Blog Ini Berisikan mengenai renungan2 dan pemikiran-pemikiran tentang iman dalam keseharian.
Wednesday, 29 April 2020
Iman yang mengalahkan Dunia
IMAN YANG MENGALAHKAN DUNIA
(Roma 8:31)
"Sebab itu, apa yang kita katakan tentang semuanya itu? jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"
(Roma 8:31)
"Sebab itu, apa yang kita katakan tentang semuanya itu? jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"
Saturday, 28 March 2020
Jangan Takut Tuhan Menyertai!
Shalom bapak ibu saudara semuanya jemaat GSJA BETHESDA MINISTRY Yang dikasihi Tuhan. Selamat Pagi salam sejahtera untuk kita semuanya. Bapak ibu saudara yang terkasih sebelum kita melakukan segala aktifitas mari kita terlebih dahulu merenungkan firman Tuhan untuk menuntun kita, mengajar, memimpin dan memberikan hikmat serta mengarahkan kita atas apa yang akan kita kerjakan lakukan sepanjang hari ini.
Mari kita berdoa terlebih dahulu,
Bapa disorga kami bersyukur Tuhan atas kasihMu dan kebaikanMu,pagi hari ini kami kembali bangun dengan sehat dan sukacita. Bapa sebelum kami melakukan segala aktifitas kami, sebelum kami melakukan pekerjaan kami, kami mau Engkau menuntun kami melalui firmanMu sepanjang hari ini
dan mengajar kami serta memberikan kami hikmat dan menyertai kami di dalam segala aktifitas kami. Terimakasih Tuhan kami merenungkan firmanMu, Berbicaralah bagi Kami semuanya, Dalam Nama Yesus Amin.
Bapa ibu saudara, Firman Tuhan yang akan kita renungkan pagi ini ada dalam teks Ulangan 31:6.
Mari kita baca.
Mari kita berdoa terlebih dahulu,
Bapa disorga kami bersyukur Tuhan atas kasihMu dan kebaikanMu,pagi hari ini kami kembali bangun dengan sehat dan sukacita. Bapa sebelum kami melakukan segala aktifitas kami, sebelum kami melakukan pekerjaan kami, kami mau Engkau menuntun kami melalui firmanMu sepanjang hari ini
dan mengajar kami serta memberikan kami hikmat dan menyertai kami di dalam segala aktifitas kami. Terimakasih Tuhan kami merenungkan firmanMu, Berbicaralah bagi Kami semuanya, Dalam Nama Yesus Amin.
Bapa ibu saudara, Firman Tuhan yang akan kita renungkan pagi ini ada dalam teks Ulangan 31:6.
Mari kita baca.
Ulangan 31:6 (TB) Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Bapak ibu Saudara jemaat bethesda Ministry, Firman Tuhan pagi Ini mengingatkan kepada kita untuk tidak takut dan tidak gemetar karena keadaan yang terjadi saat ini. Jangan takut dan jngan gemetar karena corona . Jangan takut dan jangan gemetar karena situasi yang ada saat ini, jangan takut karena masalah. Kita tidak takut karena Allah berjanji bahwa Allah menyertai kita. Dengan jelas dikatakan dalam ayat tadi bahwa Jangan takut dan gemetar SEBAB TUHAN , Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Hal yang ingin kita pegang teguh dri Firman ini adalah mari meneguhkan dan menguatkan Hati/ iman kita Bahwa Tuhan Allah kita menyertai.
Tuhan menyertai Kita dalam segala keadaan, Tuhan menyertai kita dalam masa masa sulit karena korona ini. Tuhan menyertai kita semua di manapun kita berada. Tuhan tidak akan membiarkan kita, Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Oleh karena itu bapa ibu saudara semuanya sekali lagi Firman Tuhan tegaskan JangaN Takut dan gemetar, Tuhan menyertai kita, Tuhan menyertai Kita.
Tuhan menyertai Kita dalam segala keadaan, Tuhan menyertai kita dalam masa masa sulit karena korona ini. Tuhan menyertai kita semua di manapun kita berada. Tuhan tidak akan membiarkan kita, Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Oleh karena itu bapa ibu saudara semuanya sekali lagi Firman Tuhan tegaskan JangaN Takut dan gemetar, Tuhan menyertai kita, Tuhan menyertai Kita.
Mari kita Berdoa, Bapak disorga terimakasih buat FirmanMu yang mengajar dan mengingatkan kami untuk tidak Takut akan apa yang terjadi saat ini, Karena Engkau Tuhan Yang menyertai Kami. Bapa hamba Berdoa untuk semua jemaat Mu sekiranya ada diantara mereka yang sedang takut dan gemetar karena situasi korona ini, biarlah Roh Mu berbicara bagi jemaatMu bethesda bahwa Engkau ada bersama sama dengan mereka, Tuhan ada menyertai JemaatMu. Terimakasih Tuhan, Hamba percaya ketika engkau menyertai JemaatMu, maka Perlindungan Tuhan ada atas kami, Keselamatan Tuhan ada atas kami, Berkat Tuhan ada atas kami. Terpujilah namaMu Tuhan, Dalam Nama Yesus Kami Berdoa. Amin.
