Blog Ini Berisikan mengenai renungan2 dan pemikiran-pemikiran tentang iman dalam keseharian.
Sunday, 24 January 2021
ALLAH YANG BERKUASA BUKAN MANUSIA
Cinta Sejatiku ..: ALLAH YANG BERKUASA BUKAN MANUSIA: ALLAH YANG BERKUASA BUKAN MANUSIA (KELUARAN 9:1-34) By: PARDOMUAN MARBUN M.Th Berbicara mengenai penguasa atau yang berkuasa sering ...
Wednesday, 6 May 2020
Kemahakuasaan Allah
Frengki
KADALAM
KITAB KEJADIAN PASAL 1:26-28
Pendahuluan
Dalam kamus KBBI kata “Mahakuasa” diartikan dalam dua hal pertama teramat kuasa; dan kedua teramat besar kuasanya (Allah). Dalam pengertian yang diberikan juga kata ini diperuntukan bagi Allah . Kemahakuasaan Allah seperti yang diketahui oleh orang-orang pada umumnya bahwa Allah memperkenalkan dirinya dengan beberapa hal-hal tersebut. Dengan aribut-atribut Allah yang dimaksud dalam hal ini ialah Allah maha tahu,Allah maha adil, allah mahakuasa, Allah maha pengasih, Allah maha hadir dan masih banyak yang lagi. Pada karya tulisan ini penulis ingin memahami dengan didasari oleh penelitian terhadap atribut Allah yang maha kuasa yang terdapat dalam kejadian 1:26-28. Adapun tujuan penulis lebih jelas untuk memahami definisi serta rangkaian yang terhubung kepada Atribut Allah sebagai maha kuasa. Kemahakuasaan di sini bukanlah sekedar pengertian umum, tetapi mempunyai isi yang terwujud yaitu hubungan dengan perbuatan-perbuatan Allah di dalam sejarah keselamatan.
Kemahakuasaan Allah Menurut Kitab kejadian 1:26-28
Dalam Kejadian 1 : 26 -28 tertulis : Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. "”
Dalam teks diatas Allah dinyatakan sebagai satu-satunya Tuhan dan Raja atas Alam semesta. Sebagai Allah yang mahakuasa Dia menciptakan segala sesuatu melalui Firman-Nya. hal ini diperlihatkan sewaktu Ia menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dalam kejadian Pasal satu. Dalam pasal satu juga, puncak aktivitas kreatif allah adalah penciptaan Manusia, yaitu laki-laki dan perempuan,dalam kej. 1:27 . Dengan demikian kemahakuasaan Allah yang pertama diperlihatkan melalui penciptaan langit dan bumi dan puncaknya adalah penciptaan manusia.
Allah yang mahakuasa (El-shaddai) adalah salah satu nama yang paling umum untuk Allah dalam kitab Ayub (terdapat 31 kali ), dan 8 kali terdapat dalam pentateukh dan juga El shaddai dapat berarti “Allah gunung,” dalam bahasa akad. Maksudnya disini adalah Allah yang berkuasa terhadap gunung-gunung yang sudah ada berabad-abad sebelumnya. Gunung-gunung juga ciptaan lainnya menunjukan kemahakuasaan Allah yang tiada taranya.
Dalam kejadian 1:28 “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Selain kemahakuasaan Allah menciptakan segala sesuatu, hal ini juga terihat ketika ia memberkati manusia, memberikan mandat kepada mereka. Allah sangat mengasihi ciptaan-Nya, terlebih manusia sebagai puncak dari karyanya, itu sebabnya Ia memberkati mereka.
Manusia sebagai gambar Allah diciptakan untuk mewakili Allah sendiri sebagai penguasa tertinggi atas semua ciptaan.ini merupakan berkat yang diberikan Allah kepada manusia. Hal ini menunjukan kemahakuasaan Allah, dimana ia dapat memberkati dan juga menunjuk wakilnya sebagai penguasa di bumi. Berkat ini harus di jalankan oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya sebagai tanda ucapan syukur atas kemahakuasaan yang di tunjukan Allah.
Hubungan kemahankuasaan Allah dengan keterbatasan Manusia
Dari bahasan di atas dapat diketahui kemahakuasaan Allah pertama terlihat dari ciptaan-Nya. Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Kata kerja “menciptakan” (bara) terdapat lima kali dalam kejadian 1(ay. 21,27), dan lima kali di antara kejadian 2:4 dan 6:7 dimana Allah selalu menjadi subyek dari kata kerja ini, dan tidak pernah disebut adanya bahan yang digunakan ketika Allah menciptakan sesuatu. Namun berbeda ketika Ia menciptakan manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya ( Kej. 2:7). Secara logika hal itu tidak mungkin dilakukan tetapi mungkin bagi Allah.
Hal ini sangat berbeda dengan kemampuan manusia. Ketika Manusia menciptakan benda apapun, tentunya memerlukan bahan dasar untuk membuatnya. Sebagai contoh ketika membuat meja dan kursi tentunya memerlukan kayu sebagai bahan dasarnya. Demikian juga dengan semua ciptaan manusia lainnya. Manusia tidak dapat membuat seperti yang dilakukan Allah yang hanya melalui perkataan serta bahan dasar yang tidak mungkin secara logika.
Ketika allah menciptakan manusia ia memberkati mereka dengan mandat yang ditugaskan bagi mereka. Namun Allah tidak lepas kendali, ia mengawasi ciptaan-Nya serta mencukupi setiap keperluannya. Dalam kisah selanjutnya terlihat Allah memberikan hujan, memberikan segala tumbuhan yang berbiji sebagai makanan, serta meletakan mereka di Taman eden dimana Allah mengucupkan segala keperluan mereka. Bukan hanya itu ia mau agar ciptaaan-Nya memiliki relasi dengan-Nya. Manusia ketika menciptakan sesuatu, belum tentu mengawasi semua ciptaanmya dan berharap ada relasi dari ciptaan tersebut. Sebagai contoh pembuat ponsel belum tentu mengenali ciptaannya dan mengetahui apa yang paling di perlukan oleh setiap ponsel ciptaannya.
Relevansi kemahakuasaan Allah bagi kehidupan masa kini
Dari kejadian 1:26-28 dapat diketahui bahwa kemahakuasaan Allah terlihat dari bagaimana ia menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Sebagai manusia harusnya berterimaksih atas apa yang Allah perbuat dan juga menghargai ciptaan Allah. Contoh sederhana adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan, dan menghargai satu sama lain.
