkan sekalipun dengan mengorbankan diri sendiri. Pengorbanan Tuhan Yesus mengajarkan pentingnya dan berharga jiwa-jiwa untuk diselmatkan.
Dalam hal ini, kita sebagai orang-orang yang tinggal didalam terang Kristus, hendaknya kita memiliki sikap hati dan pikiran yang juga sama seperti Kristus yang mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang. Kita harus menunjukkan kepada dunia siapakah terang itu dan pentingnya tinggal didalam terang itu. Kehendak Allah bagi kita disini sangat sederhana sekali, di mana Allah hanya meminta kita untuk bersaksi tentang keselamatan dan hidup kekal yang kita peroleh melalui terang itu sendiri. kita yang mengaku sebagai pengikut-pengikut Kristus, sudah seharusnya kita juga hidup menurut jalan-jalan-Nya Tuhan. Hendaknya kita memiliki keberanian yang tinggi untuk memperkatakan kebenaran, tidak kompromi dengan dosa dan membuka diri kepada siapa saja sehingga terang itu akan dirasakan oleh orang lain disekitar kita melalui diri kita sebagai pengikut-pengikut Kristus. Dalam mengikuti Tuhan, melakukan kehendak-Nya tentunya banyak tantangan yang kita hadapi dan pastinya disana akan membutuhkan pengorbanan. Tetapi satu hal yang harus kita percaya adalah kita berjalan tidak sendirian, sebab Allah selalu menyertai kita kemana pun dan dimana pun Ia selalu bersama dengan kita. Kadang kala kegelapan akan datang meliputi perjalanan kita dalam mengikut Tuhan. Hal itu pasti akan terjadi selama kita berada di dalam dunia ini. Namun disini kita harus percaya bahwa kegelapan ini sifatnya sementara saja dan akan berlalu dengan segera karena terang didalam diri kita lebih besar daripadanya. Jadi, jangan pernah takut untuk menjadi alat kemuliaan Tuhan memberitakan karya penyelamatan-Nya sehingga semua orang tanpa terkecuali memperoleh terangi itu dan berjalan dalam terang itu melakukan kehendak Allah.
c. Ilustrasi
Seseorang yang tinggal dalam terang adalah seseorang yang hidupnya berdampak bagi orang lain, seperti halnya sebuah lilin kecil ketika lilin itu menyala maka semua akan menikmati cahayanya. Cahaya dari lilin kecil ini mampu menerangi setiap sudut ruangan yang gelap dan memberikan kenikmatan serta rasa yang damai dan aman. Demikianlah kehidupan kita yang mau mengikuti dan manaati serta mempercayai Yesussebagai terang dalam kehidupan kita. Ketika TuhanYesus menjadi penerang bagi jalan-jalan kita maka kita akan selalu berjalan sesuai kehendak Bapa.
Tuhan juga mengharapkan supaya kita yang telah menerima terang itu, hendaknya kita senantiasa menjadi orang-orang yang berdampak disekeliling kita. Cahaya kecil yang berada di tengah-tengah kegelapan menunjukkan akan adanya sebuah harapan. Kita harus menunjukkan terang Kristus Yesus melalui tindakan kita, sikap kita sehingga ada banyak orang yang melihat dan merasakan dampak dari terangb itu itu dan mau ikut tinggal didalamNya karena disana akan ada damai dan rasa aman.
4. BERTINDAK
Bapak/ibu yang terkasih, seruan Yesus dalam perikop ini, mengajari kita sebuah kebenaran bahwa keselamatan dan kehidupan kekal hanya diperoleh di dalam Kristus Yesus sebagai terang dunia. tentang kehidupan orang-orang yang tinggal dalam terang Allah. Oleh karena itu, penting untuk kita sadari bahwa kita sama sekali tidak bisa hidup diluar terang itu sendiri. Yesus sendiri berkata bahwa sudah saatnya kita harus hidup melakukan kehendak Allah. Sudah saatnya kita harus melembutkan hati dan pikiran kita untuk memperoleh keselamatan itu. Keselamatan hanya bisa di peroleh di dalam Yesus. Yesus datang bukan untuk menghakimi tetapi Yesus datang membawa keselamatan. Jadi, selama masih ada waktu, taat dan lakukan firman Allah sebelum semuanya terlambat. Apapun keadaan yang terjadi, tetap percaya kepada Tuhan Yesus, dan libatkan Tuhan Yesus dalam segala setiap persoalan kita. Jangan pernah ciut iman kita kepada Allah ketika masalah datang menghimpit kita. Jangan pernah mengandalkan logika kita untuk melakukan kehendak Allah. Kehendak Allah adalah tujuan utama kehidupan kita.
Saat ini, sudah seharusnya kita menghargai dan memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan Allah kepada kita dalam melakukan kehendak-Nya. Pastikan bahwa keadaan dan situasi yang kita hadapi akan membawa kita untuk semakin intim dengan Tuhan, sebab Dia adalah terang bagi jalan-jalan kita. Jika menolak dan tidak menghiraukan kehendak Allah dalam kehidupan kita maka hukuman kekal sedang menanti kita. Jadi, hendaknya dari sekarang, kita membiasakan diri untuk hidup didalam terang itu dan menunjukkan terang itu bagi dunia melalui kehidupan kita sehari-hari, yakni dengan menjadi berdampak bagi semua orang dan semua orang akan memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal.
• Kesaksian
Pandemi yang terjadi saat ini membuat saya takut dan cemas akan hal yang akan terjadi pada saya dan keluarga saya. Pandemi yang terjadi saat ini sempat menggoyahkan iman saya itu karena saya terlalu takut sampai melupakan kasih Tuhan yang sangat besar dalam kehidupan saya. Akibat dari rasa takut saya, hubungan saya dengan Tuhan semakin renggang. Hubungan saya denggan Tuhan yang renggang membuat saya berpikir, Mengapa saya meragukan kasih Tuhan yang setiap hari saya rasakan? Mengapa saya tidak percaya dengan kuasanya? Mengapa hal yang terjadi saat ini dapat membuat iman saya goyah? Pertanyaan yang timbul dibenak saya membuat saya sadar bahwa pandemi COVID yang terjadi pada saat ini seharusnya bukan membuat saya jauh dari Tuhan sebaliknya situasi yang terjadi pada saat ini harusnya membuat saya lebih bergantung dengan Tuhan, lebih membangun hubungan dengan Tuhan.
Saat saya menyadari hal tersebut saya mulai berpikir bahwa seharusnya kita sebagai orang percaya harusmempercayai terang-Nya yang ajaib, terang-Nya yang membuat kita tenang ditengah kegelisahan, kekhawatiran dan keputusasaan yang terjadi karena pandemi yang melanda dunia. Saya juga menyadari ketika kita tinggal didalam terang itu maka apapun masalah yang kita hadapi tidak akan membuat kita takut menghadapinya karena kita tahu bahwa terang itu sendiri yang akan menuntun kita ditengah kekhawatiran dalam dunia
5. BERDISKUSI
Pertanyaan/Quis:
• Apa yang membuat kita tetap tinggal didalam Terang itu?
• Apakah pikiran dan tindakan kita menunjukkan bahwa kita tinggal didalam terang? Mengapa?
6. BERDOA SYAFAAT
Pokok Doa: Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus
Percayalah Kepada Terang Itu
Yohanes 12:20-36.