Demikianlah renungan kita pagi ini bapak ibu saudara.
Selamat pagi Selamat beraktifitas untuk kita Semua, Tuhan memberkati Kita Semua. Shalom.
Demikianlah renungan kita pagi ini bapak ibu saudara.
Selamat pagi Selamat beraktifitas untuk kita Semua, Tuhan memberkati Kita Semua. Shalom.
PLEASE JANGAN LEBAY
PLEASE JANGAN LEBAY!
Shalom saudara2 terkasih, beriman berarti percaya bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita dan bahwa Ia akan memberikan yang terbaik bagi kita. Oleh karena itu seorang yang beriman/percaya adalah dia yang menerima apapun yang terjadi dalam hidupnya, keadaan, situasi, kondisi apapun adalah bagian dari proses rencana Allah. Inilah seharusnya yang menjadi respon orang percaya yaitu penerimaan sehingga memampukan orang percaya untuk mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala Hal. Namun berbeda Jauh ketika BERSUNGUT SUNGUT. Orang yang bersungut sungut BUKANLAH ORANG PERCAYA. Orang yang bersungut sungut adalah mereka yang tidak menerima situasi, keadaan,atau kondisi yang terjadi dengan membandingkan sesuai apa yang ada dalam pikiran mereka sendiri BERLAWANAN dengan apa yang menjadi Rencana Allah. Dapat diartikan bahwa bersungut sungut adalah bentuk ketidakpercayaan atas Rancangan Allah. Tidak percaya pimpinan Allah adalah yang terbaik, tetapi merasa lebih mampu dengan kekuatan sendiri (Ini lebay bukan?). Oleh Karena itulah ALLAH SANGAT MEMBENCI SUNGUT SUNGUT.
Dalam Kisah
Keluaran 14:10-12 (TB) Dikatakan: Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,
dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?
Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini."
Dalam cerita di atas menjelaskan kepada kita sungut sungut bangsa Israel di tengah persoalan yang menghimpit mereka dimana firaun sudah dekat dan akan membunuh mereka (dalam pikiran bangsa itu, Ingat SUNGUT SUNGUT SELALU TERJDI DI TENGAH PERSOALAN). Bangsa Israel akhirnya Bersungut sungut dan mempersalahkan MUSA yang membawa mereka keluar dari Mesir. Lihat bangsa itu berkata, LEBIH BAIK TETAP DI MESIR (ini rancangan/pikiran mereka/manusia) Daripada KELUAR DARI MESIR (ini Rancangan Tuhan). Semakin jelas terlihat bhwa bersungut sungut adalah perbuatan melawan kehendak Tuhan. Musa sebagai Alat Tuhan jadi objek yang dipersalahkan oleh bangsa Israel, mereka menjelaskann panjang lebar rancangan mereka di Mesir. Mereka menyimpulkan "Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini." LEBAY BUKAN??
Tetapi Respon Musa berbeda. Musa Berkata dengan Iman "Keluaran 14:13-14 (TB) Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."
INILAH SEHARUSNYA RESPON ORANG PERCAYA DALAM SEMUA PERSOALAN.
Sungut sungut bangsa Israel terulang lagi ketika mereka merasakn air pahit Di Mara. Bangsa itu berkata "Keluaran 15:24 (TB) Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
Bangsa itu masih tetap tidak percaya akan Kuasa Tuhan dan Rancangan Tuhan, padahal baru saja Tuhan membelah laut Teberau dan menyelamatkan mereka.
Dalam Kesempatan ini Tuhan kembali menunjukkan kuasaNya dan mengubah air pahit menjadi manis.
Tetapi memang DASAR BANGSA LEBAY, Mereka kembali bersungut sungut ketika terlambat dengab makanan di padang gurun Sin.
Keluaran 16:2-3 (TB) Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;
dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan." LEBAY BUKAN????
Bangsa Israel terus terusan mempersalahkan Musa sebagai Hamba Tuhan yang memimpin mereka dan membndingkan bahwa lebih baik Mati di Mesir (jalan pikiran manusia) Daripada ada dalam pimpinan Tuhan.
Hal ini terus terjadi berulang ulang dilakukan bangsa Israel, Tetapi Tuhan terus menunjukkan kuasaNya.
Bagaimana dengan anda saat ini, apakah anda masuk dalam golongan bangsa israel yang terus terusan bersungut sungut? Selidiki Hati anda?
akhir Kata: PLEASE JANGAN LEBAY DEHH!!!!!
