Friday, 2 April 2021

KASIH SEBAGAI IDENTITAS MURID

 YOHANES 13:31-35

Topik: Kasih Sebagai Identitas Murid Kristus

Tujuan: Untuk meengajarkan kepada jemaat bahwa identitas orang percaya adalah kasih. Dengan demikian mendorong jemaat untuk menyatakan kasih kepada keluarga dan orang-orang di sekitar.

1. BERDOA :

Bapa yang baik terimakasih untuk kebaikan Tuhan dalam kehidupan kami umat-Mu. Bapa dalam surga pada saat ini kami akan memulai rangkaian ibadah kami, kiranya Tuhan yang hadir di tengah-tengah kami dan melawat setiap kami pribadi lepas pribadi. Bapa yang baik berkati setiap orang-orang yang terlibat melayani dalam ibadah ini, biarlah Roh-Mu yang bekerja bagi setiap kami. Kami serahkan ibadah kami dari awal sampai akhir kedalam tangan-Mu, dalam nama Tuhan Yesus Haleluya. Amin.

2. BERMAZMUR

Pengarang: Victor Retraubun

Aku Mengasihi Engkau Yesus

Aku mengasihi Engkau Yesus

Dengan segenap hatiku

Aku mengasihi Engkau Yesus

Dengan segenap jiwaku

Reff:

Ku renungkan FirmanMu siang dan malam

Ku pegang p'rintahMu, dan kulakukan

Engkau tahu ya Tuhan, tujuan hidupku

Hanyalah untuk menyenangkan hatiMu

Aku mengasihi Engkau Yesus

Dengan segenap hatiku

Aku mengasihi Engkau Yesus

Dengan segenap jiwaku

Ku renungkan FirmanMu siang dan malam

Ku pegang p'rintahMu, dan ku lakukan

Engkau tahu ya Tuhan, tujuan hidupku

Hanyalah untuk menyenangkan hatiMu

3. BACA FIRMAN:

A. Teks Firman Tuhan : Yohanes 13:31-35

B. Penjelasan Firman Tuhan :

Teks ini berkesinambungan dengan perikop sebelumnya yaitu perihal penyerahan Yesus melalui pengkhianatan salah seorang murid. Dalam pertemuan mereka bersama Yesus tepatnya sebelum hari raya Paskah Ia memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa salah satu di antara murid-murid-Nya akan menyerahkan Dia kepada musuh-Nya untuk disalibkan. Pengkhianatan itu dilakukan oleh Yudas Iskariot, namun tidak disadari para murid yang lain.

Hal lain yang Yesus sampaikan diantara mereka yaitu perintah untuk saling mengasihi satu dengan yang lain. Mengasihi merupakan sebuah perintah bukan sebatas himbauan. Mengasihi adalah tindakan nyata (wujud nyata) bahwa manusia telah menerima kasih Allah. Mengasihi merupakan proklamasi kepada dunia bahwa kita adalah pengikut Kristus.

 Renungan:

Dari kisah ini Yesus juga mengajarkan kepada kita orang-orang percaya untuk saling mengasihi karena Ia terlebihi dahulu telah mengasihi kita anak-anak-Nya. Bukti dari kasih-Nya adalah Ia mengorbankan nyawa-Nya bagi manusia untuk menebus dan menyelamatkan manusia dari murka Allah karena dosa (baca Yohanes 3:16-18). Apa yang dapat kita pelajari dari perintah Yesus?

 Pertama, sebagai orang percaya yang telah merasakan dan menerima kasih-Nya, kita juga harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan dengan segenap akal budi (Mat. 22:37). Artinya seluruh aspek kehidupan kita semua tertuju kepada Dia. Mengasihi Tuhan berarti kita mempunyai hubungan yang intim dengan Dia. Mengasihi Tuhan berarti kita membangun hidup yang jujur dan kudus di hadapan-Nya. Mengasihi Tuhan berarti kita menjauhi kejahatan yaitu segala tindakan yang membuahkan dosa. Oleh karena Allah tidak dapat bersatu dengan dosa dan Ia membenci dosa.

 Kedua, Kasih Kristus harus terpancar keluar dalam hidup orang percaya, yakni menunjukkan kasih itu terhadap sesama manusia (tercatat juga di dalam Mat. 22:39). Sesama manusia adalah semua orang (baik orang percaya kepada Yesus maupun tidak) yang tidak dibatasi oleh suku atau status sosial (miskin atau kaya). Sikap mengasihi ini merupakan kesaksian yang hidup dan sangat efektif untuk memberitakan Injil Keselamatan kepada merka yang belum menerima Kristus. Identitas kita sebagai orang Kristen, wajib hukumnya untuk menunjukkan kasih-Nya kepada orang lain melalui perkataan, tindakan, dan seluruh aspek kehidupan kita.

 Ilustrasi:

Suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah pelita. Orang buta itu dengan terbahak berkata, Buat apa aku bawa pelita? Tak ada gunanya bagiku! Aku bisa pulang kok. Dengan lembut sahabatnya menjawab, ini agar orang lain bisa melihat kamu, agar mereka tidak menabrakmu. Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita. Tak berapa lama, dalam perjalanan pulang, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, si buta memaki, heiii, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong! Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu. Lebih lanjut, seorang pejalan lain menabrak si buta. Si buta bertambah marah, Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat! Pejalan itu menukas, kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam! Si buta tertegun.... menyadari situasinya, sang penabrak meminta maaf, Oh, maaf, akulah yang 'buta', tidak melihat bahwa engkau adalah orang buta.Wajah si buta memerah karena malu, dengan tersipu ia menjawab, Tak apa, maafkan aku juga atas kata-kataku yang kasar. Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing. Pelita melambangkan Kasih Tuhan, orang buta melambangkan orang yang belum percaya Tuhan dan penabrak melambangkan orang percaya atau orang Kristen.

Dari cerita ini, kita belajar bahwa sebagai orang percaya yang telah melihat dan menerima kasih-Nya, kita harus menunjukkan kasih itu kepada orang buta yang belum melihat dan merasakan kasih Tuhan, mereka harus dituntun dengan kasih-Nya, melalui kita orang percaya. Dari aspek kehidupan kita, kita menerangi kasih-Nya kepada orang buta itu supay orang buta itu dapat berjalan di dalam kasih-Nya. Dan orang buta itu menyadari bahwa kasih Tuhan yang selalu menyertai mereka.

4. BERTINDAK

- Anak-anak Allah harus mengasihi semua orang baik melalui tindakan maupun perkataan yang memberkati orang lain. (janganlah mengeluarkan perkataan yang hambar sehingga menjadi batu sandungan bagi sesama).

- Agar kita tetap mengasihi sesama maka kita juga harus menjaga kasih kita kepada Allah melalui persekutuan kita secara pribadi dengan Dia.

5. BERDISKUSI

• Bagaimana respon bapak/ibu ketika menerima kasih Tuhan dalam hidup saudara?

• Apakah bapak/ibu, saudara/i sudah menunjukkan kasih-Nya kepada orang lain?

• Bagaimana cara bapak/ibu menunjukkan kasih Tuhan kepada orang lain?

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


No comments:

Post a Comment