1. Berdoa
Bapa yang baik kami mengucap syukur atas berkat-Mu hari ini. Terima kasih atas anugerah-Mu dalam memelihara kehidupan kami. Saat ini kami rindu menikmati persekutuan yang indah bersama Tuhan.Kuduskan kami dan sucikan kami sehingga kami layak memuji dan memuliakan Tuhan.Berkatilah ibadah kami dari awal, pertengahan hingga selesai. Dalam nama Yesus kami akan membuka ibadah ini, Haleluya, Amin.
2. Pujian:
FIRMAN-MU P’LITA BAGI KAKIKU
olehVictorRetraubun
Firman-Mu p'lita bagi kakiku
Terang bagi jalanku
Firman-Mu p'lita bagi kakiku
Terang bagi jalanku
Reff :
Waktu ku bimbangdan hilang jalanku,
tetaplah kau di sisiku
Dan tak kan ku takut, asal kau di dekatku
Besertaku selamanya
3. Baca Firman Tuhan
a. Teks Firman Tuhan: YOHANES 12:20-36
b. Penjelasan Firman Tuhan: PERCAYALAH KEPADA TERANG ITU
Judul perikop yang diberikan oleh LAI dalam teks ini adalah Yesus memberitakan kematian-Nya. Poin penting dalam Injil Yohanes adalah percaya. Dalam ayat 19, terlihat bahwa orang-orang Farisi merasa tidak senang dan tidak terima akan apa yang mereka lihat. Orang banyak yang datang menghadiri ibadah di Yerusalem tersebut memberikan penghormatan kepada Yesus atas apa yang telah mereka dengar dan saksikan tentang keajaiban yang pernah dilakukan Yesus. Berbeda halnya dengan orang-orang Yahudi yang melihat dan menyaksikan mukjizat yang Yesus adakan tetapi sama sekali orang-orang itu tidak mempercayainya (ayat 37).
Dalam kisah ini,diceritakan bahwa ditengah-tengah kerumunan orang banyak itu, disebutkan bahwa orang-orang Yunanilah yang bertekad untuk bertemu dengan Yesus (ayt 20-21). Kerinduan mereka yang sungguh-sungguh untuk bertemu dengan Yesus dibuktikan dengan usaha yang mereka lakukan, yakni dengan menemui Filipus, salah seorang murid Tuhan Yesus. Dalam usaha yang mereka lakukan tersebut ternyata tidak menjadi sia-sia, Yesus pun menanggapinya dengan berkata, “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan, (23).”Menurut Henry, pernyataan Yesus dalam ayat ini merupakan nubuat Yesus terhadap penghormatan yang Ia terima dari orang-orang banyak yang mengikuti Dia dan mereka yang mengikuti Dia juga pun akan menerima penghormatan juga (ayat 25-27). Orang-orang non Yahudi yang berdatangan kepada Yesus menandakan hasil atau buah pertama dari pelayanan Yesus. “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan,” yakni melalui orang-orang non Yahudi masuk ke dalam Gereja-Nya, dan supaya hal ini terjadi, Ia harus terlebih dahulu ditolak oleh orang-orang Yahudi.
Dalam ayat 24, Yesus berkata bahwa “sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Pernyataan Yesus disini menggunakan kiasan yang sebenarnya merujuk kepada kematian-Nya. Biji gandum merupakan sesuatu yang paling penting dan bermanfaat dan biji gandum itu adalah Tuhan Yesus sendiri. Yesus akan mengalami penderitaan, hingga mati di atas kayu salib dan tampak Ia terjatuh ke tanah atau terkubur dalam bumi. Namun, biji itu tumbuh kembali dari tanah dan menghasilkan lebih banyak dari yang sebelumnya begitu juga dengan Kristus, setelah kematian-Nya akan banyak jiwa-jiwa baru yang dimenangkan dan pada saat itu Bapa dan Anak akan dimuliakan.
Dalam ayat 27a, Yesus mengatakan, “sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Kata “terharu” yang digunakan Yesus disini kadang timbul setelah roh mendapatkan penghiburan yang besar. Dalam hal ini, Yohanes menghubungkan bahwa Yesus yang adalah manusia merasakan ketakutan terhadap apa yang akan terjadi dan Ia meminta pertolongan Allah Bapa atas-Nya. Namun, pernyataan Tuhan Yesus selanjutnya menunjukkan bahwa Yesus harus tetap berjuang untuk menyelesaikan tugas-Nya. Dalam kemanusian Yesus, Ia tetap taat dan berserah kepada rencana ilahi Allah.
Dalam ketaatan-Nya maka penguasa dunia akan dilempar keluar, yaitu iblis. Adanya kemenangan atas Iblis dan saat itu juga akan banyak ditarik kepada Yesus. bukan hanya orang-orang Yahudi saja tetapi semua orang yang selama ini jauh dari pada Allah.
Kematian Yesus bukanlah seperti yang diharapkan para pendengar-Nya saat itu. Menurut mereka Mesia akan hidup untuk selama-lamanya. Dalam ketidakpercayaan mereka, tidaklah menghambat untuk Yesus menyatakan kebenaran. Oleh karena Yesus kembali memperingati orang banyak itu untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ayat 35Yesus berkata, “hanya sedikit waktu lagiterang ada di antara kamu, selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.” Ayat 36, sekali lagi Tuhan Yesus perintahkan, “percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang. Terang yang dimaksud Yesus adalah diri-Nya sendiri.Yesus secara jasmani berada di tengah-tengah mereka, dan pastinya mereka telah menikmati terang itu, yakni melalui ajaran-ajaran Yesus dan mukjizat yang terjadi. Tetapi waktu itu akan sangat singkat dan itu juga akan segera berlalu. Dengan demikian, pemberitaan Yesus tentang diri-Nya bertujuan untuk menyelamatkan semua orang, supaya ketika mereka percaya kepada terang itu maka kegelapan tidak menguasai mereka.
Renungan
Terang dan gelap merupakan dua hal yang tidak bisa bersatu. Di mana ada terang maka kegelapan tidak ada di sana dan di mana ada gelap, sudah pasti di sana tidak ada terang. Tanpa terang sudah pasti kita tidak bisa melakukan apapun, untuk berjalan saja kemungkinan kita pasti terjatuh dan tidak tahu arah ke mana arah tujuan kita. Segala usaha dan kerja keras tidak akan sia-sia jika terang itu menyertai sebaliknya tanpa terang segala usaha dan kerja keras akan berakhir dengan sia-sia. Dalam kehidupan kita, terang memiliki nilai dan manfaat yang sangat penting. Begitu pun dengan Firman Tuhan di atas, Terang diartikan sebagai Yesus, Sang Terang dan kegelapan adalah iblis. Dalam hal ini Tuhan Yesus memberitahukan bahwa dunia yang gelap ini sangat membutuhkan terang.Terang itu hanya bisa ditemui melalui iman yang percaya kepada Yesus Kristus.Percaya disini menuntut totalitas diri dalam mempercayai bahwa hanya di dalam Yesus ada keselamatan dan kehidupan yang kekal.
