Friday, 2 April 2021

Percayalah Kepada Terang Itu

Yohanes 12:20-36.

1. Berdoa

Bapa yang baik kami mengucap syukur atas berkat-Mu hari ini. Terima kasih atas anugerah-Mu dalam memelihara kehidupan kami. Saat ini kami rindu menikmati persekutuan yang indah bersama Tuhan.Kuduskan kami dan sucikan kami sehingga kami layak memuji dan memuliakan Tuhan.Berkatilah ibadah kami dari awal, pertengahan hingga selesai. Dalam nama Yesus kami akan membuka ibadah ini, Haleluya, Amin.

2. Pujian:

FIRMAN-MU P’LITA BAGI KAKIKU

olehVictorRetraubun

Firman-Mu p'lita bagi kakiku

Terang bagi jalanku

Firman-Mu p'lita bagi kakiku

Terang bagi jalanku

Reff :

Waktu ku bimbangdan hilang jalanku,

tetaplah kau di sisiku

Dan tak kan ku takut, asal kau di dekatku

Besertaku selamanya

3. Baca Firman Tuhan

a. Teks Firman Tuhan: YOHANES 12:20-36

b. Penjelasan Firman Tuhan: PERCAYALAH KEPADA TERANG ITU

Judul perikop yang diberikan oleh LAI dalam teks ini adalah Yesus memberitakan kematian-Nya. Poin penting dalam Injil Yohanes adalah percaya. Dalam ayat 19, terlihat bahwa orang-orang Farisi merasa tidak senang dan tidak terima akan apa yang mereka lihat. Orang banyak yang datang menghadiri ibadah di Yerusalem tersebut memberikan penghormatan kepada Yesus atas apa yang telah mereka dengar dan saksikan tentang keajaiban yang pernah dilakukan Yesus. Berbeda halnya dengan orang-orang Yahudi yang melihat dan menyaksikan mukjizat yang Yesus adakan tetapi sama sekali orang-orang itu tidak mempercayainya (ayat 37).

Dalam kisah ini,diceritakan bahwa ditengah-tengah kerumunan orang banyak itu, disebutkan bahwa orang-orang Yunanilah yang bertekad untuk bertemu dengan Yesus (ayt 20-21). Kerinduan mereka yang sungguh-sungguh untuk bertemu dengan Yesus dibuktikan dengan usaha yang mereka lakukan, yakni dengan menemui Filipus, salah seorang murid Tuhan Yesus. Dalam usaha yang mereka lakukan tersebut ternyata tidak menjadi sia-sia, Yesus pun menanggapinya dengan berkata, “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan, (23).”Menurut Henry, pernyataan Yesus dalam ayat ini merupakan nubuat Yesus terhadap penghormatan yang Ia terima dari orang-orang banyak yang mengikuti Dia dan mereka yang mengikuti Dia juga pun akan menerima penghormatan juga (ayat 25-27). Orang-orang non Yahudi yang berdatangan kepada Yesus menandakan hasil atau buah pertama dari pelayanan Yesus. “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan,” yakni melalui orang-orang non Yahudi masuk ke dalam Gereja-Nya, dan supaya hal ini terjadi, Ia harus terlebih dahulu ditolak oleh orang-orang Yahudi.

Dalam ayat 24, Yesus berkata bahwa “sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Pernyataan Yesus disini menggunakan kiasan yang sebenarnya merujuk kepada kematian-Nya. Biji gandum merupakan sesuatu yang paling penting dan bermanfaat dan biji gandum itu adalah Tuhan Yesus sendiri. Yesus akan mengalami penderitaan, hingga mati di atas kayu salib dan tampak Ia terjatuh ke tanah atau terkubur dalam bumi. Namun, biji itu tumbuh kembali dari tanah dan menghasilkan lebih banyak dari yang sebelumnya begitu juga dengan Kristus, setelah kematian-Nya akan banyak jiwa-jiwa baru yang dimenangkan dan pada saat itu Bapa dan Anak akan dimuliakan.

Dalam ayat 27a, Yesus mengatakan, “sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Kata “terharu” yang digunakan Yesus disini kadang timbul setelah roh mendapatkan penghiburan yang besar. Dalam hal ini, Yohanes menghubungkan bahwa Yesus yang adalah manusia merasakan ketakutan terhadap apa yang akan terjadi dan Ia meminta pertolongan Allah Bapa atas-Nya. Namun, pernyataan Tuhan Yesus selanjutnya menunjukkan bahwa Yesus harus tetap berjuang untuk menyelesaikan tugas-Nya. Dalam kemanusian Yesus, Ia tetap taat dan berserah kepada rencana ilahi Allah.