GOD BLESS
Domu Marbun.
Tuesday, 7 June 2016
Cinta-Ku Bukan Cinta Biasa
Cinta-Ku Bukan Cinta Biasa
Efesus 2:4-6
Tetapi
Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang
dilimpahkan-Nya kepada kita,
5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan
Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih
karunia kamu diselamatkan —
6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah
membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
7 supaya pada masa yang akan datang Ia
menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai
dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
PENDAHULUAN:
-
“Berbicara tentang cinta
adalah hal yang sangat biasa di dalam kehidupan!”
Banyak orang mengatakan bahwa “kita tidak dapat hidup
tanpa cinta”
-
Tentu saudara-saudara setuju dengan apa yang baru
saja saya katakan bukan?
-
Setiap hari kita bisa
mendengar kata “cinta” atau “kasih” atau “sayang” bahkan kadang sampai kita
lupa berapa kali kita mendengarnya setiap hari.
Kita semua terbiasa mengatakan “cinta”, baik itu suami kepada istri,
istri kepada suami, ayah kepada anak, ibu kepada anak, anak kepada orangtua,
bahkan kita mengatakan bahwa kita cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama. Hal ini sudah menjadi biasa.
-
Tetapi jika kita melihat
dunia masa kini, ada banyak suami menyakiti istri, istri menyakiti suami,
Orangtua menyakiti anaknya, bahkan yang lebih parah, anak membunuh orang
tuanya, bahkan ada orang yang membunuh pacarnya karena ditolak yang katanya
dulu cinta. Ini hal yang biasa terjadi
di dalam kehidupan manusia.
-
Tetapi cinta Tuhan tentu
berbeda dengan cinta manusia, oleh karena itu pagi ini saya ingin menyampaikan
khotbah yaang saya beri judul Cinta-Ku bukan Cinta Biasa.
-
-
Mari
kita buka Alkitab kita bersama-sama
-
Baca:
Teks Efesus 2:4-5
4.Tetapi
Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang
dilimpahkan-Nya kepada kita,
5 telah
menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh
kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan
—
-
Berdasarkan
teks ini Paling tidak
kita akan melihat “3 Ciri Cinta yang bukan cinta Biasa dari Allah” (AMANAT KHOTBAH)
KALIMAT PERALIHAN: Apakah ketiga ciri itu?
A.
Cinta yang bukan cinta biasa adalah Cinta yang memberi
Kehidupan. (Ayat 4-5 )
1.
Penjelasan:
Kita tahu bahwa tema utama dari kitab Efesus adalah “di dalam Kristus”
dimana kata ini muncul sebanyak 160 dalam surat Paulus, dan 36 kali dalam surat
efesus.
a.
Pasal
2:1-3. Paulus Menjelaskan kehidupan di luar Kristus
1.
Mati
(Jika seekor tikus mati)
a.
Tidak dapat berbuat
apa-apa
b.
Tidak dapat bergerak
c.
Busuk
2.
Jadi
Budak Dosa
a.
mengikuti
jalan dunia ini
b.
mentaati
penguasa kerajaan angkasa
c.
hidup
di dalam hawa nafsu daging
d.
menuruti
kehendak daging dan pikiran yang jahat.
3.
Mendapat
Murka Allah
Dengan jelas FA
mengatakan bahwa bahwa
berada di luar kristus adalah sebuah keberadaan yang mati. Kita hidup di dalam dosa, dan kita suka
melakukan dosa, kita seharusnya mati, menjadi budak dosa, dan mendapat murka
Allah. Namun di dalam ayat 4-5,
dinyatakan bahwa Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena
kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita. telah menghidupkan kita
bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan
kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan
Allah
mencintai kita bukan dengan cinta yang biasa-biasa, tetapi cintanya sungguh
luar biasa. Cinta Allah memberikan
kehidupan kepada kita yang sudah mati.
Cinta-Nya menghidupkan kita kembali yang sudah membusuk. Dan sekalipun kita sering melakukan hal-hal
yang menyakiti hatinya, tetapi Allah tetap mencintai kita. Dia adalah Allah yang setia.
2.
Ilustrasi:
Ada
seorang yang Wanita bernama linda. Ia
mempunyai lima orang anak. Ia tinggal di
satu kampung bersama suaminya yang begitu keras dan kejam. Suaminya sering menyakiti hatinya, memukulnya
bahkan mengusirnya dari rumah tanpa alasan yang jelas. Bahkan yang lebih parah ketika ia mengandung
anaknya yang ke lima, entah karena alasan apa, suaminya memukulinya dan
memaksanya untuk memakan makanan yang seharusnya untuk babi, mengusirnya dari
rumah.hal ini terjadi terus menerus .