Selain itu kemahakuasaan Allah juga terlihat dimana ia memberkati manusia sebagai puncak dari ciptaan-Nya. Ia juga tidak hanya menciptakan manusia dan membiarkan begitu saja tetapi ia mengawasi,mencukupi dan mengetahui apayang paling diperlukan oleh ciptaan-Nya dan ia juga ia mau memiliki relasi dengan ciptaan-Nya. Dengan demikian Allah yang mahakuasa bekerja dalam kehidupan manusia bukan hanya pada waktu itu, tetapi sampai saat ini.
Kesimpulan
Kemahakuasaan Allah yang terlihat di kej. 1:26-28 terdiri dari dua bagian besar. Pertama kemahakuasaan Allah di tunjukan melalui cara Dia menciptakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Ia adalah pencipta langit dan bumi serta segala isinya dan puncak karya Allah Adalah penciptaan manusia. Kedua, kemahakuasaan Allah juga diperlihatkan bagaimana Allah memberkati ciptaan-Nya (manusia) dan berkat itu harus disyukuri oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya, Selain itu Ia juga ia mengawasi,mencukupi dan mengetahui apayang paling diperlukan oleh ciptaan-Nya dan ia juga ia mau memiliki relasi dengan ciptaan-Nya.
DAFTAR PUSTAKA
Green, Dennis. Pembimbing Pada Pengenalan Perjanjian Lama. Malang:Gandum Mas,2004.
Niktrik G.C.Van dan B.J Boland. Dokmatik Masa Kini. Jakarta: Bpk Gunung Mulia,2008.
Wolf, Herbert. Pengenalan Pentateukh. Malang:Gandum Mas,2004.
Zuck Roy B. A Biblical Theologi Of The Old Testament. Diterjemahkan Oleh Suhadi Yeremia. Malang:Gandum Mas, 2005.
KADALAM
KITAB KEJADIAN PASAL 1:26-28
Pendahuluan
Dalam kamus KBBI kata “Mahakuasa” diartikan dalam dua hal pertama teramat kuasa; dan kedua teramat besar kuasanya (Allah). Dalam pengertian yang diberikan juga kata ini diperuntukan bagi Allah . Kemahakuasaan Allah seperti yang diketahui oleh orang-orang pada umumnya bahwa Allah memperkenalkan dirinya dengan beberapa hal-hal tersebut. Dengan aribut-atribut Allah yang dimaksud dalam hal ini ialah Allah maha tahu,Allah maha adil, allah mahakuasa, Allah maha pengasih, Allah maha hadir dan masih banyak yang lagi. Pada karya tulisan ini penulis ingin memahami dengan didasari oleh penelitian terhadap atribut Allah yang maha kuasa yang terdapat dalam kejadian 1:26-28. Adapun tujuan penulis lebih jelas untuk memahami definisi serta rangkaian yang terhubung kepada Atribut Allah sebagai maha kuasa. Kemahakuasaan di sini bukanlah sekedar pengertian umum, tetapi mempunyai isi yang terwujud yaitu hubungan dengan perbuatan-perbuatan Allah di dalam sejarah keselamatan.
Kemahakuasaan Allah Menurut Kitab kejadian 1:26-28
Dalam Kejadian 1 : 26 -28 tertulis : Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. "”
Dalam teks diatas Allah dinyatakan sebagai satu-satunya Tuhan dan Raja atas Alam semesta. Sebagai Allah yang mahakuasa Dia menciptakan segala sesuatu melalui Firman-Nya. hal ini diperlihatkan sewaktu Ia menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dalam kejadian Pasal satu. Dalam pasal satu juga, puncak aktivitas kreatif allah adalah penciptaan Manusia, yaitu laki-laki dan perempuan,dalam kej. 1:27 . Dengan demikian kemahakuasaan Allah yang pertama diperlihatkan melalui penciptaan langit dan bumi dan puncaknya adalah penciptaan manusia.
Allah yang mahakuasa (El-shaddai) adalah salah satu nama yang paling umum untuk Allah dalam kitab Ayub (terdapat 31 kali ), dan 8 kali terdapat dalam pentateukh dan juga El shaddai dapat berarti “Allah gunung,” dalam bahasa akad. Maksudnya disini adalah Allah yang berkuasa terhadap gunung-gunung yang sudah ada berabad-abad sebelumnya. Gunung-gunung juga ciptaan lainnya menunjukan kemahakuasaan Allah yang tiada taranya.
Dalam kejadian 1:28 “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Selain kemahakuasaan Allah menciptakan segala sesuatu, hal ini juga terihat ketika ia memberkati manusia, memberikan mandat kepada mereka. Allah sangat mengasihi ciptaan-Nya, terlebih manusia sebagai puncak dari karyanya, itu sebabnya Ia memberkati mereka.
Manusia sebagai gambar Allah diciptakan untuk mewakili Allah sendiri sebagai penguasa tertinggi atas semua ciptaan.ini merupakan berkat yang diberikan Allah kepada manusia. Hal ini menunjukan kemahakuasaan Allah, dimana ia dapat memberkati dan juga menunjuk wakilnya sebagai penguasa di bumi. Berkat ini harus di jalankan oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya sebagai tanda ucapan syukur atas kemahakuasaan yang di tunjukan Allah.
Hubungan kemahankuasaan Allah dengan keterbatasan Manusia
Dari bahasan di atas dapat diketahui kemahakuasaan Allah pertama terlihat dari ciptaan-Nya. Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Kata kerja “menciptakan” (bara) terdapat lima kali dalam kejadian 1(ay. 21,27), dan lima kali di antara kejadian 2:4 dan 6:7 dimana Allah selalu menjadi subyek dari kata kerja ini, dan tidak pernah disebut adanya bahan yang digunakan ketika Allah menciptakan sesuatu. Namun berbeda ketika Ia menciptakan manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya ( Kej. 2:7). Secara logika hal itu tidak mungkin dilakukan tetapi mungkin bagi Allah.
Hal ini sangat berbeda dengan kemampuan manusia. Ketika Manusia menciptakan benda apapun, tentunya memerlukan bahan dasar untuk membuatnya. Sebagai contoh ketika membuat meja dan kursi tentunya memerlukan kayu sebagai bahan dasarnya. Demikian juga dengan semua ciptaan manusia lainnya. Manusia tidak dapat membuat seperti yang dilakukan Allah yang hanya melalui perkataan serta bahan dasar yang tidak mungkin secara logika.
