Wednesday, 31 March 2021

Kasih Yang Menerima

YOHANES 8:1-11

Tema : Kasih yang Menerima

Tujuan : Memberi pemahaman dan pengajaran kepada jemaat untuk memiliki kasih yang menerima tanpa membeda-bedakan. Jemaat diharapkan dengan renungan ini dapat menjadi pribadi yang dapat melihat sesamanya dengan kasih, tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain.

1. Doa Pembukaan :

Allah Bapa yang maha baik terimakasih atas berkat-Mu yang bisa kami rasakan sampai saat ini kami bersyukur atas semuanya itu dan pada saat ini kami akan memulai persekutuan kami dan kami serahkan seluruhnya ke dalam tangan-Mu, dari awal, pertengahan hingga nanti kami mengakhirinya dan layakkan kami agar kami berkenan dihadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami telah berdoa dan mengucap syukur halleluyah, amin.

2. BERMAZMUR

Lagu pujian ke-1 dan ke-2: Jemaat cari sendiri

Lagu firman :

Hanya dekat kasih-Mu Bapa

jiwaku pun tentram

Engkau menerimaku, dengan sepenuhnya

Walau dunia melihat rupa

Namun Kau memandangku

Sampai kedalaman hatiku

Reff :

Tuhan inilah yang ku tahu

Kau mengenal hatiku

Jauh melebihi semua

Yang terdekat sekalipun

Tuhan inilah yang ku mau

Kau menjaga hatiku

Supaya kehidupan

Memancar senantiasa

Ciptaan : Gloria Trio

Doa Firman : Allah Bapa yang maha baik pada saat ini kami akan mendengarkan kebenaran Firman-Mu, kiranya Engkau jamah hati kami kiranya Firman yang kami dengarkan tidak sekedar kami dengar tetapi kami pahami dan kami lakukan di dalam kehidupan kami, sehingga kami menjadi orang-orang yang semakin bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan. Dalam nama Yesus kami berdoa halleluyaH, amin.

3. FIRMAN TUHAN

Teks Firman Tuhan : Yohanes 8:1-11

Penjelasan Firman Tuhan :

Dalam kisah ini yang barusan kita baca menceritakan bagaimana mengenai seorang perempuan yang dibawa kepada Yesus untuk dihakimi oleh karena telah melakukan zinah atau perbuatan yang tidak baik, dalam hukum orang Yahudi jika seseorang melakukan dosa perzinahan akan dilempari batu, dalam ayat 3 kita melihat ahli Taurat dan orang Farisi membawa kepada Yesus seorang yang telah kedapatan melakukan zinah.

Pertanyaan : kenapa ahli Taurat dan orang Farisi membawa perempuan itu kepada Yesus? Bukankah, ahli Taurat dan orang Farisi adalah kelompok yang mengetahui hukum dan merekalah yang menetapkan aturan-aturan itu, jika mereka tau mengenai apa yang harus dilakukan kepada wanita yang tertangkap melakukan zinah itu, bukankah mereka bisa secara langsung menghakimi perempuan itu tanpa harus membawanya kehadapan Yesus? apa yang menjadi alasan mereka untuk membawanya kepada Yesus?

 Dalam ayat yang ke-6 jelas dikatakan bahwa bukan mereka tidak mengetahui hukuman apa yang akan diberikan kepada perempuan yang kedapatan berzinah itu jelas dikatakan dalam ayat ini mereka melakukan itu untuk mencobai Yesus dan mencari kesalahan sehingga mereka mendapatkan sesuatu hal yang bisa menyalahkan Yesus. Namun respon dari Yesus hanya membungkuk dan menulis di tanah dengan jariNya, tetapi karena orang-orang itu mendesak Yesus, Yesus memperbolehkan mereka untuk melempari perempuan itu tetapi dengan satu aturan dimulai dari yang tidak berdosa sampai kepada yang berdosa. Kita melihat satu persatu mereka meninggalkan perempuan itu bersama Yesus.

Pertanyaan : Kenapa ahli Taurat dan orang Farisi pergi dan tidak jadi melempari perempuan itu bukankah mereka mendesak Yesus? Ada banyak kemungkinan kenapa mereka tidak melempari pertama, perkataan Yesus yang mengatakan yang tidak berdosa hendaklah ia yang melempar terlebih dulu, kedua mereka merasa bahwa mereka lebih berdosa dari perempuan itu, dan yang ketiga mereka merasa Yesus seorang yang benar, namun tidak menghendaki hukuman kepada perempuan yang melakukan zinah. Hal ini bisa memberi jawaban kepada kita kenapa ahli Taurat dan orang Farisi tidak melempari perempuan itu.

