YOHANES 7:1-24
Tema: Melihat Dengan Benar
Tujuan : Mengajarkan kepada jemaat agar tidak terobsesi terhadap apa yang dipandang baik menurut manusia melainkan berpegang teguh terhadap kebenaran Firman Tuhan.
1. BERDOA
Bapa di surga kami mengucap syukur atas kasih dan anugerah-Mu dalam hidup kami, sehingga sampai saat ini kami dapat beridah, itu semua karena kasih karunia-Mu. Saat ini kami serahakan ke dalam tangan-Mu seluruh hidup kami dan persekutuana yang indah ini. Biarlah Roh Kudus-Mu yang mengurapi setiap kami dan memampukan serta memahami dan mengerti kebenaran firman-Mu Amin.
2. BERMAZMUR
Bukan dengan kekuatanku
'Ku dapat jalani hidupku
Tanpa Tuhan yang di sampingku
'Ku tak mampu sendiri
Engkaulah kuatku
Yang menopangku
Kupandang wajahmu dan berseru
Pertolonganku datang dari-Mu
Peganglah tanganku jangan lepaskan
Kaulah harapan
Dalam hidupku
3. BACA FIRMAN
Teks : Yohanes 7:1-24
Penjelasan Firman Tuhan
Dalam Yahones 7:1-24, menceritakan dua perikop dalam satu peristiwa: yang pertama mengenai Yesus pergi ke Yerusalem untuk hari raya Pondok Daun dan dilanjutkan dengan menceriterakan mengenai kesaksian Yesus tentang diri-Nya kepada orang-orang Yahudi. Dalam perikop yang pertama, menceritakan perihal hari raya Pondok Daun yang sudah dekat. Hari raya Pondok Daun adalah hari raya orang Yahudi (lih. 7:2) dan hari raya Pondok Daun adalah hari raya terakhir sebelum tahun baru Yahudi. Ini adalah panen sebelum musim dingin. Hari raya ini merupakan suatu perayaan yang wajib dilakukan oleh bangsa Israel selain perayaan roti tak beragi atau paskah. Perayaan Pondok Daun ini dilakukan agar bangsa Israel mengingat akan kasih dan pemeliharaan Tuhan pada waktu nenek moyang mereka selama 40 tahun hidup di padang gurun.
Ketikan hari perayaan itu sudah dekat maka kata saudara-saudara Yesus kepada-Nya: “Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan. Sebab tidak seorangpun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia” (lih. 7:3-4. Tetapi jawab Tuhan Yesus kepada mereka “waktu-Ku belum tiba.” Disini ada dua perbedaan pendapat, saudara-saudara Yesus merasa ini adalah waktunya untuk lebih dikenal banyak orang. Maka Yesus harus datang ke Yerusalem. Membuat tanda-tanda mukjizat, kesembuhkan orang,mengusir setan, dan lain sebagainya, Ini akan membuat Yesus dikenal ke seluruh Israel, Tetapi bagi Yesus, waktu-Nya akan tiba pada saat kematian-Nya. Orang-orang di Yerusalem ingin membunuh Dia, dan ini tidak diketahui oleh saudara-saudara-Nya. Tetapi di ayat 10 dikatakan bahwa Tuhan Yesus tetap pergi ke pesta itu. Apakah ini waktunya sudah tiba? Ya waktu-Nya sudah untuk pergi ke perayaan Pondok Daun tersebut.
Selanjutnya dalam perikop yang kedua menceritakan kesaksian Tuhan Yesus tentang diri-Nya. Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke bait Allah lalu mengajar, maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan tanpa belajar”! (lih. 7:15) ini adalah insiden keheranan orang Yahudi melihat dan mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus kepada orang banyak. Tetapi Tuhan Yesus menjawab: “Ajaranku tidak berasal dari diri-Ku sendiri tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku” (lih. 7:15). Pernyataan Tuhan Yesus ini seharusnya membawa saudara-saudara-Nya dan orang-orang Yahudi untuk melihat dengan benar perbuatan-perbuatan yang Tuhan Yesus lakukan dengan ajaib.