Bapak/ibu dan saudara, kita aminkan bahwa kita yang merenungkan firman ini adalah orang-orang-orang yang percaya kepada terang itu. Mengapa kita harus percaya kepada Sang Terang? Ada 2 dampak ketika menjadi percaya kepada Sang Terang, yakni:
a. Dampak Internal (diri sendiri yang keluar dari kegelapan)
Kita tahu bahwa dahulu kita hidup dalam kegelapan.Hidup dalam kegelapan berrati hidup kita cenderung untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Tidak melakukan kehendak Allah adalah bentuk dari ketidak taatan dan sifatnya adalah pemberontakkan kepada Allah yang akan membawa kita kepada celaka. Selama kita tidak melakukan kehendak-Nya maka kita hidup di dalam dosa. Upah dosa ialah maut. Dan melalui kematian Tuhan Yesus, maut telah dikalahkan dan kita orang-orang percaya memperoleh keselamatan. Keselamatan akan kita peroleh hanya dengan bermodalkan iman kepada Yesus Kristus. Percaya bahwa Yesus adalah Sang Terang, Ia akan membawa keluar orang-orang percaya dari kegelapan dosa. Dengan demikian, Sang Terang itu akan menuntun orang-orang percaya untuk berjalan sesuai dengan kehendak Allah dan melakukan kehendakNya dan nama Tuhan akan dimuliakan. Percaya kepada Sang Terang berarti hidupnya tidak lagi hidup dalam kegelapan dikarenakan Sang terang telah menerangi jalan-Nya sehingga ia tidak akan kehilangan arah. Anak-anak terang mengetahui antara jalan yang baik dan yang benar. Tentunya, sikap dan tindakan tidak akan kompromi dengan diri sendiri untuk melakukan dosa di hadapan Allah. Percaya kepada Sang Terang berarti tidak mau kompromi dengan dosa untuk memuaskan keinginan daging yang jahat. Kehidupan orang yang hidup di dalam terang akan membawa perubahan dari dalam yaitu tetap menjaga kekudusan hati, pikiran dan tindakan untuk semakin serupa dengan Kristus.
b. Dampak Eksternal (menjadi terang bagi dunia karena terang itu telah tinggal di dalam kita)
Ketika Sang Terang itu sudah ada dalam kehidupan kita, maka dampaknya tidak hanya menguntungkan diri kita sendiri tetapi juga akan berdampak baik bagi dunia. Kedatangan Yesus sebagai Sang Terang telah memberikan teladan yang baik. Tuhan Yesus ketika berada di dunia yang gelap, Ia telah menjadi terang dengan memberitakan Injil kepada semua orang dan melakukan banyak mukjizat hingga mati atas dosa. Tuhan Yesus juga mengharapkan hal yang sama untuk kita lakukan, yakni dengan menjadi anak-anak terang di tengah-tengah dunia yang gelap ini. Caranya sederhana saja yaitu dengan memberitakan kabar baik itu dimulai dari keluarga kita, lingkungan kita dan di mana pun kita berada. Kadangkala untuk menjadi terang membutuhkan yang namanya pengorbanan sama seperti yang dialami oleh Yesus. Mengikuti teladan Yesus membutuhkan kerelaan diri, berkorban demi jiwa-jiwa yang terhilang. Tapi percayalah Allah selalu berjalan bersama-sama dengan kita. Ingat, bahwa suara yang datang itu di ayat 29 adalah penghiburan dan kekuatan bagi kita para pengikutnya ketika melakukan kehendak Allah.
Bapak/ibu, dalam renungan ini, hendaknya setiap kita memiliki hati yang percaya kepada Sang Terang itu. Percaya yang dimaksud tidak hanya ala kadarnya tetapi ketotalisan dalam mempercayai terang itu. Dengan demikian, Sang terang tersebut menguasai seluruh aspek hidup kita dan kita hidup di dalamnya. Oleh karena itu, milikilah hati yang terus rindu untuk miliki terang itu dan mengakui bahwa terang itu telah membawa kita keluar dari kegelapan dunia ini sehingga kita bisa merasakan sendiri dampak dari terang itu, yakni berdampak bagi kita secara pribadi dan juga akan berdampak kepada orang lain. Jangan menyimpan terang itu sendiri melainkan beritakan terang itu ke sesamamu. Biarlah terang itu menjadi lentera dalam kehidupan kita dan juga sesama yang menuntun kita menjalani kehidupan kita di tengah kegelapan dunia ini.
• Ilustrasi
Sepanjang tahun 2020 kita melihat dan merasakan sendiri bagaimana dampak virus covid-19 menggoncangkan dunia termasuk negara kita Indonesia.Peristiwa ini seolah menjadi pukulan yang sangat keras bagi kita, di mana virus yang tidak kasat mata ini begitu sangat berbahaya hingga banyak menelan banyak korban. Keselamatan nyawa semua orang menjadi terancam. Pemimpin-pemimpin yang ada di negara kita telah berupaya mencari cara agar kita warga Indonesia tetap terlindungi dan terselamatkan dari virus ini.Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi warganya adalah terus menerus mengingatkan untuk taat mematuhi protokol kesehatan. Namun, sangat disayangkan tidak sedikit dari masyarakat Indonesia melalaikan protokol kesehatan tersebut dan tidak mau taat dengan aturan yang ada. Dampaknya, penyebaran virus semakin cepat dan memutuskan rantai virus covid-19 secara cepat tidak akan mungkin jika tidak ada kesadaran masyarakat dengan bekerjasama mematuhi protokol kesehatan.
Bapak/ibu, pemimpin-pemimpin negara kita sekarang ini sedang berusaha untuk menyelamatkan kita dari ancaman virus covid19 ini. Demikian halnya juga dengan Tuhan Yesus.Tuhan Yesus datang ke dunia menjadi Terang di tengah-tengah dunia yang diluputi oleh kegelapan.Dengan demikian, Tuhan Yesus menghendaki supaya setiap kita memperoleh terang itu, kita harus memiliki iman percaya didalam Yesus Kristus agar terbebas dari kondisi kita yang telah diliputi kegelapan.Prasyarat yang mutlak untuk keadaan yang gelap di dunia ini adalah percaya kepada terang yang adalah Yesus sendiri.Tujuan Yesus menyampaikan hal ini dengan tegas, agar semua orang tanpa terkecuali memperoleh keselamatan dan memperoleh hidup yang kekal di dalam Kristus Yesus sebelum semuanya terlambat. Sudahkah kita percaya dan taat kepada perintah Yesus untuk mempercayai-Nya sebagai Terang di dalam dunia yang gelap ini?Apa pun yang menjadi pilihan kita, pastikan bahwa pilihan itu akan membawa kita untuk memproleh keselamatan dan hidup yang kekal.
4. BERTINDAK
a. Penerapan
Anak-anak Tuhan sudah seharusnya dimulai dari sekarang untuk menjadi pelaku-pelaku dari Firman Tuhan. Kadang-kadang untuk melakukan kehendak Allah akan ada saja tantangan yang sulit untuk dihadapi. Tantangan tersebut mungkin berasal dari diri sendiri yaitu lalai dan menunda-nunda waktu melakukan kehendak Tuhan. Hingga akhirnya waktu yang sangat penting bersama dengan Tuhan pun terbuang sia-sia. Oleh sebab itu, hendaknya kita tetap percaya kepada Yesus, Sang terang, pemberi jaminan hidup dalam kekalan. Selama masih ada kesempatan bagi kita untuk hidup dalam terang itu maka marilah kita menikma terang itu dengan hidup didalamnya.Tantangan lainnya juga bisa berasal dari luar diri kita sendiri.Misalnya, ada orang yang menjual iman percaya kepada Yesus hanya karena masalah ekonomi, jabatan, kedudukan, ketenaran, keadaan yang mengecewakan, bahkan parahnya menjual iman demi cinta.