Dalam ketaatan-Nya maka penguasa dunia akan dilempar keluar, yaitu iblis. Adanya kemenangan atas Iblis dan saat itu juga akan banyak ditarik kepada Yesus. bukan hanya orang-orang Yahudi saja tetapi semua orang yang selama ini jauh dari pada Allah.

Kematian Yesus bukanlah seperti yang diharapkan para pendengar-Nya saat itu. Menurut mereka Mesia akan hidup untuk selama-lamanya. Dalam ketidakpercayaan mereka, tidaklah menghambat untuk Yesus menyatakan kebenaran. Oleh karena Yesus kembali memperingati orang banyak itu untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ayat 35Yesus berkata, “hanya sedikit waktu lagiterang ada di antara kamu, selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.” Ayat 36, sekali lagi Tuhan Yesus perintahkan, “percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang. Terang yang dimaksud Yesus adalah diri-Nya sendiri.Yesus secara jasmani berada di tengah-tengah mereka, dan pastinya mereka telah menikmati terang itu, yakni melalui ajaran-ajaran Yesus dan mukjizat yang terjadi. Tetapi waktu itu akan sangat singkat dan itu juga akan segera berlalu. Dengan demikian, pemberitaan Yesus tentang diri-Nya bertujuan untuk menyelamatkan semua orang, supaya ketika mereka percaya kepada terang itu maka kegelapan tidak menguasai mereka.

Renungan

Terang dan gelap merupakan dua hal yang tidak bisa bersatu. Di mana ada terang maka kegelapan tidak ada di sana dan di mana ada gelap, sudah pasti di sana tidak ada terang. Tanpa terang sudah pasti kita tidak bisa melakukan apapun, untuk berjalan saja kemungkinan kita pasti terjatuh dan tidak tahu arah ke mana arah tujuan kita. Segala usaha dan kerja keras tidak akan sia-sia jika terang itu menyertai sebaliknya tanpa terang segala usaha dan kerja keras akan berakhir dengan sia-sia. Dalam kehidupan kita, terang memiliki nilai dan manfaat yang sangat penting. Begitu pun dengan Firman Tuhan di atas, Terang diartikan sebagai Yesus, Sang Terang dan kegelapan adalah iblis. Dalam hal ini Tuhan Yesus memberitahukan bahwa dunia yang gelap ini sangat membutuhkan terang.Terang itu hanya bisa ditemui melalui iman yang percaya kepada Yesus Kristus.Percaya disini menuntut totalitas diri dalam mempercayai bahwa hanya di dalam Yesus ada keselamatan dan kehidupan yang kekal.

Bapak/ibu dan saudara, kita aminkan bahwa kita yang merenungkan firman ini adalah orang-orang-orang yang percaya kepada terang itu. Mengapa kita harus percaya kepada Sang Terang? Ada 2 dampak ketika menjadi percaya kepada Sang Terang, yakni:

a. Dampak Internal (diri sendiri yang keluar dari kegelapan)

Kita tahu bahwa dahulu kita hidup dalam kegelapan.Hidup dalam kegelapan berrati hidup kita cenderung untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Tidak melakukan kehendak Allah adalah bentuk dari ketidak taatan dan sifatnya adalah pemberontakkan kepada Allah yang akan membawa kita kepada celaka. Selama kita tidak melakukan kehendak-Nya maka kita hidup di dalam dosa. Upah dosa ialah maut. Dan melalui kematian Tuhan Yesus, maut telah dikalahkan dan kita orang-orang percaya memperoleh keselamatan. Keselamatan akan kita peroleh hanya dengan bermodalkan iman kepada Yesus Kristus. Percaya bahwa Yesus adalah Sang Terang, Ia akan membawa keluar orang-orang percaya dari kegelapan dosa. Dengan demikian, Sang Terang itu akan menuntun orang-orang percaya untuk berjalan sesuai dengan kehendak Allah dan melakukan kehendakNya dan nama Tuhan akan dimuliakan. Percaya kepada Sang Terang berarti hidupnya tidak lagi hidup dalam kegelapan dikarenakan Sang terang telah menerangi jalan-Nya sehingga ia tidak akan kehilangan arah. Anak-anak terang mengetahui antara jalan yang baik dan yang benar. Tentunya, sikap dan tindakan tidak akan kompromi dengan diri sendiri untuk melakukan dosa di hadapan Allah. Percaya kepada Sang Terang berarti tidak mau kompromi dengan dosa untuk memuaskan keinginan daging yang jahat. Kehidupan orang yang hidup di dalam terang akan membawa perubahan dari dalam yaitu tetap menjaga kekudusan hati, pikiran dan tindakan untuk semakin serupa dengan Kristus.

