Wednesday, 24 March 2021

Kami Telah Menemukan Mesias (Yohanes 1:35-51)

 


KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS

(YOHANES 1:35-51)

TOPIK : Kami Telah Menemukan Mesias

TUJUAN  : Mengajarkan jemaat untuk menjadi saksi Kristus yang membawa keluarga dan orang di sekitanya datang kepada Tuhan.

7. BERDOA 

Bapa dalam kerajaan Sorga. Terima kasih untuk anugerahMu yang luar biasa dalam kehidupan kami. Kami menyadari bahwa oleh karena kasihMu, kami masih ada sampai saat ini. Ya Tuhan, saat ini kamu mau merenungkan FirmanMu. Biarlah FirmanMu yang menerangi hati dan pikiran kami. Ajarlah kami bertumbuh, untuk lebih mengasihiMu. Sebab engkaulah Tuhan dan raja yang bertakhta dalam kehidupan kami. Dalam nama Yesus kami sudah berdoa, Haleluya, Amin.

8. BERMAZMUR 

Jiwa-jiwa yang belum mengenal kasih bapa

Mereka yang alam g'lap, mereka yang tersesat

Hati kami iba seperti hati-mu yesus

Reff :

Tuhan ini tugas kami

beri keb'ranian bagi kami

taruhlah roh yang rela melayani

dan menyenangkan hati tuhan

itu yang ku ingini.

9. BACA FIRMAN (10-15 menit)

Teks Firman Tuhan : Yohanes 1:35-51

Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 1:35-51.

Penjelasan Firman Tuhan : 

Kisah  yang baru saja kita baca merupakan kisah yang terjadi di daerah Betania. Hal ini dapat dilihat pada (Yoh. 1:28). Tepatnya dua hari setelah Yohanes membabtis Yesus. Kemudian Yesus bertemu dengan murid-murid yang pertama mengikuti Dia. Ketika membaca ayat-ayat sebelumnya, maka kita akan menemukan bahwa penulis Kitab Yohanes memperkenalkan Yesus dengan cara yang berbeda dari kitab-kitab Injil lainnya, seperti kitab Matius, Markus, dan Lukas. Apa yang berbeda? Tentu saja penggambaran Yesus sebagai Firman yang telah menjadi manusia. Penulis Yohanes menjelaskan bahwa Yesus adalah Allah yang datang dari Sorga. Ia mau dan rela menjadi manusia, untuk kita semua. Hal ini penting untuk diperhatikan, oleh karena inilah alasan terbesar sukacita yang dimiliki oleh Yohanes pembabtis.

Pada awal teks ini kita membaca bahwa Yohanes dengan kedua muridnya bertemu dengan Yesus (ay. 35). Ia mengatakan “lihatlah Anak domba Allah. (ay.36).” Hal ini bukan pertama kalinya diucapkan oleh Yohanes. Pada ayat 29, Yohanes juga mengatakan “lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa manusia.” Yohanes menunjuk Yesus sebagai Anak Alla, sebab Dialah yang akan menghapuskan dosa manusia. Hal ini didengar oleh kedua orang muridnya yang bersama-sama dengannya pada saat itu. Salah satu murid Yohanes tersebut adalah Andreas. Pada hari itu ia mengikuti Yesus dan tinggal bersama-sama dengan Dia. Andreas pasti sangat bersukacita, sebab ia telah menemukan Mesias yang sudah dinubuatkan. Namun Andreas tidak hanya menikmati sukacita itu seorang diri. Ia kemudian memberitahu Petrus yang juga adalah saudaranya sendiri. Andreas mengatakan “kami telah menemukan Mesias” kemudian ia membawanya kepada Yesus, dan sejak saat itu Petrus juga menjadi pengikut Yesus.

Kisah ini tidak berhenti sampai disini saja. Rupanya pada keesokan harinya lagi, Yesus bersama dengan Andreas dan Petrus berangkat ke Galilea. Mereka bertemu dengan Filipus. Yesus mengajak Filipus untuk ikut bersama-sama dengannya. Memang tidak dijelaskan apakah Andreas atau Petrus berbicara terlebih dahulu dengan Filipus sebelum ia diajak oleh Yesus. Namun pada ayat 44 dituliskan bahwa Filipus berasal dari daerah yang sama dengan mereka. Besar kemungkinan bahwa Andreas dan Petrus lebih dahulu memberitahukan kabar sukacita tersebut kepada Filipus, bahwa Yesus adalah Mesias. Kemudian, barulah Yesus memanggil Filipus untuk ikut bersamanya. Setelah itu apa yang terjadi? Rupanya ketika menjadi pengikut Yesus, Filipus juga rindu membagikan kabar sukcita tersebut kepada orang lain lagi, namanya adalah Natanael. Sekalipun sempat ragu, pada akhirnya Natanael juga menjadi pengikut Yesus.

Renungan 

Dari kisah ini kita belajar bahwa kabar sukacita tentang Yesus Kristus harus dibagikan juga kepada orang lain. Secara khusus kepada keluarga dan tetangga-tetangga kita yang belum mengenal Yesus. Sama seperti yang dilakukan oleh Andreas, ia memberitahukan tentang Yesus kepada Petrus. Kemungkinan besar juga, Ia memberitahukannya kepada Filipus yang berasal dari kota yang sama dengannya. Bagaimana dengan bapak ibu saudara? Apakah bapak ibu saudara sudah menjadi saksi bagi keluarga dan orang di sekitar bapak ibu. Mungkin bapak ibu mengatakan bahwa itu tugasnya hamba Tuhan, atau saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada keluarga saya. Kita bisa memulai hal ini dengan bercerita tentang apa yang terjadi dengan kehidupan kita, bagaimana Tuhan itu baik dalam kehidupan kita.

Ilustrasi

Ada salah satu warung terkenal di daerah Pekalongan yang sebenarnya jauh dari perkotaan alias berada di desa. Warung makan ini, memang kelihatan biasa saja dari segi bangunannya. Sama seperti warung-warung pada umumnya. Hanya saja yang membuat warung tersebut terkenal, adalah harga yang murah. Menariknya lagi di tempat tersebut, kita bisa mengambil makanan apa saja di dapur dan nanti saat bayar baru disebutkan makanan apa saja yang sudah diambil. Cara ini memang beresiko karena yang dibutuhkan adalah kejujuran dari pelanggannya. Namun ternyata strategi pemasaran ini cukup berhasil di daerah jawa. Selain strategi pemasarannya, ada satu lagi rahasia kesuksesan warung ini. Rupanya warung ini begitu terkenal hanya melalui pembicaraan dari mulut ke mulut. Dengan hal ini, maka warung tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk mengiklankan masakannya tersebut. Seperti ini jugalah gambaran yang bisa kita lakukan. Dengan kita menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang lain dan juga hidup kita menjadi berkat maka secara tidak langsung, orang lain dapat melihat gambaran Yesus melalui kehidupan kita.