Bapak/ibu dan saudara, jangan biarkan keadaan yang kita alami menjadikan kita lupa akan identitas atau jati diri kita sebagai anak-anak terang. Untuk itu, kita harus tanamkan dalam hati dan pikiran kita bahwa segala tawaran-tawaran yang ada di dunia ini, yang begitu menggiurkan tapi menjauhkan kita dari pada Tuhan, tanggalkanlah itu karena sifatnya hanyalah sementara, jangan tergoda atasnya. Bukankah ini merupakan cara iblis ketika mencobai Yesus? Pastikan diri kita lolos dalam ujian tersebut. Anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus, Sang terang tidak akan terjatuh tetapi menangkis siasat si jahat tersebut dengan hidup di dalam Firman Allah. Tidak melupakan kodratnya sebagai anak-anak terang yang membawa perubahan di dunia ini yaitu menjadi berkat dengan memberitakan kabar baik bahwa Yesus adalah terang dunia.
a. Kesaksian
Dulu saya adalah seorang yang takut dengan suasana gelap karena ketika gelap saya merasa tidak aman.Pada saat saya tinggal di asrama, saya merasa asing karena tiap malam lampu kamar harus dimatikan. Hal ini membuat saya gelisah dan tidak dapat tidur pada malam hari karena saya berpikir jika suasana gelap banyak roh-roh jahat disekitar. Karena hal ini saya berinisiatif untuk membicarakannya kepada kakak tingkat yang ada di kamar untuk menghidupkan lampu ketika tidur. Setelah saya memnta untuk menghidupkan lampu ketika malam, kakak tingkat menjelaskan kepada saya alasan mengapa lampu dimatikan ketika malam dan ia memberi saya nasihat agar sebelum tidur hendaknya berdoa.
Awalnya sulit bagi saya untuk melakukan hal itu, namun ketika saya berdoa saya merasa tenang dan setiap malam saya membiasakan diri untuk membaca firman Tuhan. Salah satu firman Tuhan yang menjadi pegangan bagi saya terdapat pada Mazmur 91.Setiap malam saya membaca dan mempercayai firman Tuhan tersebut.Hal ini membuat saya yakin dan percaya bahwa terang itu ialah Allah yang memberikan keberanian dan firman-Nya yang akan melindungi setiap orang percaya.
5. BERDISKUSI
• Mengapa kita harus percaya kepada terang itu? Jelaskan!
• Sudahkah kita melakukan tugas kita sebagai anak-anak terang”
• Hal apa yang harus kita lakukan agar semua orang juga percaya kepada terang itu
6. BERDOA SYAFAAT
Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus
Domba Mengenal Suara Gembalanya
YOHANES 10:22-39.
TOPIK : Domba Mengenal, Mengikuti Gembala
TUJUAN : Taat Kepada Suara Tuhan (Gembala)
1. Doa Pembukaan
Bapa di Surga, kami bersyukur buat segala kebaikan Tuhan bagi kami dan juga kesempatan yang Engkau berikan pada kami. Dimana pada hari ini kami masih bisa berkumpul, bersekutu bahkan memuji memuliakan nama Tuhan. berkati setiap kami Tuhan sehingga ibadah kami pada hari ini boleh menyenangkan Engkau. Berkati ibadah kami pada hari ini dari awal sampai akhir biarlah boleh berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. terimah kasih Tuhan kami akan memulai ibadah kami di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa haleluya Amin.
2. Bermazmur
Tuhan Aku Rindu
(Cipt. Theny. L dan Rocky)
Tuhan Aku Rindu
Tuhan Aku Siap
Penuhi Aku Dengan Rohmu
Kurindu Lawatanmu
Kurindukan Kau Hadir
Di Sini
Saat Ini Yesus
KurindukanRohmu Mengurapi
Saat ini Tuhan
3. BACA FIRMAN
a. Teks Firman Tuhan : Yohanes 10:22-39
27.Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku
b. Penjelasan Firman Tuhan :
Penjelasan Teks (Latar belakang kitab, tujuan dan maksud mula-mula)
Yohanes adalah seorang guru dan penginjil ia merupakan keturunan suku lewi putra dari Elisabeth saudara sepupu Maria, ibu Yesus ayahnya Zakharia adalah seorang imam dari rombongan Abia yang bertugas di Bait Elohim. Injil Yohanes merupakan injil terakhir dari keempat injil dalam kitab Suci Perjanjian Baru. Injil Yohanes juga merupakan salah satu dari keempat Injil yang mewartakan Yesus Kristus sebagai Sang Juru Selamat. Bila kita membaca Injil Yohanes dan membandingkannya dengan ketiga Injil lain, maka akan ditemukan perbedaan yang seolah-olah bahwa Yesus yang “diriwayatkan” dalam Injil keempat ini berbeda dengan Yesus yang “diriwayatkan” Injil-injil sinoptik. Injil Yohanes menuliskan aspek-aspek yang bersifat rohani. Dalam Injil Yohanes, Yesus selalu berbicara tentang diri-Nya dan Bapa-Nya. Pengakuan Yesus tentang diri-Nya sebagai pintu, Gembala, Terang, Roti Hidup, Air Kehidupan dan sebagai Pokok Anggur yang benar hanya ditemukan dalam Injil Yohanes dan tidak terdapat dalam Injil Sinoptik.
Renungan:
Dalam teks ini berisi tentang percakapan Yesus dengan orang Yahudi dimana dikatakan orang Yahudi yang merasa bingung dan mempertanyakan kemesiasan Yesus (ayat 23). 10:25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku. Yesus sudah menunjukkan siapa diri-Nya melalui apa yang Dia kerjakan-Nya dan teladan hidup-Nya, yang tidak hanya suci murni, tetapi juga benar-benar menjadi berkat dan sejalan dengan ajaran-Nya, dan terutama mujizat-mujizat yang telah Ia kerjakan menegukan ajaran-Nya, dan itu tidak bisa dikerjakan oleh manusia kecuali dengan penyertaan Allah. Namun itu tidak membuat mereka mengenal Yesus sebagai mesias bahkan dalam firrmanNya jelas mengatakan Dia adalah anak Allah, anak Manusia dan bahwa Ia berwenang untuk melaksanakan penghakiman.
Bukankah itu berarti Dia adalah Kristus? lalu mengapa mereka tidak percaya? karena mereka tidak mengenal dengan baik siapa Yesus sang gembala itu. Karena mereka tidak mengenal dan tidak percaya Yesus sehingga mereka dikatakan bukan domba-domba , bukan milik Tuhan ayat 26 ketika mereka tidak patuh. Karena yang termasuk domba-domba Allah adalah mereka yang mendengar suara Tuhan, Tuhan mengenal mereka, dan mereka mengikut Tuhan ayat 27. Orang yang disebut domba-domba Allah adalah mereka yang senantiasa menaati suara-Nya mengikuti Dia mereka yang senantiasa bersekutu dengan gembala.