Ketika allah menciptakan manusia ia memberkati mereka dengan mandat yang ditugaskan bagi mereka. Namun Allah tidak lepas kendali, ia mengawasi ciptaan-Nya serta mencukupi setiap keperluannya. Dalam kisah selanjutnya terlihat Allah memberikan hujan, memberikan segala tumbuhan yang berbiji sebagai makanan, serta meletakan mereka di Taman eden dimana Allah mengucupkan segala keperluan mereka. Bukan hanya itu ia mau agar ciptaaan-Nya memiliki relasi dengan-Nya. Manusia ketika menciptakan sesuatu, belum tentu mengawasi semua ciptaanmya dan berharap ada relasi dari ciptaan tersebut. Sebagai contoh pembuat ponsel belum tentu mengenali ciptaannya dan mengetahui apa yang paling di perlukan oleh setiap ponsel ciptaannya.
Relevansi kemahakuasaan Allah bagi kehidupan masa kini
Dari kejadian 1:26-28 dapat diketahui bahwa kemahakuasaan Allah terlihat dari bagaimana ia menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Sebagai manusia harusnya berterimaksih atas apa yang Allah perbuat dan juga menghargai ciptaan Allah. Contoh sederhana adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan, dan menghargai satu sama lain.
Selain itu kemahakuasaan Allah juga terlihat dimana ia memberkati manusia sebagai puncak dari ciptaan-Nya. Ia juga tidak hanya menciptakan manusia dan membiarkan begitu saja tetapi ia mengawasi,mencukupi dan mengetahui apayang paling diperlukan oleh ciptaan-Nya dan ia juga ia mau memiliki relasi dengan ciptaan-Nya. Dengan demikian Allah yang mahakuasa bekerja dalam kehidupan manusia bukan hanya pada waktu itu, tetapi sampai saat ini.
Kesimpulan
Kemahakuasaan Allah yang terlihat di kej. 1:26-28 terdiri dari dua bagian besar. Pertama kemahakuasaan Allah di tunjukan melalui cara Dia menciptakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Ia adalah pencipta langit dan bumi serta segala isinya dan puncak karya Allah Adalah penciptaan manusia. Kedua, kemahakuasaan Allah juga diperlihatkan bagaimana Allah memberkati ciptaan-Nya (manusia) dan berkat itu harus disyukuri oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya, Selain itu Ia juga ia mengawasi,mencukupi dan mengetahui apayang paling diperlukan oleh ciptaan-Nya dan ia juga ia mau memiliki relasi dengan ciptaan-Nya.
DAFTAR PUSTAKA
Green, Dennis. Pembimbing Pada Pengenalan Perjanjian Lama. Malang:Gandum Mas,2004.
Niktrik G.C.Van dan B.J Boland. Dokmatik Masa Kini. Jakarta: Bpk Gunung Mulia,2008.
Wolf, Herbert. Pengenalan Pentateukh. Malang:Gandum Mas,2004.
Zuck Roy B. A Biblical Theologi Of The Old Testament. Diterjemahkan Oleh Suhadi Yeremia. Malang:Gandum Mas, 2005.
Monday, 4 May 2020
MAKNA KENAIKAN YESUS #MATIUS 28:16-20
MAKNA KENAIKAN YESUS.
MATIUS 28:16-20
Shalom bapa ibu, saudara, puji Tuhan kita dapat berkumpul malam hari ini, semua karena kasih dan kebaikan Tuhan tentunya. Bapak ibu, saudara malam ini renungan kita berjudul Makna Kenaikan Yesus yang diambil dari Teks Matius 28:16-20. Mari kita buka Alkitab kita dan baca bersama-sama.
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
8:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Bapak ibu Saudara firman yang baru kita baca adalah cerita dimana Tuhan Yesus akan naik ke surga. Dalam cerita firman ini ada beberapa bagian penting yang menjadi perhatian kita yaitu:
1. Yesus Berkuasa atas Segala sesuatu.
Dalam ayat 18 dikatakan bahwa “Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Melalui perkataan Yesus ini, Dia sedang menyatakan sekaligus mengingatkan murid-muridNya bahwa Ia adalah TUHAN. Yesus sedang menyatakan keALLAhaNya. Oleh karena itu Yesus mengatakan Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi. Hal ini berarti Yesus adalah berkuasa atas segalanya. Yesus pemilik kekuasaan atas sorga maupun bumi. Yesus adalah Tuhan. Bapak ibu saudara ketika kita sudah tahu dan mengerti bahwa Yesus adalah Tuhan, Yesus adalah penguasa atas segala sesuatu,maka kita dituntut percaya dan menyembah Dia. Selain itu kita juga patut untuk menyerahkan segala sesuatu yang sedang kita alami, baik itu sakit, pekerjaan, keluarga, usaha, pendidikan anak2 kita, apapun kita dapat menyerahkannya kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkuasa atas segala sesuatu, Yesus berkuasa atas penyakit, Yesus berkuasa untuk mnyembuhkan kita, Yesus berkuasa untuk mencukupkan kebetuhan kita, Yesus berkuasa menolong kita, Yesus berkuasa untuk menghibur kita, Yesus berkuasa memulihkan kita. Yesus berkuasa atas segala sesuatu.
2. Yesus Memerintahkan Kita untuk Pergi
Dalam ayat 19-20a dikatakan bahwa Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.
Dalam bagian ini kita diberi perintah untuk pergi. Perintah untuk pergi ini didasarkan oleh kuasa yang dimiliki oleh Yesus. Oleh karena Yesus adalah Tuhan pemilik kuasa di bumi dan di sorga, maka kita diberi perintah. Semua orang percaya diperintahkan untuk pergi memberitakan Injil kepada semua orang, kepada istri, kepada suami, kepada anak2, kepada tetangga bahkan kepada bangsa2. Perintah untuk memberitakan injil, membaptis dan mengajar firman Tuhan kepada semua orang menjadi Tanggung Jawab kita jemaat TUhan. Oleh karena itu bapa, ibu saudara mari kita mulai melakukan perintah Yesus ini. Mari kita mulai sekarang membritakan Injil, mari jadikan hidup Kita berita Injil bagi semua orang.
3. Yesus Menyertai Kita sampai Akhir Zaman.
Dalam ayat 20 b, dikatakan bahwa “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Dalam bagian ini Yesus sedang mengingatkan murid-muridNya bahwa sekalipun Yesus pergi naik ke surga, tetapi kehadiranNya tetap ada. Hal ini menyangkut ke Tuhanan dari Yesus, bahwa Yesus Tuhan, dimana Tuhan itu maha hadir. Oleh karena itu sepanjang masa dalam kehidupan murid-murid Yesus berjanji bahwa Ia akan menyertai mereka sampai selama-lamanya. Bapa ibu saudara, perintah untuk pergi dan memberitakan Injil tidak diberikan tanpa ada jaminan. Perkataan Tuhan Yesus bahwa”ketahuilah aku menyertai kamu sampai Akhir Zaman,” adalah jaminan bagi kita bahwa kita tidak seorang diri, tetapi ada Yesus bersama-sama dengan Kita. Ada Yesus berjalan bersama kita, ada Yesus yang memperhatikan kita, ada Yesus yang akan menolong kita, ada Yesus yang Peduli terhadap kita, ada Yesus yang tahu kebutuhan kita, ada Yesus yang tahu apa yang kita perlukan, Ada Yesus di setiap jalan kita. Oleh karena itu bapak, ibu saudara, jangan pernah takut, jangan gentar, dan jangan bimbang melakukan perintah Tuhan/melakukan Firman Tuhan, Ingat Ada Yesus menyertai kita.
