Monday, 4 May 2020

MAKNA KENAIKAN YESUS #MATIUS 28:16-20

MAKNA KENAIKAN YESUS.
MATIUS 28:16-20

                  Shalom bapa ibu, saudara, puji Tuhan kita dapat berkumpul malam hari ini, semua karena kasih dan kebaikan Tuhan tentunya. Bapak ibu, saudara malam ini renungan kita berjudul Makna Kenaikan Yesus yang diambil dari Teks Matius 28:16-20. Mari kita buka Alkitab kita dan baca bersama-sama.
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
8:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

            Bapak ibu Saudara firman yang baru kita baca adalah cerita dimana Tuhan Yesus akan naik ke surga.  Dalam cerita firman ini ada beberapa bagian penting yang menjadi perhatian kita yaitu:

1.         Yesus Berkuasa atas Segala sesuatu.
Dalam ayat 18 dikatakan bahwa Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi
Melalui perkataan Yesus ini, Dia sedang menyatakan sekaligus mengingatkan murid-muridNya bahwa Ia adalah TUHAN.  Yesus sedang menyatakan keALLAhaNya. Oleh karena itu Yesus mengatakan Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi.  Hal ini berarti Yesus adalah berkuasa atas segalanya. Yesus pemilik kekuasaan atas sorga maupun bumi.  Yesus adalah Tuhan.  Bapak ibu saudara ketika kita sudah tahu dan mengerti bahwa Yesus adalah Tuhan, Yesus adalah penguasa atas segala sesuatu,maka kita dituntut percaya dan menyembah Dia.  Selain itu kita juga patut untuk menyerahkan segala sesuatu yang sedang kita alami, baik itu sakit, pekerjaan, keluarga, usaha, pendidikan anak2 kita, apapun kita dapat menyerahkannya kepada Tuhan Yesus.  Tuhan Yesus berkuasa atas segala sesuatu, Yesus berkuasa atas penyakit, Yesus berkuasa untuk mnyembuhkan kita, Yesus berkuasa untuk mencukupkan kebetuhan kita, Yesus berkuasa menolong kita, Yesus berkuasa untuk menghibur kita, Yesus berkuasa memulihkan kita. Yesus berkuasa atas segala sesuatu.

2.         Yesus Memerintahkan Kita untuk Pergi
         Dalam ayat 19-20a dikatakan  bahwa Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. 
Dalam bagian ini kita diberi perintah untuk pergi.  Perintah untuk pergi ini didasarkan oleh kuasa yang dimiliki oleh Yesus. Oleh karena Yesus adalah Tuhan pemilik kuasa di bumi dan di sorga, maka kita diberi perintah. Semua orang percaya diperintahkan untuk pergi memberitakan Injil kepada semua orang, kepada istri, kepada suami, kepada anak2, kepada tetangga bahkan kepada bangsa2.  Perintah untuk memberitakan injil, membaptis dan mengajar firman Tuhan kepada semua orang menjadi Tanggung Jawab kita jemaat TUhan.  Oleh karena itu bapa, ibu saudara mari kita mulai melakukan perintah Yesus ini. Mari kita mulai sekarang membritakan Injil, mari jadikan hidup Kita berita Injil bagi semua orang.
3.         Yesus Menyertai Kita sampai Akhir Zaman.
Dalam ayat 20 b, dikatakan bahwa Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Dalam bagian ini Yesus sedang mengingatkan murid-muridNya bahwa sekalipun Yesus pergi naik ke surga, tetapi kehadiranNya tetap ada.  Hal ini menyangkut ke Tuhanan dari Yesus, bahwa Yesus Tuhan, dimana Tuhan itu maha hadir.  Oleh karena itu sepanjang masa dalam kehidupan murid-murid Yesus berjanji bahwa Ia akan menyertai mereka sampai selama-lamanya.  Bapa ibu saudara, perintah untuk pergi dan memberitakan Injil tidak diberikan tanpa ada jaminan.  Perkataan Tuhan Yesus bahwaketahuilah aku menyertai kamu sampai Akhir Zaman, adalah jaminan bagi kita bahwa kita tidak seorang diri, tetapi ada Yesus bersama-sama dengan Kita. Ada Yesus berjalan bersama kita, ada Yesus yang memperhatikan kita, ada Yesus yang akan menolong kita, ada Yesus yang Peduli terhadap kita, ada Yesus yang tahu kebutuhan kita, ada Yesus yang tahu apa yang kita perlukan, Ada Yesus di setiap jalan kita.  Oleh karena itu bapak, ibu saudara, jangan pernah takut, jangan gentar, dan jangan bimbang melakukan perintah Tuhan/melakukan Firman Tuhan, Ingat Ada Yesus menyertai kita.