Seluruh kaampung itu, tahu apa yang dialami linda. Oleh karena itu banyak orang dikampung itu
yang memberikan saran agar ia menceraikan suaminya, ada yang memberi saran agar
ia memperkarakan suaminya yang terus menerus menyakitinya supaya suaminya
ditangkap polisi, bahkan saudaraa laki-lakinya linda yang tinggal di kampung
itu juga berkata untuk membunuh suaminya.
Tetapi linda menolak semua saran yang diberikan kepadanya dan berkata
kepada mereka, dia adalah suamiku, ayah dari anak-anakku, aku mencintainya, aku
mencintai anak-anakku. Hingga akhirnya
la meninggal, ia tetap tinggal bersama-sama suaminya, dan merawat anak-anaknya
hingga akhir usianya. Cinta yang Luar Biasa Bukan?
Seorang
penginjil India, Sundar Singh, menulis tentang kebakaran hutan di pegunungan
Himalaya yang ia saksikan ketika sedang melakukan perjalanan. Saat banyak orang
berusaha memadamkan api, ada sekelompok orang yang memandangi sebuah pohon yang
dahan-dahannya mulai dijalari api. Seekor induk burung dengan panik terbang
berputar-putar di atas pohon. Induk burung itu mencicit kebingungan,
seakan-akan mencari pertolongan bagi anak-anaknya yang masih di dalam sarang.
Ketika sarang mulai terbakar, induk burung itu tidak terbang menjauh.
Sebaliknya, ia justru menukik ke bawah dan melindungi anak-anaknya dengan
sayapnya. Dalam sekejap, ia beserta anak-anaknya hangus menjadi abu.
Lalu
Singh berkata kepada orang-orang itu, "Kita baru saja melihat hal yang
luar biasa. Allah menciptakan burung yang memiliki kasih dan pengabdian begitu
besar sehingga rela memberikan nyawanya untuk melindungi anak-anaknya ....
Kasih seperti itulah yang membuat-Nya turun dari surga dan menjadi manusia.
Kasih itu juga membuat-Nya rela mati sengsara demi kita semua."
3.
Aplikasi:
Bapa/Ibu,
Saudara yang terkasih di dalam Tuhan.
Cinta Tuhan Bukanlah Cinta biasa.
Allah memberikan anak-Nya yang Tunggal menggantikan dosa dan pelanggaran
kita, supaya kita memperoleh kehidupan.
Kita dihidupkan kembali. Allah
mengubah kita yang tidak berarti, menjadi berharga. Ia mengubah Kegelapan hidup kita menjadi Terang, Ia mengubah Keputusasaan
kita menjadi pengharapan. Dan mengubah Kehinaan
kita menjadi Kemuliaan bagi nama-Nya.
Tuhan
sudah memberikan kehidupan kepada kita Oleh karena itu, mari kita senantiasa
menghargai cinta Tuhan, dengan mensyukuri kehidupan ini, bersykur senantiasa
akan semua yang Tuhan izinkan terjadi di dalam hidup kita.
Jangan
pernah ragu akan cinta Tuhan, jangan pernah ragu akan Kasih-Nya dalam hidup
kita
Dan mari
juga kita membagikan kehidupan yang telah kita terima dari Tuhan dengan
mencintai orang-orang yang ada di sekitar kita, seperti kita dicintai oleh
Tuhan.
B.
Cinta yang bukan Cinta biasa adalah cinta yang mampu
menerima apa adanya bukan ada apanya (Ayat 5.)
1.
Penjelasan:
Di dalam
Ayat lima mengatakan bahwa Allah menerima kita apa adanya. Mengapa saya mengatakan apa adanya, karena
dengan jelas dituliskan di ayat 5 bahwa Allah telah menghidupkan kita
bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan
kita.
• Hal ini juga telah
dinyatakan di dalam Perjanjian Lama
kepada orang Israel melalui nabi Yunus. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang
besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang
semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya
yang banyak?“ ( Yunus 4:
11)
2.
Ilustrasi:
Cerita
Hosea, Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia
kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah
anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi
TUHAN."(Hosea 1:2).
3.
Aplikasi
C.
Cinta yang bukan cinta biasa adalah cinta yang
berkomitmen memberikan masa depan yang terbaik. (ayat 6-7).
1.
Penjelasan:
6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah
membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
7 supaya
pada masa yang akan datang
Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah
sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
2.
Ilustrasi:
3.
Aplikasi
Masa lalu
adalah sejarah, masa kini adalah anugerah, dan masa depan Mistery.
PENUTUP
Lagu, Kuada sebagaimana Kuada
Thursday, 19 November 2015
SIKAP DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR
DANIEL 2:13-28.
13 Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang
bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannyapun terancam akan dibunuh.
14 ¶ Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan
bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh
orang-orang bijaksana di Babel itu,
15 katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu:
"Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?" Lalu
Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.
