(YOHANES 6:1-15)
TOPIK : Lihatlah dan Percayalah pada Allah
TUJUAN : Mengajarkan kepada Jemaat untuk selalu percaya pada mukjizat Allah. Sehingga mukjizat terjadi bukan karena iman yang dapat dilihat, melainkan harus disertai dengan percaya. Untuk itu tetap percayalah kepada Allah bahwa mukjizat masih dinyatakan kepada setiap kita orang percaya hingga saat ini.
1. BERDOA ( 3 - 5 menit )
“Bapa di dalam kerajaan surga, kami bersyukur atas rahmat-Nya kita dapat melaksanakan ibadah ini. Kami menyerahkan ibadah malam hari ini ke dalam tangan-Mu. Engkau hadir dan melawat setiap kami agar urapan dan kuasaMu melingkupi kehidupan kami. Dalam nama Yesus kami siap memuji dan menyembah Engkau, haleluyah . Amin.”
2. BERMAZMUR (10 -15 menit)
Pujian 1 :
TAK TERBATAS KUASAMU TUHAN
SEMUA DAPAT KAU LAKUKAN
APA YANG KELIHATAN MUSTAHIL BAGIKU
ITU SANGAT MUNGKIN BAGIMU
DI SAATKU TAK BERDAYA
KUASAMU YANG SEMPURNA
KETIKA KU PERCAYA
MUJIZAT ITU NYATA
BUKAN KAR'NA KEKUATAN
NAMUN ROHMU YA TUHAN
KETIKA KU BERDOA
MUJIZAT ITU NYATA
3. BACA FIRMAN (10-15 menit)
A. Teks Firman Tuhan : Yohanes 6:1-15
Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 6:1-15
Penjelasan Firman Tuhan : Lihatlah dan Percayalah pada Mukjizat
Cerita ini mengenai pelayanan Yesus lakukan selanjutnya di seberang danau Galilea yaitu danau Tiberias. Orang-orang di daerah itu banyak yang berbondong mengerumuni Dia. Karena mereka melihat bahwa banyak mukjizat yang diadakan dan sembuh. Setelah itu, Yesus dan murid-muridNya duduk diatas gunung.
Kemudian pada saat itu telah dekat paskah bagi orang Yahudi. Yesus memandang sekelilingnya bahwa orang-orang berbondong kepada-Nya. Kemudian Yesus berkata kepada Pilipus: di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan? (ayat 5). Filipus kemudian menjawab: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka, sekalipun mendapatkan sepotong kecil saja.” Selanjutnya, datanglah Andreas berkata kepada-Nya bahwa seorang anak mempunyai lima roti jelai dan dua ikan sekaligus bertanya apakah artinya untuk dibagikan kepada semua orang itu? (ayat 9)
Selanjutnya Yesus menyuruh semua orang disitu untuk duduk kira-kira 5000 orang laki-laki. Yesus mengambil roti dan ikan tersebut serta berdoa sebanyak yang dikehendaki. Terjadilah sesuai kehendak-Nya dan orang-orang beserta murid-muridNya mendapatkan bagian hingga membuat orang-orang tersebut kekenyangan. Setelah kenyang, murid-muridNya mengumpulkan potongan tersebut dan terkumpul sebanyak dua belas bakul. Pada ayat 14, ketika orang-orang tersebut melihat mukjizat tersebut, takjublah mereka dengan mengatakan bahwa Dia adalah nabi yang akan datang ke dunia. Hingga pada akhirnya, Yesus seorang diri pergi ke Gunung karena Dia mengetahui orang-orang tersebut ingin menjadikan dia sebagai Raja.
Renungan
Dari kisah pelayanan Yesus ini merupakan suatu mukjizat yang dilakukan di daerah tersebut. Pastinya kita bertanya-tanya bagaimana mungkin hanya lima roti dan dua ikan dapat mengenyangkan lima ribu orang. Apalagi yang tercatat hanya lima ribu laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak. Ini pastinya kita bertanya-tanya bagaimana hal tersebut bisa terjadi pada orang sebanyak itu dan ini merupakan sesuatu hal yang tidak masuk akal.
Akan tetapi dari mukjizat tersebut, ini merupakan sebuah tindakan yang berasal dari iman. Iman didasari pada suatu kepercayaan atau percaya pada Allah, karena iman tidak dapat dikaitkan dengan hal-hal yang masuk akal/ yang layak dikatakan wajar oleh kebanyakan. Tindakan iman bermula ketika Yesus berkata kepada murid-Nya bernama Filipus, dan Filipus menjawab dengan apa yang masuk akal, tidak dengan iman (5-7). Kemudian begitu juga dengan Andreas yang bertanya demikian sekalipun ada lima roti dan dua ikan pada seorang anak. Disinilah perlu adanya suatu tindakan dengan percaya melalui iman.
Bapak/Ibu/Saudara/I yang dikasihi Tuhan, seringkali kita tidak pernah merasakan ada mukjizat dalam kehidupan kita. Mungkin ada beberapa yang memperngaruhi, salah satunya hubungan pribadi dengan Tuhan. Seringkali kita merasakan hal seperti itu yang mengakibatkan diri kita terlalu mengandalkan apa yang masuk akal. Akan tetapi mukjizat masih bekerja dalam kehidupan kita. Tuhan masih bekerja dengan berbagai macam cara untuk diri kita. Sehingga mukjizat tidak sepenuhnya berdasarkan apa yang dilihat, melainkan suatu mukjizat yang dapat dirasakan yang didasari kepercayaan melalui iman. Oleh Karena itu mukjizat Allah masih dinyatakan bagi semua orang percaya dengan berbagai cara yang Allah kehendaki. Karena sekalipun kita melihat mukjizat itu nyata, namun kembali lagi kepada kepercayaan kita kepada Allah melalui iman. Marilah Bapak/Ibu/Saudara/I untuk tetap beriman dan percaya kepada Tuhan, supaya mukjizat-Nya senantiasa dapat dinyatakan dan menjadi bahan kesaksian kepada setiap orang dalam kehidupan sehari-hari.
4. BERTINDAK ( 5 – 10 menit
Penerapan :
Allah bekerja dalam kehidupan setiap diri kita. Dimana Allah bekerja dalam Kuasa-Nya dalam kehidupan kita secara pribadi. Kuasa Allah tidak terbatas bahkan diselami oleh pikiran dan logika manusia. Demikian juga Iman kepada Kristus yang tidak dapat dibatasi dan tidak dapat dilampaui oleh pikiran manusia. Karena melalui iman, kuasa Allah nyata bagi kehidupan bagi Bapak/Ibu/Saudara/I yang kemudian juga dapat dinyatakan kepada orang lain yang menjadi sumber kesaksian. Iman bukan hanya karena dapat melihat, namun harus disertai dengan kepercayaan kepada Allah. Tuhan Yesus Memberkati, Shallom.
5. BERDISKUSI
1. Apakah anda masih percaya mujizat terjadi hingga hari ini?
2. Pernahkan anda mengalami mujizat? Ceritakanlah mujizat yang pernah anda alami!
3. Siapakah yang dimuliakan ketika suatu mujizat terjadi?
6. BERDOA SYAFAAT ( 5 -10 Menit
Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus
No comments:
Post a Comment