Demikian lah renungan kita mala mini, kiranya kita semua diberkati oleh Tuhan dan kita menjadi pelaku-pelaku Firman. Amin. Mari kita berdoa.
 Doa Penutup:
Bapa di sorga, kami bersyukur buat FirmanMu, mengajar kami bahwa Engkaulah Yesus Tuhan penguasa segalaNya.  Oleh karena itu kami mempercayai Engkau berdaulat atas hidup kami.  Kami berdoa kiranya Roh Kudus memberikan kami kekuatan untuk menjadi pelaku-pelaku firmanMu.  Berkati setiap kami ya Tuhan, berkati keluarga kami, anak-anak kami, pekerjaan kami, masa depan kami. Terimakasih Tuhan. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Wednesday, 29 April 2020

PLEASE JANGAN LEBAY/JANGAN BERSUNGUT SUNGUT.

Iman yang mengalahkan Dunia

                        IMAN YANG MENGALAHKAN DUNIA
                                              (Roma 8:31)

  "Sebab itu, apa yang kita katakan tentang semuanya itu? jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"



Saturday, 28 March 2020

Jangan Takut Tuhan Menyertai!


Shalom bapak ibu saudara semuanya jemaat GSJA BETHESDA MINISTRY Yang dikasihi Tuhan. Selamat Pagi  salam sejahtera untuk kita semuanya. Bapak ibu saudara yang terkasih sebelum kita melakukan segala aktifitas mari kita terlebih dahulu merenungkan firman Tuhan untuk menuntun kita, mengajar, memimpin dan memberikan hikmat serta mengarahkan kita atas apa yang akan kita kerjakan lakukan sepanjang hari ini. 
Mari kita berdoa terlebih dahulu,
Bapa disorga kami bersyukur Tuhan atas kasihMu dan kebaikanMu,pagi hari ini kami kembali bangun dengan sehat dan sukacita.  Bapa sebelum kami melakukan segala aktifitas kami, sebelum kami melakukan pekerjaan kami,  kami mau Engkau menuntun kami melalui firmanMu sepanjang hari ini
dan mengajar kami serta memberikan kami hikmat  dan menyertai kami di dalam segala aktifitas kami. Terimakasih Tuhan kami merenungkan firmanMu, Berbicaralah bagi Kami semuanya, Dalam Nama Yesus Amin.
Bapa ibu saudara, Firman Tuhan yang akan kita renungkan pagi ini ada dalam teks  Ulangan 31:6.
Mari kita baca.
Ulangan 31:6 (TB)  Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Bapak ibu Saudara jemaat bethesda Ministry, Firman Tuhan pagi Ini mengingatkan kepada kita untuk tidak takut dan tidak gemetar karena keadaan yang terjadi saat ini. Jangan takut dan jngan gemetar karena corona . Jangan takut dan jangan gemetar karena situasi yang ada saat ini, jangan takut karena masalah. Kita tidak takut karena Allah berjanji bahwa Allah menyertai kita.  Dengan jelas dikatakan dalam ayat tadi bahwa  Jangan takut dan gemetar SEBAB TUHAN , Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Hal yang ingin kita pegang teguh dri Firman ini adalah mari meneguhkan  dan menguatkan Hati/ iman kita Bahwa Tuhan Allah kita menyertai.
Tuhan menyertai Kita dalam segala keadaan, Tuhan menyertai kita dalam masa masa sulit karena korona ini. Tuhan menyertai kita semua di manapun kita berada. Tuhan tidak akan membiarkan kita, Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Oleh karena itu bapa ibu saudara semuanya sekali lagi Firman Tuhan tegaskan JangaN Takut dan gemetar, Tuhan menyertai kita, Tuhan menyertai Kita.
Mari kita Berdoa, Bapak disorga terimakasih buat FirmanMu yang mengajar dan mengingatkan kami untuk tidak Takut akan apa yang terjadi saat ini, Karena Engkau Tuhan Yang menyertai Kami. Bapa hamba Berdoa untuk semua jemaat Mu sekiranya ada diantara mereka yang sedang takut dan gemetar karena situasi korona ini, biarlah Roh Mu berbicara bagi jemaatMu bethesda bahwa Engkau ada bersama sama dengan mereka, Tuhan ada menyertai JemaatMu. Terimakasih Tuhan,  Hamba percaya ketika engkau menyertai JemaatMu, maka Perlindungan Tuhan ada atas kami, Keselamatan Tuhan ada atas kami, Berkat Tuhan ada atas kami. Terpujilah namaMu Tuhan, Dalam Nama Yesus Kami Berdoa. Amin.
Demikianlah renungan kita pagi ini bapak ibu saudara.
Selamat pagi Selamat beraktifitas untuk kita Semua, Tuhan memberkati Kita Semua. Shalom.

