Friday, 2 April 2021

Domba Mengenal Suara Gembalanya

YOHANES 10:22-39.

TOPIK : Domba Mengenal, Mengikuti Gembala

TUJUAN : Taat Kepada Suara Tuhan (Gembala)

1. Doa Pembukaan

Bapa di Surga, kami bersyukur buat segala kebaikan Tuhan bagi kami dan juga kesempatan yang Engkau berikan pada kami. Dimana pada hari ini kami masih bisa berkumpul, bersekutu bahkan memuji memuliakan nama Tuhan. berkati setiap kami Tuhan sehingga ibadah kami pada hari ini boleh menyenangkan Engkau. Berkati ibadah kami pada hari ini dari awal sampai akhir biarlah boleh berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. terimah kasih Tuhan kami akan memulai ibadah kami di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa haleluya Amin.

2. Bermazmur

Tuhan Aku Rindu

(Cipt. Theny. L dan Rocky)

Tuhan Aku Rindu

Tuhan Aku Siap

Penuhi Aku Dengan Rohmu

Kurindu Lawatanmu

Kurindukan Kau Hadir

Di Sini

Saat Ini Yesus

KurindukanRohmu Mengurapi

Saat ini Tuhan

3. BACA FIRMAN

a. Teks Firman Tuhan : Yohanes 10:22-39

27.Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku

b. Penjelasan Firman Tuhan :

Penjelasan Teks (Latar belakang kitab, tujuan dan maksud mula-mula)

Yohanes adalah seorang guru dan penginjil ia merupakan keturunan suku lewi putra dari Elisabeth saudara sepupu Maria, ibu Yesus ayahnya Zakharia adalah seorang imam dari rombongan Abia yang bertugas di Bait Elohim. Injil Yohanes merupakan injil terakhir dari keempat injil dalam kitab Suci Perjanjian Baru. Injil Yohanes juga merupakan salah satu dari keempat Injil yang mewartakan Yesus Kristus sebagai Sang Juru Selamat. Bila kita membaca Injil Yohanes dan membandingkannya dengan ketiga Injil lain, maka akan ditemukan perbedaan yang seolah-olah bahwa Yesus yang “diriwayatkan” dalam Injil keempat ini berbeda dengan Yesus yang “diriwayatkan” Injil-injil sinoptik. Injil Yohanes menuliskan aspek-aspek yang bersifat rohani. Dalam Injil Yohanes, Yesus selalu berbicara tentang diri-Nya dan Bapa-Nya. Pengakuan Yesus tentang diri-Nya sebagai pintu, Gembala, Terang, Roti Hidup, Air Kehidupan dan sebagai Pokok Anggur yang benar hanya ditemukan dalam Injil Yohanes dan tidak terdapat dalam Injil Sinoptik.

 Renungan:

Dalam teks ini berisi tentang percakapan Yesus dengan orang Yahudi dimana dikatakan orang Yahudi yang merasa bingung dan mempertanyakan kemesiasan Yesus (ayat 23). 10:25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku. Yesus sudah menunjukkan siapa diri-Nya melalui apa yang Dia kerjakan-Nya dan teladan hidup-Nya, yang tidak hanya suci murni, tetapi juga benar-benar menjadi berkat dan sejalan dengan ajaran-Nya, dan terutama mujizat-mujizat yang telah Ia kerjakan menegukan ajaran-Nya, dan itu tidak bisa dikerjakan oleh manusia kecuali dengan penyertaan Allah. Namun itu tidak membuat mereka mengenal Yesus sebagai mesias bahkan dalam firrmanNya jelas mengatakan Dia adalah anak Allah, anak Manusia dan bahwa Ia berwenang untuk melaksanakan penghakiman.

Bukankah itu berarti Dia adalah Kristus? lalu mengapa mereka tidak percaya? karena mereka tidak mengenal dengan baik siapa Yesus sang gembala itu. Karena mereka tidak mengenal dan tidak percaya Yesus sehingga mereka dikatakan bukan domba-domba , bukan milik Tuhan ayat 26 ketika mereka tidak patuh. Karena yang termasuk domba-domba Allah adalah mereka yang mendengar suara Tuhan, Tuhan mengenal mereka, dan mereka mengikut Tuhan ayat 27. Orang yang disebut domba-domba Allah adalah mereka yang senantiasa menaati suara-Nya mengikuti Dia mereka yang senantiasa bersekutu dengan gembala.

Untuk meyakinkan mereka bahwa mereka tidak termasuk dalam pengikut Tuhan. Dia memberitahukan kepada mereka sifat-sifat yang dimiliki domba-Nya yaitu:

1. Mengenal suara-Nya (ayat 4) mendengar suara-Nya (ayat 27) domba Allah bisa mendengar suara gembala-Nya karena mereka dan Ia membuat mereka mendengar suara-Nya (ayat 16). Mereka bergairah mendengar suara-Nya dan senang mendengarkan FirmanNya dan tidak hanya itu mereka juga menerapkannya dan menjadikan firman-Nya itu sebagai pedoman hidup mereka. Tuhan tidak akan memperhitungkan domba yang tidak mendengar panggilan-Nya dan tidak tertarik pada-Nya.

2. Mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh dan berserah pada bimbingan-Nya dengan menaati segala perinta-Nya serta mengikuti teladan-Nya dan bimbingan Roh-Nya dengan penuh sukacita. Dan setiap perinta-Nya selalu berbunyi ikutlah Aku. Kita harus mengikuti-Nya sebagai pimpinan dan komandan kita. Mengikuti arah firman-Nya.

Bapak ibu saudara yang terkasih, Yesus juga mengambarkan kebahagian yang akan dirasakan oleh setiap domba-Nya.

1. Menyediakan kebahagiaan bagi domba-Nya ayat 28. Aku memberi hidup yang kekal bagi mereka. Hal yang paling berharga yang akan Tuhan berikan kepada kita ketika kita menjadi domba-Nya adalah kehidupan kekal dan itu tidak bisa kita dapatkan apabila kita tidak menjadi domba-Nya ini adalah anugrah yang dibrikan oleh Allah kepada setiap domba-domba-Nya.

2. Ia menjamin keselamatannya ayat 28 . Mereka akan diselamatkan dari kebinasaan yang kekal, mereka tidak akan binasa untuk selama-lamannya. Kebinasaan kekal itu awalnya menjadi milik bagian manusia sebagai akibat dosa, namun Kristus telah menegaskan bahwa tidak satupun dari domba-domba-Nya yang akan binasa, tak seorang pun asalkan mau menjadi domba-Nya dan menjadikan Yesus sebagai gembalanya.

Waktu kita menjadikan Yesus sebagai gembala kita, maka kita menjadi milik kepunyaan-Nya ayat 28-29. Waktu kita sudah menjadi milik Tuhan maka seorang pun tidak dapat merebut kita dari Tuhan. iblis pun tidak bisa mengambilnya. Di sini Allah menunjukan bahwa Dia berkuasa membebaskan, menjaga dan melindungi domba-domba-Nya dari musuh yang mau mengambilnya dan akan menjamin domba-Nya sampai kekandangnya dengan selamat. Mari kita menjadi domba yang taat, dengar-dengaran akan suara Tuhan, menjadi domba yang haus akan persekutuan dengan sang gembala. Karena setiap orang yang menjadi miliki Tuhan, menjadi domba Allah akan menerima keselamatan dan kehidupan kekal.

 Ilustrasi:

 Ada seorang penyelidik yang ingin menyelidiki cara orang Israel menggembalakan dombanya. Dia adalah Judith Fain, dia lulusan dari universitas Durham dengan gelar Ph.D. Suatu hari Judith menjumpai tiga orang penggembala domba dengan kelompok domba-dombanya bertemu di sebuah jalan dekat kota Yerusalem. Tiga orang gembala itu berbincang sejenak, saat mereka berbincang, domba-domba mereka bercambur baur menjadi sebuah kelompok besar.

Judith begitu tertarik ingin tahu bagaimana tiga gembala itu memisakan domba milik mereka satu sma lain, jadi dia menunggu sampai tiga orang itu berpisah. Dia begitu tertegun saat melihat gembala itu memanggil domba-dombanya. Saat mendengarkan suara gembala-gembala itu dengan ajaibnya, para domba itu memisakan diri dari kelompok besar itu dan mengikuti gembalannya masing-masing.

 Aplikasinya.

Waktu kita menjadi domba Allah maka secara otomatis kita mengenal gembala kita. Kita juga akan taat kemana dia arahkan karena Dia tahu mana yang terbaik bagi domba-Nya. Dia akan menjaga, memelihara hidup kita saat kita taat kepada gembala maka kita akan menerima hadiah dari gembala kita yaitu, kehidupan kekal, dan keselamatan dan tidak ada yang bisa mengambil itu dari kita karena kita adalah milikNya.

 Kesimpulan

Jadi, kita sebagai domba-domba Allah yang telah mengenal Dia sebagai gembala yang baik dan dekat dengan kita, kita harus mendengarkannya yaitu melakukan apa yang di sampaikan melalui firman-Nya dan kita harus mengikuti dan melakukan kehendakNya. Sebab yang dikehendaki oleh Tuhan di dalam kehidupan setiap domba-dombaNya yang telah mengenal Dia harus melakukan apa yang jadi ketetapanNya. Untuk itu, ketika kita sudah menjadi domba Allah kita harus menyerahkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan. karena jika kita hidup atau berjalan tanpa penyertaan Tuhan kita tidak bisa melewatinya. Untuk itu mari kita terus menjadikan Tuhan sebagai gembala yang terus memimpin hidup kita.

4. BERTINDAK

Bapak/ibu telah membaca Firman dan merenungkan Firman Tuhan ini, lalu yang menjadi pertanyaannya, apakah bapak/ibu sudah menjadi domba yang mendengarkan suara Gembalanya.

Domba yang taat adalah domba yang mau mengikuti kemana arah sang gembala tunjukan karena dia yakin bahwa gembala tidak akan membiarkan dia dalam situasi bahaya.

5. BERDISKUSI

A. Pertanyaan

 Apakah kita sudah menjadi domba Allah?

 Apakah kita sudah menjadi domba yang taat?

 Apa tindakan kita sebagai domba yang taat?

 Apakah kita mengenal gembala kita?

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok doa : Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


No comments:

Post a Comment