Tatkala
Allah Tak Terpahami
Kejadian
50:20; Roma 8:28
Tujuan
manusia yang paling populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah
sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus
dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama
dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam
penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan
karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti
kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan
seterusnya.Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan
dari dunia dan dari kehidupan manusia.
Salah
satu contoh yang terjadi adalah pesawat yang terjatuh Air Asia QZ 8501 penerbangan Surabaya-Singapura,,banyak
orang kristen berada dalam peswat itu... Kita sering bertanya mengapa
penderitaan terjadi kepada orang-orang kristen, orang orang percaya. Mengapa Tuhan mengijinkan kematian yang mengenaskan bagi hidup orang percaya. kita sering sakit hati kepada Tuhan, ketika penderitaan itu menimpa kita. Kita berkata mengapa masalah ini terjadi kepada saya? Mengapa penderitaan ini terjadi kepada saya? Mengapa anak saya yang diambil Tuhan? mengapa harus saya yang gagal? mengapa ini semua terjadi kepada saya? Kita sering bertanya seperti ini ketika kita mengalami penderitaan..Tetapi pernahkah kita bertanya hal yang sama ketika kita diberkati Tuhan. Pernahkah kita bertanya mengapa saya yang diberkati Tuhan? Mengapa saya yang berhasil Tuhan? Mengapa saya yang sehat Tuhan? mengapa Saya yang terpilih Tuhan? Mengapa anak saya yang berhasil? mengapa bukan anak tetangga saya yang berhasil? Mengapa bukan orang itu yang terpilih? pernahkah kita bertanya hal seperti ini? Saya rasa tidak pernah, kita justru lebih sering menyalahkan Tuhan ketika penderitaan memimpa kita, tetapi jarang sekali kita bertanya untuk apa kita diberkati Tuhan? kita hanya bertanya untuk apa penderitaan ini Tuhan?
Sering kita menganggap
penderitaan adalah sebuah masalah, musibah, namun sering Allah bekerja melalui
penderitaan yang kita alami dan kemudian mengangkat kita. Rencana Allah tidak bisa kita pahami, penuh
dengan mistery. Hal ini terjadi kepada
semua orang.
Penderitaan juga terjadi kepada Yusuf. Yusuf mengalami tahun-tahun yang sulit dalam
hidupnya. Namun melalui penderitaanYusuf
melihat dirinya tidak ada apa-apanya tanpa Allah. Melalui penderitaan Yusuf semakin berserah
kepada Allah. Hidup ini adalah proses
yang kita tidak tahu dan tidak mengerti.
Tapi kita harus tetap percaya bahwa Allah selalu merencanakan kebaikan
bagi orang-orang percaya. 3 hal yang
perlu kita pelajari dari kisah Yusuf yaitu:
1.
Kita harus tahu apa tujuan hidup
kita.
Pernahkah kita bertanya, Apa tujuan
hidup kita? Untuk apa kita diciptakan? Apakah tujuan Allah menciptakan kita? Rick Warren dalam bukunya mengatakan bahwa
tujuan hidup kita adalah untuk memuliakan Allah. Allah menciptakan Manusia untuk
kesenangan-Nya.
Yusuf dalam hidupnya mendapatkan visi
dari Tuhan. Yusuf mendapatkan mimpi dari Tuhan bahwa ia akaan menjadi
seorang pemimpin, bahkan oraang tua dan saudara-saudaranya akan menyembahnya. Jelaskan tentang
kehidupan Yusuf...
Tidak selamanya Penderitaan sebagai akibat dari dosa. Ada dalam Alkitab, Murid-murid-Nya bertanya
kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau
orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia
dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus
dinyatakan di dalam dia. (Yohanes 9:2-3)
2.
Hidup kita tidak ditentukan oleh
sekeliling kita, tetapi oleh percaya dan iman kepada Allah.
Kehidupan
kita tidak ditentukan oleh apa yang terjadi disekeliling kita. Kehidupan orang percaya tidak dipengaruhi
oleh dunia ini. kehidupan orang percaya
tidak ditentukan oleh apa yang boleh terjadi kepada kita. Tetapi kehidupan kitaa ditentukan oleh
percaya dan iman kita kepada Allah.
Apapun
yang terjadi dalam hidup kita Jangan pernah putus pengharapan!
3.
Kita dipanggil bukan untuk
memahami Allah, tetapi untuk percaya kepada Allah dan rancangan-Nya.
Allah
memanggil kita bukan supaya kita memahami Allah, Allah memanggil kita bukan
supaya semua tentang rencana Allah kita pahami dan mengerti. Allah memanggil Abraham. Abraham tidak tahun apa-apa tentang rencana
Allah. Allah berjanji akan memberkati
dengan keturunan dan tanah, namun Abraham belum melihat apa-apa. Abraham hanya
percaya kepada janji Allah. Demikian hal
nya dengan Yusuf. Yusuf tidak mengerti
dan paham apa mengenai rencana Allah, namun ia percaya bahwa rencana Allah
adalah yang terbaik baginya.
Penderitaan tidaklah dapat dihindari namun dapat
menjadi suatu pengalaman yang berkembang. Ada dalam Alkitab, Saudara-saudaraku,
anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai
pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan
ketekunan. (Yakobus 1:2-3)
Bagaimana cara kita untuk tetap ada di dalam rencana
Allah? Melalui kehidupan Yusuf kitaa belajar, ada 4 cara yang perlu kita miliki
yaitu:
1.
Memiliki sikap hati yang penuh dengan
kemuraahan dan belas kasihan (Kej. 50:17)
Memang orang jahat
biasanya menganggap orang lain juga jahat; pendusta selalu curiga orang lain
akan mendustai dirinya, pemfitnah selalu akan mengira orang lain akan
mejelek-jelekkan dirinya. Karena itu kalau saudara adalah orang yang selalu
curiga terhadap orang lain, maka besar kemungkinannya saudara adalah orang
brengsek!
2.
Memiliki sifat yang penuh dengan kerendahan
hati
3.
Memiliki sikap sebagai penolong sejati
(Kej. 50:21)
Lagu Altar Call
Engkau ada bersamaku di setiap musim
hidupku...
Tak pernah kau biarkan kusendiri...
Kekuatan dijiwaku adalah bersama-Mu
Tak pernah kuragukan kasih-Mu
Reff,
Bersama-Mu Bapa Kulewati semua
Perkenanan-Mu yang teguhkan hatiku
Engkau yang bertindak memberi
pertolongan
Anugrah-Mu besar melimpah bagiku...