Wednesday, 6 May 2020

Kemahakuasaan Allah

Frengki
KADALAM
 KITAB KEJADIAN PASAL 1:26-28
Pendahuluan
 Dalam kamus KBBI kata “Mahakuasa”  diartikan dalam dua hal pertama teramat kuasa; dan kedua teramat besar kuasanya (Allah). Dalam pengertian yang diberikan juga kata ini diperuntukan bagi Allah . Kemahakuasaan Allah seperti yang diketahui oleh orang-orang pada umumnya bahwa Allah memperkenalkan dirinya dengan beberapa hal-hal tersebut.  Dengan aribut-atribut Allah yang dimaksud dalam hal ini ialah Allah maha tahu,Allah maha adil, allah mahakuasa, Allah maha pengasih, Allah maha hadir dan masih banyak yang  lagi.  Pada karya tulisan ini penulis ingin memahami dengan didasari oleh penelitian terhadap atribut Allah yang maha kuasa yang terdapat dalam kejadian 1:26-28.  Adapun tujuan penulis lebih jelas untuk memahami definisi serta rangkaian yang terhubung kepada Atribut Allah sebagai maha kuasa. Kemahakuasaan di sini bukanlah sekedar  pengertian umum, tetapi mempunyai isi yang terwujud yaitu hubungan dengan perbuatan-perbuatan Allah di dalam sejarah keselamatan.
Kemahakuasaan Allah Menurut Kitab kejadian 1:26-28
Dalam Kejadian 1 : 26 -28  tertulis : Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar  dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya,  menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah  banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas  ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. "”
Dalam teks diatas Allah dinyatakan sebagai satu-satunya Tuhan dan Raja atas Alam semesta.  Sebagai Allah yang mahakuasa Dia menciptakan segala sesuatu melalui Firman-Nya.  hal ini diperlihatkan sewaktu Ia menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dalam kejadian Pasal satu. Dalam pasal satu juga, puncak aktivitas kreatif allah adalah penciptaan Manusia, yaitu laki-laki dan perempuan,dalam kej. 1:27 .  Dengan demikian kemahakuasaan Allah yang pertama diperlihatkan melalui penciptaan langit dan bumi dan puncaknya adalah penciptaan manusia.
Allah yang mahakuasa (El-shaddai) adalah salah satu nama yang paling umum untuk Allah dalam kitab Ayub (terdapat 31 kali ), dan 8 kali terdapat dalam pentateukh dan juga El shaddai dapat berarti “Allah gunung,” dalam bahasa akad. Maksudnya disini adalah Allah yang berkuasa terhadap gunung-gunung yang sudah ada berabad-abad sebelumnya.  Gunung-gunung juga ciptaan lainnya menunjukan kemahakuasaan Allah yang tiada taranya.
Dalam kejadian 1:28 “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Selain kemahakuasaan Allah menciptakan segala sesuatu, hal ini juga terihat ketika ia memberkati manusia, memberikan mandat kepada mereka.  Allah sangat mengasihi ciptaan-Nya, terlebih manusia sebagai puncak dari karyanya, itu sebabnya Ia memberkati mereka. 
Manusia sebagai gambar Allah diciptakan untuk mewakili Allah sendiri sebagai penguasa tertinggi atas semua ciptaan.ini merupakan berkat yang diberikan Allah kepada manusia.  Hal ini menunjukan kemahakuasaan Allah, dimana ia dapat memberkati dan juga menunjuk wakilnya sebagai penguasa di bumi. Berkat ini harus di jalankan oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya sebagai tanda ucapan syukur atas kemahakuasaan yang di tunjukan Allah.
Hubungan kemahankuasaan Allah dengan keterbatasan Manusia
Dari bahasan di atas dapat diketahui kemahakuasaan Allah pertama terlihat dari ciptaan-Nya. Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya.  Kata kerja “menciptakan” (bara) terdapat lima kali dalam kejadian 1(ay. 21,27), dan lima kali di antara kejadian 2:4 dan 6:7 dimana Allah selalu menjadi subyek dari kata kerja ini, dan tidak pernah disebut adanya bahan yang digunakan ketika Allah menciptakan sesuatu. Namun berbeda ketika Ia menciptakan manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya ( Kej. 2:7). Secara logika hal itu tidak mungkin dilakukan tetapi mungkin bagi Allah.
Hal ini sangat berbeda dengan kemampuan manusia.  Ketika Manusia menciptakan benda apapun, tentunya memerlukan bahan dasar untuk membuatnya.  Sebagai contoh ketika membuat meja dan kursi tentunya memerlukan kayu sebagai bahan dasarnya.  Demikian juga dengan semua ciptaan manusia lainnya.  Manusia tidak dapat membuat seperti yang dilakukan Allah yang hanya melalui perkataan serta bahan dasar yang tidak mungkin secara logika.
Ketika allah menciptakan manusia ia memberkati mereka dengan mandat yang ditugaskan bagi mereka.  Namun Allah tidak lepas kendali, ia mengawasi ciptaan-Nya serta mencukupi setiap keperluannya.  Dalam kisah selanjutnya terlihat Allah memberikan hujan, memberikan segala tumbuhan yang berbiji sebagai makanan, serta meletakan mereka di Taman eden dimana Allah mengucupkan segala keperluan mereka.  Bukan hanya itu ia mau agar ciptaaan-Nya memiliki relasi dengan-Nya. Manusia ketika menciptakan sesuatu, belum tentu mengawasi semua ciptaanmya dan berharap ada relasi dari ciptaan tersebut.   Sebagai contoh pembuat ponsel belum tentu mengenali ciptaannya dan mengetahui apa yang  paling di perlukan oleh setiap  ponsel ciptaannya.
Relevansi kemahakuasaan Allah bagi kehidupan masa kini
Dari kejadian 1:26-28 dapat diketahui bahwa kemahakuasaan Allah terlihat dari bagaimana ia menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada.  Sebagai manusia harusnya berterimaksih atas apa yang Allah perbuat dan juga menghargai ciptaan Allah.   Contoh sederhana adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan, dan menghargai satu sama lain. 
Selain itu kemahakuasaan Allah juga terlihat dimana ia memberkati manusia sebagai puncak dari ciptaan-Nya.  Ia juga tidak hanya menciptakan manusia dan membiarkan begitu saja tetapi ia mengawasi,mencukupi dan mengetahui apayang  paling diperlukan oleh ciptaan-Nya dan ia juga ia mau memiliki relasi dengan ciptaan-Nya.  Dengan demikian Allah yang mahakuasa bekerja dalam  kehidupan manusia bukan hanya pada waktu itu, tetapi sampai saat ini.
Kesimpulan
Kemahakuasaan Allah yang terlihat di kej. 1:26-28 terdiri dari dua bagian besar.  Pertama kemahakuasaan Allah di tunjukan melalui cara Dia menciptakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada.  Ia adalah pencipta langit dan bumi serta segala isinya dan puncak karya Allah Adalah penciptaan manusia.  Kedua, kemahakuasaan Allah juga diperlihatkan bagaimana Allah memberkati ciptaan-Nya (manusia) dan berkat itu harus disyukuri oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya,  Selain itu Ia juga ia mengawasi,mencukupi dan mengetahui apayang  paling diperlukan oleh ciptaan-Nya dan ia juga ia mau memiliki relasi dengan ciptaan-Nya. 