PLEASE JANGAN LEBAY


PLEASE JANGAN LEBAY!

Shalom saudara2 terkasih, beriman berarti percaya  bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita dan bahwa Ia akan memberikan yang terbaik bagi kita.  Oleh karena itu seorang yang beriman/percaya adalah dia yang menerima apapun yang terjadi dalam hidupnya, keadaan, situasi, kondisi apapun adalah bagian dari proses rencana Allah. Inilah seharusnya yang menjadi respon orang percaya yaitu penerimaan sehingga memampukan orang percaya untuk mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala Hal. Namun berbeda Jauh ketika BERSUNGUT SUNGUT. Orang yang bersungut sungut BUKANLAH ORANG PERCAYA. Orang yang bersungut sungut adalah mereka yang tidak menerima situasi, keadaan,atau kondisi yang terjadi dengan membandingkan sesuai apa yang ada dalam pikiran mereka sendiri BERLAWANAN dengan apa yang menjadi Rencana Allah.  Dapat diartikan bahwa bersungut sungut adalah bentuk ketidakpercayaan atas Rancangan Allah. Tidak percaya pimpinan Allah adalah yang terbaik, tetapi merasa lebih mampu dengan kekuatan sendiri (Ini lebay bukan?). Oleh Karena itulah ALLAH SANGAT MEMBENCI SUNGUT SUNGUT.

Dalam Kisah
Keluaran 14:10-12 (TB) Dikatakan: Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,
dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?
Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini."

  Dalam cerita di atas menjelaskan kepada kita sungut sungut bangsa Israel di tengah persoalan yang menghimpit mereka dimana firaun sudah dekat dan akan membunuh mereka (dalam pikiran bangsa itu, Ingat SUNGUT SUNGUT SELALU TERJDI DI TENGAH PERSOALAN). Bangsa Israel akhirnya Bersungut sungut dan mempersalahkan MUSA yang membawa mereka keluar dari Mesir. Lihat bangsa itu berkata, LEBIH BAIK TETAP DI MESIR (ini rancangan/pikiran mereka/manusia) Daripada KELUAR DARI MESIR (ini Rancangan Tuhan). Semakin jelas terlihat bhwa bersungut sungut adalah perbuatan melawan kehendak Tuhan. Musa sebagai Alat Tuhan jadi objek yang dipersalahkan oleh bangsa Israel, mereka menjelaskann panjang lebar rancangan mereka di Mesir. Mereka menyimpulkan "Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini."  LEBAY BUKAN??

Tetapi Respon Musa berbeda. Musa Berkata dengan Iman "Keluaran 14:13-14 (TB)  Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."
INILAH SEHARUSNYA RESPON ORANG PERCAYA DALAM SEMUA PERSOALAN.

Sungut sungut bangsa Israel terulang lagi ketika mereka merasakn air pahit Di Mara. Bangsa itu berkata "Keluaran 15:24 (TB)  Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"

Bangsa itu masih tetap tidak percaya akan Kuasa Tuhan dan Rancangan Tuhan, padahal baru saja Tuhan membelah laut Teberau dan menyelamatkan mereka.
Dalam Kesempatan ini Tuhan kembali menunjukkan kuasaNya dan mengubah air pahit menjadi manis.

