Friday, 17 April 2015

PENGAMPUNAN






"PENGAMPUNAN"









PENGAMPUNAN DALAM BAHASA YUNANI DIPAKAI ISTILAH CHARIZESTHAI DAN APHESIS.  Dalam bahasa Ibrani dipakai istilah Kaphar dan Salah.  Istilah ini dipakai dalam konteks pengampunan ilahi. Yang diamksud pengampunan menurut akar katanya berarti lepas dari belenggu tau penjara, atau membiarkan pergi sebagaimana mereka tidak pernah melakukan kesalahan; atau sering disebut remisi hukuman seperti dari presiden.  Bila dikaitkan dengan kehidupan kita sehari-hari maka pengampunan adalah tindakan melepaskan seseorang dari belenggu hutang kesalahan yang dibuatnya.  

Paulus menulis kepada jemaat di Roma bahwa Allah telah menunjukkan kasih-Nya oleh karena Kristus telah mati untuk menebus dosa umat manusia, ketika manusia itu masih berdosa.  Penebusan Kristus menguduskan hati nurani kita.  "Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yaang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni (Ibrani 10:22).  Oleh karena itu kita mengalami kemerdekaan penuh hanya oleh pengampunan Allah melalui Kristus yang telah mati disalibkan (Yoh.8:36).  Kemerdekaan yang Yesus berikan adalah kemerdekaan dari belenggu keberdosaan, yang diperoleh hanya melalui pengampunan dan penebusan yang Yesus lakukan.  Paulus menulis suratnya kepada jemaat di Efesus, "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2  Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.  Dari hal ini kita melihat bahwa orang berdosa diberi gambaran oleh Paulus sebagai orang yang sudah mati.  Orang mati tidak dapat menyelamatkan dirinya.  Sesuatu yang sudah mati hanya akan menjadi bangkai, dan lama kelamaan akan membusuk dan menjadi sesuatu yaang bau dan tentunya tidaak disukai oleh kita.  Demikian halnya dengan orang yaang tidak mau mengaampuni,  maka ia akan terus memendam amarahny daan hidupnya penuh dengan kebencian dan kepahitan kepada orang yang menyakitinya, bahkan hal ini juga akan berakibat kepada orang-orang yang ada disekitarnya.  Orang yang tidak mau mengampuni akan sering menyakiti orang lain dan ia merasa benar dengan tindakannya karena ia sudah mati didalamnya.. Oleh karena itulah Yesus memberikan kebebasan bagi siapa yang percaya kepada-Nya atas kematian dan kebangkitan-Nya maka ia akan diampuni dan diselamatkan (Rom. 10;9).  Hanya oleh kematian Yesuslah maka kita diampuni.  Kematian Yesus bukanlah sesuatu yang harus Allah lakukan, tapi Ia mau melakukannya karena kasih-Nya kepada Manusia.  Oleh karena itu pengampunan Allah adalah Anugrah yang tidak dapat digaantikan dengan apapun tetapi diperoleh dengan cuma-cuma.  Hal inilah yang diinginkan Allah bagi kita, yaitu kita harus saling mengampuni satu dengan yang lain, sesama kita karena kita telah menerima pengampunan dari Tuhan secara cuma-cuma.  oleh karena itu kita juga dituntut untuk memberikan pengampunan kepada orang yang telah menyakiti kita secara cuma-cuma. Yesus mengajarkan bahwa kita harus mengampuni supaya kita juga diampuni. jika kita tidak mengaampuni maka kita juga tidaak diampuni. PENGAMPUNAN BUKANLAH SEBUAH PILIHAN TAPI KEHARUSAN. Kita harus mengampuni agar kita diampuni Allah dan mengaalami kebebasan serta persekutuan yang indah dengan Allah.  Dengan mengampuni maka berkat Tuhan akan secara luar biasa dicurahkan kepada kita dan hubungan-hubungan yang kita jaalin dengan orang-orang yang ada di lingkaran kita akan menjadi lebih baik, dan damai Allah akan memenuhi kita.  
BAGAIMANA DENGAN ANDA APAKAH ANDA MAU MENGAMPUNI ORANG YANG MENYAKITI ANDA? PILIHAN ADA DITANGAN ANDA, JIKA ANDA MENGAMPUNI MAKA KEBEBASAN DAN PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN MENJADI BAGIAN ANDA, JIKA ANDA TIDAK MAU MENGAMPUNI MAKA ANDA AKAN TETAP TERPENJARA DALAM KEPAHITAN ANDA. INGAT! PENGAMPUNAN BUKANLAH SUATU PILIHAN TETAPI KEHARUSAN!!!!!!!!!!

