YOHANES 19:1-30
Topik : Sudah Selesai
Tujuan : Mengajarkan jemaat agar tetap mengingat pengorbanan Yesus Kristus untuk semua manusia. Jemaat diharapkan bisa mengingat kasih Allah yang tidak terbatas dan dapat mempraktekan kasih Allah dalam kehidupannya sehari-hari
1. BERDOA (3-5 MENIT)
Mari kita berdoa
Bapa kami yang bertahta di atas kerajaan surga, kami mengucap syukur atas segala penyertaanmu yang begitu besar di dalam kehidupan kami. Bapa pada saat ini kami kembali bersekutu di hadapanmu untuk memuliakan namamu dengan menaikkan pujian pemyembahan kami di hadapanmu. Inilah kami Tuhan, penuhi kami dengan urapan roh-Mu, kiranya ibadah kami ini dapat menjadi persembahan yang berbau harum di hadapanmu haleluya, Amin.
2. BERMAZMUR (10-15 MENIT)
Pujian 1: Hanya Kau Tuhan di hidupku
Kau berikan hidup yang baru
Darah-Mu menyucikan pulihkan hatiku
Kunyatakan Kaulah segalanya
Engkaulah sumber pengharapan
Kuasa-Mu sanggup menyembuhkan
Jiwaku pun berserah hanya kepada-Mu
Yesus kaulah segalanya
Karena salib-Mu kuhidup
Karena salib-Mu kumenang
Engkau yang berkuasa sanggup
'Tuk melakukan mukjizat-Mu
Karena salib-Mu kuhidup
Karena salib-Mu kumenang
Engkau yang berkuasa sanggup
'Tuk melakukan mukjizat-Mu
Di hidupku
Pencipta : Andre Hermanto
Penyanyi : True Worship
3. Baca Firman (10-15 menit)
A. Teks Firman Tuhan (Yoh.19: 1-30)
Bacalah Firman Tuhan dari Yoh. 19:1-30
B. Penjelasan Firman Tuhan:
Peristiwa dalam teks Yoh. 19:1-30 merupakan kelanjutan dari pasal 18:28-40 yang menceritakan mengenai Yesus dihadapan Pilatus. Pada bagian ini ayat ini menjelaskan bahwa Pilatus yang tidak sedikit pun mendapati kesalahan pada diri Yesus. Salah satu ucapan/perkataan Pilatus yang muncul lagi pada pasal 19 adalah “aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.” Bagian perkataan ini muncul sebanyak 2 kali pada pasal ini dan hal ini membuktikan ketidakbersalahan Yesus dan Pilatus “seakan-akan ingin menyelamatkan Yesus” dari semua tuduhan orang-orang yang ada pada saat itu. Akan tetapi teriakan orang-orang Yahudi kepada Pilatus yang mengancamnya dan mengatakan bahwa “jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat kaisar. Setiap orang menganggap dirinya raja, ia melawan kaisar.” Perkataan inilah yang membuat Pilatus akhirnya menyerahkan Yesus kepada orang banyak itu, untuk disalibkan.
Pada pasal 19 terdapat 4 sub tema, namun yang akan di bahas pada saat ini ialah mengenai Yesus disalibkan dan Yesus mati. Pada saat penyaliban Yesus, Ia dibawa oleh orang banyak tersebut ke salah satu tempat Tengkorak yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota. Disitulah Yesus disalibkan bersama-sama dengan dua orang lainnya yakni dibagian sebelah-menyebelah. Sesudah Yesus disalibkan, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap prajurit dan jubah-Nya juga diambil mereka. Namun salah seorang berkata kepada mereka untuk tidak membaginya beberapa potong tetapi, lebih baik membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya. Dengan demikian genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku diantara mereka dan mereka mebuang undi di atas jubah-Ku.” Sesudah itu, Yesus tahu bahwa segala sesuatu telah selesai berkatalah Ia – supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci -: “Aku haus!” Disitu ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus selesai meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah Selesai.” Lalu Ia menundukkan kepada-Nya dan menyerahkan Nyawa-Nya.
Renungan : Kasih dan Pengorbanan Yesus
Dari kisah di atas dapat dilihat mengenai penderitaan yang di alami oleh Yesus. Dimana Ia yang tidak memiliki kesalahan dan harus dituduh bersalah oleh orang-orang Yahudi pada saat itu. Oleh sebab itu, dalam peristiwa penyerahan dan sampai kepada penyaliban Yesus Kristus dapat kita renungkan kembali dalam kehidupan sehari-hari bahwa Yesus yang tidak bersalah menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib. Maka dalam hal ini apakah yang dapat kita renungkan bersama-sama? Bapak ibu, saudara/i yang dikasihi Yesus Kristus, kematian Yesus di kayu salib mengingatkan kembali bahwa kematianNya untuk menghapus dosa-dosa manusia dan hal itu menjadi bukti kasih-Nya kepada manusia.