16 Maka Daniel menghadap raja dan meminta
kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.
17 Kemudian pulanglah Daniel dan
memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,
18 dengan maksud supaya mereka memohon kasih
sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan
teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain
di Babel.
19 Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel
dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.
20 Berkatalah Daniel: "Terpujilah nama
Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat
dan kekuatan!
21 Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja
dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan
kepada orang yang berpengertian;
22 Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak
terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang
ada pada-Nya.
23 Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan
kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan
telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau
telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja."
24 ¶ Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang
telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka
pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian: "Orang-orang bijaksana di
Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan
memberitahukan kepada raja makna itu!"
25 Ariokh segera membawa Daniel menghadap raja
serta berkata kepada raja demikian: "Aku telah mendapat seorang dari
antara orang-orang buangan dari Yehuda, yang dapat memberitahukan makna itu
kepada raja."
26 Bertanyalah raja kepada Daniel yang namanya
Beltsazar: "Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah
kulihat itu dengan maknanya juga?"
27 Daniel menjawab, katanya kepada raja:
"Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada
raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.
28 Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan
rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa
yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan
penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:
Mari Kita Melihat
Sekeliling Kita?
Kejadian Teror di
Paris yang telah menewaskan 150 orang, dan 350 lebih luka-luka...
BATAM, KOMPAS — Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau
melambat dalam beberapa waktu terakhir. Kontribusinya juga rendah bagi
pertumbuhan nasional. Padahal, pemerintah sudah memberikan fasilitas puluhan
triliun rupiah untuk memacu perekonomian provinsi itu.
UMK Batam
Belum Jelas, Kantor Walikota Batam Kembali Di Demo
u Banyak Perusahaan Tutup..
u Harga Sembako yang semakin Mahal
u Politik yang tidak menentu
u Pendidikan yang sangat Mahal
u Kejahatan Yang semakin Meningkat.,.
u Kebanyakan orang kecewa...
u Mulai meninggalkan Tuhan...
u Defresi
u Stress
Banyak orang Menjadi
Kecewa Ketika Pengharapan tidak sesuai dengan kenyataan.
u BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
1. Jangan Pernah Putus Pengharapan (Daniel
2:13-16)
19. Pengharapan itu
adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke
belakang tabir,
20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis
bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai
selama-lamanya.
u BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
2. Bersehati dan Berdoa (Daniel 2:17-18)
u Kisah Para Rasul 1:14
“Mereka semua bertekun
dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta
Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”
u BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
3. Memuji dan Mempermuliakan Allah
(Daniel 2:19-23)
Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang
Israel. (MZM 22:4
Friday, 4 September 2015
Tuhan tolong Saya
Jauhkan pikiran kotor dan dusta
Jauhkan semangat yang patah
Jauhkan nafsu orang muda
Jauhkan hati yang lemah
Untuk hidup dalam jalan Ilahi
Tuhan tolong saya
Berikan daku hati yang suci
Berikan daku langkah yang pasti
Berikan daku kejelasan visi
Berikan kesuksesan sikripsi
Untuk lulus wisuda tahun ini
Tuhan terimakasih
Untuk kesempatan melayani
Untuk keselamatan yang Kau bri
Untuk cinta yang kuhidupi
Untuk masa depan yang pasti
Dalam jalan dan kehendak Ilahi.
Perpustakaan STT Satyabhakti
12 Mei 2015
DOMU
Sunday, 12 July 2015
JANGANLAH MEMBALAS KEJAHATAN DENGAN KEJAHATAN, TETAPI KALAHKANLAH KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN.
ARTI MENUMPUKKAN BARA API DI ATAS KEPALA
Penulis
dan Waktu Penulisan
Surat Roma ditulis oleh Paulus, dan dikirim kepada jemaat di
Roma. Menurut pendapat lama, surat Roma
ditulis di Korintus atau Filipi, sebelum Paulus berlayar ke Troas.[1] Dikatakan juga bahwa Paulus menulis Surat
Roma pada akhir perjalanan misionaris yang ketiga, sekitar musim semi, yaitu
tahun 57 sampai 58.[2]
Penerima Surat
Roma ditujukan kepada jemaat di Roma. Dalam Roma 1:13;15:22, dijelaskan bahwa ia
sudah beberapa kali berusaha untuk mengunjungi mereka, tetapi setiap kali
selalu terhalang. Ada kemungkinan bahwa jemaat yang ada di Roma
tidak terlalu besar dan mungkin sebagian anggotanya adalah bukan Yahudi
(1:13). Asal-usul jemaat di Roma tidak
pernah diketahui.[3]
Tujuan Penulisan
Tujuan Paulus menuliskan Surat Roma
adalah sebagai persiapan untuk menjadikan jemaat Roma sebagai pusat pelayanan
seperti Antiokhia, Efesus, Filipi, dan kota-kota lain dimana Paulus pernah
melayani. Oleh karena itu, Paulus tidak
terlalu menekankan perbaikan kesalahan seperti dalam Korintus, tetapi ia lebih
menekankan tentanh kebenaran. Paulus
memberikan pandangan yang lebih lengkap dan sistematis tentang inti kristiani
daripada surat-suratnya yang lain. Surat
Roma lebih bersifat mendidik.
