LANGKAH IBADAH SEJATI
(BERDOA, BERMAZMUR, BACA FIRMAN, BERTINDAK, BERDISKUSI, BERDOA SYAFAAT)
TETAPLAH MENJADI TERANG
(YOHANES 1:1-18)
TOPIK : Tetaplah Jadi Terang dan Saksi bagi semua orang
TUJUAN : Mengajarkan kepada jemaat bahwa Yesus adalah terang yang datang ke dalam dunia dan Ia mau kita menjadi saksi kepada semua orang. Dengan kesaksian itu orang-orang bisa datang kepada Yesus.
1. BERDOA
Bapa di dalam kerajaan sorga kami datang kembali kepada-Mu mengucap syukur atas segala sesuatu yang luar biasa yang telah Engkau berikan kepada kami anak-anakMu. Kini kami akan memulai persekutuan doa kami, biarlah hadiratMu menjadi bagian kami pada saat ini. Hanya dalam nama Yesus kami berdoa haleluya amin.
2. BERMAZMUR
Ku bawa hidupku skarang
Ke tempat kudusMu Tuhan
Di mezbahMu kuserahkan seluruh hidupku
Kubawa hatiku skarang
Dengan urapan yang baru
Agar aku lebih lagi mendengar suaraMu
Reff:
Jadikan aku Tuhan rumah doaMu
Agar sgenap suku bangsa datang menyembahMu (2X
3. BACA FIRMAN (10-15 menit)
Teks Firman Tuhan : Yohanes 1:1-18
Bacalah firman Tuhan dari Yohanes 1:1-18
A. Penjelasan Firman Tuhan : Tetaplah Jadi Terang dan Saksi bagi semua orang
Dari kebenaran fiman Tuhan ini, menceritakan tentang Yohanes yang mengawali Injil-Nya dengan menyebut Yesus sebagai “Firman itu”. Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai sabda Allah yang secara pribadi menunjukkan bahwa pada zaman ini Allah akan berbicara kepada manusia melalui anakNya yang tunggal. Dalam firman Tuhan ini menyatakan bahwa Yesus Kristus sebagai “Allah yang rela menjadi manusia” dan pernyataan sempurna tetang sifat dan kepribadian Allah. Sebagaimana ucapan seseorang menunjukkan pada hati dan pikirannya bahwa “firman itu” menyatakan hati dan pikiran Allah.
Dalam kisah teks Yohanes 1:1-18 adalah kisah dimana Yohanes bersaksi tentang Yesus Krisus, dimana Dia adalah putra Allah yang tunggal, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang akan menyatakan segala kuasa dan kebesaran Allah yang begitu mulia. Segala sesuatu dijadikan oleh Yesus, dan Dia adalah terang itu. Dari firman Tuhan yang disaksikan oleh Yohanes ini sendiri, kita dapat memahami bahwa Firman yang kita ketahui selama ini adalah Firman yang hidup. Yesus adalah Allah yang maha besar, maha mulia, dan agung. Namun ia mau dan rela menjadi manusia yang terbatas, agar semua orang dapat diselematkan. Yohanes menuliskan kisah ini supaya kita tahu pada saat ini firman itu adalah dari Allah sendiri yang menyatakan secara langsung kepada semua umatNya, yang percaya kepadaNya.
Renungan
Dari kisah kesaksian Yohanes ini diceritakan di atas memberikan pertanyaan kepada kita, apakah kita telah menjadi saksi atau tidak? Mari kita renungkan kepada diri kita masing-masing dari setiap apa yang kita lakukan. Dari kesaksian ini, kita harus hidup sesuai apa yang telah difirmankan Allah kepada kita semua serta melakukannya. Tetap beriman kepada Tuhan, tetap tekun membaca firman dan merenungkan firman Tuhan sehingga hidupnya tetap menjadi saksi dan terang bagi setiap orang yang ada di sekelilingnya sampai Tuhan datang ke dunia.
Bapa ibu yang terkasih di dalam Tuhan, menjadi saksi Tuhan kita dapat menjadi berkat dan terang bagi mereka yang belum mengenal Allah. Oleh karena itu, kita sebagai orang percaya jangan pernah ragu atau merasa tidak pantas untuk bersaksi, namun satu yang harus kita ketahui bahwa Tuhan tidak pernah pilih kasih dan memilih-milih siapa yang menjadi saksinya, karena setiap orang bisa mejadi saksi dan terang untuk semua orang asalkan kita tulus untuk melakukannya.
Ilustrasi
Ada sebuah rumah makan yang terletak di daerah pinggiran yang hampir menutup usahanya karena kurangnya pelanggan. Memang tempat tersebut sulit untuk dijangkau, dan kurangnya promosi oleh karena ketidaktahuan pemiliknya menggunakan media sosial. Sehari sebelum mereka memutuskan untuk menutup usahanya, datanglah seorang yang tidak dikenal. Orang tersebut memesan makanan spesial dari rumah makan tersebut. ternyata pria tersebut sangat menggemari masakan dari rumah makan itu. Ketika pria ini bertanya, jam berapa biasanya rumah makan ini dibuka. Pemilik itupun mengatakan bahwa rumah makan ini akan ditutup. Karena pria ini tidak mau rumah makan tersebut tutup, ia kemudian mengambil beberapa gambar dan memberi tahu teman-temannya tentang rumah makan ini. Teman-temannya juga datang berkunjung dan menyukai tempat itu. Singkat cerita karena rumah makan itu tidak jadi tutup oleh karena ada seseorang yang mempromosikan rumah makan itu dengan cara berbagi di media sosial dan menceritakan kepada orang-orang lain. Demikian juga dengan menjadi saksi. Kita menceritakan kepada orang lain kebaikan Tuhan, sehingga semua orang dapat mengalami Tuhan.
4. BERTINDAK ( 5 – 10 menit )
Kesaksian :
Shalom bapak ibu yang terkasih saya sedikit bersaksi kepada bapa ibu mengenai pertolongan Tuhan di dalam hidup saya. Kasih yang mengubah hati saya pada saat saya masih duduk di bangku sekolah SMK. Pada waktu itu, saya menuju ke rumah saya mengunakan motor, dan entah kenapa kepala saya itu tiba-tiba berat sekali dan saya mulai merasa pusing dan gelap. Saya tidak mengetahui apa yang terjadi, dan setelah saya sadar saya melihat darah masih menempel di kepala saya dan seorang teman saya yang menjenguk saya di rumah sakit menceritakan apa yang terjadi mengenai saya. Ternyata pada waktu itu, saya itu mau di lindas oleh mobil truk pengangkut pasir dan dengan pertolongan Tuhan, truk yang mau menabrak saya itu langsung menahan rem dengan dengan kencang. orang-orang yang melihat kejadian itu mengatakan bahwa pasti saya tidak akan selamat. Saya melihat begitu besar pertolongan Tuhan kepada saya dan bila saya ingat lagi Allah yang luar biasa itu memberikan kepada saya kesempatan unuk menikmati berkat yang melimpah dan bersukacita oleh anugerahNya. Hal inilah yang saya ceritakan kepada-orang lain di Gereja saya, agar mereka juga percaya dan mengalami kuasa Allah.
5. BERDISKUSI ( 10 – 15 menit )
Pertanyaan : apakah bapak dan ibu pernah bersaksi tentang Yesus kepada orang lain?
6. BERDOA SYAFAAT ( 5 -10 Menit)
• Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.
No comments:
Post a Comment