Demikian lah renungan kita mala mini, kiranya kita semua diberkati oleh Tuhan dan kita menjadi pelaku-pelaku Firman. Amin. Mari kita berdoa.
Doa Penutup:
Bapa di sorga, kami bersyukur buat FirmanMu, mengajar kami bahwa Engkaulah Yesus Tuhan penguasa segalaNya. Oleh karena itu kami mempercayai Engkau berdaulat atas hidup kami. Kami berdoa kiranya Roh Kudus memberikan kami kekuatan untuk menjadi pelaku-pelaku firmanMu. Berkati setiap kami ya Tuhan, berkati keluarga kami, anak-anak kami, pekerjaan kami, masa depan kami. Terimakasih Tuhan. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Wednesday, 29 April 2020
Iman yang mengalahkan Dunia
IMAN YANG MENGALAHKAN DUNIA
(Roma 8:31)
"Sebab itu, apa yang kita katakan tentang semuanya itu? jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"
(Roma 8:31)
"Sebab itu, apa yang kita katakan tentang semuanya itu? jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"
Saturday, 28 March 2020
Jangan Takut Tuhan Menyertai!
Shalom bapak ibu saudara semuanya jemaat GSJA BETHESDA MINISTRY Yang dikasihi Tuhan. Selamat Pagi salam sejahtera untuk kita semuanya. Bapak ibu saudara yang terkasih sebelum kita melakukan segala aktifitas mari kita terlebih dahulu merenungkan firman Tuhan untuk menuntun kita, mengajar, memimpin dan memberikan hikmat serta mengarahkan kita atas apa yang akan kita kerjakan lakukan sepanjang hari ini.
Mari kita berdoa terlebih dahulu,
Bapa disorga kami bersyukur Tuhan atas kasihMu dan kebaikanMu,pagi hari ini kami kembali bangun dengan sehat dan sukacita. Bapa sebelum kami melakukan segala aktifitas kami, sebelum kami melakukan pekerjaan kami, kami mau Engkau menuntun kami melalui firmanMu sepanjang hari ini
dan mengajar kami serta memberikan kami hikmat dan menyertai kami di dalam segala aktifitas kami. Terimakasih Tuhan kami merenungkan firmanMu, Berbicaralah bagi Kami semuanya, Dalam Nama Yesus Amin.
Bapa ibu saudara, Firman Tuhan yang akan kita renungkan pagi ini ada dalam teks Ulangan 31:6.
Mari kita baca.
Mari kita berdoa terlebih dahulu,
Bapa disorga kami bersyukur Tuhan atas kasihMu dan kebaikanMu,pagi hari ini kami kembali bangun dengan sehat dan sukacita. Bapa sebelum kami melakukan segala aktifitas kami, sebelum kami melakukan pekerjaan kami, kami mau Engkau menuntun kami melalui firmanMu sepanjang hari ini
dan mengajar kami serta memberikan kami hikmat dan menyertai kami di dalam segala aktifitas kami. Terimakasih Tuhan kami merenungkan firmanMu, Berbicaralah bagi Kami semuanya, Dalam Nama Yesus Amin.
Bapa ibu saudara, Firman Tuhan yang akan kita renungkan pagi ini ada dalam teks Ulangan 31:6.
Mari kita baca.
Ulangan 31:6 (TB) Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Bapak ibu Saudara jemaat bethesda Ministry, Firman Tuhan pagi Ini mengingatkan kepada kita untuk tidak takut dan tidak gemetar karena keadaan yang terjadi saat ini. Jangan takut dan jngan gemetar karena corona . Jangan takut dan jangan gemetar karena situasi yang ada saat ini, jangan takut karena masalah. Kita tidak takut karena Allah berjanji bahwa Allah menyertai kita. Dengan jelas dikatakan dalam ayat tadi bahwa Jangan takut dan gemetar SEBAB TUHAN , Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Hal yang ingin kita pegang teguh dri Firman ini adalah mari meneguhkan dan menguatkan Hati/ iman kita Bahwa Tuhan Allah kita menyertai.
Tuhan menyertai Kita dalam segala keadaan, Tuhan menyertai kita dalam masa masa sulit karena korona ini. Tuhan menyertai kita semua di manapun kita berada. Tuhan tidak akan membiarkan kita, Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Oleh karena itu bapa ibu saudara semuanya sekali lagi Firman Tuhan tegaskan JangaN Takut dan gemetar, Tuhan menyertai kita, Tuhan menyertai Kita.
Tuhan menyertai Kita dalam segala keadaan, Tuhan menyertai kita dalam masa masa sulit karena korona ini. Tuhan menyertai kita semua di manapun kita berada. Tuhan tidak akan membiarkan kita, Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Oleh karena itu bapa ibu saudara semuanya sekali lagi Firman Tuhan tegaskan JangaN Takut dan gemetar, Tuhan menyertai kita, Tuhan menyertai Kita.
Mari kita Berdoa, Bapak disorga terimakasih buat FirmanMu yang mengajar dan mengingatkan kami untuk tidak Takut akan apa yang terjadi saat ini, Karena Engkau Tuhan Yang menyertai Kami. Bapa hamba Berdoa untuk semua jemaat Mu sekiranya ada diantara mereka yang sedang takut dan gemetar karena situasi korona ini, biarlah Roh Mu berbicara bagi jemaatMu bethesda bahwa Engkau ada bersama sama dengan mereka, Tuhan ada menyertai JemaatMu. Terimakasih Tuhan, Hamba percaya ketika engkau menyertai JemaatMu, maka Perlindungan Tuhan ada atas kami, Keselamatan Tuhan ada atas kami, Berkat Tuhan ada atas kami. Terpujilah namaMu Tuhan, Dalam Nama Yesus Kami Berdoa. Amin.
Demikianlah renungan kita pagi ini bapak ibu saudara.
Selamat pagi Selamat beraktifitas untuk kita Semua, Tuhan memberkati Kita Semua. Shalom.
Demikianlah renungan kita pagi ini bapak ibu saudara.
Selamat pagi Selamat beraktifitas untuk kita Semua, Tuhan memberkati Kita Semua. Shalom.