Untuk meyakinkan mereka bahwa mereka tidak termasuk dalam pengikut Tuhan. Dia memberitahukan kepada mereka sifat-sifat yang dimiliki domba-Nya yaitu:
1. Mengenal suara-Nya (ayat 4) mendengar suara-Nya (ayat 27) domba Allah bisa mendengar suara gembala-Nya karena mereka dan Ia membuat mereka mendengar suara-Nya (ayat 16). Mereka bergairah mendengar suara-Nya dan senang mendengarkan FirmanNya dan tidak hanya itu mereka juga menerapkannya dan menjadikan firman-Nya itu sebagai pedoman hidup mereka. Tuhan tidak akan memperhitungkan domba yang tidak mendengar panggilan-Nya dan tidak tertarik pada-Nya.
2. Mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh dan berserah pada bimbingan-Nya dengan menaati segala perinta-Nya serta mengikuti teladan-Nya dan bimbingan Roh-Nya dengan penuh sukacita. Dan setiap perinta-Nya selalu berbunyi ikutlah Aku. Kita harus mengikuti-Nya sebagai pimpinan dan komandan kita. Mengikuti arah firman-Nya.
Bapak ibu saudara yang terkasih, Yesus juga mengambarkan kebahagian yang akan dirasakan oleh setiap domba-Nya.
1. Menyediakan kebahagiaan bagi domba-Nya ayat 28. Aku memberi hidup yang kekal bagi mereka. Hal yang paling berharga yang akan Tuhan berikan kepada kita ketika kita menjadi domba-Nya adalah kehidupan kekal dan itu tidak bisa kita dapatkan apabila kita tidak menjadi domba-Nya ini adalah anugrah yang dibrikan oleh Allah kepada setiap domba-domba-Nya.
2. Ia menjamin keselamatannya ayat 28 . Mereka akan diselamatkan dari kebinasaan yang kekal, mereka tidak akan binasa untuk selama-lamannya. Kebinasaan kekal itu awalnya menjadi milik bagian manusia sebagai akibat dosa, namun Kristus telah menegaskan bahwa tidak satupun dari domba-domba-Nya yang akan binasa, tak seorang pun asalkan mau menjadi domba-Nya dan menjadikan Yesus sebagai gembalanya.
Waktu kita menjadikan Yesus sebagai gembala kita, maka kita menjadi milik kepunyaan-Nya ayat 28-29. Waktu kita sudah menjadi milik Tuhan maka seorang pun tidak dapat merebut kita dari Tuhan. iblis pun tidak bisa mengambilnya. Di sini Allah menunjukan bahwa Dia berkuasa membebaskan, menjaga dan melindungi domba-domba-Nya dari musuh yang mau mengambilnya dan akan menjamin domba-Nya sampai kekandangnya dengan selamat. Mari kita menjadi domba yang taat, dengar-dengaran akan suara Tuhan, menjadi domba yang haus akan persekutuan dengan sang gembala. Karena setiap orang yang menjadi miliki Tuhan, menjadi domba Allah akan menerima keselamatan dan kehidupan kekal.
Ilustrasi:
Ada seorang penyelidik yang ingin menyelidiki cara orang Israel menggembalakan dombanya. Dia adalah Judith Fain, dia lulusan dari universitas Durham dengan gelar Ph.D. Suatu hari Judith menjumpai tiga orang penggembala domba dengan kelompok domba-dombanya bertemu di sebuah jalan dekat kota Yerusalem. Tiga orang gembala itu berbincang sejenak, saat mereka berbincang, domba-domba mereka bercambur baur menjadi sebuah kelompok besar.
Judith begitu tertarik ingin tahu bagaimana tiga gembala itu memisakan domba milik mereka satu sma lain, jadi dia menunggu sampai tiga orang itu berpisah. Dia begitu tertegun saat melihat gembala itu memanggil domba-dombanya. Saat mendengarkan suara gembala-gembala itu dengan ajaibnya, para domba itu memisakan diri dari kelompok besar itu dan mengikuti gembalannya masing-masing.
Aplikasinya.
Waktu kita menjadi domba Allah maka secara otomatis kita mengenal gembala kita. Kita juga akan taat kemana dia arahkan karena Dia tahu mana yang terbaik bagi domba-Nya. Dia akan menjaga, memelihara hidup kita saat kita taat kepada gembala maka kita akan menerima hadiah dari gembala kita yaitu, kehidupan kekal, dan keselamatan dan tidak ada yang bisa mengambil itu dari kita karena kita adalah milikNya.
Kesimpulan
Jadi, kita sebagai domba-domba Allah yang telah mengenal Dia sebagai gembala yang baik dan dekat dengan kita, kita harus mendengarkannya yaitu melakukan apa yang di sampaikan melalui firman-Nya dan kita harus mengikuti dan melakukan kehendakNya. Sebab yang dikehendaki oleh Tuhan di dalam kehidupan setiap domba-dombaNya yang telah mengenal Dia harus melakukan apa yang jadi ketetapanNya. Untuk itu, ketika kita sudah menjadi domba Allah kita harus menyerahkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan. karena jika kita hidup atau berjalan tanpa penyertaan Tuhan kita tidak bisa melewatinya. Untuk itu mari kita terus menjadikan Tuhan sebagai gembala yang terus memimpin hidup kita.
4. BERTINDAK
Bapak/ibu telah membaca Firman dan merenungkan Firman Tuhan ini, lalu yang menjadi pertanyaannya, apakah bapak/ibu sudah menjadi domba yang mendengarkan suara Gembalanya.
Domba yang taat adalah domba yang mau mengikuti kemana arah sang gembala tunjukan karena dia yakin bahwa gembala tidak akan membiarkan dia dalam situasi bahaya.
5. BERDISKUSI
A. Pertanyaan
Apakah kita sudah menjadi domba Allah?
Apakah kita sudah menjadi domba yang taat?
Apa tindakan kita sebagai domba yang taat?
Apakah kita mengenal gembala kita?
6. BERDOA SYAFAAT
Pokok doa : Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus
Yesus Gembala Yang Baik
YOHANES 10:1-21
Topik : Gembala yang Baik
Tujuan : Mengajarkan Jemaat bahwa Yesus adalah Gembala yang baik, yang memberikan keselamatan kepada setiap orang percaya secara cuma-cuma dengan mengorbankan diri-Nya di kayu salib. Sebagai gembala yang baik Yesus juga memelihara dan tidak pernah meninggalkan setiap orang yang percaya. sehingga, sebagai orang Kristen tidak perlu khawatir pada kondisi apapun.
1. Doa Pembukaan
Tuhan Yesus yang Baik terimakasih buat berkatMu dan buat penyertaan Mu hingga saat ini kami masih merasakan kebaikan Mu yang luar biasa bagi kami. Tak ada lagi kata yang bisa kami ucap selain mengucap syukur kepada Mu Tuhan buat kesehatan dan kekuatan yang engkau berikan bagi kami. Bapa yang baik pada saat ini kami akan memulai ibadah Komsel kami, biar lah Engkau yang hadir di tengah tengah ibadah kami dan Engkau yang memimpin mulai dari awal hingga akhirnya. Kami percaya Bapa bahwa dua atau tiga orang yang berkumpul engkau hadir di tengah tengah kami. Di dalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur Haleluya, Amin.
