Friday, 2 April 2021

Yesus Bangkit

 YOHANES 20:1-29

Tema : Dia Bangkit (Yohanes 20:1-29)

Tujuan :

1. BERDOA (3-5 MENIT)

Mari kita berdoa.

Bapa kami yang ada dalam Kerajaan sorga. Kami mengucap syukur buat anugerah-Mu yang begitu besar bagi kami. Terima kasih hari ini masih memberikan kesempatan bagi kami untuk beribadah,memuji, memuliakan nama-Mu serta mendengar firmanMu. Kiranya Engkau Allah hadir ditengah-tengah ibadah kami pada saat ini. Kami menyerahkan ibadah ini kedalam tangan kasih-Mu dan biarlah Engkau Allah bertahkta di atas puji-pujian kami. Dalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur, haleluya, amin.

2. BERMAZMUR (10-15 MENIT)

Kerahkanlah kekuatanMu ya Allah

Tunjukkanlah kuasaMu ya Tuhan

Serakkan musuhMu s'lamatkanlah umatMu

Allah dahsyat di tempat kudusNya

(Reef) Allah bangkit bersoraklah

       Allah bangkit bernyanyilah

             Musuh dikalahkan umatNya dibebaskan

              Allah dahsyat di tempat kudusNya

Kerahkanlah kekuatanMu ya Allah

Tunjukkanlah kuasaMu ya Tuhan

Serakkan musuhMu s'lamatkanlah umatMu

Allah dahsyat di tempat kudusNya

(Back to reef)

Pencipta lagu : Ir. Lucas H & Theresia Age

3. BACA FIRMAN (10-15 MENIT)

A. Teks Firman Tuhan (Yoh.20: 1-29)

Bacalah Firman Tuhan dari Yoh. 20: 1-29

B. Penjelasan Firman Tuhan:

Pada bagian firman Tuhan dalam pasal ini merupakan kelanjutan dari pasal 19. Bagian pasal 20 menceritakan tentang kebangkitan Yesus dan beberapa kali Ia menampakkan dirinya kepada murid-muridnya. Pada pasal 20:1-10 menjelaskan tentang kebangkitan Yesus yakni ketika masih pagi-pagi sekali Maria Magdalena pergi kubur Yesus untuk melihatnya. Namun, ketika ia sampai disana ternyata kuburnya sudah terbuka dan mayat Yesus sudah tidak ada. Akhirnya Maria yang dalam keadaan panik segera berlari untuk memberitahukan murid-murid Yesus yang lainnya tentang hal ini. Kemudian datanglah murid-murid yang lain ke kubur Yesus untuk memastikan kejadian tersebut benar adanya.

Yesus menampakan diri kepada Maria Magdalena

Akan tetapi, maria berdiri dekat kubur itu dan menangis dan sambil menangis ia menjenguk ke kubur itu. Tiba-tiba tampaklah baginya dua orang malaikat berpakaian putih yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus berbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: Ibu, mengapa engkau menangis? Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu dimana ia diletakkan.” Setelah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya:” ibu mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari? Maria mengira bahwa orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya:”Tuan, jikalau tuan yang mengambil-Nya, katakanlah kepadaku, dimana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambul-Nya.” kemudian kata Yesus kepadanya:”Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani”Rabuni!”, artinya Guru. Akan tetapi Yesus berkata kepadanya:”Janganlah engkau menyentuh Aku, sebab belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-ku, kepada Allah-Ku dan Allahmu.

Kemudian Yesus juga menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya ketika mereka sedang berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba berdirilah Yesus ditengah-tengah mereka serta berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” sesudah berkata demikian Ia menunjukan tangan-Nya dan lambung-Nya kepda mereka dan mereka bersukacita melihat Tuhan. Maka Yesus berkata sekali lagi kepada mereka:”Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kamu.” Setelah itu Yesus juga menampakkan diri kepada Thomas yang disebut Didimus. ia tidak bersama-sama dengan murid-murid yang lainnya ketika Yesus menampakkan diri, sehingga ketika murid-murid itu memberitahukan bahwa mereka melihat Tuhan, ia tidak percaya. Oleh karena itu, ia berkata bahwa: sebelum aku melihat beka paku pada tangan-Nya dan mencucukkan tanganku ke lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu bersama dengan Thomas dan pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “ Damai sejahtera bagi kamu!” kemudian Ia berkata kepada Thomas:” Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tangamu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan janganlah engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah. Thomas menjawab Dia:”Ya Tuhanku dan Allahku!” kata Yesus kepadanya:” Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

 Renungan : Percayalah

Firman Tuhan yang baca diatas, kita diajarkan utuk selalu dan senantiasa percaya dengan segenap hati. Hal inilah yang sebenarnya terjadi pada teks Alkitab di atas yakni Murid-murid Yesus yang awalnya tidak percaya akan kebangkitan Yesus. Dalam kisah Maria Magdalena, Simon Petrus serta beberapa murid, mereka awalnya tidak percaya ketika melihat kubur Yesus yang telah kosong. Mereka bahkan berpikir bahwa “jangan-jangan mayat Yesus di ambil orang.”

Namun, semuanya berubah ketika Yesus memanggil Maria dan kemudian Maria berkata dalam bahasa Ibarani “Rabuni yang artinya Guru.” (ayat 20:16).

