Friday, 2 April 2021

Yesus Gembala Yang Baik

YOHANES 10:1-21

Topik : Gembala yang Baik

Tujuan : Mengajarkan Jemaat bahwa Yesus adalah Gembala yang baik, yang memberikan keselamatan kepada setiap orang percaya secara cuma-cuma dengan mengorbankan diri-Nya di kayu salib. Sebagai gembala yang baik Yesus juga memelihara dan tidak pernah meninggalkan setiap orang yang percaya. sehingga, sebagai orang Kristen tidak perlu khawatir pada kondisi apapun.

1. Doa Pembukaan

Tuhan Yesus yang Baik terimakasih buat berkatMu dan buat penyertaan Mu hingga saat ini kami masih merasakan kebaikan Mu yang luar biasa bagi kami. Tak ada lagi kata yang bisa kami ucap selain mengucap syukur kepada Mu Tuhan buat kesehatan dan kekuatan yang engkau berikan bagi kami. Bapa yang baik pada saat ini kami akan memulai ibadah Komsel kami, biar lah Engkau yang hadir di tengah tengah ibadah kami dan Engkau yang memimpin mulai dari awal hingga akhirnya. Kami percaya Bapa bahwa dua atau tiga orang yang berkumpul engkau hadir di tengah tengah kami. Di dalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur Haleluya, Amin.

2. Bermazmur

• Pujian 1

Aku Jalan Kebenaran (Ronny Tomasoa)

Aku jalan kebenaran dan jalan kehidupan

Itu yang Yesus katakan dan ku percaya, Amin

Di dalam namaNya ada keselamatan kekal

Reff :

    Glory haleluyah, Glory haleluyah

    Glory haleluyah, Glory haleyuyah

    Di dalam namaNya ada keselamatan kekal

3. Baca Firman Tuhan : Yohanes 10:1-21

 Penjelasan Firman Tuhan :

Kitab Yohanes merupakan kitab yang ditulis oleh Rasul Yohanes. Kitab ini dikatakan berbeda dari kitab injil lainnya seperti, Matius, Markus dan Lukas, karena Kitab hanya berfokus dalam mencatat pelayanan Yesus di Yudea dan Yerusalem dan juga menyatakan kepribadian Yesus dengan sempurna. Adapun tujuan Yohanes menuliskan kitab ini yaitu, untuk meyakinkan orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus agar menerima keselamatan daripada Yesus Kristus. Dan tujuan yang paling utama dalam penulisan kitab ini adalah untuk menguatkan iman orang percaya agar tidak goyah dalam iman mereka, walaupun pada saat itu terdapat pengajaran-pengajaran palsu. Dalam kitab ini juga Yohanes menuliskan bagaimana Yesus mengajar orang-orang pada saat itu menggunakan perumpanaan-perumpamaan yang ada. salah satu contohnya adalah dalam pembacaan teks pada hari ini yaitu, Yohanes 10:1-21. Pada teks ini menuliskan sebuah perumpamaan yang menceritakan sikap para pemimpin agama Yahudi. Hal ini dapat dilihat pada pasal sebelumnya bagaimana pemimpin Yahudi mencoba untuk menangkap Yesus melalui pertanyaan-pertanyaan yang menjebak, walaupun pasal 9 dan 10 tidak memiliki kata penghubung, namun kedua pasal ini mengandung perumpamaan yang sama yaitu berbicara mengenai sikap daripada pemimpin Yahudi.

Perumpamaan yang digunakan oleh Yesus adalah perumpamaan mengenai seorang gembala yang memelihara domba-dombanya. Ayat 1-5 merupakan perumpamaan yang melukiskan bagaimana kondisi dalam pemeliharaan domba. Yesus mengambil perumpamaan ini berdasarkan cara orang Yahudi melakukan peternakan domba. Dimana pada zaman itu domba-domba dari gembala yang berbeda akan dikumpulkan dalam satu kandang. Kandang domba pada saat itu merupakan sebuah kandang yang sangat besar, memiliki tembok yang tinggi, dan hanya memiliki satu pintu yang dijaga oleh seorang penjaga pada malam hari(ay 3).

Si penjaga hanya mengijinkan gembala untuk melewati pintu ketika mereka tiba di pagi hari, dan dikatakan hanya pencuri yang memanjat tembok (ay 1). Kemudian, pada teks ini dituliskan sebuah kebiasaan bagi para gembala untuk memanggil domba-dombanya pada pagi hari yang bertujuan untuk memisahkan domba-dombanya dengan domba-domba yang lain. tidak heran jika domba-domba sudah mengenali suara daripada gembalanya. Kemudian Yesus menjelaskan kembali arti daripada perumpamaan yang Ia ambil adalah menyatakan bahwa dirinya adalah gembala yang menuntun setiap domba keluar dari pintu. Hal ini berarti bahwa Yesus adalah jalan untuk menuju keselamatan (ay 9), sama seperti pintu yang ada di kandang yang merupakan satu-satunya jalan bagi domba-domba untuk menuju gembalanya.