Tetapi memang DASAR BANGSA LEBAY, Mereka kembali bersungut sungut ketika terlambat dengab makanan di padang gurun Sin.
Keluaran 16:2-3 (TB)  Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;
dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."  LEBAY BUKAN????
Bangsa Israel terus terusan mempersalahkan Musa sebagai Hamba Tuhan yang memimpin mereka dan membndingkan bahwa lebih baik Mati di Mesir (jalan pikiran manusia) Daripada ada dalam pimpinan Tuhan.
Hal ini terus terjadi berulang ulang dilakukan bangsa Israel, Tetapi Tuhan terus menunjukkan kuasaNya.
 Bagaimana dengan anda saat ini, apakah anda masuk dalam golongan bangsa israel yang terus terusan bersungut sungut? Selidiki Hati anda?
akhir Kata: PLEASE JANGAN LEBAY  DEHH!!!!!

GOD BLESS
Domu Marbun.

Tuesday, 7 June 2016

Cinta-Ku Bukan Cinta Biasa

Cinta-Ku Bukan Cinta Biasa
Efesus 2:4-6
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
5  telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan —
6  dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
7  supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

PENDAHULUAN:
-          “Berbicara tentang cinta adalah hal yang sangat biasa di dalam kehidupan!” Banyak orang mengatakan bahwa “kita tidak dapat hidup tanpa cinta”
-          Tentu  saudara-saudara setuju dengan apa yang baru saja saya katakan bukan? 
-          Setiap hari kita bisa mendengar kata “cinta” atau “kasih” atau “sayang” bahkan kadang sampai kita lupa berapa kali kita mendengarnya setiap hari.  Kita semua terbiasa mengatakan “cinta”, baik itu suami kepada istri, istri kepada suami, ayah kepada anak, ibu kepada anak, anak kepada orangtua, bahkan kita mengatakan bahwa kita cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama.  Hal ini sudah menjadi biasa. 
-          Tetapi jika kita melihat dunia masa kini, ada banyak suami menyakiti istri, istri menyakiti suami, Orangtua menyakiti anaknya, bahkan yang lebih parah, anak membunuh orang tuanya, bahkan ada orang yang membunuh pacarnya karena ditolak yang katanya dulu cinta.  Ini hal yang biasa terjadi di dalam kehidupan manusia.
-          Tetapi cinta Tuhan tentu berbeda dengan cinta manusia, oleh karena itu pagi ini saya ingin menyampaikan khotbah yaang saya beri judul Cinta-Ku bukan Cinta Biasa.
-           
-          Mari kita buka Alkitab kita bersama-sama

-          Baca: Teks Efesus 2:4-5
4.Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
5  telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita  —  oleh kasih karunia kamu diselamatkan  — 

-          Berdasarkan teks ini Paling tidak kita akan melihat “3 Ciri Cinta yang bukan cinta Biasa dari Allah” (AMANAT KHOTBAH)

KALIMAT PERALIHAN: Apakah ketiga ciri itu?

A.   Cinta yang bukan cinta biasa adalah Cinta yang memberi Kehidupan. (Ayat 4-5 )
1.    Penjelasan:
Kita tahu bahwa tema utama dari kitab Efesus adalah “di dalam Kristus” dimana kata ini muncul sebanyak 160 dalam surat Paulus, dan 36 kali dalam surat efesus.
a.    Pasal 2:1-3. Paulus Menjelaskan  kehidupan di luar Kristus
1.    Mati (Jika seekor tikus mati)
a.    Tidak dapat berbuat apa-apa
b.    Tidak dapat bergerak
c.    Busuk
2.    Jadi Budak Dosa
a.    mengikuti jalan dunia ini
b.    mentaati penguasa kerajaan angkasa
c.    hidup di dalam hawa nafsu daging
d.    menuruti kehendak daging dan pikiran yang jahat.
3.    Mendapat Murka Allah
Dengan jelas FA mengatakan bahwa bahwa berada di luar kristus adalah sebuah keberadaan yang mati.  Kita hidup di dalam dosa, dan kita suka melakukan dosa, kita seharusnya mati, menjadi budak dosa, dan mendapat murka Allah.  Namun di dalam ayat 4-5, dinyatakan bahwa Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kitatelah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita  —  oleh kasih karunia kamu diselamatkan  
Allah mencintai kita bukan dengan cinta yang biasa-biasa, tetapi cintanya sungguh luar biasa.  Cinta Allah memberikan kehidupan kepada kita yang sudah mati.  Cinta-Nya menghidupkan kita kembali yang sudah membusuk.  Dan sekalipun kita sering melakukan hal-hal yang menyakiti hatinya, tetapi Allah tetap mencintai kita.  Dia adalah Allah yang setia.
                       