Renungan
Dari kisah Tuhan Yesus dalam perayaan pondok Daun yang diceritakan di atas, memberikan pertanyaan kepada kita, sejauh mana kita melihat dengan benar kuasa Allah itu? Apakah kita seperti saudara-saudara Tuhan Yesus yang melihat Yesus hanya sebatas saudara mereka, sehingga sukar bagi mereka untuk percaya kepada-Nya, walaupun Tuhan Yesus banyak melakukan perbuatan yang ajaib? Atau seperti orang-orang Yahudi yang iri hati dan dengki karena Tuhan Yesus memberitakan kabar yang sejati dan malakukan banyak mujizat? Sehingga mata hati mereka dibutakan oleh rasa benci itu. Tidak sidikit orang percaya tergolong dalam konsep saudara-saudara Tuhan Yesus dan orang-orang Yahudi yang tidak percaya. Ketidak percayaan ini muncul karena meragukan Allah dengan manifestasi-Nya dalam kehidupan ini. sehingga mata rohani ini menjadi buta.
Lalu bagaimana seharusnya orang percaya dapat melihat dengan benar? Yohanes 1:17 mengatakan: “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” Penekanan yang Tuhan Yesus sampaikan, supaya dapat melihat dengan benar ialah melakukan kehendak-Nya. Kehendak Allah itu baik dan sempurna bagi kita. Allah tidak memperoleh apa-apa ketika kita melakukan kehendak-Nya. Semua kehendak-Nya adalah demi kebaikan dan keuntungan kita. Tidak ada satupun yang kita lakukan “untuk Tuhan” yang menguntungkan Dia, tetapi justru untuk keuntungan kita sendiri!
Kita menyembah Dia, tapi yang untung kita sendiri. Jika kita berdoa, siapa yang untung? Kita seringkali memandang kehendak dan larangan Allah mengekang kebebasan kita. Untuk itu, akal budi kita harus diperbarui untuk melihat bahwa setiap perintah Allah itu adalah untuk kebaikan dan untuk melindungi kita dari yang jahat. Oleh karena itu, dalam melakukan kehendak Allah, janganlah kita berpikir kita telah mengorbankan sesuatu, karena dalam kenyataannya kita tidak rugi apa-apapun, tetapi malah memperoleh segala sesuatu.
Ilustrasi
Suatu ketika ada dua orang yang masuk ke dalam sebuah sungai yang sama, tetapi dengan tujuan yang berbeda. Seseorang turun ke dalam sungai untuk mencari batu, sedangkan yang seorang lagi turun untuk mencari pasir. Pencari batu yang turun maka pastilah batu yang akan diambilnya, sedangkan pasir akan dibuangnya. Di pihak lain pencari pasir tentu hanya pasir saja yang diambilnya, sedangkan batu akan dibuangnya. Mengapa demikian? Karena keinginan yang berbeda akan menghasilkan sesuatu yang berbeda juga.
4. BERTINDAK
Demikian hal di dalam mencari kebenaran itu, harus dimulai dengan menghilangkan segala konsep-konsep yang tidak benar tentang Allah dan firman-Nya. Membuka diri sepenuhnya terhadap apa yang dikehendaki Allah melalui firman-Nya dalam Alkitab, maka hal ini mempermudah bagi kita untuk menemukan dan memperoleh keselamatan di dalam Tuhan Yesus artinya kita dapat melihat dengan benar.
Jadi, dalam kehidupan orang percaya di masa kini, melihat dengan benar bukanlah masalah yang sulit tetapi ditentukan oleh apakah kita mau belajar atau tidak, apakah kita mau mencoba atau tidak dan apakah kita merindukan firman-Nya atau tidak. Ketika kita orang percaya mempunyai kerinduan yang amat dalam untuk melihat dengan benar, maka Firman Tuhan mengatakan mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah maka akan mendapat dan ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu (lih. Mat.7: 7). Yang artinya kehausan akan Firman Allah menguatkan iman kita untuk melihat dengan benar dan dapat melakukan kehendak Allah. mari Sebagai orang percaya membuka hati kepada Tuhan dan melakukan kebenaran firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
5. BERDISKUSI
1. Bagaimana anda melihat sesuatu masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari?
2. Apa dasar anda untuk melihat sesuatu itu benar atau salah?
6. BERDOA SYAFAAT
Pokok Doa: Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.
No comments:
Post a Comment