Analisa Sastra
Konteks Luas
Roma 1-3, Paulus menjelaskan makna
dosa, yaitu kenyataan bahwa semua orang
sudah berdosa, baik orang Yahudi maupun orang non Yahudi. Pasal 3 Paulus menyimpulkan bahwa keselamatan
dan kebenaran hanya diperoleh berdasarkan iman.
Pasal 4-5 menjelaskan tentang kebenaran yang datang hanya oleh iman dan
bukan perbuatan Hukum Taurat. Pasal 6
menjelaskan tentang hidup bebas dari kuasa dosa, yaitu melalui kematian dan
kebangkitan Kristus. Pasal 7 menjelaskan
tentang hidup bebas dari kuasa Hukum Taurat.
Pasal 8 tentang hidup dalam Roh dan hidup penuh dengan pengharapan
sebagai anak-anak Allah.
Di pertengahan surat
Roma, yaitu pasal 9-11, Paulus berbicara tentang bangsa Israel , umat pilihan Allah. Dijelaskan bahwa umat Allah terdiri dari
orang Yahudi dan non Yahudi, yang semuanya dipersatukan menjadi satu umat
pilihan Allah, satu bangsa yang kudus.
Konteks Sempit
Roma 12:20 terletak pada pembahasan
topik Persembahan Yang Benar. Dengan
semua kebenaran injil yang sudah dijelaskan pada pasal 1-11, maka pada pasal 12
Paulus menganjurkan umat Tuhan untuk hidup berpadanan dengan injil, yaitu
mempersembahkan tubuh sebagai korban persembahan yang hidup (12:1-2). Roma 13 menjelaskan bagaimana menjadi anggota
masyarakat yang tunduk kepada pemerintah dengan taat kepada otoritas dan
membayar pajak, sebagai cerminan orang-orang yang sudah mengalami kebenaran
injil tersebut.
Struktur Kata
Tetapi,
jika
seterumu lapar,
berilah dia makan,
jika
ia haus,
berilah ia minum!
Dengan
berbuat demikian
kamu
menumpukkan bara
api
di atas
kepalanya.
Studi Eksegesis
Ayat
“Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia
makan, jika ia haus, berilah ia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.”
Menumpukkan bara api di atas kepala
adalah hal yang membingungkan. Frase ini
diletakkan di akhir dari nasihat Paulus mengenai hidup di dalm kasih. Kata “ menumpukkan” dalam bahasa aslinya
adalah σωρεΰσεις, yang berasal dari
kata dasar σωρεΰω, yang berarti to pile up, to heap.[4] Hasan Sutanto juga memberikan arti yang sama
yaitu “menumpukkan, menyarati”, yang
hanya didapati sebanyak dua dalam Perjanjian Baru (Rm 12:20; 2 tim 3:6).[5] Kata σωρεΰσεις
memiliki bentuk future indikatif aktif yang memiliki pengertian bahwa sesuatu
dilakukan secara berulang-ulang dan memiliki dampak masa yang akan datang.
Hal kedua yang penting dalam teks
ini adalah frase “bara api”, yang mengikuti kata “menumpukkan”. Kata bara api dalam bahasa aslinya adalah άθρακαζ, yang berarti coal.[6] Sementara itu, Hasan Sutanto memberikan arti
yang sama, yaitu arang api.[7] Api yang dimaksud disini adalah api yang
besar seperti api unggun, yang akan membakar.
Kata “api” dalam hal ini muncul sebanyak 71 kali yang selaras dengan
Matius 3:10;18:8;Lukas 3:17, yang memiliki arti sebagai penghukuman.[8] Hal ini juga sering menggambarkan kekudusan
Allah dan murkanya terhadap segala dosa dimana puncak ini dinyatakan dalam
neraka.
Frase “menumpukkan bara api” sesuai
dengan penelitian di atas, memiliki arti menumpukkan, menyarati api yang
besar. Dalam hal ini api yang besar
adalah penghukuman. Jadi, kata
menumpukkan bara api berarti menumpukkan penghukuman. Penghukuman yang dimaksud adalah penghukuman
Allah. Dalam hal ini berarti seseorang
yang tidak memberikan pembalasan kepada orang berbuat jahat kepadanya, maka ia
sedang mengijinkan atau memberikan tempat bagi Allah untuk memberikan
penghukuman baginya (ayat 19).