2. Bermazmur
• Pujian 1
Aku Jalan Kebenaran (Ronny Tomasoa)
Aku jalan kebenaran dan jalan kehidupan
Itu yang Yesus katakan dan ku percaya, Amin
Di dalam namaNya ada keselamatan kekal
Reff :
Glory haleluyah, Glory haleluyah
Glory haleluyah, Glory haleyuyah
Di dalam namaNya ada keselamatan kekal
3. Baca Firman Tuhan : Yohanes 10:1-21
Penjelasan Firman Tuhan :
Kitab Yohanes merupakan kitab yang ditulis oleh Rasul Yohanes. Kitab ini dikatakan berbeda dari kitab injil lainnya seperti, Matius, Markus dan Lukas, karena Kitab hanya berfokus dalam mencatat pelayanan Yesus di Yudea dan Yerusalem dan juga menyatakan kepribadian Yesus dengan sempurna. Adapun tujuan Yohanes menuliskan kitab ini yaitu, untuk meyakinkan orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus agar menerima keselamatan daripada Yesus Kristus. Dan tujuan yang paling utama dalam penulisan kitab ini adalah untuk menguatkan iman orang percaya agar tidak goyah dalam iman mereka, walaupun pada saat itu terdapat pengajaran-pengajaran palsu. Dalam kitab ini juga Yohanes menuliskan bagaimana Yesus mengajar orang-orang pada saat itu menggunakan perumpanaan-perumpamaan yang ada. salah satu contohnya adalah dalam pembacaan teks pada hari ini yaitu, Yohanes 10:1-21. Pada teks ini menuliskan sebuah perumpamaan yang menceritakan sikap para pemimpin agama Yahudi. Hal ini dapat dilihat pada pasal sebelumnya bagaimana pemimpin Yahudi mencoba untuk menangkap Yesus melalui pertanyaan-pertanyaan yang menjebak, walaupun pasal 9 dan 10 tidak memiliki kata penghubung, namun kedua pasal ini mengandung perumpamaan yang sama yaitu berbicara mengenai sikap daripada pemimpin Yahudi.
Perumpamaan yang digunakan oleh Yesus adalah perumpamaan mengenai seorang gembala yang memelihara domba-dombanya. Ayat 1-5 merupakan perumpamaan yang melukiskan bagaimana kondisi dalam pemeliharaan domba. Yesus mengambil perumpamaan ini berdasarkan cara orang Yahudi melakukan peternakan domba. Dimana pada zaman itu domba-domba dari gembala yang berbeda akan dikumpulkan dalam satu kandang. Kandang domba pada saat itu merupakan sebuah kandang yang sangat besar, memiliki tembok yang tinggi, dan hanya memiliki satu pintu yang dijaga oleh seorang penjaga pada malam hari(ay 3).
Si penjaga hanya mengijinkan gembala untuk melewati pintu ketika mereka tiba di pagi hari, dan dikatakan hanya pencuri yang memanjat tembok (ay 1). Kemudian, pada teks ini dituliskan sebuah kebiasaan bagi para gembala untuk memanggil domba-dombanya pada pagi hari yang bertujuan untuk memisahkan domba-dombanya dengan domba-domba yang lain. tidak heran jika domba-domba sudah mengenali suara daripada gembalanya. Kemudian Yesus menjelaskan kembali arti daripada perumpamaan yang Ia ambil adalah menyatakan bahwa dirinya adalah gembala yang menuntun setiap domba keluar dari pintu. Hal ini berarti bahwa Yesus adalah jalan untuk menuju keselamatan (ay 9), sama seperti pintu yang ada di kandang yang merupakan satu-satunya jalan bagi domba-domba untuk menuju gembalanya.
Renungan
Bapa/ibu saudara apa yang dapat kita pelajari daripada pembacaan teks pada hari ini? Hal yang pertama yang dapat dipelajari yaitu, Yesus adalah juruselamat yang benar. Pada Ayat 9 menjelaskan bahwa Yesus adalah pintu menuju keselamatan yang kekal. Keselamatan yang Yesus berikan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya adalah sebuah anugerah yang diterima secara cuma-cuma. Dimana Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus setiap dosa manusia. Dalam teks ini juga menyatakan bahwa Yesus adalah gembala yang baik karena dia mengenal setiap domba-domba-Nya. Yesus mengenal setiap kita yang percaya kepada-Nya.
Sehingga, tertulis dengan jelas bagaimana Yesus memberikan sebuah perumpamaan dimana seorang yang bukan gembala akan meninggalkan domba-dombanya karena ia tidak mengenal domba-dombanya (ay 12). Namun, pada ayat selanjutnya menyatakan sebuah kebenaran bahwa Yesus adaalah gembala yang mengenal domba-domba-Nya dan tidak pernah meninggalkan domba-dombanya. Yang berarti Yesus tidak pernah meninggalkan kita sebagai orang percaya dalam keadaan apapun. Hal ini tertulis juga dengan jelas dalam mazmur 23, dimana walaupun kita di dalam lembah kekelaman sekalipun Ia adalah Allah yang tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. tidak heran jika pada teks ini Yesus menyatakan bahwa diri-Nya adalah gembala yang baik (ay 11-17). Adanya pemeliharaan yang diberikan Yesus sebagai gembala yang baik bagi setiap orang yang percaya kepadanya, hal ini terlihat jelas pada ayat 9 merupakan sebuah perumpamaan yang menyatakan adanya keamanan dan pemeliharaan.
Yesus adalah juruselamat yang benar, yang membebaskan setiap manusia dalam jerat maut. Yesus juga adalah seorang gembala yang baik, dalam keadaan apapun kita selalu berada di dalam pemeliharaanNya. Ia tidak pernah meninggalkan orang yang percaya kepada-Nya, karena Yesus mengenal setiap anak-anak-Nya dan Ia juga mengasihi kita seperti Bapa mengasihi kita sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal. Pertanyaannya sekarang apakah kita masih ragu dengan penyertaan Tuhan sebagai juruselamat dan gembala yang baik dalam hidup kita?
Ilustrasi
Di sebuah gereja terdapat seorang Hamba Tuhan yang memimpin jemaatnya. Hamba Tuhan tersebut memiliki hati yang setia akan pelayanannya. Ia memimpin Jemaatnya dengan baik dan dengan sangat luar biasa, sehingga gereja yang dipimpin tersebut menjadi gereja yang bertumbuh dan berkembang. Pada awalnya pelayanannya berjalan dengan lancar, ia selalu mendukung dan membantu jemaat yang membutuhkannya, misalnya bantu dalam doa dan bantu dalam dana, semua yang ia lakukan merupakan kemurahan hatinya untuk Tuhan, pelayanan yang telah ia lakukan tujuannya hanya untuk menyenangkan hati Tuhan dan membawa jiwa baru pada Tuhan.