2.    Ilustrasi:
Ada seorang yang Wanita bernama linda.  Ia mempunyai lima orang anak.  Ia tinggal di satu kampung bersama suaminya yang begitu keras dan kejam.  Suaminya sering menyakiti hatinya, memukulnya bahkan mengusirnya dari rumah tanpa alasan yang jelas.  Bahkan yang lebih parah ketika ia mengandung anaknya yang ke lima, entah karena alasan apa, suaminya memukulinya dan memaksanya untuk memakan makanan yang seharusnya untuk babi, mengusirnya dari rumah.hal ini terjadi terus menerus .  Seluruh kaampung itu, tahu apa yang dialami linda.  Oleh karena itu banyak orang dikampung itu yang memberikan saran agar ia menceraikan suaminya, ada yang memberi saran agar ia memperkarakan suaminya yang terus menerus menyakitinya supaya suaminya ditangkap polisi, bahkan saudaraa laki-lakinya linda yang tinggal di kampung itu juga berkata untuk membunuh suaminya.  Tetapi linda menolak semua saran yang diberikan kepadanya dan berkata kepada mereka, dia adalah suamiku, ayah dari anak-anakku, aku mencintainya, aku mencintai anak-anakku.  Hingga akhirnya la meninggal, ia tetap tinggal bersama-sama suaminya, dan merawat anak-anaknya hingga akhir usianya.  Cinta yang Luar Biasa Bukan?
Seorang penginjil India, Sundar Singh, menulis tentang kebakaran hutan di pegunungan Himalaya yang ia saksikan ketika sedang melakukan perjalanan. Saat banyak orang berusaha memadamkan api, ada sekelompok orang yang memandangi sebuah pohon yang dahan-dahannya mulai dijalari api. Seekor induk burung dengan panik terbang berputar-putar di atas pohon. Induk burung itu mencicit kebingungan, seakan-akan mencari pertolongan bagi anak-anaknya yang masih di dalam sarang. Ketika sarang mulai terbakar, induk burung itu tidak terbang menjauh. Sebaliknya, ia justru menukik ke bawah dan melindungi anak-anaknya dengan sayapnya. Dalam sekejap, ia beserta anak-anaknya hangus menjadi abu.
Lalu Singh berkata kepada orang-orang itu, "Kita baru saja melihat hal yang luar biasa. Allah menciptakan burung yang memiliki kasih dan pengabdian begitu besar sehingga rela memberikan nyawanya untuk melindungi anak-anaknya .... Kasih seperti itulah yang membuat-Nya turun dari surga dan menjadi manusia. Kasih itu juga membuat-Nya rela mati sengsara demi kita semua."


3.    Aplikasi:
Bapa/Ibu, Saudara yang terkasih di dalam Tuhan.  Cinta Tuhan Bukanlah Cinta biasa.  Allah memberikan anak-Nya yang Tunggal menggantikan dosa dan pelanggaran kita, supaya kita memperoleh kehidupan.  Kita dihidupkan kembali.  Allah mengubah kita yang tidak berarti, menjadi berharga.  Ia mengubah Kegelapan hidup kita menjadi Terang,  Ia mengubah Keputusasaan kita menjadi pengharapan.  Dan mengubah Kehinaan kita menjadi Kemuliaan bagi nama-Nya. 

Tuhan sudah memberikan kehidupan kepada kita Oleh karena itu, mari kita senantiasa menghargai cinta Tuhan, dengan mensyukuri kehidupan ini, bersykur senantiasa akan semua yang Tuhan izinkan terjadi di dalam hidup kita. 
Jangan pernah ragu akan cinta Tuhan, jangan pernah ragu akan Kasih-Nya dalam hidup kita
Dan mari juga kita membagikan kehidupan yang telah kita terima dari Tuhan dengan mencintai orang-orang yang ada di sekitar kita, seperti kita dicintai oleh Tuhan.