PLEASE JANGAN LEBAY
PLEASE JANGAN LEBAY!
Shalom saudara2 terkasih, beriman berarti percaya bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita dan bahwa Ia akan memberikan yang terbaik bagi kita. Oleh karena itu seorang yang beriman/percaya adalah dia yang menerima apapun yang terjadi dalam hidupnya, keadaan, situasi, kondisi apapun adalah bagian dari proses rencana Allah. Inilah seharusnya yang menjadi respon orang percaya yaitu penerimaan sehingga memampukan orang percaya untuk mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala Hal. Namun berbeda Jauh ketika BERSUNGUT SUNGUT. Orang yang bersungut sungut BUKANLAH ORANG PERCAYA. Orang yang bersungut sungut adalah mereka yang tidak menerima situasi, keadaan,atau kondisi yang terjadi dengan membandingkan sesuai apa yang ada dalam pikiran mereka sendiri BERLAWANAN dengan apa yang menjadi Rencana Allah. Dapat diartikan bahwa bersungut sungut adalah bentuk ketidakpercayaan atas Rancangan Allah. Tidak percaya pimpinan Allah adalah yang terbaik, tetapi merasa lebih mampu dengan kekuatan sendiri (Ini lebay bukan?). Oleh Karena itulah ALLAH SANGAT MEMBENCI SUNGUT SUNGUT.
Dalam Kisah
Keluaran 14:10-12 (TB) Dikatakan: Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,
dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?
Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini."
Dalam cerita di atas menjelaskan kepada kita sungut sungut bangsa Israel di tengah persoalan yang menghimpit mereka dimana firaun sudah dekat dan akan membunuh mereka (dalam pikiran bangsa itu, Ingat SUNGUT SUNGUT SELALU TERJDI DI TENGAH PERSOALAN). Bangsa Israel akhirnya Bersungut sungut dan mempersalahkan MUSA yang membawa mereka keluar dari Mesir. Lihat bangsa itu berkata, LEBIH BAIK TETAP DI MESIR (ini rancangan/pikiran mereka/manusia) Daripada KELUAR DARI MESIR (ini Rancangan Tuhan). Semakin jelas terlihat bhwa bersungut sungut adalah perbuatan melawan kehendak Tuhan. Musa sebagai Alat Tuhan jadi objek yang dipersalahkan oleh bangsa Israel, mereka menjelaskann panjang lebar rancangan mereka di Mesir. Mereka menyimpulkan "Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini." LEBAY BUKAN??
Tetapi Respon Musa berbeda. Musa Berkata dengan Iman "Keluaran 14:13-14 (TB) Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."
INILAH SEHARUSNYA RESPON ORANG PERCAYA DALAM SEMUA PERSOALAN.
Sungut sungut bangsa Israel terulang lagi ketika mereka merasakn air pahit Di Mara. Bangsa itu berkata "Keluaran 15:24 (TB) Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
Bangsa itu masih tetap tidak percaya akan Kuasa Tuhan dan Rancangan Tuhan, padahal baru saja Tuhan membelah laut Teberau dan menyelamatkan mereka.
Dalam Kesempatan ini Tuhan kembali menunjukkan kuasaNya dan mengubah air pahit menjadi manis.
Tetapi memang DASAR BANGSA LEBAY, Mereka kembali bersungut sungut ketika terlambat dengab makanan di padang gurun Sin.
Keluaran 16:2-3 (TB) Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;
dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan." LEBAY BUKAN????
Bangsa Israel terus terusan mempersalahkan Musa sebagai Hamba Tuhan yang memimpin mereka dan membndingkan bahwa lebih baik Mati di Mesir (jalan pikiran manusia) Daripada ada dalam pimpinan Tuhan.
Hal ini terus terjadi berulang ulang dilakukan bangsa Israel, Tetapi Tuhan terus menunjukkan kuasaNya.
Bagaimana dengan anda saat ini, apakah anda masuk dalam golongan bangsa israel yang terus terusan bersungut sungut? Selidiki Hati anda?
akhir Kata: PLEASE JANGAN LEBAY DEHH!!!!!
GOD BLESS
Domu Marbun.
Tuesday, 7 June 2016
Cinta-Ku Bukan Cinta Biasa
Cinta-Ku Bukan Cinta Biasa
Efesus 2:4-6
Tetapi
Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang
dilimpahkan-Nya kepada kita,
5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan
Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih
karunia kamu diselamatkan —
6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah
membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
7 supaya pada masa yang akan datang Ia
menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai
dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
PENDAHULUAN:
-
“Berbicara tentang cinta
adalah hal yang sangat biasa di dalam kehidupan!”
Banyak orang mengatakan bahwa “kita tidak dapat hidup
tanpa cinta”
-
Tentu saudara-saudara setuju dengan apa yang baru
saja saya katakan bukan?
-
Setiap hari kita bisa
mendengar kata “cinta” atau “kasih” atau “sayang” bahkan kadang sampai kita
lupa berapa kali kita mendengarnya setiap hari.
Kita semua terbiasa mengatakan “cinta”, baik itu suami kepada istri,
istri kepada suami, ayah kepada anak, ibu kepada anak, anak kepada orangtua,
bahkan kita mengatakan bahwa kita cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama. Hal ini sudah menjadi biasa.
-
Tetapi jika kita melihat
dunia masa kini, ada banyak suami menyakiti istri, istri menyakiti suami,
Orangtua menyakiti anaknya, bahkan yang lebih parah, anak membunuh orang
tuanya, bahkan ada orang yang membunuh pacarnya karena ditolak yang katanya
dulu cinta. Ini hal yang biasa terjadi
di dalam kehidupan manusia.
-
Tetapi cinta Tuhan tentu
berbeda dengan cinta manusia, oleh karena itu pagi ini saya ingin menyampaikan
khotbah yaang saya beri judul Cinta-Ku bukan Cinta Biasa.
-
-
Mari
kita buka Alkitab kita bersama-sama
-
Baca:
Teks Efesus 2:4-5
4.Tetapi
Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang
dilimpahkan-Nya kepada kita,
5 telah
menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh
kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan
—
-
Berdasarkan
teks ini Paling tidak
kita akan melihat “3 Ciri Cinta yang bukan cinta Biasa dari Allah” (AMANAT KHOTBAH)
KALIMAT PERALIHAN: Apakah ketiga ciri itu?
A.
Cinta yang bukan cinta biasa adalah Cinta yang memberi
Kehidupan. (Ayat 4-5 )
1.
Penjelasan:
Kita tahu bahwa tema utama dari kitab Efesus adalah “di dalam Kristus”
dimana kata ini muncul sebanyak 160 dalam surat Paulus, dan 36 kali dalam surat
efesus.
a.