Dalam hal ini, Paulus sedang
menasihatkan jemaat di Roma untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan,
tetapi hidup dalam perdamaian dengan semua orang (ayat 17 dan 18). Hal inilah yang dimaksud Paulus hidup di
dalam kasih yang tidak pura-pura, dimana jemaat diajarkan untuk memberkati
siapa saja yang menganiaya mereka.
dengan melakukan seperti ini, maka jemaat di Roma sedang mengijinkan Allah yang akan membalas atas aniaya yang mereka alami
dari orang-orang Roma.
Th van den End memberikan penafsiran
yang sama dengan yang di atas. Ia
mengatakan bahwa api melambangkan hukuman Allah.[9] Penghukuman Allah dalam hal ini adalah
penghukuman yang positif. Dikatakan
positif karena hanya Allah yang paling layak menghukum manusia. Dengan berbuat baik kepada musuh, berarti
memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertobat. Dengan memberi makan dan minum kepada seteru
atau musuh adalah salah satu cara untuk mendorong mereka memanfaatkan
kesempatan untuk bertobat. Dengan
demikian, orang Kristen menjadi pengikut Kristus yang sebenarnya.
Manfred T. Brauch memberikan
pendapat bahwa “menumpukkan bara api” harus dipahami sebagai tindakan yang baik,
tindakan yang mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Arti dari kalimat ini dipertegas lagi oleh
konteks bacaan dalam Amsal 25:21-22, yang ditutup dengan kalimat, “ Dan Tuhan
akan membalas itu kepadamu.” Dan dalam
Perjanjian Lama, ganjaran dari Allah selalu dipandang sebagai jawaban terhadap
perbuatan manusia yang baik. Dalam
analisa konteks ini menunjukkan bahwa gambaran “bara api” pasti memiliki arti
yang positif. Ayat 12:2 secara tidak
langsung menyatakan bahwa gambaran bara api mengacu kepada “mengalahkan”
kejahatan.[10]
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian di atas, maka
dapat disimpulkan bahwa “menumpukkan bara api” memiliki arti penghukuman
Allah. Penghukuman Allah yang dimaksud
adalah penghukuman yang baik. Disebut
penghukuman baik karena Allah yang paling adil dan paling mengetahui dalam
memberikan hukuman. Hal kedua adalah
untuk memberikan kesempatan kepada seseorang untuk bertobat melalui kebaikan
orang percaya. Dengan demikian, orang
percaya menjadi pengikut Kristus yang sesungguhnya.
[1] Merril C. Tenney, Survey
Perjanjian Baru (Malang :
Gandum Mas, 2003), 375.
[2] Alkitab Penuntun Hidup Hidup
Berkelimpahan (Malang: Gandum Mas, 2008), 1832.
[4]Cleon L. Rogers JR dan Cleon L. Rogers III, The New Linguistic and Exegetical Key To The Greek New Testament (Grand
Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House, 1998 ), 340.
[5] Hasan Sutanto, Perjanjian
Baru Interlinear Yunani-Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru Jilid II (Jakarta: Lembaga
Alkitab Indonesia, 2003), 743.
[6] Rogers ,
340.
[7] Hasan sutanto, 75 dan 689.
[8] Ibid.,689.
[9] Th. Van den End, Tafsiran
Alkitab: Surat Roma (Jakarta :
BPK Gunung Mulia, 2008), 690.
[10] Manfred T. Brauch, Ucapan
Paulus Yang Sulit (Malang :
Literatur SAAT, 2009), 75.
Friday, 12 June 2015
Jangan
Takut!
Yeremia
1:4-10.
Semua
orang dipanggil oleh Tuhan untuk percaya kepadanya. Semua orang dipanggil untuk diselamatkan
karena Allah tidak mau satu orang pun binasa.
Namun untuk membawa orang kepada Tuhan, Ia memilih orang-orang tertentu
menjadi alat dan sarana dalam keselamatan yang komunal. Dalam bagian ini Allah memilih Yeremia untuk
menjadi nabi bagi bangsa Yehuda pada zaman pemerintahan Yosia, agar bangsa itu
kembali kepada jalan Tuhan. Mari kita
baca dan renungkan firman ini bersama-sama;
4. Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
5 "Sebelum Aku membentuk
engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar
dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau
menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
6 Maka aku menjawab:
"Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini
masih muda."
7 Tetapi TUHAN berfirman
kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun
engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah
kausampaikan.
8 Janganlah takut kepada
mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman
TUHAN."
9 Lalu TUHAN mengulurkan
tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya,
Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.
10 Ketahuilah, pada hari ini
Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk
mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun
dan menanam."
Dengan
melihat teks di atas maka kita dapat belajar tiga kebenaran mengenai panggilan
Tuhan dalam kehidupan Yeremia, yang sekaligus juga menjadi kebenaran dalam
kehidupan kita.