B.   Cinta yang bukan Cinta biasa adalah cinta yang mampu menerima apa adanya bukan ada apanya (Ayat 5.)
1.    Penjelasan:
Di dalam Ayat lima mengatakan bahwa Allah menerima kita apa adanya.  Mengapa saya mengatakan apa adanya, karena dengan jelas dituliskan di ayat 5 bahwa Allah telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita. 
       Hal ini juga telah dinyatakan di dalam Perjanjian Lama  kepada orang Israel melalui nabi Yunus. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?“ ( Yunus 4: 11)


2.    Ilustrasi:
Cerita Hosea, Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN."(Hosea 1:2).

3.    Aplikasi
    1.  
C.   Cinta yang bukan cinta biasa adalah cinta yang berkomitmen memberikan masa depan yang terbaik. (ayat 6-7).
1.    Penjelasan:
6  dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
7  supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

2.    Ilustrasi:

3.    Aplikasi

Masa lalu adalah sejarah, masa kini adalah anugerah, dan masa depan Mistery.
PENUTUP

Lagu,  Kuada sebagaimana Kuada

Thursday, 19 November 2015

SIKAP DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR
DANIEL 2:13-28.
13  Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannyapun terancam akan dibunuh.
14 ¶  Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel itu,
15  katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: "Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?" Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.
16  Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.
17  Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,
18  dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.
19  Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.
20  Berkatalah Daniel: "Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!
21  Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian;
22  Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.
23  Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja."
24 ¶  Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian: "Orang-orang bijaksana di Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!"
25  Ariokh segera membawa Daniel menghadap raja serta berkata kepada raja demikian: "Aku telah mendapat seorang dari antara orang-orang buangan dari Yehuda, yang dapat memberitahukan makna itu kepada raja."
26  Bertanyalah raja kepada Daniel yang namanya Beltsazar: "Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dengan maknanya juga?"
27  Daniel menjawab, katanya kepada raja: "Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.
28  Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:
Mari Kita Melihat Sekeliling Kita?
Kejadian Teror di Paris yang telah menewaskan 150 orang, dan 350 lebih luka-luka...
BATAM, KOMPAS — Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau melambat dalam beberapa waktu terakhir. Kontribusinya juga rendah bagi pertumbuhan nasional. Padahal, pemerintah sudah memberikan fasilitas puluhan triliun rupiah untuk memacu perekonomian provinsi itu.
UMK Batam Belum Jelas, Kantor Walikota Batam Kembali Di Demo
u  Banyak Perusahaan Tutup..
u  Harga Sembako yang semakin Mahal
u  Politik yang tidak menentu
u  Pendidikan yang sangat Mahal
u  Kejahatan Yang semakin Meningkat.,.
u  Kebanyakan orang kecewa...
u  Mulai meninggalkan Tuhan...
u  Defresi
u  Stress
Banyak orang Menjadi Kecewa Ketika Pengharapan tidak sesuai dengan kenyataan.
u  BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
1.  Jangan Pernah Putus Pengharapan (Daniel 2:13-16)
19. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
20  di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.
u  BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
2.  Bersehati dan Berdoa (Daniel 2:17-18)
u  Kisah Para Rasul 1:14 
“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”
u  BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
3. Memuji dan Mempermuliakan Allah  (Daniel 2:19-23)
Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel. (MZM 22:4


Friday, 4 September 2015

Tuhan tolong Saya
     Jauhkan pikiran kotor dan dusta
     Jauhkan semangat yang patah
     Jauhkan nafsu orang muda
     Jauhkan hati yang lemah
     Untuk hidup dalam jalan Ilahi
Tuhan tolong saya
     Berikan daku hati yang suci
     Berikan daku langkah yang pasti
     Berikan daku kejelasan visi
     Berikan kesuksesan sikripsi
     Untuk lulus wisuda tahun ini
Tuhan terimakasih
     Untuk kesempatan melayani
     Untuk keselamatan yang Kau bri
     Untuk cinta yang kuhidupi
     Untuk masa depan yang pasti
     Dalam jalan dan kehendak Ilahi.


Perpustakaan STT Satyabhakti
     12 Mei 2015


     DOMU

Sunday, 12 July 2015

JANGANLAH MEMBALAS KEJAHATAN DENGAN KEJAHATAN, TETAPI KALAHKANLAH KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN.