10. BERTINDAK ( 5 – 10 menit )

Kesaksian : pada tahun kedua saya kuliah, tepatnya tahun 2018 lalu saya dipercayakan untuk melayani di salah satu gereja di daerah Batam. Setiap hari jumat sampai minggu kami pergi pelayanan untuk melakukan program-program Gereja seperti feeding program, kaum muda, dan ibadah umum. Saya masih ingat, pada waktu itu kami pulang ke asrama dengan menaiki transportasi umum (minibus). Di samping saya duduk laki-laki yang tidak saya kenal sebelumnya. Karena merasa bosan, akhirnya kami bercakap-cakap. Sampai akhirnya saya menceritakan tentang Yesus kepadanya. Memang tidak lama, tetapi saya merasakan sukacita yang besar karena boleh memperkenalkan Yesus kepada orang yang berbeda agama. Bapak ibu tidak harus melakukan seperti yang saya lakukan. Bapak ibu bisa melakukannya dengan cara yang lain, yang terpenting adalah memberitakan kabar sukacita tersebut kepada orang lain

11. BERDISKUSI 

Pertanyaan : apakah bapak dan ibu memiliki pengalaman bersaksi tentang Yesus kepada orang lain?

12. BERDOA SYAFAAT

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus






Tuesday, 23 March 2021

Tetaplah Menjadi Terang

 LANGKAH IBADAH SEJATI 

(BERDOA, BERMAZMUR,  BACA FIRMAN, BERTINDAK, BERDISKUSI, BERDOA SYAFAAT)


TETAPLAH MENJADI TERANG

(YOHANES 1:1-18)


TOPIK : Tetaplah Jadi Terang dan Saksi bagi semua orang

TUJUAN  : Mengajarkan kepada jemaat bahwa Yesus adalah terang yang datang ke dalam dunia  dan Ia mau kita menjadi saksi kepada semua orang.  Dengan kesaksian itu orang-orang bisa datang kepada Yesus.


1. BERDOA 

Bapa di dalam kerajaan sorga kami datang kembali kepada-Mu mengucap syukur atas segala sesuatu yang luar biasa yang telah Engkau berikan kepada kami anak-anakMu. Kini kami akan memulai persekutuan doa kami, biarlah hadiratMu menjadi bagian kami pada saat ini. Hanya dalam nama Yesus kami berdoa haleluya amin.

2. BERMAZMUR 

 

Ku bawa hidupku skarang

Ke tempat kudusMu Tuhan

Di mezbahMu kuserahkan seluruh hidupku

Kubawa hatiku skarang

Dengan urapan yang baru

Agar aku lebih lagi mendengar suaraMu

Reff:

Jadikan aku Tuhan rumah doaMu

Agar sgenap suku bangsa datang menyembahMu (2X 


3. BACA FIRMAN (10-15 menit)

Teks Firman Tuhan : Yohanes 1:1-18

Bacalah firman Tuhan dari Yohanes 1:1-18

A. Penjelasan Firman Tuhan : Tetaplah Jadi Terang dan Saksi bagi semua orang

Dari kebenaran fiman Tuhan ini, menceritakan tentang Yohanes yang mengawali Injil-Nya dengan menyebut Yesus sebagai “Firman itu”. Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai sabda Allah yang secara pribadi  menunjukkan bahwa pada zaman ini  Allah akan berbicara kepada manusia melalui anakNya yang tunggal.  Dalam firman Tuhan ini menyatakan bahwa Yesus Kristus sebagai “Allah yang rela menjadi manusia” dan pernyataan sempurna tetang sifat dan kepribadian Allah.  Sebagaimana ucapan seseorang menunjukkan pada hati dan pikirannya bahwa “firman itu” menyatakan hati dan pikiran Allah. 

Dalam kisah teks Yohanes 1:1-18 adalah kisah dimana Yohanes bersaksi tentang Yesus Krisus, dimana Dia adalah putra Allah yang tunggal, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang akan menyatakan segala kuasa dan kebesaran Allah yang begitu mulia.  Segala sesuatu dijadikan oleh Yesus, dan Dia adalah terang itu. Dari firman Tuhan yang disaksikan oleh Yohanes ini sendiri, kita dapat memahami bahwa Firman yang kita ketahui selama ini adalah Firman yang hidup. Yesus adalah Allah yang maha besar, maha mulia, dan agung. Namun ia mau dan rela menjadi manusia yang terbatas, agar semua orang dapat diselematkan. Yohanes menuliskan kisah ini supaya kita tahu pada saat ini firman itu adalah dari Allah sendiri yang menyatakan secara langsung kepada semua umatNya, yang percaya kepadaNya.

Renungan

Dari kisah kesaksian Yohanes ini diceritakan di atas memberikan pertanyaan kepada kita, apakah kita telah menjadi saksi atau tidak? Mari kita renungkan kepada diri kita masing-masing dari setiap apa yang kita lakukan.  Dari kesaksian ini, kita harus hidup sesuai apa yang telah difirmankan Allah kepada kita semua serta melakukannya. Tetap beriman kepada Tuhan, tetap tekun membaca firman dan merenungkan firman Tuhan sehingga hidupnya tetap menjadi saksi dan terang bagi setiap orang yang ada di sekelilingnya sampai Tuhan datang ke dunia.  

Bapa ibu yang terkasih di dalam Tuhan, menjadi saksi Tuhan kita dapat menjadi berkat dan terang bagi mereka yang belum mengenal Allah.  Oleh karena itu, kita sebagai orang percaya jangan pernah ragu atau merasa tidak pantas untuk bersaksi, namun satu yang harus kita ketahui bahwa Tuhan tidak pernah pilih kasih dan memilih-milih siapa yang menjadi saksinya, karena setiap orang bisa mejadi saksi dan terang untuk semua orang asalkan kita tulus untuk melakukannya. 