Pertama adalah bahwa jikalau Allah memanggil, pasti
memiliki tujuan.
Ketika Allah memanggil Yeremia, Allah memanggil
Yeremia bukan untuk duduk santai-santai, bukan menjadi penganguran. Tetapi Allah memanggil Yeremia untu tujuan
dan memberi pekerjaan bagi Yeremia.
Yeremia dipanggil untuk menyatakan perkataan-perkataan Allah meyampaikan
kebenaran-kebenaran Allah. Yeremia dipanggil untuk suatu tugas yang besar yaitu
keselamatan bangsa-bangsa. yeremia
dipanggil untuk menyatakan kekudusan Tuhan kepadan manusia yang hidup tidak
kudus. Hal yang sama juga datang kepada
kita saat ini, kita semua dipanggil untuk menyatakan kebenaran kebenaran Allah,
untuk membawa orang-orang disekitar kita kepada Tuhan, tidak peduli siapa kita, muda, tidak pandai
bicara, tetapi Tuhan mau pakai kita.
Tuhan mau pakai kita menjadi alat dam sarananya.
Kedua, Jika Allah memanggil maka Allah yang memberi
otoritas/ kuasa.
Jangan takut, jika Allah yang memanggil kita, maka
Allah yang akan memberi otoritas. Ketika
Allah memanggil Yeremia Allah memberi otoritas dan kuasa kepada Yeremia. Allah menjamah mulut Yeremia dan menaruh
perkataan Allah di dalam mulutnya (ayat 9).
Allah mengangkat Yeremia menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Hal ini
berarti bahwa Allah memberi otoritas penuh kepada Yeremia. Orang yang dipanggil Allah adalah menjadi
wakil Allah. Yeremia menjadi wakil Allah
dalam menyatakan segala kehendak Allah bagi bangsa-bangsa pada masa itu. Hal yang sama juga akan kita alami jika kita
dipanggil oleh Tuhan. Tuhan akan
memberikan otoritas kepada kita untuk menyatakan kebenaran, keadilan dan damai
sejahtera Allah kepada sekeliling kita.
Jika kita melihat polisi lalu lintas dan polisi yang
lain yang sedang menjalankan Tugas mereka.
Mereka diberi otoritas untuk menangkap dan menghukum orang yang
bersalah. Melalui pakaian yang mereka
kenakan polisi lalu lintas diberi otoritas untuk mengamankan jalan raya. Coba kita
bayangkan jika polisi lalu lintas tidak memakai seragam dalam mengamankan jalan
raya, maka menurut saya orang-orang tidak akan ada yang mau di atur. Demikian lah kita yang dipanggil oleh Tuhan
kita diberi otoritas oleh Allah sendiri, tidak peduli siapa kita yang
dipanggil, tidak peduli apakah kita muda, apakah kita pintar, apakah kita
berpendidikan atau tidak, tidak peduli apakah kita kaya atau miskin, tetapi
jika kita dipanggil Tuhan maka Tuhan yang akan memberi otoritas, oleh karena
itu jangan pernah takut ikut panggilan Tuhan.
Ketiga, jika Allah yang memanggil maka Allah yang
terus menyertai.
Allah berfirman kepada Yeremia, “janganlah takut
kepada mereka sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau,...”
Banyak orang berpikir bahwa jika mereka berdiam di
rumah dan tidak menjadi saksi Allah mereka juga disertai. Tetapi saya berkata jika saudara ingin
melihat penyertaan Tuhan maka saudara harus pergi menjadi saksi. Yesus berkata dalam amanat Agung, “Pergilah
jadikanlah semua bangsa muridKu ...dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa
sampai akhir zaman.” Dari hal ini kita melihat bahwa janji Allah untuk
menyertai adalah bagi mereka yang pergi sesuai dengan rencana Allah. Allah berjanji bukan kepada orang yang berdiam
diri, tetapi kepada mereka yang pergi. Hal
yang sama juga terjadi bagi Yeremia, Allah berjanji akan menyertai Yeremia jika
ia pergi, namun jika Yeremia tidak pergi tentu, janji Allah itu tidak akan ia
rasakan. Oleh karena itu saudara-saudara
mari kita pergi memberitakan Kebenaran
Allah, yaitu keselamatan yang dari Kristus.
Jangan pernah takut, karena Allah
yang memanggil selalu memiliki tujuan, Allah yang memanggil selalu diberi
otoritas dari Allah, dan Allah yang memanggil Allah akan terus menyertai
kita. Mari kita jadikan hidup kita
menjadi saksi bagi Kristus, menyatakan kekudusan Allah kepada Dunia ini.
Thanks Tuhan Yesus Memberkati Kita semua.
Subscribe to:
Posts (Atom)