ARTI MENUMPUKKAN BARA API DI ATAS KEPALA

Penulis dan Waktu Penulisan
Surat Roma ditulis oleh Paulus, dan dikirim kepada jemaat di Roma.  Menurut pendapat lama, surat Roma ditulis di Korintus atau Filipi, sebelum Paulus berlayar ke Troas.[1]  Dikatakan juga bahwa Paulus menulis Surat Roma pada akhir perjalanan misionaris yang ketiga, sekitar musim semi, yaitu tahun 57 sampai 58.[2]

Penerima Surat
Roma ditujukan kepada jemaat di Roma.  Dalam Roma 1:13;15:22, dijelaskan bahwa ia sudah beberapa kali berusaha untuk mengunjungi mereka, tetapi setiap kali selalu terhalang.  Ada kemungkinan bahwa jemaat yang ada di Roma tidak terlalu besar dan mungkin sebagian anggotanya adalah bukan Yahudi (1:13).  Asal-usul jemaat di Roma tidak pernah diketahui.[3]
Tujuan Penulisan
            Tujuan Paulus menuliskan Surat Roma adalah sebagai persiapan untuk menjadikan jemaat Roma sebagai pusat pelayanan seperti Antiokhia, Efesus, Filipi, dan kota-kota lain dimana Paulus pernah melayani.  Oleh karena itu, Paulus tidak terlalu menekankan perbaikan kesalahan seperti dalam Korintus, tetapi ia lebih menekankan tentanh kebenaran.  Paulus memberikan pandangan yang lebih lengkap dan sistematis tentang inti kristiani daripada surat-suratnya yang lain.  Surat Roma lebih bersifat mendidik.
Analisa Sastra
Konteks Luas
            Roma 1-3, Paulus menjelaskan makna dosa, yaitu  kenyataan bahwa semua orang sudah berdosa, baik orang Yahudi maupun orang non Yahudi.  Pasal 3 Paulus menyimpulkan bahwa keselamatan dan kebenaran hanya diperoleh berdasarkan iman.  Pasal 4-5 menjelaskan tentang kebenaran yang datang hanya oleh iman dan bukan perbuatan Hukum Taurat.  Pasal 6 menjelaskan tentang hidup bebas dari kuasa dosa, yaitu melalui kematian dan kebangkitan Kristus.  Pasal 7 menjelaskan tentang hidup bebas dari kuasa Hukum Taurat.  Pasal 8 tentang hidup dalam Roh dan hidup penuh dengan pengharapan sebagai anak-anak Allah. 
            Di pertengahan surat Roma, yaitu pasal 9-11, Paulus berbicara tentang bangsa Israel, umat pilihan Allah.  Dijelaskan bahwa umat Allah terdiri dari orang Yahudi dan non Yahudi, yang semuanya dipersatukan menjadi satu umat pilihan Allah, satu bangsa yang kudus.   
Konteks Sempit
            Roma 12:20 terletak pada pembahasan topik Persembahan Yang Benar.  Dengan semua kebenaran injil yang sudah dijelaskan pada pasal 1-11, maka pada pasal 12 Paulus menganjurkan umat Tuhan untuk hidup berpadanan dengan injil, yaitu mempersembahkan tubuh sebagai korban persembahan yang hidup (12:1-2).  Roma 13 menjelaskan bagaimana menjadi anggota masyarakat yang tunduk kepada pemerintah dengan taat kepada otoritas dan membayar pajak, sebagai cerminan orang-orang yang sudah mengalami kebenaran injil tersebut.
Struktur Kata
Tetapi,
jika
seterumu lapar,
berilah dia makan,
jika
ia haus,
berilah ia minum!
Dengan
berbuat demikian
kamu
menumpukkan bara api
di atas
kepalanya.
Studi Eksegesis
Ayat
“Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan, jika ia haus, berilah ia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.”
            Menumpukkan bara api di atas kepala adalah hal yang membingungkan.  Frase ini diletakkan di akhir dari nasihat Paulus mengenai hidup di dalm kasih.  Kata “ menumpukkan” dalam bahasa aslinya adalah σωρεΰσεις, yang berasal dari kata dasar σωρεΰω, yang berarti to pile up, to heap.[4]  Hasan Sutanto juga memberikan arti yang sama yaitu “menumpukkan, menyarati”,  yang hanya didapati sebanyak dua dalam Perjanjian Baru (Rm 12:20; 2 tim 3:6).[5]  Kata σωρεΰσεις memiliki bentuk future indikatif aktif yang memiliki pengertian bahwa sesuatu dilakukan secara berulang-ulang dan memiliki dampak masa yang akan datang. 