Kematian Yesus di kayu salib seharusnya menyadarkan kita semuanya bahwa sebenarnya bukan Dia yang seharusnya di hukum mati melainkan kita sebagai orang yang berdosa. Tetapi Yesus rela menyerahkan hidup-Nya menggantikan kita sebagai bukti kasihNya. Pegorbanan Yesus yang benar-benar nyata seharusnya membuat kita sadar bahwa saya dan bapak ibu, suadara/i hidup karena kasih karunia yang telah Yesus nyatakan di atas kayu salib. Oleh sebab itu, mari kita sama-sama belajar untuk tetap hidup di dalam Yesus Kristus dan tidak mempermain-mainkan kasih karunia tersebut. Sehingga kita menjaga kualitas kerohanian kita setiap saat.
Ilustrasi
Pada suatu ketika ada seorang ayah yang memiliki seoarang anak laki-laki yang sangat dia sayangi. Ia bekerja sebagai penjaga jembatan untuk kereta api dan orang-orang yang naik kereta itu penuh kemarahan, egois, terluka, dan kecanduan. Tibalah kepada sebuah situasi stragis membawanya kepada sebuah pilihan yang mengerikan. Membiarkan semua penumpang di kereta itu mati atau menarik tuas untuk menurunkan jembatannya dan sebagai gantinya anak itu mati terjepit. Dengan pilihan hati yang berat, ia lebih memilih menyelamatkan orang banyak yang ada di dalam kereta tersebut. Ia rela membiarkan anaknya mati terjepit demi menyelamatkan nyawa orang banyak yang ada di dalam kereta. Demikian halnya dengan Allah yang mengorbankan anak-Nya Yesus Kristus untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa.
4. BERTINDAK
Melalui Firman Tuhan dan juga ilustrasi di atas, kita belajar bagaimana kasih seorang ayah yang rela mengorbankan anak-Nya. Oleh sebab itu, biarlah kita semua boleh belajar untuk menghargai dan mengingat pengorbanan seorang anak Manusia yang merelakan nyawa-Nya menggantikan semua dosa – dosa semua umat manusia. Biarlah dalam setiap langkah hidupku kita, marilah belajar untuk merenungkan pengorbanan Yesus dalam hidup kita. Dia adalah Allah yang penuh dengan belas kasihan dan sangat mengasihi kita semua. Ia tidak peduli dengan seberapa besar penderitaan yang akan di alami oleh Yesus namun, Dia lebih peduli dengan dosa semua umat manusia. Marilah kita mengingat kasih Allah yang begitu besar untuk manusia maka, biarlah kita juga bisa mempraktekkan kasih itu dalam hidup kita.
Kesaksian
Saya adalah mahasiswa STT IBC. Berbicara tentang pengorbanan, saya akan sedikit bersaksi mengenai pengorbanan yang pernah saya alami dalam hidup saya. Salah satu pengorbanan yang pernah terjadi dalam hidup saya adalah mengorbankan waktu saya untuk bekerja. Ketika berumur 5 tahun, saya dititipkan oleh nenek untuk tinggal di rumah orang agar dapat bersekolah. Sejak tinggal dengan orang tersebut selama 5 tahun, tidak pernah menikmati hidup selayaknya seperti anak 5 tahun yang bisa bermain bersama teman-temannya. Saya berbeda dari yang lain, karena yang harus dilakukan adalah kerja dan kerja. Saya dipaksa untuk harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berat (mengangkat air dengan ember yang adalah bekas cat dinding). Tidak hanya itu, saya harus pergi ke hutan untuk mencari rumput dan juga harus mengambil sisa-sisa makanan ke warung). Semua ini saya lakukan sejak berumur 5 tahun yang harus mengorbankan masa-masa kecil untuk kerja dan tidak pernah punya waktu untuk bermain bersama teman-teman. Namun,harus tetap bersyukur dengan semua itu, karena hal itu membentukku menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri. Yesus sudah berkorban bagi kita dan kita harus juga berkorban untuk membuat kita semakin lebih mengenalNya. Kiranya kesaksian ini dapat memberkati bpk ibu, saudara/i sekalian. Tuhan Yesus memberkati
1. BERDISKUSI
A. Pertanyaan/Quis
a. Hal-hal apa saja yang sudah anda dapatkan melalui peristiwa pengorbanan Yesus kristus di atas kayu salib?
b. Bagaimana respon anda tentang pengerbanan Yesus?
2. BERDOA SYAFAAT
Pokok doa:
a. Gembala dan Staff Gereja
b. Sidang Jemaat Allah
c. Bangsa Indonesia dan Kota Batam
d. Situasi Pandemi Covid-19
No comments:
Post a Comment