Ilustrasi 

Ada sebuah rumah makan yang terletak di daerah pinggiran yang hampir menutup usahanya karena kurangnya pelanggan. Memang tempat tersebut sulit untuk dijangkau, dan kurangnya promosi oleh karena ketidaktahuan pemiliknya menggunakan media sosial. Sehari sebelum mereka memutuskan untuk menutup usahanya, datanglah seorang yang tidak dikenal. Orang tersebut memesan makanan spesial dari rumah makan tersebut. ternyata pria tersebut sangat menggemari masakan dari rumah makan itu. Ketika pria ini bertanya, jam berapa biasanya rumah makan ini dibuka. Pemilik itupun mengatakan bahwa rumah makan ini akan ditutup. Karena pria ini tidak mau rumah makan tersebut tutup, ia kemudian mengambil beberapa gambar dan memberi tahu teman-temannya tentang rumah makan ini. Teman-temannya juga datang berkunjung dan menyukai tempat itu. Singkat cerita karena rumah makan itu tidak jadi tutup oleh karena ada seseorang yang mempromosikan rumah makan itu dengan cara berbagi di media sosial dan menceritakan kepada orang-orang lain. Demikian juga dengan menjadi saksi. Kita menceritakan kepada orang lain kebaikan Tuhan, sehingga semua orang dapat mengalami Tuhan.


4. BERTINDAK ( 5 – 10 menit )

Kesaksian : 

Shalom bapak ibu yang terkasih saya sedikit bersaksi kepada bapa ibu mengenai pertolongan Tuhan di dalam hidup saya. Kasih yang mengubah hati saya pada saat saya masih duduk di bangku sekolah SMK. Pada waktu itu, saya menuju ke rumah saya mengunakan motor, dan entah kenapa kepala saya itu tiba-tiba berat sekali dan saya mulai merasa pusing dan gelap. Saya  tidak  mengetahui apa yang terjadi, dan setelah saya sadar saya melihat darah masih menempel di kepala saya dan seorang teman saya yang menjenguk saya di rumah sakit menceritakan apa yang terjadi mengenai saya. Ternyata pada waktu itu,  saya itu mau di lindas oleh mobil truk pengangkut pasir dan dengan pertolongan Tuhan, truk yang mau menabrak saya itu langsung menahan rem dengan dengan kencang. orang-orang yang melihat kejadian itu mengatakan bahwa pasti saya tidak akan selamat. Saya melihat begitu besar pertolongan Tuhan kepada saya dan bila saya ingat lagi Allah yang luar biasa itu memberikan kepada saya kesempatan unuk menikmati berkat yang melimpah dan bersukacita oleh anugerahNya. Hal inilah yang saya ceritakan kepada-orang lain di Gereja saya, agar mereka juga percaya dan mengalami kuasa Allah.


5. BERDISKUSI ( 10 – 15 menit )

Pertanyaan : apakah bapak dan ibu pernah bersaksi tentang Yesus kepada orang lain?


6. BERDOA SYAFAAT ( 5 -10 Menit)

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.


Monday, 22 March 2021

Manusia dalam Tulisan Paulus

Oleh Yakin Mulia Daeli

Pendahuluan

 Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi, yang mana adalah ciptaan yang mulia karena ia segambar dan serupa dengan Allah dan yang lebih istemewanya lagi adalah ditebus oleh Yesus. Namun dalam keistemawaan seorang manusia terdapat banyak hal yang dilakukan manusia yang bertentangan dengan Allah.

 Ada beberapa hal yang dibahas Paulus dalam tulisannya, salah satunya adalah tentang manusia. Paulus memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan manusia seperti, dari mana manusia berasal, kecenderungan manusia itu seperti apa, dan masih ada hal-hal lain yang dibahas mengenai manusia.

 Dalam makalah ini, penulis akan memaparkan hal-hal yang berkenaan dengan manusia yang disampaikan Paulus dalam tulisannya.

Manusia dalam tulisan Paulus

Manusia

Manusia adalah ciptaan Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama berasal dari Allah (1 Kor. 11:12). Allah menciptakan manusia pertama yang mana berasal dari debu dan tanah (1 Kor.15:47) “Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga”. Manusia memiliki tubuh jasmani (fisik), memiliki jiwa dan Roh (1 Tesalonika 5:23). Manusia juga makhluk yang mampu untuk berpikir, dalam Ibrani 4:12 menjelaskan secara implisit bahwa manusia memiliki pikiran dan hati, dimana mampu untuk berpikir dan mempertimbangkan sesuatu. Dalam hal ini jelas diketahui bahwa manusia memiliki kehendaknya, mausia bukan robot yang mana tidak memiliki pilihan untuk bertindak dalam hidupnya.

Roma 8:29. Pada awalnya Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan-Nya, namun manusia pertama yang mewakili seluruh manusia telah jatuh dalam dosa sehingga manusia gagal mencapai tujuan awal dari rencana Allah. Namun ketika adam yang kedua datang ke dunia yaitu Yesus Kristus, Ia memperbaiki yang telah rusak yang diakibatkan oleh manusia itu sendiri dan Yesus telah mencapai kesempurnaan itu sehingga Ia menjadi pokok keselamatan bagi semua manusia. 2 Korintus 3:18 “dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak terselubung . Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya dalam kemuliaan yang semakin besar”.

Natur manusia

Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah, dan mereka adalah ciptaan pertama yang mewakili seluruh manusia, sehingga ketika mereka melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang ada ditengah taman Eden, mereka telah jatuh dalam dosa dan seluruh keturunannya juga demikian. Sejak kejatuhan manusia pertama dalam dosa, hal ini membuat seluruh keturunanya juga berdosa sehingga manusia memiliki kecenderungan hidup dalam dosa, karena manusia ciptaan Allah yang mulia telah tercemar oleh dosa. Manusia telah berdosa bahkan menjadi budak dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Rm 3:23; 6:6, 16, 20). Paulus dalam tulisannya menjelaskan manusia pada saat itu yang hidup dalam kefasikan dan kelaliman. Berbagai kejahatan dilakukan, manusia menindas kebenaran dengan kelaliman (Rm 1:18), melakukan penyembahan berhala dengan menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana dan dengan binatang (Rm 1:23), menghakimi orang lain, namun pada saat yang sama tanpa disadari mereka juga sedang menghakimi diri mereka sendiri karena mereka juga melakukan hal yang sama (Rm 2:1,3), tidak ada manusia yang benar, semua pembohong (Rm 3:4), karena kebenaran hanya milik Allah (Rm. 3:4).

 Paulus sendiri mengakui keberdosaannya sebagai manusia, Roma 7:24-25 “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita”. Namun ini adalah pengalaman singkat pertobatannya, dimana Allah telah menyelamatkannya, melepaskannya dari tubuh maut yang dulunya menjadi budak dari dosa. Hal ini menunjukkan manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa.