b. Dampak Eksternal (menjadi terang bagi dunia karena terang itu telah tinggal di dalam kita)

Ketika Sang Terang itu sudah ada dalam kehidupan kita, maka dampaknya tidak hanya menguntungkan diri kita sendiri tetapi juga akan berdampak baik bagi dunia. Kedatangan Yesus sebagai Sang Terang telah memberikan teladan yang baik. Tuhan Yesus ketika berada di dunia yang gelap, Ia telah menjadi terang dengan memberitakan Injil kepada semua orang dan melakukan banyak mukjizat hingga mati atas dosa. Tuhan Yesus juga mengharapkan hal yang sama untuk kita lakukan, yakni dengan menjadi anak-anak terang di tengah-tengah dunia yang gelap ini. Caranya sederhana saja yaitu dengan memberitakan kabar baik itu dimulai dari keluarga kita, lingkungan kita dan di mana pun kita berada. Kadangkala untuk menjadi terang membutuhkan yang namanya pengorbanan sama seperti yang dialami oleh Yesus. Mengikuti teladan Yesus membutuhkan kerelaan diri, berkorban demi jiwa-jiwa yang terhilang. Tapi percayalah Allah selalu berjalan bersama-sama dengan kita. Ingat, bahwa suara yang datang itu di ayat 29 adalah penghiburan dan kekuatan bagi kita para pengikutnya ketika melakukan kehendak Allah.

Bapak/ibu, dalam renungan ini, hendaknya setiap kita memiliki hati yang percaya kepada Sang Terang itu. Percaya yang dimaksud tidak hanya ala kadarnya tetapi ketotalisan dalam mempercayai terang itu. Dengan demikian, Sang terang tersebut menguasai seluruh aspek hidup kita dan kita hidup di dalamnya. Oleh karena itu, milikilah hati yang terus rindu untuk miliki terang itu dan mengakui bahwa terang itu telah membawa kita keluar dari kegelapan dunia ini sehingga kita bisa merasakan sendiri dampak dari terang itu, yakni berdampak bagi kita secara pribadi dan juga akan berdampak kepada orang lain. Jangan menyimpan terang itu sendiri melainkan beritakan terang itu ke sesamamu. Biarlah terang itu menjadi lentera dalam kehidupan kita dan juga sesama yang menuntun kita menjalani kehidupan kita di tengah kegelapan dunia ini.

• Ilustrasi

Sepanjang tahun 2020 kita melihat dan merasakan sendiri bagaimana dampak virus covid-19 menggoncangkan dunia termasuk negara kita Indonesia.Peristiwa ini seolah menjadi pukulan yang sangat keras bagi kita, di mana virus yang tidak kasat mata ini begitu sangat berbahaya hingga banyak menelan banyak korban. Keselamatan nyawa semua orang menjadi terancam. Pemimpin-pemimpin yang ada di negara kita telah berupaya mencari cara agar kita warga Indonesia tetap terlindungi dan terselamatkan dari virus ini.Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi warganya adalah terus menerus mengingatkan untuk taat mematuhi protokol kesehatan. Namun, sangat disayangkan tidak sedikit dari masyarakat Indonesia melalaikan protokol kesehatan tersebut dan tidak mau taat dengan aturan yang ada. Dampaknya, penyebaran virus semakin cepat dan memutuskan rantai virus covid-19 secara cepat tidak akan mungkin jika tidak ada kesadaran masyarakat dengan bekerjasama mematuhi protokol kesehatan.