DAFTAR PUSTAKA

Green, Dennis.  Pembimbing Pada Pengenalan Perjanjian Lama.  Malang:Gandum Mas,2004.
Niktrik G.C.Van dan B.J Boland.  Dokmatik Masa Kini. Jakarta: Bpk Gunung Mulia,2008.
Wolf,  Herbert.  Pengenalan Pentateukh.  Malang:Gandum Mas,2004.
Zuck Roy B.  A Biblical Theologi Of The Old Testament.  Diterjemahkan Oleh Suhadi Yeremia.  Malang:Gandum Mas, 2005.

Monday, 4 May 2020

MAKNA KENAIKAN YESUS #MATIUS 28:16-20

MAKNA KENAIKAN YESUS.
MATIUS 28:16-20

                  Shalom bapa ibu, saudara, puji Tuhan kita dapat berkumpul malam hari ini, semua karena kasih dan kebaikan Tuhan tentunya. Bapak ibu, saudara malam ini renungan kita berjudul Makna Kenaikan Yesus yang diambil dari Teks Matius 28:16-20. Mari kita buka Alkitab kita dan baca bersama-sama.
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
8:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

            Bapak ibu Saudara firman yang baru kita baca adalah cerita dimana Tuhan Yesus akan naik ke surga.  Dalam cerita firman ini ada beberapa bagian penting yang menjadi perhatian kita yaitu:

