Oleh: Pdt. Jein Katlin Wololi
Yohanes 20:24 – 29
Pendahuluan
• Setelah Yesus bangkit pada hari yang ke tiga, Yesus masih ada di bumi. Ada jeda selama 40 hari sebelum Ia naik ke sorga. Dan selama masa itu, Yesus berkali-kali menampakkan diri-Nya kepada para murid di berbagai-bagai tempat.
• Para saksi kebangkitan itu ada Maria Magdalena dan wanita-wanita lain, kesebelas murid Yesus, Tomas dan para murid, ketujuh murid yang sedang mencari ikan, dan kedua murid yg sedang dalam perjalanan menuju ke Emaus.
• Paulus mencatat dalam suratnya di Korintus para saksi kebangkitan Kristus itu ada Kefas/Petrus, keduabelas murid, lima ratus saudara, Yakobus, semua rasul dan Paulus sendiri.
• Pada saat itu ada sekitar 500 lebih para saksi kebangkitan Kristus, dan para saksi menyaksikan sendiri bahwa Yesus itu benar-benar bangkit, sebab benar bahwa Yesus adalah kebangkitan dan hidup.
• Sebelum para murid percaya bahwa itu adalah Yesus yang telah bangkit, mereka mengalami keraguan.
• Mereka lamban mengenal bahwa Yesus bangkit. Padahal, saat Yesus masih hidup di bumi, Ia sudah 4 kali mengatakan bahwa Dia akan mati dan bangkit pada hari ketiga (Mat 16: 21; 17:22; 20: 17-19; 26:1-2)
Respon Murid
• Respon Maria = mayat Yesus telah dicuri.
• Respon para murid = “Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu.” (Luk. 24:11).
• Respon semua murid ialah mereka terkejut dan birpikir itu adalah hantu (Luk. 24:37).
• Dan Tomas adalah murid yang paling lambat percaya.
Bacaan teks Alkitab
Yohanes 20:24 - 29
Bagian-bagian yang penting dari teks firman Tuhan, ketika keraguan menghampiri kita:
A. Keraguan turut mengahampiri orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan
• Tomas bukan seorang peragu, meskipun ia pernah ragu
Fakta tentang Thomas
a. Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” (Yoh. 11:16)
- Meskiupun ada nada pesimis, tapi Tomas sangat berkomitmen bahwa ia mau mati bersama Yesus. Terlihat bahwa tidak ada kesan kalau Tomas meragukan Yesus.
b. Lalu, Tomas berkata kepada-Nya, "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, bagaimana kami tahu jalan itu?” (Yoh. 14:5)
- Saat Yesus berkata bahwa Aku hendak pergi ke rumah Bapa, murid lainnya terdiam dan Tomaslah yang bertanya.
- Pertanyaan ini menyingkapkan bahwa ia mengasihi Yesus dan berkomitmen utk tetap berada bersama Yesus, kemana pun Yesus pergi. Tidak ada kesan bahwa Tomas ragu.
• Tomas seorang yang mengasihi Yesus, tetapi pernah meragukan Yesus.
Tokoh-tokoh besar dalam Alkitab yang pernah mengalami keraguan
• Abraham (Kej. 15:8; 17:17)
• Musa (Kel. 3-4)
• Gideon (Hak. 6)
• Imam Besar Zakharia (Luk. 1:18)
• Yohanes Pembaptis (Mat. 11:3)
• Petrus (Mat. 11:3)
Kenapa mereka bisa ragu?
1. Karena keterbatasan sebagai manusia
Selalu mengukur pekerjaan Tuhan dengan logika kita
Merasa segala yang terjadi itu tidak masuk akal
2. Menggunakan kacamata jasmani
Kacamata jasmani mengharapkan hal2 yg harus terjadi sesuai apa yg diharapkan
Selalu melihat realita yang tidak sesuai ekspetasi
3. Fokus kepada masalah
Kalau kita menfokuskan pandangan kita pada satu objek, maka objek itu yang akan menguasai kita pola piker kita.
Kalau kita fokusnya kepada masalah, maka kita merasa bahwa Tuhan meninggalkan kita.
Dan Tomas memiliki ketiga unsur ini
Impostor syndrome adalah istilah psikologi untuk perilaku seseorang yang selalu merasa takut gagal dan meragukan kemampuannya. Ironisnya, kondisi ini justru kerap dialami oleh mereka yang berprestasi.
Jangan mengukur cara kerja Tuhan menggunkan logika kita
Jangan memakai kacamata jasmani kita, sebab itu akan membuat kita kecewa.
Jangan fokus kepada masalah karena itu akan mempengaruhi pola pikir kita dan akhirnya kita mempertanyakan keberadaan Tuhan.
B. Janganglah engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!
• Alkitab berkata bahwa orang yang ragu itu sama dengan gelombang laut yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Hidup yang ragu-ragu tidak akan mendapat apa-apa. Tidak akan bahagia. Hanya buang-buang waktu.
• Yesus membiarkan Tomas dalam keragu-raguan selama 8 hari, untuk memberi kesempatan Tomas bertobat dari ketidakpercayaannya terhadap kebangkitan Yesus.
• Mata rohaninya tertutup, meskipun 10 murid sudah memberikan kesaksian kebangkitan Yesus. Tomas tidak bertobat.
• Yesus datang dan berkata “janganlah engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
• Tomas memutuskan untuk percaya dan berkata “ya Tuhanku dan Allahku!”
“Ya Tuhanku dan Allahku!”
• Sebuah keyakinan yang kokoh
• Pengakuan pertama dari semua para murid yang mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan
• Pada saat itu, pengakuan seperti itu hanya akan ditujukan kepada kaisar.
• Keraguan yang terus menerus akan meruntuhkan iman kita dan akhirnya membuat kita jatuh dalam dosa. Tetapi ketika kita memilih menjadi percaya, maka kita akan diubahkan, dipulihkan dan mengalami lawatan Tuhan, sehingga kita berkata “Ya Tuhanku dan Allahku.”
• Catatan sejarah mencatat Tomas menjadi misionaris pionis di Persia dan India. Dia menjadi martir dengan cara duhujam dengan tombak. Tanpa keraguan dia melayani Tuhan sampai akhir hidupnya.
C. S. Lewis
• Lahir dari keluarga Kristen yang pada masa mudanya dia sempat meninggalkan Tuhan dan menjadi atheis.
• Meragukan Allah dan bertanya kalau Allah itu baik dan maha kuasa, mengapa begitu banyak dari makhluk ciptaan-Nya yang tidak gembira?” Dll.
• Percakapannya dengan J.R.R. Tolkien dan buku G.K. Chesterton memberinya jawab dan bukti kebenaran iman Kristen. Ia kemudian berkata kepada Tolkien, “aku menyerah. Aku mengaku Tuhan adalah Tuhan.”
• Dia kemudian menjadi pembela iman terbesar pada abad 20 dan dikenal sebagai "rasul bagi kaum skeptis."
• Apa pun keraguan kita, tetaplah datang kepada Tuhan. Walaupun iman kita saat ini kecil, datang kepada Tuhan dan berkata, Tuhan tolonglah aku yang ragu ini.
• Yesus berkata berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Dua level atau dua tingkat percaya:
a. Percaya setelah melihat
b. Percaya walau belum melihat
• Mari kita menjdi tipe ke dua ini, karena walau belum melihat namun percaya merupakan ciri khas kehidupan orang percaya yang dewasa di dalam Tuhan.
• Dengan menjadi percaya walau belum melihat, maka kita akan mengalami dan menikmati janji-janji Tuhan.
No comments:
Post a Comment