 Renungan

Bapa/ibu saudara apa yang dapat kita pelajari daripada pembacaan teks pada hari ini? Hal yang pertama yang dapat dipelajari yaitu, Yesus adalah juruselamat yang benar. Pada Ayat 9 menjelaskan bahwa Yesus adalah pintu menuju keselamatan yang kekal. Keselamatan yang Yesus berikan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya adalah sebuah anugerah yang diterima secara cuma-cuma. Dimana Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus setiap dosa manusia. Dalam teks ini juga menyatakan bahwa Yesus adalah gembala yang baik karena dia mengenal setiap domba-domba-Nya. Yesus mengenal setiap kita yang percaya kepada-Nya.

Sehingga, tertulis dengan jelas bagaimana Yesus memberikan sebuah perumpamaan dimana seorang yang bukan gembala akan meninggalkan domba-dombanya karena ia tidak mengenal domba-dombanya (ay 12). Namun, pada ayat selanjutnya menyatakan sebuah kebenaran bahwa Yesus adaalah gembala yang mengenal domba-domba-Nya dan tidak pernah meninggalkan domba-dombanya. Yang berarti Yesus tidak pernah meninggalkan kita sebagai orang percaya dalam keadaan apapun. Hal ini tertulis juga dengan jelas dalam mazmur 23, dimana walaupun kita di dalam lembah kekelaman sekalipun Ia adalah Allah yang tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. tidak heran jika pada teks ini Yesus menyatakan bahwa diri-Nya adalah gembala yang baik (ay 11-17). Adanya pemeliharaan yang diberikan Yesus sebagai gembala yang baik bagi setiap orang yang percaya kepadanya, hal ini terlihat jelas pada ayat 9 merupakan sebuah perumpamaan yang menyatakan adanya keamanan dan pemeliharaan.

 Yesus adalah juruselamat yang benar, yang membebaskan setiap manusia dalam jerat maut. Yesus juga adalah seorang gembala yang baik, dalam keadaan apapun kita selalu berada di dalam pemeliharaanNya. Ia tidak pernah meninggalkan orang yang percaya kepada-Nya, karena Yesus mengenal setiap anak-anak-Nya dan Ia juga mengasihi kita seperti Bapa mengasihi kita sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal. Pertanyaannya sekarang apakah kita masih ragu dengan penyertaan Tuhan sebagai juruselamat dan gembala yang baik dalam hidup kita?

 Ilustrasi

Di sebuah gereja terdapat seorang Hamba Tuhan yang memimpin jemaatnya. Hamba Tuhan tersebut memiliki hati yang setia akan pelayanannya. Ia memimpin Jemaatnya dengan baik dan dengan sangat luar biasa, sehingga gereja yang dipimpin tersebut menjadi gereja yang bertumbuh dan berkembang. Pada awalnya pelayanannya berjalan dengan lancar, ia selalu mendukung dan membantu jemaat yang membutuhkannya, misalnya bantu dalam doa dan bantu dalam dana, semua yang ia lakukan merupakan kemurahan hatinya untuk Tuhan, pelayanan yang telah ia lakukan tujuannya hanya untuk menyenangkan hati Tuhan dan membawa jiwa baru pada Tuhan.

Pada suatu hari sebuah masalah menimpa Hamba Tuhan ini, masalah membuat jemaatnya. berkurang dan banyak yang mencaci maki dia, namun masalah tersebut bukanlah alasan untuk ia mundur dari pelayananNya. Ia tetap setia melayani Tuhan dan terus bergumul atas masalah yang ia hadapi. Karena kesungguhan hati dan doa yang sungguh- sungguh, sehingga Tuhan menjawab doa doa nya. Gereja nya kembali berkembang dan lebih banyak lagi jiwa baru yang ia dapatkan. Dari ilustrasi tersebut dapat disimpulkan bahwa Tuhanlah yang menjadi Gembala kita, yang menuntun kita ke jalan yang benar. Meskipun banyak sekali tantangan dan rintangan yang dihadapi, kita harus tetap percaya kepada Tuhan, tetap menjadikan Tuhan sebagai pemimpin kita. Tetaplah bertahan walaupun banyak cobaan dan terus andalkan Tuhan dalam segala hal karena Tuhanlah sang Juruselamat yang dapat menolong dan memelihara hidup orang yang percaya.

4. Bertindak

Sebagai orang percaya marilah kita sama-sama melakukan kebenaran Firman Tuhan yang sudah kita renungkan pada hari ini. mengajarkan kita untuk tetap perrcaya kepada Yesus ssebagai juruselamat kita, dan Dia adalah gembala kita yang baik. sehingga, tidak ada alasan bagi kita lagi untuk meragukan penyertaan Tuhan dalam setiap kehidupan kita. tidak ada alasan lagi bagi kita untuk khawatir akan apapun yang terjadi dalam hidup kita.

5. Berdiskusi

• Apakah bapa/ibu, saudara pernah mengalami suatu permasalahan dalam hidup dan merasakan sendiri bagaimana Yesus turut campur tangan dalam permasalahan bapa/ibu?

6. Berdoa syafaat

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.

*Sumber : Milne, Bruce. Injil Yohanes. Jakarta: Yayasan Komunitas Bina Kasih, 2010.


No comments:

Post a Comment