KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS
(YOHANES 1:35-51)
TOPIK : Kami Telah Menemukan Mesias
TUJUAN : Mengajarkan jemaat untuk menjadi saksi Kristus yang membawa keluarga dan orang di sekitanya datang kepada Tuhan.
7. BERDOA
Bapa dalam kerajaan Sorga. Terima kasih untuk anugerahMu yang luar biasa dalam kehidupan kami. Kami menyadari bahwa oleh karena kasihMu, kami masih ada sampai saat ini. Ya Tuhan, saat ini kamu mau merenungkan FirmanMu. Biarlah FirmanMu yang menerangi hati dan pikiran kami. Ajarlah kami bertumbuh, untuk lebih mengasihiMu. Sebab engkaulah Tuhan dan raja yang bertakhta dalam kehidupan kami. Dalam nama Yesus kami sudah berdoa, Haleluya, Amin.
8. BERMAZMUR
Jiwa-jiwa yang belum mengenal kasih bapa
Mereka yang alam g'lap, mereka yang tersesat
Hati kami iba seperti hati-mu yesus
Reff :
Tuhan ini tugas kami
beri keb'ranian bagi kami
taruhlah roh yang rela melayani
dan menyenangkan hati tuhan
itu yang ku ingini.
9. BACA FIRMAN (10-15 menit)
Teks Firman Tuhan : Yohanes 1:35-51
Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 1:35-51.
Penjelasan Firman Tuhan :
Kisah yang baru saja kita baca merupakan kisah yang terjadi di daerah Betania. Hal ini dapat dilihat pada (Yoh. 1:28). Tepatnya dua hari setelah Yohanes membabtis Yesus. Kemudian Yesus bertemu dengan murid-murid yang pertama mengikuti Dia. Ketika membaca ayat-ayat sebelumnya, maka kita akan menemukan bahwa penulis Kitab Yohanes memperkenalkan Yesus dengan cara yang berbeda dari kitab-kitab Injil lainnya, seperti kitab Matius, Markus, dan Lukas. Apa yang berbeda? Tentu saja penggambaran Yesus sebagai Firman yang telah menjadi manusia. Penulis Yohanes menjelaskan bahwa Yesus adalah Allah yang datang dari Sorga. Ia mau dan rela menjadi manusia, untuk kita semua. Hal ini penting untuk diperhatikan, oleh karena inilah alasan terbesar sukacita yang dimiliki oleh Yohanes pembabtis.
Pada awal teks ini kita membaca bahwa Yohanes dengan kedua muridnya bertemu dengan Yesus (ay. 35). Ia mengatakan “lihatlah Anak domba Allah. (ay.36).” Hal ini bukan pertama kalinya diucapkan oleh Yohanes. Pada ayat 29, Yohanes juga mengatakan “lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa manusia.” Yohanes menunjuk Yesus sebagai Anak Alla, sebab Dialah yang akan menghapuskan dosa manusia. Hal ini didengar oleh kedua orang muridnya yang bersama-sama dengannya pada saat itu. Salah satu murid Yohanes tersebut adalah Andreas. Pada hari itu ia mengikuti Yesus dan tinggal bersama-sama dengan Dia. Andreas pasti sangat bersukacita, sebab ia telah menemukan Mesias yang sudah dinubuatkan. Namun Andreas tidak hanya menikmati sukacita itu seorang diri. Ia kemudian memberitahu Petrus yang juga adalah saudaranya sendiri. Andreas mengatakan “kami telah menemukan Mesias” kemudian ia membawanya kepada Yesus, dan sejak saat itu Petrus juga menjadi pengikut Yesus.
