Oleh Yakin Mulia Daeli
Pendahuluan
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi, yang mana adalah ciptaan yang mulia karena ia segambar dan serupa dengan Allah dan yang lebih istemewanya lagi adalah ditebus oleh Yesus. Namun dalam keistemawaan seorang manusia terdapat banyak hal yang dilakukan manusia yang bertentangan dengan Allah.
Ada beberapa hal yang dibahas Paulus dalam tulisannya, salah satunya adalah tentang manusia. Paulus memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan manusia seperti, dari mana manusia berasal, kecenderungan manusia itu seperti apa, dan masih ada hal-hal lain yang dibahas mengenai manusia.
Dalam makalah ini, penulis akan memaparkan hal-hal yang berkenaan dengan manusia yang disampaikan Paulus dalam tulisannya.
Manusia dalam tulisan Paulus
Manusia
Manusia adalah ciptaan Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama berasal dari Allah (1 Kor. 11:12). Allah menciptakan manusia pertama yang mana berasal dari debu dan tanah (1 Kor.15:47) “Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga”. Manusia memiliki tubuh jasmani (fisik), memiliki jiwa dan Roh (1 Tesalonika 5:23). Manusia juga makhluk yang mampu untuk berpikir, dalam Ibrani 4:12 menjelaskan secara implisit bahwa manusia memiliki pikiran dan hati, dimana mampu untuk berpikir dan mempertimbangkan sesuatu. Dalam hal ini jelas diketahui bahwa manusia memiliki kehendaknya, mausia bukan robot yang mana tidak memiliki pilihan untuk bertindak dalam hidupnya.
Roma 8:29. Pada awalnya Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan-Nya, namun manusia pertama yang mewakili seluruh manusia telah jatuh dalam dosa sehingga manusia gagal mencapai tujuan awal dari rencana Allah. Namun ketika adam yang kedua datang ke dunia yaitu Yesus Kristus, Ia memperbaiki yang telah rusak yang diakibatkan oleh manusia itu sendiri dan Yesus telah mencapai kesempurnaan itu sehingga Ia menjadi pokok keselamatan bagi semua manusia. 2 Korintus 3:18 “dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak terselubung . Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya dalam kemuliaan yang semakin besar”.
Natur manusia
Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah, dan mereka adalah ciptaan pertama yang mewakili seluruh manusia, sehingga ketika mereka melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang ada ditengah taman Eden, mereka telah jatuh dalam dosa dan seluruh keturunannya juga demikian. Sejak kejatuhan manusia pertama dalam dosa, hal ini membuat seluruh keturunanya juga berdosa sehingga manusia memiliki kecenderungan hidup dalam dosa, karena manusia ciptaan Allah yang mulia telah tercemar oleh dosa. Manusia telah berdosa bahkan menjadi budak dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Rm 3:23; 6:6, 16, 20). Paulus dalam tulisannya menjelaskan manusia pada saat itu yang hidup dalam kefasikan dan kelaliman. Berbagai kejahatan dilakukan, manusia menindas kebenaran dengan kelaliman (Rm 1:18), melakukan penyembahan berhala dengan menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana dan dengan binatang (Rm 1:23), menghakimi orang lain, namun pada saat yang sama tanpa disadari mereka juga sedang menghakimi diri mereka sendiri karena mereka juga melakukan hal yang sama (Rm 2:1,3), tidak ada manusia yang benar, semua pembohong (Rm 3:4), karena kebenaran hanya milik Allah (Rm. 3:4).
Paulus sendiri mengakui keberdosaannya sebagai manusia, Roma 7:24-25 “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita”. Namun ini adalah pengalaman singkat pertobatannya, dimana Allah telah menyelamatkannya, melepaskannya dari tubuh maut yang dulunya menjadi budak dari dosa. Hal ini menunjukkan manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa.
Manusia dibenarkan
Tetapi sekarang manusia telah dimerdekakan dan menjadi hamba kebenaran (Rm 6:18) “kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran”. Dalam tulisan Paulus menjelaskan bahwa oleh karena kasih karunia manusia telah diselamatkan oleh iman dan itu bukanlah karena perbuatan baik atau hasil usaha-usaha yang dilakukan oleh manusia itu sendiri, tetapi itu adalah pemberian Allah (Ef. 2:8). Allah memberikannya kepada manusia secara cuma-cuma dengan tujuan supaya manusia diselamatkan. Karena kasih dan kemurhaan Allah manusia diselamatkan. Begitu juga manusia yang tidak memiliki kasih ia bukan apa-apa. 1 Kor. 13:1 “sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing”. Sekalipun seseorang memiliki pengetahuan yang luas, mengetahui segala rahasia tetapi jika ia tidak memiliki kasih, itu sama sekali tidak berguna. Sebab yang tercakup dalam hukum taurat juga adalah kasih, mengasihi Allah dan juga sesamanya manusia.
Manusia lama dan manusia baru
Paulus menyebut mengenai manusia lama dan manusia baru. Dalam tulisannya, Paulus menjelaskan seperti apa keadaan manusia lama dan manusia baru. Manusia lama adalah seorang yang tidak mengenal Allah, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, memiliki kedegilan hati, hidup dalam pengertiannya sendiri yang gelap, menyerahkan diri terhadap hawa nafsu dan mengerjakan segala macam keserakahan dan kecemaran, kehendak dan pikiran-pikirannya yang terikat terhadap dunia sehingga membuat manusia hidup melakukan apa yang jahat. Seperti ini adalah gambar keadaan hidup manusia lama, untuk itu ketika seorang manusia mengatakan bahwa ia telah bertobat namun cara hidupnya seperti uraian di atas, maka sudah tentu manusia tersebut masih belum bertobat, karena orang yang sudah bertobat akan mengalami transformasi dalam hidupnya.
Sebagai manusia baru memiliki suatu tindakan yang perlu dilakukan yaitu menanggalkan manusia lama dan hidup dalam kebenaran Kistus. Maksudnya menanggalkan manusia lama yaitu tidak hidup dalam cara-cara atau keadaan seperti seorang yang tidak mengenal Kritstus, yang jauh dari persekutuan dengan Allah. Hidupnya akan mengalami transformasi atau diperbaharui baik dalam roh maupun pikiran (Ef. 4:22, 23; Kol. 3:9). Hidup dalam kekudusan (1 Tes. 4:7), memiliki kasih seperti Allah yang telah mengasihi umat-Nya dan hidupnya memuliakan Allah (1 Kor. 6:20). Jadi dari hal ini memperlihatkan secara jelas perbedaan antara kehidupan orang yang tidak mengenal Allah (manusia lama) dengan kehidupan orang yang mengenal Allah (manusia baru atau orang yang sudah menerima Kristus secara utuh dalam hidupnya).
Kesimpulan
Paulus mengakui bahwa manusia adalah mahkluk yang memiliki natur atau kecenderungan untuk melakukan dosa dan bahkan telah menjadi budak dosa. Untuk itu manusia membuthkan Sang Pembebas yaitu Yesus Kristus, yang mana oleh karena kasih karunia manusia diselamatkan oleh iman dan itu bukan hasil usaha manusia itu sendiri melainkan pemberian Allah. Manusia yang telah menerima keselamatan dari Allah, hidupnya akan mengalami perubahan, baik dalam karakter, sifat, hati, semua aspek yang berkaitan dengan kehidupannya.
No comments:
Post a Comment