Manusia dibenarkan

Tetapi sekarang manusia telah dimerdekakan dan menjadi hamba kebenaran (Rm 6:18) “kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran”. Dalam tulisan Paulus menjelaskan bahwa oleh karena kasih karunia manusia telah diselamatkan oleh iman dan itu bukanlah karena perbuatan baik atau hasil usaha-usaha yang dilakukan oleh manusia itu sendiri, tetapi itu adalah pemberian Allah (Ef. 2:8). Allah memberikannya kepada manusia secara cuma-cuma dengan tujuan supaya manusia diselamatkan. Karena kasih dan kemurhaan Allah manusia diselamatkan. Begitu juga manusia yang tidak memiliki kasih ia bukan apa-apa. 1 Kor. 13:1 “sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing”. Sekalipun seseorang memiliki pengetahuan yang luas, mengetahui segala rahasia tetapi jika ia tidak memiliki kasih, itu sama sekali tidak berguna. Sebab yang tercakup dalam hukum taurat juga adalah kasih, mengasihi Allah dan juga sesamanya manusia.

Manusia lama dan manusia baru

 Paulus menyebut mengenai manusia lama dan manusia baru. Dalam tulisannya, Paulus menjelaskan seperti apa keadaan manusia lama dan manusia baru. Manusia lama adalah seorang yang tidak mengenal Allah, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, memiliki kedegilan hati, hidup dalam pengertiannya sendiri yang gelap, menyerahkan diri terhadap hawa nafsu dan mengerjakan segala macam keserakahan dan kecemaran, kehendak dan pikiran-pikirannya yang terikat terhadap dunia sehingga membuat manusia hidup melakukan apa yang jahat. Seperti ini adalah gambar keadaan hidup manusia lama, untuk itu ketika seorang manusia mengatakan bahwa ia telah bertobat namun cara hidupnya seperti uraian di atas, maka sudah tentu manusia tersebut masih belum bertobat, karena orang yang sudah bertobat akan mengalami transformasi dalam hidupnya.

 Sebagai manusia baru memiliki suatu tindakan yang perlu dilakukan yaitu menanggalkan manusia lama dan hidup dalam kebenaran Kistus. Maksudnya menanggalkan manusia lama yaitu tidak hidup dalam cara-cara atau keadaan seperti seorang yang tidak mengenal Kritstus, yang jauh dari persekutuan dengan Allah. Hidupnya akan mengalami transformasi atau diperbaharui baik dalam roh maupun pikiran (Ef. 4:22, 23; Kol. 3:9). Hidup dalam kekudusan (1 Tes. 4:7), memiliki kasih seperti Allah yang telah mengasihi umat-Nya dan hidupnya memuliakan Allah (1 Kor. 6:20). Jadi dari hal ini memperlihatkan secara jelas perbedaan antara kehidupan orang yang tidak mengenal Allah (manusia lama) dengan kehidupan orang yang mengenal Allah (manusia baru atau orang yang sudah menerima Kristus secara utuh dalam hidupnya).

Kesimpulan

 Paulus mengakui bahwa manusia adalah mahkluk yang memiliki natur atau kecenderungan untuk melakukan dosa dan bahkan telah menjadi budak dosa. Untuk itu manusia membuthkan Sang Pembebas yaitu Yesus Kristus, yang mana oleh karena kasih karunia manusia diselamatkan oleh iman dan itu bukan hasil usaha manusia itu sendiri melainkan pemberian Allah. Manusia yang telah menerima keselamatan dari Allah, hidupnya akan mengalami perubahan, baik dalam karakter, sifat, hati, semua aspek yang berkaitan dengan kehidupannya.


Sunday, 24 January 2021

ALLAH YANG BERKUASA BUKAN MANUSIA

Cinta Sejatiku ..: ALLAH YANG BERKUASA BUKAN MANUSIA:  ALLAH YANG BERKUASA BUKAN MANUSIA (KELUARAN 9:1-34)    By: PARDOMUAN MARBUN M.Th     Berbicara mengenai penguasa atau yang berkuasa sering ...