Pada suatu hari sebuah masalah menimpa Hamba Tuhan ini, masalah membuat jemaatnya. berkurang dan banyak yang mencaci maki dia, namun masalah tersebut bukanlah alasan untuk ia mundur dari pelayananNya. Ia tetap setia melayani Tuhan dan terus bergumul atas masalah yang ia hadapi. Karena kesungguhan hati dan doa yang sungguh- sungguh, sehingga Tuhan menjawab doa doa nya. Gereja nya kembali berkembang dan lebih banyak lagi jiwa baru yang ia dapatkan. Dari ilustrasi tersebut dapat disimpulkan bahwa Tuhanlah yang menjadi Gembala kita, yang menuntun kita ke jalan yang benar. Meskipun banyak sekali tantangan dan rintangan yang dihadapi, kita harus tetap percaya kepada Tuhan, tetap menjadikan Tuhan sebagai pemimpin kita. Tetaplah bertahan walaupun banyak cobaan dan terus andalkan Tuhan dalam segala hal karena Tuhanlah sang Juruselamat yang dapat menolong dan memelihara hidup orang yang percaya.
4. Bertindak
Sebagai orang percaya marilah kita sama-sama melakukan kebenaran Firman Tuhan yang sudah kita renungkan pada hari ini. mengajarkan kita untuk tetap perrcaya kepada Yesus ssebagai juruselamat kita, dan Dia adalah gembala kita yang baik. sehingga, tidak ada alasan bagi kita lagi untuk meragukan penyertaan Tuhan dalam setiap kehidupan kita. tidak ada alasan lagi bagi kita untuk khawatir akan apapun yang terjadi dalam hidup kita.
5. Berdiskusi
• Apakah bapa/ibu, saudara pernah mengalami suatu permasalahan dalam hidup dan merasakan sendiri bagaimana Yesus turut campur tangan dalam permasalahan bapa/ibu?
6. Berdoa syafaat
Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.
*Sumber : Milne, Bruce. Injil Yohanes. Jakarta: Yayasan Komunitas Bina Kasih, 2010.
Aku Percaya Tuhan
YOHANES 9:1-41
Topik: Aku percaya Tuhan
Tujuan: Supaya tetap percaya kepada Tuhan dalam kondisi apapun
1. Berdoa (3-5 menit)
Tuhan Yesus terimakasih buat hari ini kami dapat berkumpul untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Saatnya kami akan memulai ibadah kami, kiranya Engkau Allah yang ada ditengah-tengah kami dan persekutuan kami ini mempermuliakan nama-Mu, bertahtahlah Tuhan diatas pujian dan penyembahan kami, didalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur haleluya, amin.
2. Bermazmur
Saat Ku Tak Melihat Jalan-Mu
Saat Ku Tak Mengerti Rencana –Mu
Namun Tetap Ku Pegang Janji-Mu
Pengharapan Ku Hanya Pada-Mu
Reff:
Hati Ku Percaya 3X
S’lalu Ku Percaya
3. Baca Firman (10-15 menit)
A. Teks Firman Tuhan YOHANES 9:1-41
Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 9:1-41
B. Penjelasan Firman Tuhan:
Dalam teks ini mengisahkan tentang seorang yang buta dari lahir dan dikucilkan oleh orang –orang disekitarnya. Ketika Yesus sedang berjalan melewati dan melihat orang buta tersebut, Ia meludah ke tanah dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tersebut dan berkata kepadanya untuk pergi membasuh dirinya dalam kolam Siloam (Siloam artinya Yang diutus), dan setelah orang buta itu membasuh dirinya maka sembuhlah orang buta tersebut dan ia dapat melihat kembali. Namun dalam pekerjaan Allah yang dinyatakan ini, orang-orang Farisi mempertanyakan siapakah yang melakukan mukjizat yang dahsyat itu. Sehingga karena ketidak percayaan orang-orang yang melihat mukjizat itu, mereka memanggil orang tua pengemis buta itu untuk memastikan apakah orang itu benar-benar buta sejak lahir, dan benar pengemis itu sudah buta sejak lahir. Tetapi orang banyak itu kembali menanyakan kepada pengemis itu “bagaimana Ia (Yesus) memelekkan matamu?” Orang-orang yang tidak percaya itu berunglang kali menanyakan hal yang sama. Sehingga pengemis itu menjelaskan kepada mereka tetapi dengan menggunakan kalimat yang seperti mengejek orang-orang itu, dan hal itu membuat masyarakat dan orang-orang Farisi yang tidak percaya itu marah karena pengemis itu seolah-olah seperti mengajarkan mereka. Akhirnya pengemis itu diusir oleh orang-orang Farisi dan orang banyak itu.
Konsep orang-orang pada masa itu adalah orang yang mengalami penderitaan/penyakit itu disebabkan oleh dosa yang mereka perbuat. Terlihat jelas ketika salah satu murid-Nya menanyakan kebutaan pengemis itu apakah diakibatkan karena dosanya sendiri atau dosa orang tuanya. Dalam hal ini Yesus meluruskan pemahaman mereka bahwa tidak selalu orang yang mengalami penderitaan itu adalah karena dosa orang tua atau dosa mereka sendiri, tetapi terkadang Tuhan mengijinkan seseorang mengalami penderitaan supaya pekerjaan-pekerjaan-Nya dinyatakan di dalam dia.
Ketika orang-orang Yahudi yang melihat mukjizat itu, maka mereka mempertanyakan kesembuhan seorang yang buta dari lahir, karena ini adalah sesuatu hal yang tidak pernah terjadi. Begitu banyak pertanyaan yang mereka utarakan yang intinya adalah ketikapercayaan.
Renungan: Dalam Yohanes pasal 9 ini tidak menyebutkan nama pengemis yang buta itu, namun itu bukanlah menjadi bahan utama dalam renungan kita hari ini, yang perlu kita soroti dan ketahui adalah iman percaya seorang pengemis yang buta. Mari kita sama-sama belajar dalam dua bagian bagian kisah ini.
1. Iman seorang pengemis. Dalam ayat7 menjelaskan ketika Yesus menyuruh pengemis tersebut untuk ke kolam Silom, ia langsung pergi. Pengemis itu pergi tanpa keraguan, ia pergi dengan penuh iman kepercayaan bahwa ketika ia membasuh dirinya ke dalam kolam Silom, ia akan sembuh. Dan kita tahu dari kisahnya bahwa ia sembuh. Dari hal ini kita bisa melihat iman seorang pengemis yang percaya akan perkataan Yesus, sehingga ia memperoleh kesembuhan. Bisa saja pengemis tersebut tidak pergi ke ke tempat yang dikatakan Yesus, namun kita dapat melihat bagaimana respon yang diberikan oleh pengemis tersebut.
2. Pada masa itu, orang-orang Yahudi telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. Namun sepertinya, Pengemis yang telah Yesus sembuhkan itu tidak menunjukkan ketakutan pada ancaman lingkungannya, ia tetap memberi kesaksian kesembuhannya dan bahkan mengajarkan kebenaran kepada orang-orang yang tidak percaya itu. Ia tentu mengetahui konsekuensinya yaitu dikucilkan, namun pengemis ini memilih untuk tetap percaya kepada Yesus. Terlihat jelas dalam ayat 38, ia menyatakan dengan jelas iman kepercayaannya, “katanya, aku percaya Tuhan! Lalu ia sujud menyembah-Nya”. Tindakan yang dilakukan oleh seorang pengemis itu bukanlah suatu hal mudah pada saat itu, karena ketika dia mengakui Yesus sebagai Mesias maka ia akan dikucilkan dan diusir dari tempatnya.