            Hal kedua yang penting dalam teks ini adalah frase “bara api”, yang mengikuti kata “menumpukkan”.  Kata bara api dalam bahasa aslinya adalah άθρακαζ, yang berarti coal.[6]  Sementara itu, Hasan Sutanto memberikan arti yang sama, yaitu arang api.[7]  Api yang dimaksud disini adalah api yang besar seperti api unggun, yang akan membakar.  Kata “api” dalam hal ini muncul sebanyak 71 kali yang selaras dengan Matius 3:10;18:8;Lukas 3:17, yang memiliki arti sebagai penghukuman.[8]  Hal ini juga sering menggambarkan kekudusan Allah dan murkanya terhadap segala dosa dimana puncak ini dinyatakan dalam neraka. 
            Frase “menumpukkan bara api” sesuai dengan penelitian di atas, memiliki arti menumpukkan, menyarati api yang besar.  Dalam hal ini api yang besar adalah penghukuman.  Jadi, kata menumpukkan bara api berarti menumpukkan penghukuman.  Penghukuman yang dimaksud adalah penghukuman Allah.  Dalam hal ini berarti seseorang yang tidak memberikan pembalasan kepada orang berbuat jahat kepadanya, maka ia sedang mengijinkan atau memberikan tempat bagi Allah untuk memberikan penghukuman baginya (ayat 19).
            Dalam hal ini, Paulus sedang menasihatkan jemaat di Roma untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi hidup dalam perdamaian dengan semua orang (ayat 17 dan 18).  Hal inilah yang dimaksud Paulus hidup di dalam kasih yang tidak pura-pura, dimana jemaat diajarkan untuk memberkati siapa saja yang menganiaya mereka.  dengan melakukan seperti ini, maka jemaat  di Roma sedang mengijinkan Allah yang  akan membalas atas aniaya yang mereka alami dari orang-orang Roma.
            Th van den End memberikan penafsiran yang sama dengan yang di atas.  Ia mengatakan bahwa api melambangkan hukuman Allah.[9]  Penghukuman Allah dalam hal ini adalah penghukuman yang positif.  Dikatakan positif karena hanya Allah yang paling layak menghukum manusia.  Dengan berbuat baik kepada musuh, berarti memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertobat.  Dengan memberi makan dan minum kepada seteru atau musuh adalah salah satu cara untuk mendorong mereka memanfaatkan kesempatan untuk bertobat.  Dengan demikian, orang Kristen menjadi pengikut Kristus yang sebenarnya. 
            Manfred T. Brauch memberikan pendapat bahwa “menumpukkan bara api” harus dipahami sebagai tindakan yang baik, tindakan yang mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.  Arti dari kalimat ini dipertegas lagi oleh konteks bacaan dalam Amsal 25:21-22, yang ditutup dengan kalimat, “ Dan Tuhan akan membalas itu kepadamu.”  Dan dalam Perjanjian Lama, ganjaran dari Allah selalu dipandang sebagai jawaban terhadap perbuatan manusia yang baik.  Dalam analisa konteks ini menunjukkan bahwa gambaran “bara api” pasti memiliki arti yang positif.  Ayat 12:2 secara tidak langsung menyatakan bahwa gambaran bara api mengacu kepada “mengalahkan” kejahatan.[10]
Kesimpulan
            Berdasarkan penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa “menumpukkan bara api” memiliki arti penghukuman Allah.  Penghukuman Allah yang dimaksud adalah penghukuman yang baik.  Disebut penghukuman baik karena Allah yang paling adil dan paling mengetahui dalam memberikan hukuman.  Hal kedua adalah untuk memberikan kesempatan kepada seseorang untuk bertobat melalui kebaikan orang percaya.  Dengan demikian, orang percaya menjadi pengikut Kristus yang sesungguhnya.

















[1] Merril C. Tenney, Survey Perjanjian Baru (Malang: Gandum Mas, 2003), 375.
[2] Alkitab Penuntun Hidup Hidup Berkelimpahan (Malang: Gandum Mas, 2008), 1832.
[3] Tenney, 375.
[4]Cleon L. Rogers JR dan Cleon L. Rogers III, The New Linguistic and Exegetical Key To The Greek New Testament (Grand Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House, 1998 ), 340.
[5] Hasan Sutanto, Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru Jilid II (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2003), 743.
[6] Rogers, 340.
[7] Hasan sutanto, 75 dan 689.
[8] Ibid.,689.
[9] Th. Van den End, Tafsiran Alkitab: Surat Roma (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008), 690.
[10] Manfred T. Brauch, Ucapan Paulus Yang Sulit (Malang: Literatur SAAT, 2009), 75.