Wednesday, 6 May 2020

Kemahakuasaan Allah

Frengki
KADALAM
 KITAB KEJADIAN PASAL 1:26-28
Pendahuluan
 Dalam kamus KBBI kata “Mahakuasa”  diartikan dalam dua hal pertama teramat kuasa; dan kedua teramat besar kuasanya (Allah). Dalam pengertian yang diberikan juga kata ini diperuntukan bagi Allah . Kemahakuasaan Allah seperti yang diketahui oleh orang-orang pada umumnya bahwa Allah memperkenalkan dirinya dengan beberapa hal-hal tersebut.  Dengan aribut-atribut Allah yang dimaksud dalam hal ini ialah Allah maha tahu,Allah maha adil, allah mahakuasa, Allah maha pengasih, Allah maha hadir dan masih banyak yang  lagi.  Pada karya tulisan ini penulis ingin memahami dengan didasari oleh penelitian terhadap atribut Allah yang maha kuasa yang terdapat dalam kejadian 1:26-28.  Adapun tujuan penulis lebih jelas untuk memahami definisi serta rangkaian yang terhubung kepada Atribut Allah sebagai maha kuasa. Kemahakuasaan di sini bukanlah sekedar  pengertian umum, tetapi mempunyai isi yang terwujud yaitu hubungan dengan perbuatan-perbuatan Allah di dalam sejarah keselamatan.
Kemahakuasaan Allah Menurut Kitab kejadian 1:26-28
Dalam Kejadian 1 : 26 -28  tertulis : Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar  dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya,  menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah  banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas  ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. "”
Dalam teks diatas Allah dinyatakan sebagai satu-satunya Tuhan dan Raja atas Alam semesta.  Sebagai Allah yang mahakuasa Dia menciptakan segala sesuatu melalui Firman-Nya.  hal ini diperlihatkan sewaktu Ia menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dalam kejadian Pasal satu. Dalam pasal satu juga, puncak aktivitas kreatif allah adalah penciptaan Manusia, yaitu laki-laki dan perempuan,dalam kej. 1:27 .  Dengan demikian kemahakuasaan Allah yang pertama diperlihatkan melalui penciptaan langit dan bumi dan puncaknya adalah penciptaan manusia.
Allah yang mahakuasa (El-shaddai) adalah salah satu nama yang paling umum untuk Allah dalam kitab Ayub (terdapat 31 kali ), dan 8 kali terdapat dalam pentateukh dan juga El shaddai dapat berarti “Allah gunung,” dalam bahasa akad. Maksudnya disini adalah Allah yang berkuasa terhadap gunung-gunung yang sudah ada berabad-abad sebelumnya.  Gunung-gunung juga ciptaan lainnya menunjukan kemahakuasaan Allah yang tiada taranya.
Dalam kejadian 1:28 “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Selain kemahakuasaan Allah menciptakan segala sesuatu, hal ini juga terihat ketika ia memberkati manusia, memberikan mandat kepada mereka.  Allah sangat mengasihi ciptaan-Nya, terlebih manusia sebagai puncak dari karyanya, itu sebabnya Ia memberkati mereka. 
Manusia sebagai gambar Allah diciptakan untuk mewakili Allah sendiri sebagai penguasa tertinggi atas semua ciptaan.ini merupakan berkat yang diberikan Allah kepada manusia.  Hal ini menunjukan kemahakuasaan Allah, dimana ia dapat memberkati dan juga menunjuk wakilnya sebagai penguasa di bumi. Berkat ini harus di jalankan oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya sebagai tanda ucapan syukur atas kemahakuasaan yang di tunjukan Allah.
Hubungan kemahankuasaan Allah dengan keterbatasan Manusia
Dari bahasan di atas dapat diketahui kemahakuasaan Allah pertama terlihat dari ciptaan-Nya. Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya.  Kata kerja “menciptakan” (bara) terdapat lima kali dalam kejadian 1(ay. 21,27), dan lima kali di antara kejadian 2:4 dan 6:7 dimana Allah selalu menjadi subyek dari kata kerja ini, dan tidak pernah disebut adanya bahan yang digunakan ketika Allah menciptakan sesuatu. Namun berbeda ketika Ia menciptakan manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya ( Kej. 2:7). Secara logika hal itu tidak mungkin dilakukan tetapi mungkin bagi Allah.
Hal ini sangat berbeda dengan kemampuan manusia.  Ketika Manusia menciptakan benda apapun, tentunya memerlukan bahan dasar untuk membuatnya.  Sebagai contoh ketika membuat meja dan kursi tentunya memerlukan kayu sebagai bahan dasarnya.  Demikian juga dengan semua ciptaan manusia lainnya.  Manusia tidak dapat membuat seperti yang dilakukan Allah yang hanya melalui perkataan serta bahan dasar yang tidak mungkin secara logika.
Ketika allah menciptakan manusia ia memberkati mereka dengan mandat yang ditugaskan bagi mereka.  Namun Allah tidak lepas kendali, ia mengawasi ciptaan-Nya serta mencukupi setiap keperluannya.  Dalam kisah selanjutnya terlihat Allah memberikan hujan, memberikan segala tumbuhan yang berbiji sebagai makanan, serta meletakan mereka di Taman eden dimana Allah mengucupkan segala keperluan mereka.  Bukan hanya itu ia mau agar ciptaaan-Nya memiliki relasi dengan-Nya. Manusia ketika menciptakan sesuatu, belum tentu mengawasi semua ciptaanmya dan berharap ada relasi dari ciptaan tersebut.   Sebagai contoh pembuat ponsel belum tentu mengenali ciptaannya dan mengetahui apa yang  paling di perlukan oleh setiap  ponsel ciptaannya.
Relevansi kemahakuasaan Allah bagi kehidupan masa kini
Dari kejadian 1:26-28 dapat diketahui bahwa kemahakuasaan Allah terlihat dari bagaimana ia menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada.  Sebagai manusia harusnya berterimaksih atas apa yang Allah perbuat dan juga menghargai ciptaan Allah.   Contoh sederhana adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan, dan menghargai satu sama lain. 
Selain itu kemahakuasaan Allah juga terlihat dimana ia memberkati manusia sebagai puncak dari ciptaan-Nya.  Ia juga tidak hanya menciptakan manusia dan membiarkan begitu saja tetapi ia mengawasi,mencukupi dan mengetahui apayang  paling diperlukan oleh ciptaan-Nya dan ia juga ia mau memiliki relasi dengan ciptaan-Nya.  Dengan demikian Allah yang mahakuasa bekerja dalam  kehidupan manusia bukan hanya pada waktu itu, tetapi sampai saat ini.
Kesimpulan
Kemahakuasaan Allah yang terlihat di kej. 1:26-28 terdiri dari dua bagian besar.  Pertama kemahakuasaan Allah di tunjukan melalui cara Dia menciptakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada.  Ia adalah pencipta langit dan bumi serta segala isinya dan puncak karya Allah Adalah penciptaan manusia.  Kedua, kemahakuasaan Allah juga diperlihatkan bagaimana Allah memberkati ciptaan-Nya (manusia) dan berkat itu harus disyukuri oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya,  Selain itu Ia juga ia mengawasi,mencukupi dan mengetahui apayang  paling diperlukan oleh ciptaan-Nya dan ia juga ia mau memiliki relasi dengan ciptaan-Nya. 


DAFTAR PUSTAKA

Green, Dennis.  Pembimbing Pada Pengenalan Perjanjian Lama.  Malang:Gandum Mas,2004.
Niktrik G.C.Van dan B.J Boland.  Dokmatik Masa Kini. Jakarta: Bpk Gunung Mulia,2008.
Wolf,  Herbert.  Pengenalan Pentateukh.  Malang:Gandum Mas,2004.
Zuck Roy B.  A Biblical Theologi Of The Old Testament.  Diterjemahkan Oleh Suhadi Yeremia.  Malang:Gandum Mas, 2005.

Monday, 4 May 2020

MAKNA KENAIKAN YESUS #MATIUS 28:16-20

MAKNA KENAIKAN YESUS.
MATIUS 28:16-20

                  Shalom bapa ibu, saudara, puji Tuhan kita dapat berkumpul malam hari ini, semua karena kasih dan kebaikan Tuhan tentunya. Bapak ibu, saudara malam ini renungan kita berjudul Makna Kenaikan Yesus yang diambil dari Teks Matius 28:16-20. Mari kita buka Alkitab kita dan baca bersama-sama.
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
8:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

            Bapak ibu Saudara firman yang baru kita baca adalah cerita dimana Tuhan Yesus akan naik ke surga.  Dalam cerita firman ini ada beberapa bagian penting yang menjadi perhatian kita yaitu:

1.         Yesus Berkuasa atas Segala sesuatu.
Dalam ayat 18 dikatakan bahwa Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi
Melalui perkataan Yesus ini, Dia sedang menyatakan sekaligus mengingatkan murid-muridNya bahwa Ia adalah TUHAN.  Yesus sedang menyatakan keALLAhaNya. Oleh karena itu Yesus mengatakan Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi.  Hal ini berarti Yesus adalah berkuasa atas segalanya. Yesus pemilik kekuasaan atas sorga maupun bumi.  Yesus adalah Tuhan.  Bapak ibu saudara ketika kita sudah tahu dan mengerti bahwa Yesus adalah Tuhan, Yesus adalah penguasa atas segala sesuatu,maka kita dituntut percaya dan menyembah Dia.  Selain itu kita juga patut untuk menyerahkan segala sesuatu yang sedang kita alami, baik itu sakit, pekerjaan, keluarga, usaha, pendidikan anak2 kita, apapun kita dapat menyerahkannya kepada Tuhan Yesus.  Tuhan Yesus berkuasa atas segala sesuatu, Yesus berkuasa atas penyakit, Yesus berkuasa untuk mnyembuhkan kita, Yesus berkuasa untuk mencukupkan kebetuhan kita, Yesus berkuasa menolong kita, Yesus berkuasa untuk menghibur kita, Yesus berkuasa memulihkan kita. Yesus berkuasa atas segala sesuatu.