Menjadi pertanyaan bagi kita, ketika kita dalam keadaan terpuruk, masalah datang bertubi-tubi, keuangan keluarga yang semakin menipis, masih mampukah kita tetap mempercayai pekerjaan-pekerjaan Allah dalam kehidupan kita dan tetap menjadi terang di lingkungan dimana kita berada.
Seorang pengemis yang buta dari lahir dan entah berapa lama ia menanti dan mengharapkan kesembuhannya, ia tentu banyak melewati berbagai cemooh, diremehkan oleh lingkungannya tetapi ketika dia tahu bahwa telah datang pengharapan besar maka ia percaya dan tetap mempercayai bahkan ketika ia telah diusir.
Jadi, marilah kita memiliki iman kepercayaan penuh kepada Tuhan. Apapun yang diperhadapkan dalam kehidupan kita, hal yang kita sukai maupun yang tidak, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Kita tidak dapat mengendalikan masalah supaya tidak menghampiri hidup kita, tetapi kita akan dimampukan oleh Tuhan ketika kita percaya penuh pada-Nya. Kiranya dalam masalah yang kita hadapi dalam hidup ini menjadi alat untuk menguji iman kita untuk terus berharap dan percaya kepada Tuhan. Ingatlah bahwa teman ataupun keluarga dapat meninggalkan kita, tetapi Tuhan kita tidakakan meninggalkan. Seorang pengemis yang diusir karena imannya, tidak Yesus tinggalkan (ayat 35). Seorang pengemis tidak Yesus tinggalkan, begitu juga dengan kita. Tidak ada alasan bagi kita sebagai orang-orang percaya untuk meragukan-Nya. Untuk itu mari kita terus percaya dan tetap mempercayai-Nya dalam semua aspek kehidupan kita.
Ilustrasi:
Sebuah ilustrasi yang mungkin bisa membuat kita lebih memahami dan mengerti firman Tuhan pada renungan ini. Sebuah keluarga kecil yang sederhana memiliki anak tunggal berumur 15 tahun, dimana menduduki bangku kelas 3 SMP. Ayah dan ibunya selalu memberikan yang terbaik yang bisa mereka lakukan untuk anaknya. Tidak berkelimpahan harta adalah bukanlah suatu hambatan bagi keluarganya untuk menciptakan keluarga yang bahagia dan harmonis. Namun pada suatu waktu, ketika seminggu sebelum ujian kelulusan bagi mereka siswa-siswa kelas akhir pun datang, jadi segala sesuatu yang bersangkutan di sekolah harus segera dilunasi. Hal ini menjudi pergumulan besarnya, karena ia tahu bahwa keuangan keluargannya saat ini sedang kritis.
Ketika pulang ia mengumpulkan keberanian untuk mengatakan kepada orang tuanya dengan harapan bahwa orang tuanya memiliki dana untuk melunasi biayanya disekolah. Namun harapannya bertolak belakang pada apa yang ada, orang tuanya benar-benar tidak memilikinya. Sedih dan khawatir sudah tentu itu yang dirasakan anak ini, namun apa yang dapat ia perbuat, tidak mungkin juga ia memaksakan keadaan keluarga mereka.
Hingga tiba pada hari terakhir untuk batas pembayaran biaya sekolahnya, dan para mahasiswa pun sudah mendapatkan kartu ujian untuk besok terkecuali dengan anak ini. Ketika besok tiba harinya, anak ini sebenarnya tidak diperbolehkan ikut ujian, tetapi ia tetap datang berharap bahwa pihak sekolah akan mengasihaninya, namun tentu itu adalah kemustahilan. Tibalah ia disekolah dan ingin masuk dalam ruang ujian, dan sudah tentu ia tidak diijinkan. Banyak hal yan anak ini lakukan mulai dari membujuk pengawas ujian tersebut, menjanjikan bahwa ia pasti akan bayar tapi ia harus ikut ujian yang terakhir ini, dan masih banyak usahnya yang lain namun hasilnya tetap gagal. Ketika ada seorang guru yang melihat anak tersebut, ia menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi. Anak itupun menjelaskannya, dan siapa sangka tergeraklah hati gurunya itu untuk menanggung biayanya. Bahagia, senang dan terharulah yang dirasakan anak itu, hanya mengatakan ucapan terimasih dan rasa syukur yang mampu ia lakukan. Sebelum ia masuk dalam ruang ujian, gurunya itu berpesan, lakukanlah bagianmu sebagai siswa, ikuti ujian dengan sungguh-sungguh dan jujur, yang lainnya tidak usah kamu khawatirkan. Akhirnya anak itu memiliki solusi pada permasalahan yang dialaminya, dengan kepercayaannya akan bisa ikut ujian adalah suatu iman yang luar biasa yang dimiliki oleh seorang anak remaja.
Jika kita d posis anak itu tentu kita pasti tahu bagaimana perasaannya, bayang-bayang masa depan yang mulai tidak jelas pasti terlintas dalam pikirannya, tetapi hal yang tidak terpikirkan menjadi solusi dari pergumulannya. Begitu juga dalam kehidupan kita, ketika ada begitu banyak persoalan menghampiri hidup kita, tidak tahu harus bagaimana lagi dan bayang-bayang kehidupan yang kelam mungkin sudah mulai meracuni pikiran kita, dan lupa bahwa ada tangan Tuhan yang lebih hebat dibandingkan dengan masalah kita. Bapak ibu saudara-saudari ilustrasi yang sederhana ini mengingatakan kita kembali untuk tetap percaya Tuhan dalam hal-hal apapun yang diijinkan untuk kita alami. Mari kita lakukan bagian kita sebagai umat-Nya dan Tuhan juga akan melakukan bagian-Nya sebagai Tuhan kita. Mempercayai-Nya dan tetap berharap pada-Nya adalah pegangan bagi kita untuk mampu berjalan menelusuri kehidupan kita.
4. BERTINDAK: Cerita hidup kita mungkin tidak persisi sama dengan pengemis yang buta itu ataupun cerita dalam ilustrasi di atas, namun, hal ini menjadi acuan bagi kita untuk tetap memilih percaya kepada Tuhan dalam berbagai kondisi apapun. Ketika Allah mengijinkan penderitaan dalam hidup kita kiranya kita sebagai orang-orang percaya memberikan respon yang benar. Dengan demikian dalam kehidupan kita pekerjaan Allah dinyatakan dan tentunya menjadi terang disekeliling kita. Tidak ada alasan untuk kita berhenti atau ragu percaya kepada Tuhan. Kita adalah orang-orang yang perlu berpegang teguh pada-Nya, kita tidak akan mampu bila mengandalkan diri sendiri, kita perlu Dia. Ia adalah Sang Mesias sumber pengharapan kita. Sebagai orang-orang percaya perlu kita ingat bahwa Ia memang mengijinkan berbagai perkara/ penderitaan dalam hidup kita namun ia tidak meninggalkan kita, ia akan bersama-sama dan menuntun hidup kita. Mari berusaha terus melakukan yang terbaik semasa hidup ini, bersungguh-sungguhlah dan tetap mempercayai-Nya. Kiranya firman Tuhan dalam bahan ini, menjadi perenungan bagi kita untuk tetap percaya pada Allah kita.
5. BERDISKUSI
a. Percayakah anda bahwa akan kuasa Yesus yang sanggup menyembuhkan?
6. BERDOA SYAFAAT
Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus