Sunday, 24 May 2015

PENUH ROH KUDUS
Kis 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Ø  Untuk Apa dipenuhi Roh Kudus?
·         Roma 8: 16  Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
·         Oleh Roh Kudus:
kita menerima Kuasa, keberanian, keperkasaan, karunia  untuk menyatakan:Dan keselamatan tidak ada di Dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
  Kisah Para Rasul 4 : 12
Ø  Robert Menzies, Sebagaimana pengalaman Yesus bersama Roh Kudus di Sungai Yordan menjadi Model untuk pengalaman para murid pada hari Pentakosta, demikian juga pengalaman murid-murid pada hari pentakosta merupakan model bagi semua pengikut-Nya sekarang.
Ø  Paulus Wiratno, Salah Satu tanda kegerakan Roh Allah dalam gereja adalah semangat bersaksi, semangat membaca firman Tuhan, semangat berdoa dan semangat melayani Tuhan.
Ø  Bukti Nyata kehidupan orang percaya yang dipenuhi dengan Roh Allah adalah keberanian.  Berani bersaksi meskipun harus menghadapi resiko aniaya, berani hidup dalam kekudusan, berani memberi untuk pekerjaan Tuhan, dan berani menghadapi penderitaan
Ø  Siapa yang memberikan Roh Kudus?
o   YESUS MEMBAPTIS DENGAN ROH KUDUS (MATIUS 3:11)
o   AKU MENGUTUS PENGHIBUR KEPADAMU (YOHANES 16:7)
Ø  Kapan Menerima Roh Kudus?
o   Pada waktu yang tepat, Tempat yang tepat dan orang yang tepat. (Murid-murid menanti janji Bapa di Yerusalem). (Waktu-Nya Tuhan).
Ø  Bagaimana Menerima Roh Kudus?
o   Kerinduan (Matius 5:6)> Murid-murid bertekun dalam Doa (Kis. 1:14).
o   Meminta pada Allah (Lukas 11:9-13.
Ø  Apa Makna Pentakosta bagi kita?
o   Makna Pentakosta bagi umat percaya adalah suatu komunitas iman, di mana kita menantikan janji Bapa yang di berikan bagi kita bahwa Roh Kudus akan turun ke atas kita pada saat ini. Yang kedua, sebagai orang yang dipenuhi oleh Roh kita harus selalu mengucap syukur dan ketiga, menyatakan misi Allah untuk membebaskan dunia dari cengkraman dosa. Sudah siapkah hati saudara saat ini untuk menerima janji Bapa? 

Bahasa lidah (bahasa Roh) merupakan bukti dari baptisan Roh Kudus, tetapi ini hanya lah bukti, kuasa-Nya harus terus kita gunakan, dan nampak dalam kehidupan kita sehari-hari.  Hal ini sama seperti ketika saya membeli sepeda motor, saya diberi kwitansi untuk sebagai tanda kepemilikan saya akan sepeda motor tersebut, tetapi setelah itu kwitansinya saya simpan  di lemari dan hanya akan saya gunakan ketika diperlukan.  Namun kuasa dari motor tersebut akan saya gunakan setiap hari, mengantar saya ke pasar, ke tempat kuliah, mengantar orang lain sehingga pekerjaan saya lebih cepat dan lebih efektif.  demikian halnya dengan bahasa lidah, hal ini hanyalah tanda kita dipenuhi Roh Kudus, tetapi kuasa nya harus tetap kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari.

   Roh Kudus Kau hadir di sini
    Roh Kudus ku mengasihiMu
Kau lembut, Kau manis, Kaulah penghiburku
Penolongku diutus Bapaku

      Ku buka hati untuk RohMu Tuhan
Ku buka hati menyembahMu Yesus
Jamahlah kami, penuhi kami
Dengan kuasa Allah Maha Tinggi


Tatkala Allah Tak Terpahami

Kejadian 50:20; Roma 8:28


Tujuan manusia yang paling populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya.Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan dari dunia dan dari kehidupan manusia.
Salah satu contoh yang terjadi adalah pesawat yang terjatuh Air Asia QZ 8501 penerbangan Surabaya-Singapura,,banyak orang kristen berada dalam peswat itu... Kita sering bertanya mengapa penderitaan terjadi kepada orang-orang kristen, orang orang percaya. Mengapa Tuhan mengijinkan kematian yang mengenaskan bagi hidup orang percaya. kita sering sakit hati kepada Tuhan, ketika penderitaan itu menimpa kita.  Kita berkata mengapa masalah ini terjadi kepada saya? Mengapa penderitaan ini terjadi kepada saya? Mengapa anak saya yang diambil Tuhan? mengapa harus saya yang gagal? mengapa ini semua terjadi kepada saya?  Kita sering bertanya seperti ini ketika kita mengalami penderitaan..Tetapi pernahkah kita bertanya hal yang sama ketika kita diberkati Tuhan.  Pernahkah kita bertanya mengapa saya yang diberkati Tuhan? Mengapa saya yang berhasil Tuhan? Mengapa saya yang sehat Tuhan? mengapa Saya yang terpilih Tuhan? Mengapa anak saya yang berhasil? mengapa bukan anak tetangga saya yang berhasil?  Mengapa bukan orang itu yang terpilih? pernahkah kita bertanya hal seperti ini? Saya rasa tidak pernah, kita justru lebih sering menyalahkan Tuhan ketika penderitaan memimpa kita, tetapi jarang sekali kita bertanya untuk apa kita diberkati Tuhan? kita hanya bertanya untuk apa penderitaan ini Tuhan?
Sering kita menganggap penderitaan adalah sebuah masalah, musibah, namun sering Allah bekerja melalui penderitaan yang kita alami dan kemudian mengangkat kita.  Rencana Allah tidak bisa kita pahami, penuh dengan mistery.  Hal ini terjadi kepada semua orang. 
Penderitaan juga terjadi kepada Yusuf.  Yusuf mengalami tahun-tahun yang sulit dalam hidupnya.  Namun melalui penderitaanYusuf melihat dirinya tidak ada apa-apanya tanpa Allah.  Melalui penderitaan Yusuf semakin berserah kepada Allah.  Hidup ini adalah proses yang kita tidak tahu dan tidak mengerti.  Tapi kita harus tetap percaya bahwa Allah selalu merencanakan kebaikan bagi orang-orang percaya.  3 hal yang perlu kita pelajari dari kisah Yusuf yaitu:
1.      Kita harus tahu apa tujuan hidup kita.
Pernahkah kita bertanya, Apa tujuan hidup kita? Untuk apa kita diciptakan? Apakah tujuan Allah menciptakan kita?  Rick Warren dalam bukunya mengatakan bahwa tujuan hidup kita adalah untuk memuliakan Allah.  Allah menciptakan Manusia untuk kesenangan-Nya.
Yusuf dalam hidupnya mendapatkan visi dari Tuhan.  Yusuf mendapatkan  mimpi dari Tuhan bahwa ia akaan menjadi seorang pemimpin, bahkan oraang tua dan saudara-saudaranya akan menyembahnya.  Jelaskan tentang kehidupan Yusuf...
Tidak selamanya Penderitaan sebagai akibat dari dosa. Ada dalam Alkitab, Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. (Yohanes 9:2-3)
2.     Hidup kita tidak ditentukan oleh sekeliling kita, tetapi oleh percaya dan iman kepada Allah.
Kehidupan kita tidak ditentukan oleh apa yang terjadi disekeliling kita.  Kehidupan orang percaya tidak dipengaruhi oleh dunia ini.  kehidupan orang percaya tidak ditentukan oleh apa yang boleh terjadi kepada kita.  Tetapi kehidupan kitaa ditentukan oleh percaya dan iman kita kepada Allah.
Apapun yang terjadi dalam hidup kita Jangan pernah putus pengharapan!
3.      Kita dipanggil bukan untuk memahami Allah, tetapi untuk percaya kepada Allah dan rancangan-Nya.
Allah memanggil kita bukan supaya kita memahami Allah, Allah memanggil kita bukan supaya semua tentang rencana Allah kita pahami dan mengerti.  Allah memanggil Abraham.  Abraham tidak tahun apa-apa tentang rencana Allah.  Allah berjanji akan memberkati dengan keturunan dan tanah, namun Abraham belum melihat apa-apa. Abraham hanya percaya kepada janji Allah.  Demikian hal nya dengan Yusuf.  Yusuf tidak mengerti dan paham apa mengenai rencana Allah, namun ia percaya bahwa rencana Allah adalah yang terbaik baginya.
Penderitaan tidaklah dapat dihindari namun dapat menjadi suatu pengalaman yang berkembang. Ada dalam Alkitab, Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. (Yakobus 1:2-3)
Bagaimana cara kita untuk tetap ada di dalam rencana Allah? Melalui kehidupan Yusuf kitaa belajar, ada 4 cara yang perlu kita miliki yaitu:
1.      Memiliki sikap hati yang penuh dengan kemuraahan dan belas kasihan (Kej. 50:17)
Memang orang jahat biasanya menganggap orang lain juga jahat; pendusta selalu curiga orang lain akan mendustai dirinya, pemfitnah selalu akan mengira orang lain akan mejelek-jelekkan dirinya. Karena itu kalau saudara adalah orang yang selalu curiga terhadap orang lain, maka besar kemungkinannya saudara adalah orang brengsek!
2.      Memiliki sifat yang penuh dengan kerendahan hati
3.      Memiliki sikap sebagai penolong sejati (Kej. 50:21)


Lagu Altar Call
Engkau ada bersamaku di setiap musim hidupku...
Tak pernah kau biarkan kusendiri...
Kekuatan dijiwaku adalah bersama-Mu
Tak pernah kuragukan kasih-Mu
Reff,
Bersama-Mu Bapa Kulewati semua
Perkenanan-Mu yang teguhkan hatiku
Engkau yang bertindak memberi pertolongan

Anugrah-Mu besar melimpah bagiku...