2.         Yesus Memerintahkan Kita untuk Pergi
         Dalam ayat 19-20a dikatakan  bahwa Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. 
Dalam bagian ini kita diberi perintah untuk pergi.  Perintah untuk pergi ini didasarkan oleh kuasa yang dimiliki oleh Yesus. Oleh karena Yesus adalah Tuhan pemilik kuasa di bumi dan di sorga, maka kita diberi perintah. Semua orang percaya diperintahkan untuk pergi memberitakan Injil kepada semua orang, kepada istri, kepada suami, kepada anak2, kepada tetangga bahkan kepada bangsa2.  Perintah untuk memberitakan injil, membaptis dan mengajar firman Tuhan kepada semua orang menjadi Tanggung Jawab kita jemaat TUhan.  Oleh karena itu bapa, ibu saudara mari kita mulai melakukan perintah Yesus ini. Mari kita mulai sekarang membritakan Injil, mari jadikan hidup Kita berita Injil bagi semua orang.
3.         Yesus Menyertai Kita sampai Akhir Zaman.
Dalam ayat 20 b, dikatakan bahwa Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Dalam bagian ini Yesus sedang mengingatkan murid-muridNya bahwa sekalipun Yesus pergi naik ke surga, tetapi kehadiranNya tetap ada.  Hal ini menyangkut ke Tuhanan dari Yesus, bahwa Yesus Tuhan, dimana Tuhan itu maha hadir.  Oleh karena itu sepanjang masa dalam kehidupan murid-murid Yesus berjanji bahwa Ia akan menyertai mereka sampai selama-lamanya.  Bapa ibu saudara, perintah untuk pergi dan memberitakan Injil tidak diberikan tanpa ada jaminan.  Perkataan Tuhan Yesus bahwaketahuilah aku menyertai kamu sampai Akhir Zaman, adalah jaminan bagi kita bahwa kita tidak seorang diri, tetapi ada Yesus bersama-sama dengan Kita. Ada Yesus berjalan bersama kita, ada Yesus yang memperhatikan kita, ada Yesus yang akan menolong kita, ada Yesus yang Peduli terhadap kita, ada Yesus yang tahu kebutuhan kita, ada Yesus yang tahu apa yang kita perlukan, Ada Yesus di setiap jalan kita.  Oleh karena itu bapak, ibu saudara, jangan pernah takut, jangan gentar, dan jangan bimbang melakukan perintah Tuhan/melakukan Firman Tuhan, Ingat Ada Yesus menyertai kita.

Demikian lah renungan kita mala mini, kiranya kita semua diberkati oleh Tuhan dan kita menjadi pelaku-pelaku Firman. Amin. Mari kita berdoa.
 Doa Penutup:
Bapa di sorga, kami bersyukur buat FirmanMu, mengajar kami bahwa Engkaulah Yesus Tuhan penguasa segalaNya.  Oleh karena itu kami mempercayai Engkau berdaulat atas hidup kami.  Kami berdoa kiranya Roh Kudus memberikan kami kekuatan untuk menjadi pelaku-pelaku firmanMu.  Berkati setiap kami ya Tuhan, berkati keluarga kami, anak-anak kami, pekerjaan kami, masa depan kami. Terimakasih Tuhan. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Wednesday, 29 April 2020

PLEASE JANGAN LEBAY/JANGAN BERSUNGUT SUNGUT.

Iman yang mengalahkan Dunia

                        IMAN YANG MENGALAHKAN DUNIA
                                              (Roma 8:31)

  "Sebab itu, apa yang kita katakan tentang semuanya itu? jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"



Saturday, 28 March 2020

Jangan Takut Tuhan Menyertai!


Shalom bapak ibu saudara semuanya jemaat GSJA BETHESDA MINISTRY Yang dikasihi Tuhan. Selamat Pagi  salam sejahtera untuk kita semuanya. Bapak ibu saudara yang terkasih sebelum kita melakukan segala aktifitas mari kita terlebih dahulu merenungkan firman Tuhan untuk menuntun kita, mengajar, memimpin dan memberikan hikmat serta mengarahkan kita atas apa yang akan kita kerjakan lakukan sepanjang hari ini. 
Mari kita berdoa terlebih dahulu,
Bapa disorga kami bersyukur Tuhan atas kasihMu dan kebaikanMu,pagi hari ini kami kembali bangun dengan sehat dan sukacita.  Bapa sebelum kami melakukan segala aktifitas kami, sebelum kami melakukan pekerjaan kami,  kami mau Engkau menuntun kami melalui firmanMu sepanjang hari ini
dan mengajar kami serta memberikan kami hikmat  dan menyertai kami di dalam segala aktifitas kami. Terimakasih Tuhan kami merenungkan firmanMu, Berbicaralah bagi Kami semuanya, Dalam Nama Yesus Amin.
Bapa ibu saudara, Firman Tuhan yang akan kita renungkan pagi ini ada dalam teks  Ulangan 31:6.
Mari kita baca.
Ulangan 31:6 (TB)  Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Bapak ibu Saudara jemaat bethesda Ministry, Firman Tuhan pagi Ini mengingatkan kepada kita untuk tidak takut dan tidak gemetar karena keadaan yang terjadi saat ini. Jangan takut dan jngan gemetar karena corona . Jangan takut dan jangan gemetar karena situasi yang ada saat ini, jangan takut karena masalah. Kita tidak takut karena Allah berjanji bahwa Allah menyertai kita.  Dengan jelas dikatakan dalam ayat tadi bahwa  Jangan takut dan gemetar SEBAB TUHAN , Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Hal yang ingin kita pegang teguh dri Firman ini adalah mari meneguhkan  dan menguatkan Hati/ iman kita Bahwa Tuhan Allah kita menyertai.
Tuhan menyertai Kita dalam segala keadaan, Tuhan menyertai kita dalam masa masa sulit karena korona ini. Tuhan menyertai kita semua di manapun kita berada. Tuhan tidak akan membiarkan kita, Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Oleh karena itu bapa ibu saudara semuanya sekali lagi Firman Tuhan tegaskan JangaN Takut dan gemetar, Tuhan menyertai kita, Tuhan menyertai Kita.
Mari kita Berdoa, Bapak disorga terimakasih buat FirmanMu yang mengajar dan mengingatkan kami untuk tidak Takut akan apa yang terjadi saat ini, Karena Engkau Tuhan Yang menyertai Kami. Bapa hamba Berdoa untuk semua jemaat Mu sekiranya ada diantara mereka yang sedang takut dan gemetar karena situasi korona ini, biarlah Roh Mu berbicara bagi jemaatMu bethesda bahwa Engkau ada bersama sama dengan mereka, Tuhan ada menyertai JemaatMu. Terimakasih Tuhan,  Hamba percaya ketika engkau menyertai JemaatMu, maka Perlindungan Tuhan ada atas kami, Keselamatan Tuhan ada atas kami, Berkat Tuhan ada atas kami. Terpujilah namaMu Tuhan, Dalam Nama Yesus Kami Berdoa. Amin.
Demikianlah renungan kita pagi ini bapak ibu saudara.
Selamat pagi Selamat beraktifitas untuk kita Semua, Tuhan memberkati Kita Semua. Shalom.

PLEASE JANGAN LEBAY


PLEASE JANGAN LEBAY!

Shalom saudara2 terkasih, beriman berarti percaya  bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita dan bahwa Ia akan memberikan yang terbaik bagi kita.  Oleh karena itu seorang yang beriman/percaya adalah dia yang menerima apapun yang terjadi dalam hidupnya, keadaan, situasi, kondisi apapun adalah bagian dari proses rencana Allah. Inilah seharusnya yang menjadi respon orang percaya yaitu penerimaan sehingga memampukan orang percaya untuk mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala Hal. Namun berbeda Jauh ketika BERSUNGUT SUNGUT. Orang yang bersungut sungut BUKANLAH ORANG PERCAYA. Orang yang bersungut sungut adalah mereka yang tidak menerima situasi, keadaan,atau kondisi yang terjadi dengan membandingkan sesuai apa yang ada dalam pikiran mereka sendiri BERLAWANAN dengan apa yang menjadi Rencana Allah.  Dapat diartikan bahwa bersungut sungut adalah bentuk ketidakpercayaan atas Rancangan Allah. Tidak percaya pimpinan Allah adalah yang terbaik, tetapi merasa lebih mampu dengan kekuatan sendiri (Ini lebay bukan?). Oleh Karena itulah ALLAH SANGAT MEMBENCI SUNGUT SUNGUT.

Dalam Kisah
Keluaran 14:10-12 (TB) Dikatakan: Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,
dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?
Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini."

  Dalam cerita di atas menjelaskan kepada kita sungut sungut bangsa Israel di tengah persoalan yang menghimpit mereka dimana firaun sudah dekat dan akan membunuh mereka (dalam pikiran bangsa itu, Ingat SUNGUT SUNGUT SELALU TERJDI DI TENGAH PERSOALAN). Bangsa Israel akhirnya Bersungut sungut dan mempersalahkan MUSA yang membawa mereka keluar dari Mesir. Lihat bangsa itu berkata, LEBIH BAIK TETAP DI MESIR (ini rancangan/pikiran mereka/manusia) Daripada KELUAR DARI MESIR (ini Rancangan Tuhan). Semakin jelas terlihat bhwa bersungut sungut adalah perbuatan melawan kehendak Tuhan. Musa sebagai Alat Tuhan jadi objek yang dipersalahkan oleh bangsa Israel, mereka menjelaskann panjang lebar rancangan mereka di Mesir. Mereka menyimpulkan "Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini."  LEBAY BUKAN??

Tetapi Respon Musa berbeda. Musa Berkata dengan Iman "Keluaran 14:13-14 (TB)  Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."
INILAH SEHARUSNYA RESPON ORANG PERCAYA DALAM SEMUA PERSOALAN.

Sungut sungut bangsa Israel terulang lagi ketika mereka merasakn air pahit Di Mara. Bangsa itu berkata "Keluaran 15:24 (TB)  Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"

Bangsa itu masih tetap tidak percaya akan Kuasa Tuhan dan Rancangan Tuhan, padahal baru saja Tuhan membelah laut Teberau dan menyelamatkan mereka.
Dalam Kesempatan ini Tuhan kembali menunjukkan kuasaNya dan mengubah air pahit menjadi manis.

Tetapi memang DASAR BANGSA LEBAY, Mereka kembali bersungut sungut ketika terlambat dengab makanan di padang gurun Sin.
Keluaran 16:2-3 (TB)  Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;
dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."  LEBAY BUKAN????
Bangsa Israel terus terusan mempersalahkan Musa sebagai Hamba Tuhan yang memimpin mereka dan membndingkan bahwa lebih baik Mati di Mesir (jalan pikiran manusia) Daripada ada dalam pimpinan Tuhan.
Hal ini terus terjadi berulang ulang dilakukan bangsa Israel, Tetapi Tuhan terus menunjukkan kuasaNya.
 Bagaimana dengan anda saat ini, apakah anda masuk dalam golongan bangsa israel yang terus terusan bersungut sungut? Selidiki Hati anda?
akhir Kata: PLEASE JANGAN LEBAY  DEHH!!!!!

GOD BLESS
Domu Marbun.

Tuesday, 7 June 2016

Cinta-Ku Bukan Cinta Biasa

Cinta-Ku Bukan Cinta Biasa
Efesus 2:4-6
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
5  telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan —
6  dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
7  supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

PENDAHULUAN:
-          “Berbicara tentang cinta adalah hal yang sangat biasa di dalam kehidupan!” Banyak orang mengatakan bahwa “kita tidak dapat hidup tanpa cinta”
-          Tentu  saudara-saudara setuju dengan apa yang baru saja saya katakan bukan? 
-          Setiap hari kita bisa mendengar kata “cinta” atau “kasih” atau “sayang” bahkan kadang sampai kita lupa berapa kali kita mendengarnya setiap hari.  Kita semua terbiasa mengatakan “cinta”, baik itu suami kepada istri, istri kepada suami, ayah kepada anak, ibu kepada anak, anak kepada orangtua, bahkan kita mengatakan bahwa kita cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama.  Hal ini sudah menjadi biasa. 
-          Tetapi jika kita melihat dunia masa kini, ada banyak suami menyakiti istri, istri menyakiti suami, Orangtua menyakiti anaknya, bahkan yang lebih parah, anak membunuh orang tuanya, bahkan ada orang yang membunuh pacarnya karena ditolak yang katanya dulu cinta.  Ini hal yang biasa terjadi di dalam kehidupan manusia.
-          Tetapi cinta Tuhan tentu berbeda dengan cinta manusia, oleh karena itu pagi ini saya ingin menyampaikan khotbah yaang saya beri judul Cinta-Ku bukan Cinta Biasa.
-           
-          Mari kita buka Alkitab kita bersama-sama

-          Baca: Teks Efesus 2:4-5
4.Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
5  telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita  —  oleh kasih karunia kamu diselamatkan  — 

-          Berdasarkan teks ini Paling tidak kita akan melihat “3 Ciri Cinta yang bukan cinta Biasa dari Allah” (AMANAT KHOTBAH)

KALIMAT PERALIHAN: Apakah ketiga ciri itu?