Pasal
2:1-3. Paulus Menjelaskan kehidupan di luar Kristus
1.
Mati
(Jika seekor tikus mati)
a.
Tidak dapat berbuat
apa-apa
b.
Tidak dapat bergerak
c.
Busuk
2.
Jadi
Budak Dosa
a.
mengikuti
jalan dunia ini
b.
mentaati
penguasa kerajaan angkasa
c.
hidup
di dalam hawa nafsu daging
d.
menuruti
kehendak daging dan pikiran yang jahat.
3.
Mendapat
Murka Allah
Dengan jelas FA
mengatakan bahwa bahwa
berada di luar kristus adalah sebuah keberadaan yang mati. Kita hidup di dalam dosa, dan kita suka
melakukan dosa, kita seharusnya mati, menjadi budak dosa, dan mendapat murka
Allah. Namun di dalam ayat 4-5,
dinyatakan bahwa Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena
kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita. telah menghidupkan kita
bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan
kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan
Allah
mencintai kita bukan dengan cinta yang biasa-biasa, tetapi cintanya sungguh
luar biasa. Cinta Allah memberikan
kehidupan kepada kita yang sudah mati.
Cinta-Nya menghidupkan kita kembali yang sudah membusuk. Dan sekalipun kita sering melakukan hal-hal
yang menyakiti hatinya, tetapi Allah tetap mencintai kita. Dia adalah Allah yang setia.
2.
Ilustrasi:
Ada
seorang yang Wanita bernama linda. Ia
mempunyai lima orang anak. Ia tinggal di
satu kampung bersama suaminya yang begitu keras dan kejam. Suaminya sering menyakiti hatinya, memukulnya
bahkan mengusirnya dari rumah tanpa alasan yang jelas. Bahkan yang lebih parah ketika ia mengandung
anaknya yang ke lima, entah karena alasan apa, suaminya memukulinya dan
memaksanya untuk memakan makanan yang seharusnya untuk babi, mengusirnya dari
rumah.hal ini terjadi terus menerus .
Seluruh kaampung itu, tahu apa yang dialami linda. Oleh karena itu banyak orang dikampung itu
yang memberikan saran agar ia menceraikan suaminya, ada yang memberi saran agar
ia memperkarakan suaminya yang terus menerus menyakitinya supaya suaminya
ditangkap polisi, bahkan saudaraa laki-lakinya linda yang tinggal di kampung
itu juga berkata untuk membunuh suaminya.
Tetapi linda menolak semua saran yang diberikan kepadanya dan berkata
kepada mereka, dia adalah suamiku, ayah dari anak-anakku, aku mencintainya, aku
mencintai anak-anakku. Hingga akhirnya
la meninggal, ia tetap tinggal bersama-sama suaminya, dan merawat anak-anaknya
hingga akhir usianya. Cinta yang Luar Biasa Bukan?
Seorang
penginjil India, Sundar Singh, menulis tentang kebakaran hutan di pegunungan
Himalaya yang ia saksikan ketika sedang melakukan perjalanan. Saat banyak orang
berusaha memadamkan api, ada sekelompok orang yang memandangi sebuah pohon yang
dahan-dahannya mulai dijalari api. Seekor induk burung dengan panik terbang
berputar-putar di atas pohon. Induk burung itu mencicit kebingungan,
seakan-akan mencari pertolongan bagi anak-anaknya yang masih di dalam sarang.
Ketika sarang mulai terbakar, induk burung itu tidak terbang menjauh.
Sebaliknya, ia justru menukik ke bawah dan melindungi anak-anaknya dengan
sayapnya. Dalam sekejap, ia beserta anak-anaknya hangus menjadi abu.
Lalu
Singh berkata kepada orang-orang itu, "Kita baru saja melihat hal yang
luar biasa. Allah menciptakan burung yang memiliki kasih dan pengabdian begitu
besar sehingga rela memberikan nyawanya untuk melindungi anak-anaknya ....
Kasih seperti itulah yang membuat-Nya turun dari surga dan menjadi manusia.
Kasih itu juga membuat-Nya rela mati sengsara demi kita semua."
3.
Aplikasi:
Bapa/Ibu,
Saudara yang terkasih di dalam Tuhan.
Cinta Tuhan Bukanlah Cinta biasa.
Allah memberikan anak-Nya yang Tunggal menggantikan dosa dan pelanggaran
kita, supaya kita memperoleh kehidupan.
Kita dihidupkan kembali. Allah
mengubah kita yang tidak berarti, menjadi berharga. Ia mengubah Kegelapan hidup kita menjadi Terang, Ia mengubah Keputusasaan
kita menjadi pengharapan. Dan mengubah Kehinaan
kita menjadi Kemuliaan bagi nama-Nya.
Tuhan
sudah memberikan kehidupan kepada kita Oleh karena itu, mari kita senantiasa
menghargai cinta Tuhan, dengan mensyukuri kehidupan ini, bersykur senantiasa
akan semua yang Tuhan izinkan terjadi di dalam hidup kita.
Jangan
pernah ragu akan cinta Tuhan, jangan pernah ragu akan Kasih-Nya dalam hidup
kita
Dan mari
juga kita membagikan kehidupan yang telah kita terima dari Tuhan dengan
mencintai orang-orang yang ada di sekitar kita, seperti kita dicintai oleh
Tuhan.
B.
Cinta yang bukan Cinta biasa adalah cinta yang mampu
menerima apa adanya bukan ada apanya (Ayat 5.)
1.
Penjelasan:
Di dalam
Ayat lima mengatakan bahwa Allah menerima kita apa adanya. Mengapa saya mengatakan apa adanya, karena
dengan jelas dituliskan di ayat 5 bahwa Allah telah menghidupkan kita
bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan
kita.
• Hal ini juga telah
dinyatakan di dalam Perjanjian Lama
kepada orang Israel melalui nabi Yunus. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang
besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang
semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya
yang banyak?“ ( Yunus 4:
11)
2.
Ilustrasi:
Cerita
Hosea, Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia
kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah
anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi
TUHAN."(Hosea 1:2).
3.
Aplikasi
C.
Cinta yang bukan cinta biasa adalah cinta yang
berkomitmen memberikan masa depan yang terbaik. (ayat 6-7).
1.
Penjelasan:
6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah
membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
7 supaya
pada masa yang akan datang
Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah
sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
2.
Ilustrasi:
3.
Aplikasi
Masa lalu
adalah sejarah, masa kini adalah anugerah, dan masa depan Mistery.