Kisah ini tidak berhenti sampai disini saja. Rupanya pada keesokan harinya lagi, Yesus bersama dengan Andreas dan Petrus berangkat ke Galilea. Mereka bertemu dengan Filipus. Yesus mengajak Filipus untuk ikut bersama-sama dengannya. Memang tidak dijelaskan apakah Andreas atau Petrus berbicara terlebih dahulu dengan Filipus sebelum ia diajak oleh Yesus. Namun pada ayat 44 dituliskan bahwa Filipus berasal dari daerah yang sama dengan mereka. Besar kemungkinan bahwa Andreas dan Petrus lebih dahulu memberitahukan kabar sukacita tersebut kepada Filipus, bahwa Yesus adalah Mesias. Kemudian, barulah Yesus memanggil Filipus untuk ikut bersamanya. Setelah itu apa yang terjadi? Rupanya ketika menjadi pengikut Yesus, Filipus juga rindu membagikan kabar sukcita tersebut kepada orang lain lagi, namanya adalah Natanael. Sekalipun sempat ragu, pada akhirnya Natanael juga menjadi pengikut Yesus.
Renungan
Dari kisah ini kita belajar bahwa kabar sukacita tentang Yesus Kristus harus dibagikan juga kepada orang lain. Secara khusus kepada keluarga dan tetangga-tetangga kita yang belum mengenal Yesus. Sama seperti yang dilakukan oleh Andreas, ia memberitahukan tentang Yesus kepada Petrus. Kemungkinan besar juga, Ia memberitahukannya kepada Filipus yang berasal dari kota yang sama dengannya. Bagaimana dengan bapak ibu saudara? Apakah bapak ibu saudara sudah menjadi saksi bagi keluarga dan orang di sekitar bapak ibu. Mungkin bapak ibu mengatakan bahwa itu tugasnya hamba Tuhan, atau saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada keluarga saya. Kita bisa memulai hal ini dengan bercerita tentang apa yang terjadi dengan kehidupan kita, bagaimana Tuhan itu baik dalam kehidupan kita.
Ilustrasi
Ada salah satu warung terkenal di daerah Pekalongan yang sebenarnya jauh dari perkotaan alias berada di desa. Warung makan ini, memang kelihatan biasa saja dari segi bangunannya. Sama seperti warung-warung pada umumnya. Hanya saja yang membuat warung tersebut terkenal, adalah harga yang murah. Menariknya lagi di tempat tersebut, kita bisa mengambil makanan apa saja di dapur dan nanti saat bayar baru disebutkan makanan apa saja yang sudah diambil. Cara ini memang beresiko karena yang dibutuhkan adalah kejujuran dari pelanggannya. Namun ternyata strategi pemasaran ini cukup berhasil di daerah jawa. Selain strategi pemasarannya, ada satu lagi rahasia kesuksesan warung ini. Rupanya warung ini begitu terkenal hanya melalui pembicaraan dari mulut ke mulut. Dengan hal ini, maka warung tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk mengiklankan masakannya tersebut. Seperti ini jugalah gambaran yang bisa kita lakukan. Dengan kita menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang lain dan juga hidup kita menjadi berkat maka secara tidak langsung, orang lain dapat melihat gambaran Yesus melalui kehidupan kita.
10. BERTINDAK ( 5 – 10 menit )
Kesaksian : pada tahun kedua saya kuliah, tepatnya tahun 2018 lalu saya dipercayakan untuk melayani di salah satu gereja di daerah Batam. Setiap hari jumat sampai minggu kami pergi pelayanan untuk melakukan program-program Gereja seperti feeding program, kaum muda, dan ibadah umum. Saya masih ingat, pada waktu itu kami pulang ke asrama dengan menaiki transportasi umum (minibus). Di samping saya duduk laki-laki yang tidak saya kenal sebelumnya. Karena merasa bosan, akhirnya kami bercakap-cakap. Sampai akhirnya saya menceritakan tentang Yesus kepadanya. Memang tidak lama, tetapi saya merasakan sukacita yang besar karena boleh memperkenalkan Yesus kepada orang yang berbeda agama. Bapak ibu tidak harus melakukan seperti yang saya lakukan. Bapak ibu bisa melakukannya dengan cara yang lain, yang terpenting adalah memberitakan kabar sukacita tersebut kepada orang lain
11. BERDISKUSI
Pertanyaan : apakah bapak dan ibu memiliki pengalaman bersaksi tentang Yesus kepada orang lain?
12. BERDOA SYAFAAT
• Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus
No comments:
Post a Comment