Renungan :

 Bapak ibu saudara yang terkasih, apa yang menjadi perenungan kita dari teks Firman Tuhan ini, ada satu point penting yang akan kita pelajari dari teks ini.

Poin 1: Lihatlah kesalahan orang dengan kacamata kasih

Bpk/ibu sdra/i yang terkasih, mari kita perhatikan bagaimana tindakan dari ahli Taurat dan orang Farisi yang datang kepada Yesus membawa seorang perempuan yang tertangkap melakukan dosa, ahli Taurat dan orang-orang Farisi datang untuk menghukum atau menghakimi perempuan itu dengan melemparinya batu,

Bpk/ibu yang terkasih terkadang kita sama seperti ahli Taurat dan orang Farisi, ketika kita melihat kesalahan atau pelanggaran dari sesama kita, kita malah sibuk untuk menggosipin orang tersebut bahkan kita menghakimi dia. Apakah ini yang dikehendaki Allah kepada kita sebagai orang percaya? Nah bpk/ibu yang terkasih Yesus memberikan teladan kepada kita pada saat ini bagaimana seharusnya respon kita terhadap sesama kita yang melakukan kesalahan.

Kita bisa melihat dalam teks ini bagaimana respon Yesus kepada perempuan yang berdosa ini, Yesus tidak langsung menghakimi atau menghukum perempuan tersebut tetapi kita melihat bagaiamana Yesus menaruh belaskasihan kepada perempuan itu. Didalam ayat 11 kita melihat respon Yesus terhadap perempuan itu, Yesus tidak menghakimi perempuan itu melainkan menyuruh perempuan itu pergi dan berpesan untuk tidak berbuat dosa lagi. Yesus menyuruh perempuan itu pergi bukan karena perempuan itu tidak bersalah melainkan Yesus memandang perempuan tersebut dengan penuh kasih dan Yesus mau memberikan kesempatan kedua kepada perempuan ini untuk bertobat.

Ilustrasi :

Seorang karyawan yang bernama Surti yang bekerja di sebuah perusahaan besar di Jakarta suatu ketika Surti melakukan kesalahan, kesalahan yang dilakukan oleh Surti yaitu menggelapkan uang perusahaan dalam jumlah yang besar, berapa minggu kemudian kesalahan yang dilakukan oleh Surti diketahui oleh manager perusahaan, akhirnya Surti merasa takut dan gelisah. Sewajarnya apabila managernya memecat Surti oleh karena kasalahan yang ia lakukan. Namun managernya memanggil Surti dan menasehati serta memberikan kesempatan kepada Surti untuk melunasi utang-utangnya kepada perusahaan. Dengan rasa bersalah Surti terdiam dan satu persatu air mata surti berjatuhan, karena Managernya sangat baik, tidak memecatnya melainkan memberikan kesempatan kepada Surti untuk berubah, akhirnya Surtipun dengan wajah berseri-seri berjanji tidak akan mengulagi kesalahan yang sama lagi.

4. BERTINDAK :

Bpk/ibu, saudara/i yang terkasih pada saat ini kita diajak untuk mengintropeksi diri kita masing-masing karena belum tentu kita benar dihadapan Allah. Hari ini Yesus menunjukkan kepada kita bahwa Dia adalah Allah yang penuh kasih Allah yang mengampuni, Allah yang penuh cinta bagi setiap yang mencari Dia.

Saudara/i yang terkasih marilah kita keluar dari kehidupan lama kita dan sadar bahwa kehidupan kita ternoda dan berdosa, kita diajak untuk datang kepada Yesus bukan untuk menghakimi orang lain tetapi kita datang untuk dipulihkan sehingga kita bisa membawa orang lain dan dipulihkan dalam kekudusan Tuhan. Mari kita menerima dan memandang sesama kita dengan penuh kasih, sama seperti Yesus yang menerima kita dengan penuh cinta. Yesus menerima kita bukan karena kita benar atau perbuatan kita benar, tetapi Yesus menerima kita karena kita sangat berharga dimata-Nya. Kiranya kebenaran Firman Tuhan hari ini dapat memberkati kita semua. Amin.

5. BERDISKUSI

1. Bagaimana Tuhan mengasihi anda?

2. Bagaimana cara anda mengasihi keluarga dan juga orang-orang di sekitar anda?

3. Apakah anda menerima orang lain apa adanya? Atau harus sesuai dengan kemauan anda?

6. BERDOA SYAFAAT :

Pokok Doa: Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


No comments:

Post a Comment