PENUTUP
Lagu, Kuada sebagaimana Kuada
Thursday, 19 November 2015
SIKAP DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR
DANIEL 2:13-28.
13 Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang
bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannyapun terancam akan dibunuh.
14 ¶ Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan
bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh
orang-orang bijaksana di Babel itu,
15 katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu:
"Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?" Lalu
Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.
16 Maka Daniel menghadap raja dan meminta
kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.
17 Kemudian pulanglah Daniel dan
memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,
18 dengan maksud supaya mereka memohon kasih
sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan
teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain
di Babel.
19 Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel
dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.
20 Berkatalah Daniel: "Terpujilah nama
Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat
dan kekuatan!
21 Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja
dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan
kepada orang yang berpengertian;
22 Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak
terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang
ada pada-Nya.
23 Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan
kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan
telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau
telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja."
24 ¶ Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang
telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka
pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian: "Orang-orang bijaksana di
Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan
memberitahukan kepada raja makna itu!"
25 Ariokh segera membawa Daniel menghadap raja
serta berkata kepada raja demikian: "Aku telah mendapat seorang dari
antara orang-orang buangan dari Yehuda, yang dapat memberitahukan makna itu
kepada raja."
26 Bertanyalah raja kepada Daniel yang namanya
Beltsazar: "Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah
kulihat itu dengan maknanya juga?"
27 Daniel menjawab, katanya kepada raja:
"Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada
raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.
28 Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan
rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa
yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan
penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:
Mari Kita Melihat
Sekeliling Kita?
Kejadian Teror di
Paris yang telah menewaskan 150 orang, dan 350 lebih luka-luka...
BATAM, KOMPAS — Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau
melambat dalam beberapa waktu terakhir. Kontribusinya juga rendah bagi
pertumbuhan nasional. Padahal, pemerintah sudah memberikan fasilitas puluhan
triliun rupiah untuk memacu perekonomian provinsi itu.
UMK Batam
Belum Jelas, Kantor Walikota Batam Kembali Di Demo
u Banyak Perusahaan Tutup..
u Harga Sembako yang semakin Mahal
u Politik yang tidak menentu
u Pendidikan yang sangat Mahal
u Kejahatan Yang semakin Meningkat.,.
u Kebanyakan orang kecewa...
u Mulai meninggalkan Tuhan...
u Defresi
u Stress
Banyak orang Menjadi
Kecewa Ketika Pengharapan tidak sesuai dengan kenyataan.
u BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
1. Jangan Pernah Putus Pengharapan (Daniel
2:13-16)
19. Pengharapan itu
adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke
belakang tabir,
20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis
bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai
selama-lamanya.
u BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
2. Bersehati dan Berdoa (Daniel 2:17-18)
u Kisah Para Rasul 1:14
“Mereka semua bertekun
dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta
Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”
u BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
3. Memuji dan Mempermuliakan Allah
(Daniel 2:19-23)
Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang
Israel. (MZM 22:4
Friday, 4 September 2015
Tuhan tolong Saya
Jauhkan pikiran kotor dan dusta
Jauhkan semangat yang patah
Jauhkan nafsu orang muda
Jauhkan hati yang lemah
Untuk hidup dalam jalan Ilahi
Tuhan tolong saya
Berikan daku hati yang suci
Berikan daku langkah yang pasti
Berikan daku kejelasan visi
Berikan kesuksesan sikripsi
Untuk lulus wisuda tahun ini
Tuhan terimakasih
Untuk kesempatan melayani
Untuk keselamatan yang Kau bri
Untuk cinta yang kuhidupi
Untuk masa depan yang pasti
Dalam jalan dan kehendak Ilahi.
Perpustakaan STT Satyabhakti
12 Mei 2015
DOMU
Sunday, 12 July 2015
JANGANLAH MEMBALAS KEJAHATAN DENGAN KEJAHATAN, TETAPI KALAHKANLAH KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN.
ARTI MENUMPUKKAN BARA API DI ATAS KEPALA
Penulis
dan Waktu Penulisan
Surat Roma ditulis oleh Paulus, dan dikirim kepada jemaat di
Roma. Menurut pendapat lama, surat Roma
ditulis di Korintus atau Filipi, sebelum Paulus berlayar ke Troas.[1] Dikatakan juga bahwa Paulus menulis Surat
Roma pada akhir perjalanan misionaris yang ketiga, sekitar musim semi, yaitu
tahun 57 sampai 58.[2]
Penerima Surat
Roma ditujukan kepada jemaat di Roma. Dalam Roma 1:13;15:22, dijelaskan bahwa ia
sudah beberapa kali berusaha untuk mengunjungi mereka, tetapi setiap kali
selalu terhalang. Ada kemungkinan bahwa jemaat yang ada di Roma
tidak terlalu besar dan mungkin sebagian anggotanya adalah bukan Yahudi
(1:13). Asal-usul jemaat di Roma tidak
pernah diketahui.[3]
Tujuan Penulisan
Tujuan Paulus menuliskan Surat Roma
adalah sebagai persiapan untuk menjadikan jemaat Roma sebagai pusat pelayanan
seperti Antiokhia, Efesus, Filipi, dan kota-kota lain dimana Paulus pernah
melayani. Oleh karena itu, Paulus tidak
terlalu menekankan perbaikan kesalahan seperti dalam Korintus, tetapi ia lebih
menekankan tentanh kebenaran. Paulus
memberikan pandangan yang lebih lengkap dan sistematis tentang inti kristiani
daripada surat-suratnya yang lain. Surat
Roma lebih bersifat mendidik.
Analisa Sastra
Konteks Luas
Roma 1-3, Paulus menjelaskan makna
dosa, yaitu kenyataan bahwa semua orang
sudah berdosa, baik orang Yahudi maupun orang non Yahudi. Pasal 3 Paulus menyimpulkan bahwa keselamatan
dan kebenaran hanya diperoleh berdasarkan iman.
Pasal 4-5 menjelaskan tentang kebenaran yang datang hanya oleh iman dan
bukan perbuatan Hukum Taurat. Pasal 6
menjelaskan tentang hidup bebas dari kuasa dosa, yaitu melalui kematian dan
kebangkitan Kristus. Pasal 7 menjelaskan
tentang hidup bebas dari kuasa Hukum Taurat.
Pasal 8 tentang hidup dalam Roh dan hidup penuh dengan pengharapan
sebagai anak-anak Allah.
Di pertengahan surat
Roma, yaitu pasal 9-11, Paulus berbicara tentang bangsa Israel , umat pilihan Allah. Dijelaskan bahwa umat Allah terdiri dari
orang Yahudi dan non Yahudi, yang semuanya dipersatukan menjadi satu umat
pilihan Allah, satu bangsa yang kudus.