1.         Yesus Berkuasa atas Segala sesuatu.
Dalam ayat 18 dikatakan bahwa Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi
Melalui perkataan Yesus ini, Dia sedang menyatakan sekaligus mengingatkan murid-muridNya bahwa Ia adalah TUHAN.  Yesus sedang menyatakan keALLAhaNya. Oleh karena itu Yesus mengatakan Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi.  Hal ini berarti Yesus adalah berkuasa atas segalanya. Yesus pemilik kekuasaan atas sorga maupun bumi.  Yesus adalah Tuhan.  Bapak ibu saudara ketika kita sudah tahu dan mengerti bahwa Yesus adalah Tuhan, Yesus adalah penguasa atas segala sesuatu,maka kita dituntut percaya dan menyembah Dia.  Selain itu kita juga patut untuk menyerahkan segala sesuatu yang sedang kita alami, baik itu sakit, pekerjaan, keluarga, usaha, pendidikan anak2 kita, apapun kita dapat menyerahkannya kepada Tuhan Yesus.  Tuhan Yesus berkuasa atas segala sesuatu, Yesus berkuasa atas penyakit, Yesus berkuasa untuk mnyembuhkan kita, Yesus berkuasa untuk mencukupkan kebetuhan kita, Yesus berkuasa menolong kita, Yesus berkuasa untuk menghibur kita, Yesus berkuasa memulihkan kita. Yesus berkuasa atas segala sesuatu.

2.         Yesus Memerintahkan Kita untuk Pergi
         Dalam ayat 19-20a dikatakan  bahwa Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. 
Dalam bagian ini kita diberi perintah untuk pergi.  Perintah untuk pergi ini didasarkan oleh kuasa yang dimiliki oleh Yesus. Oleh karena Yesus adalah Tuhan pemilik kuasa di bumi dan di sorga, maka kita diberi perintah. Semua orang percaya diperintahkan untuk pergi memberitakan Injil kepada semua orang, kepada istri, kepada suami, kepada anak2, kepada tetangga bahkan kepada bangsa2.  Perintah untuk memberitakan injil, membaptis dan mengajar firman Tuhan kepada semua orang menjadi Tanggung Jawab kita jemaat TUhan.  Oleh karena itu bapa, ibu saudara mari kita mulai melakukan perintah Yesus ini. Mari kita mulai sekarang membritakan Injil, mari jadikan hidup Kita berita Injil bagi semua orang.
3.         Yesus Menyertai Kita sampai Akhir Zaman.
Dalam ayat 20 b, dikatakan bahwa Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Dalam bagian ini Yesus sedang mengingatkan murid-muridNya bahwa sekalipun Yesus pergi naik ke surga, tetapi kehadiranNya tetap ada.  Hal ini menyangkut ke Tuhanan dari Yesus, bahwa Yesus Tuhan, dimana Tuhan itu maha hadir.  Oleh karena itu sepanjang masa dalam kehidupan murid-murid Yesus berjanji bahwa Ia akan menyertai mereka sampai selama-lamanya.  Bapa ibu saudara, perintah untuk pergi dan memberitakan Injil tidak diberikan tanpa ada jaminan.  Perkataan Tuhan Yesus bahwaketahuilah aku menyertai kamu sampai Akhir Zaman, adalah jaminan bagi kita bahwa kita tidak seorang diri, tetapi ada Yesus bersama-sama dengan Kita. Ada Yesus berjalan bersama kita, ada Yesus yang memperhatikan kita, ada Yesus yang akan menolong kita, ada Yesus yang Peduli terhadap kita, ada Yesus yang tahu kebutuhan kita, ada Yesus yang tahu apa yang kita perlukan, Ada Yesus di setiap jalan kita.  Oleh karena itu bapak, ibu saudara, jangan pernah takut, jangan gentar, dan jangan bimbang melakukan perintah Tuhan/melakukan Firman Tuhan, Ingat Ada Yesus menyertai kita.

Demikian lah renungan kita mala mini, kiranya kita semua diberkati oleh Tuhan dan kita menjadi pelaku-pelaku Firman. Amin. Mari kita berdoa.
 Doa Penutup:
Bapa di sorga, kami bersyukur buat FirmanMu, mengajar kami bahwa Engkaulah Yesus Tuhan penguasa segalaNya.  Oleh karena itu kami mempercayai Engkau berdaulat atas hidup kami.  Kami berdoa kiranya Roh Kudus memberikan kami kekuatan untuk menjadi pelaku-pelaku firmanMu.  Berkati setiap kami ya Tuhan, berkati keluarga kami, anak-anak kami, pekerjaan kami, masa depan kami. Terimakasih Tuhan. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.