Bapak/ibu yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, dalam kisah ini kita melihat dengan bagaimana respon Maria dan beberapa murid krtika melihat bahwa Yesus telah bangkit dari kematian. Mereka yang awalnya tidak percaya, menjadi percaya. Selain itu bapak/ibu kita juga melihat hal yang sama terjadi pada Thomas. Ia adalah salah satu dari murid Yesus yang tidak percaya, ketika para murid memberitahukan tentang kebangkitan-Nya. ia bahkan menuntut bukti yakni ia tidak akan percaya sebelum ia melihat bekas paku dan juga memasukan jarinya kedalam lambung-Nya. Hingga tibalah di waktu yang tepat ketika mereka sedang berkumpul disuatu rumah, datanglag Yesus. Distulah Ia, menunjukkan bekas paku di tangan-Nya dan di lambung-Nya barulah ia mau percaya.

Pertemuan Yesus dengan Thomas menjadikan memiliki iman yang sungguh-sungguh sekaligus melenyapkan keragu-raguan dalam dirinya, membangkitkan semangat hidupnya serta tekad kuat untuk berkarya bagi kemuliaan dan Kerajaan Allah. Dengan demikian, maukah kita membuka hati pada kebenaran firman Tuhan ini dan menjadi percaya sekali pun kita tidak melihatNya? Adalah lebih baik kita percaya pada janji Tuhan Yesus sekalipun kita tidak melihatNya lagi, karena Allah akan membukakan bagi kita mata batin untuk melihat perbuatan Tuhan yang besar. Kiranya Firman Tuhan ini menjadi berkat bagi kita sekalian. Amin.

 Ilustrasi

Ada seseorang wanita yang akan pergi berlibur ke luar pulau dan ia memilih menggunakkan pesawat. Wanita tersebut adalah pribadi yang sangat takut jika naik pesawat namun, ia memberanikan diri untuk naik pesawat tersebut dengan keyakinan bahwa sang pilot/pengemudi pesawat dapat membawanya hingga tempat tujuan dengan selamat. Walaupun dalam dirinya penuh dengan ketakutan dan juga ia tidak tahu, apakah pilot yang mengemudi pesawat tersebut adalah pilot yang sudah handal. Namun, ia tetap percaya pada pilot tersebut. Dari kisah ini, kita belajar bahwa wanita tersebut percaya walaupun ia tidak tahu bagaiman kondisi dari pilot tersebut. Ia yakin bahwa ia akan aman dan selamat sampai tujuan.

4. BERTINDAK

Bapak/ibu saudara yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, sama seperti yang sering terjadi dalam kehidupan kita, lebih sering kita tidak percaya. Yang sering kita lakukan adalah kita butuh bukti nyata, agar bisa menjadi percaya. Namun sebuah pelajaran penting yang kita pelajari dari kebenaran firman Tuhan pada hari ini, ialah percaya walau belum melihat dan hal inilah yang Yesus inginkan. Kita harus percaya dengan iman kita walaupun kita belum melihat dengan kasat mata. Bapak/ibu yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, jangankah kita menjadi seperti Thomas, yang harus melihat dengan mata secara langsung baru percaya. Jangan kita menjadi Thomas –Thomas masa kini, yang tapi biarlah kita mau percaya dengan segenap hati kita sekalipun belum melihat. Kiranya kebenaran Firman Tuhan pada hari ini bisa menjadi berkat bagi kita semua, Amin.

 Kesaksian:

Saya adalah seorang mahasiswa yang kuliah di STT IBC. Saya bersyukur dan bangga kepada Tuhan yang begitu mengasihi saya. Berbicara mengenai percaya, adalah kata yang sudah tidak asing lagi. Saya ingin membagikan kesaksian mengenai kata “percaya”. Ketika tamat SMA saya memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan dan singkat cerita saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk berangkat ke Batam. Menjadi suatu hal yang baru bagi saya adalah, merantau ke tanah orang sendirian. Rasa takut itu ada karena merasa sendiri. Namun, disaat seperti itu Tuhan mengirimkan teman. Ada suatu peristiswa yang masih tersimpan di benak saya mengenai kebaikan Tuhan adalah Dia adalah Allah yang mencukupkan segala kebutuhanku. Akhirnya berangkat ke batam dengan rute perjalanan dari Surabaya-Kalimantan-Batam. Waktu itu masih pertama kalinya keluar dari kampung dan percaya bahwa Tuhan akan menolong. Hal itu benar-benar terbukti pertolongan Tuhan, saya sudah berada di Batam. Saat ini sudah tingkat akhir dalam menempuh perkuliahan di STT IBC. Semuanya bisa lalui karena Percaya Kepada Tuhan dan semua Tuhan cukupkan apa yang kuperlukan. Kiranya melalui kesaksian ini membuat kita semakin lebih percaya kepada Tuhan dimana Tuhan akan selalu mencukupkan apa yang kita perlukan.

5. BERDISKUSI

B. Pertanyaan

a. Sudah kamu percaya walau belum melihat?

b. Mengapa kita harus percaya?

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok doa:

a. Gembala dan Staff Gereja

b. Sidang Jemaat Allah

c. Bangsa Indonesia dan Kota Batam

d. Situasi Pandemi Covid-19


No comments:

Post a Comment