Bapak/ibu, pemimpin-pemimpin negara kita sekarang ini sedang berusaha untuk menyelamatkan kita dari ancaman virus covid19 ini. Demikian halnya juga dengan Tuhan Yesus.Tuhan Yesus datang ke dunia menjadi Terang di tengah-tengah dunia yang diluputi oleh kegelapan.Dengan demikian, Tuhan Yesus menghendaki supaya setiap kita memperoleh terang itu, kita harus memiliki iman percaya didalam Yesus Kristus agar terbebas dari kondisi kita yang telah diliputi kegelapan.Prasyarat yang mutlak untuk keadaan yang gelap di dunia ini adalah percaya kepada terang yang adalah Yesus sendiri.Tujuan Yesus menyampaikan hal ini dengan tegas, agar semua orang tanpa terkecuali memperoleh keselamatan dan memperoleh hidup yang kekal di dalam Kristus Yesus sebelum semuanya terlambat. Sudahkah kita percaya dan taat kepada perintah Yesus untuk mempercayai-Nya sebagai Terang di dalam dunia yang gelap ini?Apa pun yang menjadi pilihan kita, pastikan bahwa pilihan itu akan membawa kita untuk memproleh keselamatan dan hidup yang kekal.

4. BERTINDAK

a. Penerapan

Anak-anak Tuhan sudah seharusnya dimulai dari sekarang untuk menjadi pelaku-pelaku dari Firman Tuhan. Kadang-kadang untuk melakukan kehendak Allah akan ada saja tantangan yang sulit untuk dihadapi. Tantangan tersebut mungkin berasal dari diri sendiri yaitu lalai dan menunda-nunda waktu melakukan kehendak Tuhan. Hingga akhirnya waktu yang sangat penting bersama dengan Tuhan pun terbuang sia-sia. Oleh sebab itu, hendaknya kita tetap percaya kepada Yesus, Sang terang, pemberi jaminan hidup dalam kekalan. Selama masih ada kesempatan bagi kita untuk hidup dalam terang itu maka marilah kita menikma terang itu dengan hidup didalamnya.Tantangan lainnya juga bisa berasal dari luar diri kita sendiri.Misalnya, ada orang yang menjual iman percaya kepada Yesus hanya karena masalah ekonomi, jabatan, kedudukan, ketenaran, keadaan yang mengecewakan, bahkan parahnya menjual iman demi cinta.

Bapak/ibu dan saudara, jangan biarkan keadaan yang kita alami menjadikan kita lupa akan identitas atau jati diri kita sebagai anak-anak terang. Untuk itu, kita harus tanamkan dalam hati dan pikiran kita bahwa segala tawaran-tawaran yang ada di dunia ini, yang begitu menggiurkan tapi menjauhkan kita dari pada Tuhan, tanggalkanlah itu karena sifatnya hanyalah sementara, jangan tergoda atasnya. Bukankah ini merupakan cara iblis ketika mencobai Yesus? Pastikan diri kita lolos dalam ujian tersebut. Anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus, Sang terang tidak akan terjatuh tetapi menangkis siasat si jahat tersebut dengan hidup di dalam Firman Allah. Tidak melupakan kodratnya sebagai anak-anak terang yang membawa perubahan di dunia ini yaitu menjadi berkat dengan memberitakan kabar baik bahwa Yesus adalah terang dunia.

a. Kesaksian

Dulu saya adalah seorang yang takut dengan suasana gelap karena ketika gelap saya merasa tidak aman.Pada saat saya tinggal di asrama, saya merasa asing karena tiap malam lampu kamar harus dimatikan. Hal ini membuat saya gelisah dan tidak dapat tidur pada malam hari karena saya berpikir jika suasana gelap banyak roh-roh jahat disekitar. Karena hal ini saya berinisiatif untuk membicarakannya kepada kakak tingkat yang ada di kamar untuk menghidupkan lampu ketika tidur. Setelah saya memnta untuk menghidupkan lampu ketika malam, kakak tingkat menjelaskan kepada saya alasan mengapa lampu dimatikan ketika malam dan ia memberi saya nasihat agar sebelum tidur hendaknya berdoa.

Awalnya sulit bagi saya untuk melakukan hal itu, namun ketika saya berdoa saya merasa tenang dan setiap malam saya membiasakan diri untuk membaca firman Tuhan. Salah satu firman Tuhan yang menjadi pegangan bagi saya terdapat pada Mazmur 91.Setiap malam saya membaca dan mempercayai firman Tuhan tersebut.Hal ini membuat saya yakin dan percaya bahwa terang itu ialah Allah yang memberikan keberanian dan firman-Nya yang akan melindungi setiap orang percaya.

5. BERDISKUSI

• Mengapa kita harus percaya kepada terang itu? Jelaskan!

• Sudahkah kita melakukan tugas kita sebagai anak-anak terang”

• Hal apa yang harus kita lakukan agar semua orang juga percaya kepada terang itu

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


No comments:

Post a Comment