Konteks Sempit
Roma 12:20 terletak pada pembahasan
topik Persembahan Yang Benar. Dengan
semua kebenaran injil yang sudah dijelaskan pada pasal 1-11, maka pada pasal 12
Paulus menganjurkan umat Tuhan untuk hidup berpadanan dengan injil, yaitu
mempersembahkan tubuh sebagai korban persembahan yang hidup (12:1-2). Roma 13 menjelaskan bagaimana menjadi anggota
masyarakat yang tunduk kepada pemerintah dengan taat kepada otoritas dan
membayar pajak, sebagai cerminan orang-orang yang sudah mengalami kebenaran
injil tersebut.
Struktur Kata
Tetapi,
jika
seterumu lapar,
berilah dia makan,
jika
ia haus,
berilah ia minum!
Dengan
berbuat demikian
kamu
menumpukkan bara
api
di atas
kepalanya.
Studi Eksegesis
Ayat
“Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia
makan, jika ia haus, berilah ia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.”
Menumpukkan bara api di atas kepala
adalah hal yang membingungkan. Frase ini
diletakkan di akhir dari nasihat Paulus mengenai hidup di dalm kasih. Kata “ menumpukkan” dalam bahasa aslinya
adalah σωρεΰσεις, yang berasal dari
kata dasar σωρεΰω, yang berarti to pile up, to heap.[4] Hasan Sutanto juga memberikan arti yang sama
yaitu “menumpukkan, menyarati”, yang
hanya didapati sebanyak dua dalam Perjanjian Baru (Rm 12:20; 2 tim 3:6).[5] Kata σωρεΰσεις
memiliki bentuk future indikatif aktif yang memiliki pengertian bahwa sesuatu
dilakukan secara berulang-ulang dan memiliki dampak masa yang akan datang.
Hal kedua yang penting dalam teks
ini adalah frase “bara api”, yang mengikuti kata “menumpukkan”. Kata bara api dalam bahasa aslinya adalah άθρακαζ, yang berarti coal.[6] Sementara itu, Hasan Sutanto memberikan arti
yang sama, yaitu arang api.[7] Api yang dimaksud disini adalah api yang
besar seperti api unggun, yang akan membakar.
Kata “api” dalam hal ini muncul sebanyak 71 kali yang selaras dengan
Matius 3:10;18:8;Lukas 3:17, yang memiliki arti sebagai penghukuman.[8] Hal ini juga sering menggambarkan kekudusan
Allah dan murkanya terhadap segala dosa dimana puncak ini dinyatakan dalam
neraka.
Frase “menumpukkan bara api” sesuai
dengan penelitian di atas, memiliki arti menumpukkan, menyarati api yang
besar. Dalam hal ini api yang besar
adalah penghukuman. Jadi, kata
menumpukkan bara api berarti menumpukkan penghukuman. Penghukuman yang dimaksud adalah penghukuman
Allah. Dalam hal ini berarti seseorang
yang tidak memberikan pembalasan kepada orang berbuat jahat kepadanya, maka ia
sedang mengijinkan atau memberikan tempat bagi Allah untuk memberikan
penghukuman baginya (ayat 19).
Dalam hal ini, Paulus sedang
menasihatkan jemaat di Roma untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan,
tetapi hidup dalam perdamaian dengan semua orang (ayat 17 dan 18). Hal inilah yang dimaksud Paulus hidup di
dalam kasih yang tidak pura-pura, dimana jemaat diajarkan untuk memberkati
siapa saja yang menganiaya mereka.
dengan melakukan seperti ini, maka jemaat di Roma sedang mengijinkan Allah yang akan membalas atas aniaya yang mereka alami
dari orang-orang Roma.
Th van den End memberikan penafsiran
yang sama dengan yang di atas. Ia
mengatakan bahwa api melambangkan hukuman Allah.[9] Penghukuman Allah dalam hal ini adalah
penghukuman yang positif. Dikatakan
positif karena hanya Allah yang paling layak menghukum manusia. Dengan berbuat baik kepada musuh, berarti
memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertobat. Dengan memberi makan dan minum kepada seteru
atau musuh adalah salah satu cara untuk mendorong mereka memanfaatkan
kesempatan untuk bertobat. Dengan
demikian, orang Kristen menjadi pengikut Kristus yang sebenarnya.
Manfred T. Brauch memberikan
pendapat bahwa “menumpukkan bara api” harus dipahami sebagai tindakan yang baik,
tindakan yang mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Arti dari kalimat ini dipertegas lagi oleh
konteks bacaan dalam Amsal 25:21-22, yang ditutup dengan kalimat, “ Dan Tuhan
akan membalas itu kepadamu.” Dan dalam
Perjanjian Lama, ganjaran dari Allah selalu dipandang sebagai jawaban terhadap
perbuatan manusia yang baik. Dalam
analisa konteks ini menunjukkan bahwa gambaran “bara api” pasti memiliki arti
yang positif. Ayat 12:2 secara tidak
langsung menyatakan bahwa gambaran bara api mengacu kepada “mengalahkan”
kejahatan.[10]
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian di atas, maka
dapat disimpulkan bahwa “menumpukkan bara api” memiliki arti penghukuman
Allah. Penghukuman Allah yang dimaksud
adalah penghukuman yang baik. Disebut
penghukuman baik karena Allah yang paling adil dan paling mengetahui dalam
memberikan hukuman. Hal kedua adalah
untuk memberikan kesempatan kepada seseorang untuk bertobat melalui kebaikan
orang percaya. Dengan demikian, orang
percaya menjadi pengikut Kristus yang sesungguhnya.
[1] Merril C. Tenney, Survey
Perjanjian Baru (Malang :
Gandum Mas, 2003), 375.
[2] Alkitab Penuntun Hidup Hidup
Berkelimpahan (Malang: Gandum Mas, 2008), 1832.
[4]Cleon L. Rogers JR dan Cleon L. Rogers III, The New Linguistic and Exegetical Key To The Greek New Testament (Grand
Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House, 1998 ), 340.
[5] Hasan Sutanto, Perjanjian
Baru Interlinear Yunani-Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru Jilid II (Jakarta: Lembaga
Alkitab Indonesia, 2003), 743.
[6] Rogers ,
340.
[7] Hasan sutanto, 75 dan 689.
[8] Ibid.,689.
[9] Th. Van den End, Tafsiran
Alkitab: Surat Roma (Jakarta :
BPK Gunung Mulia, 2008), 690.
[10] Manfred T. Brauch, Ucapan
Paulus Yang Sulit (Malang :
Literatur SAAT, 2009), 75.
Subscribe to:
Posts (Atom)