*

Thursday, 26 March 2015

Follow Him
(Matius 9:9-13; lukas 5:27-32)
9  Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
10  Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
11.Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
12. Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
13. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
Siapa Matius?
-          Disebut namanya Lewi
-          Seorang Pemungut Cukai
-          Sangat dibenci oleh bangsanya
-          Dianggap paling berdosa
-          Pemeras rakyat
-          Koruptor
Bagaimana dengan kita? Siapa kita, orang paling suci? Orang paling benar, orang paling baik atau sebaliknya? Kita sebenarnya sama dengan Matius si pemungut cukai.
APA ITU PANGGILAN?
I.                   Panggilan Adalah Inisiatif Allah.
Kata “Ikutlah aku” berasal dari kata ἀκολούθει, memiliki bentuk present imperatif actif, bentuk present artinya sekarang bukan dulu dan bukan akan datang nanti.  Sementara bentuk imperatif Yang berarti ini adalah perintah, perintah harus di taati. Dan perintah ini datang dari Yesus.
II.                 Panggilan membutuhkan respon.
-          Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia
-          King James Version : And as Jesus passed forth from thence, he saw a man, named Matthew, sitting at the receipt of custom: and he saith unto him, Follow me. And he arose, and followed him.
-          ἠκολούθησεν memiliki bentuk Aorist indicatif aktif. Bentuk aorist memiliki arti tindakan yang dilakukan satu kali untuk selamanya
           panggilan itu akan mengubah kehidupan kita dan mengubah kehidupan di sekeliling kita.  perubahan kehidupan kita tergantung kepada bagaimana kita meresponi panggilan Tuhan.  semakin kita terbuka akan panggilan Tuhan maka akan semakin terbuka juga kesempatan untuk hidup kita diubahkan.  pertanyaannya adalah bagaimana respon saudara terhadap panggilan Tuhan?


III.             Panggilan Harus menghasilkan buah:
Tuhan memanggil untuk mengubah kegelapan menjadi terang, petrus dipanggil dari penjala ikan menjadi penjala manusia, ada kehidupan yang lebih baik.
1.      Ucapan syukur (ayat 10 dan 29) Salah satu tanda kedewasaan rohani adalah seberapa seringnya orang itu mengucap syukur.
2.      Hidup menjadi saksi (ayat 10 dan 29). APakah kehidupn kita menjadi kesaksian yang mempermuliakan nama Tuhan atau justru sebaliknya kita hidup mempermalukan nama Tuhan.  Hal ini akan terpancar dari semua apa yang kita katakan, apa yang kita pikirkan dan apa yang kita lakukan.

3.      Hati yang murni kepada Tuhan (ayat 13).  Tuhan tidak lebih tertarik kepada persembahan kita. Tuhan lebih tertarik kepada hati kita yang tulus murni kepadanya, hati yang selalu mengatakan kuperlu kau Tuhan, bukan hati yang sombong karena merasa sudah memberi persembahan dengan banyak, menjadi donatur, membantu teman yang lain tetapi dengan tujuan untuk mendapatkan pujian.  Tuhan mencela perbuatan seperti itu. Tuhan mau kita melakukan segala sesuatu dengan kasih, ketulusan.


Saudara-saudara Tuhan memanggil kita semua, pertama ia memanggil kita untuk mengubah hidup kita,  kemudian Tuhan mau kita mengubah sekeliling kita, melalui kehidupan kita.  Tuhan mau memakai kita semua menjadi agen-agen perubahan..mari kita meresponi panggilan Tuhan dengan mengizinkan Tuhan berkarya sepenuhnya di dalam Kehidupan kita. Mari kita membangun komitmen kitaa dalam mengikut Tuhan seperti Pujian dibawah ini:


Ku mau cinta Yesus 
selamanya

Ku mau cinta Yesus selamanya

Meskipun badai silih berganti Dalam hidupku
Ku tetap cinta Yesus selamanya

Ya Bapa,Bapa ini aku anakMu

Layakkanlah seluruh hidupku

Ya Bapa, Bapa ini aku anakMu

Pakailah sesuai dengan rencanaMu

Sunday, 22 February 2015

Hadiah Menanti

Ingatlah akan Hadiahnya
Filipi 3:7-14



seorang anak ingin berlatih menghadapi musim lomba lari setiap tahunnya seperti biasanya.  sang ayah pun yang sudah mulai menjelang usia senja, ingin menjaga tubuhnya agar tetap sehat dan bugar.  oleh karena itu anak dengan sang ayah memutuskan untuk berolahraga bersama-sama secara teratur.

saat akan mulai berolahraga, keduanya sangat bersemangat karena penuh dengan tenaga. namun setelah berlari melintasi rute yang sudah mereka rencanakan, rasa lelah mulai mengahmpiri mereka.  sang ayah mulai berpikir dan bagaimana cara untuk tetap semangat?  akhirnya sang ayah mendapatkan ide, yaitu setiap malam sang ayah akan memberikan hadiah sebagai pengalih perhatian dari rasa lelah tersebut.

pada suatu malam hadiahnya adalah berupa pizza.  Setiap kali si anak ingin berhenti, sang ayah berseru,"PIZZA!" dan itu membuat mereka tetap  ,tahan di dalam latihannnya.  pada malam yanng berikutnya, sang ayah merencanakan hadiah berupa menonton sepakbola di TV sehingga kata kunci yang ia serukan setiap latihan adalah "SEPAKBOLA". setiap malam hadiah yang baru membuat sang ayah dan anak terus berusaha dengan keras untuk berlatih.

DEmikian juga halnya dengan kita orang percaya.  kita pun dapat lelah hidup di dalam Kristus. Mungkin kita heran, mengapa kita tetap mau hidup di dalamNya, mengapa kita memaksakan diri.Sebenarnya Paulus sudah menggunakan Insentif MOTIVASI jauh sebelum yang saya pikirkan di atas.  Paulus berkata , "Aku berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus" (Filipi 3:14).

saat Perlombaan hidup membuat kita lelah, Ingatlah bahwa hadiah terbesar untuk kita sebagai orang Kristen sedang menanti di garis FINISH, yakni bertatap muka dengan Kristus dan mengambil bagian dalam kemulianNYa.  Ingatlah akan hadiahNya, maka kita akan tetap bertahan, dalam segala pertandingan hidup ini.
God Bless You.