A.   Cinta yang bukan cinta biasa adalah Cinta yang memberi Kehidupan. (Ayat 4-5 )
1.    Penjelasan:
Kita tahu bahwa tema utama dari kitab Efesus adalah “di dalam Kristus” dimana kata ini muncul sebanyak 160 dalam surat Paulus, dan 36 kali dalam surat efesus.
a.    Pasal 2:1-3. Paulus Menjelaskan  kehidupan di luar Kristus
1.    Mati (Jika seekor tikus mati)
a.    Tidak dapat berbuat apa-apa
b.    Tidak dapat bergerak
c.    Busuk
2.    Jadi Budak Dosa
a.    mengikuti jalan dunia ini
b.    mentaati penguasa kerajaan angkasa
c.    hidup di dalam hawa nafsu daging
d.    menuruti kehendak daging dan pikiran yang jahat.
3.    Mendapat Murka Allah
Dengan jelas FA mengatakan bahwa bahwa berada di luar kristus adalah sebuah keberadaan yang mati.  Kita hidup di dalam dosa, dan kita suka melakukan dosa, kita seharusnya mati, menjadi budak dosa, dan mendapat murka Allah.  Namun di dalam ayat 4-5, dinyatakan bahwa Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kitatelah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita  —  oleh kasih karunia kamu diselamatkan  
Allah mencintai kita bukan dengan cinta yang biasa-biasa, tetapi cintanya sungguh luar biasa.  Cinta Allah memberikan kehidupan kepada kita yang sudah mati.  Cinta-Nya menghidupkan kita kembali yang sudah membusuk.  Dan sekalipun kita sering melakukan hal-hal yang menyakiti hatinya, tetapi Allah tetap mencintai kita.  Dia adalah Allah yang setia.
                       
2.    Ilustrasi:
Ada seorang yang Wanita bernama linda.  Ia mempunyai lima orang anak.  Ia tinggal di satu kampung bersama suaminya yang begitu keras dan kejam.  Suaminya sering menyakiti hatinya, memukulnya bahkan mengusirnya dari rumah tanpa alasan yang jelas.  Bahkan yang lebih parah ketika ia mengandung anaknya yang ke lima, entah karena alasan apa, suaminya memukulinya dan memaksanya untuk memakan makanan yang seharusnya untuk babi, mengusirnya dari rumah.hal ini terjadi terus menerus .  Seluruh kaampung itu, tahu apa yang dialami linda.  Oleh karena itu banyak orang dikampung itu yang memberikan saran agar ia menceraikan suaminya, ada yang memberi saran agar ia memperkarakan suaminya yang terus menerus menyakitinya supaya suaminya ditangkap polisi, bahkan saudaraa laki-lakinya linda yang tinggal di kampung itu juga berkata untuk membunuh suaminya.  Tetapi linda menolak semua saran yang diberikan kepadanya dan berkata kepada mereka, dia adalah suamiku, ayah dari anak-anakku, aku mencintainya, aku mencintai anak-anakku.  Hingga akhirnya la meninggal, ia tetap tinggal bersama-sama suaminya, dan merawat anak-anaknya hingga akhir usianya.  Cinta yang Luar Biasa Bukan?
Seorang penginjil India, Sundar Singh, menulis tentang kebakaran hutan di pegunungan Himalaya yang ia saksikan ketika sedang melakukan perjalanan. Saat banyak orang berusaha memadamkan api, ada sekelompok orang yang memandangi sebuah pohon yang dahan-dahannya mulai dijalari api. Seekor induk burung dengan panik terbang berputar-putar di atas pohon. Induk burung itu mencicit kebingungan, seakan-akan mencari pertolongan bagi anak-anaknya yang masih di dalam sarang. Ketika sarang mulai terbakar, induk burung itu tidak terbang menjauh. Sebaliknya, ia justru menukik ke bawah dan melindungi anak-anaknya dengan sayapnya. Dalam sekejap, ia beserta anak-anaknya hangus menjadi abu.
Lalu Singh berkata kepada orang-orang itu, "Kita baru saja melihat hal yang luar biasa. Allah menciptakan burung yang memiliki kasih dan pengabdian begitu besar sehingga rela memberikan nyawanya untuk melindungi anak-anaknya .... Kasih seperti itulah yang membuat-Nya turun dari surga dan menjadi manusia. Kasih itu juga membuat-Nya rela mati sengsara demi kita semua."


3.    Aplikasi:
Bapa/Ibu, Saudara yang terkasih di dalam Tuhan.  Cinta Tuhan Bukanlah Cinta biasa.  Allah memberikan anak-Nya yang Tunggal menggantikan dosa dan pelanggaran kita, supaya kita memperoleh kehidupan.  Kita dihidupkan kembali.  Allah mengubah kita yang tidak berarti, menjadi berharga.  Ia mengubah Kegelapan hidup kita menjadi Terang,  Ia mengubah Keputusasaan kita menjadi pengharapan.  Dan mengubah Kehinaan kita menjadi Kemuliaan bagi nama-Nya. 

Tuhan sudah memberikan kehidupan kepada kita Oleh karena itu, mari kita senantiasa menghargai cinta Tuhan, dengan mensyukuri kehidupan ini, bersykur senantiasa akan semua yang Tuhan izinkan terjadi di dalam hidup kita. 
Jangan pernah ragu akan cinta Tuhan, jangan pernah ragu akan Kasih-Nya dalam hidup kita
Dan mari juga kita membagikan kehidupan yang telah kita terima dari Tuhan dengan mencintai orang-orang yang ada di sekitar kita, seperti kita dicintai oleh Tuhan.


B.   Cinta yang bukan Cinta biasa adalah cinta yang mampu menerima apa adanya bukan ada apanya (Ayat 5.)
1.    Penjelasan:
Di dalam Ayat lima mengatakan bahwa Allah menerima kita apa adanya.  Mengapa saya mengatakan apa adanya, karena dengan jelas dituliskan di ayat 5 bahwa Allah telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita. 
       Hal ini juga telah dinyatakan di dalam Perjanjian Lama  kepada orang Israel melalui nabi Yunus. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?“ ( Yunus 4: 11)


2.    Ilustrasi:
Cerita Hosea, Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN."(Hosea 1:2).

3.    Aplikasi
    1.  
C.   Cinta yang bukan cinta biasa adalah cinta yang berkomitmen memberikan masa depan yang terbaik. (ayat 6-7).
1.    Penjelasan:
6  dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
7  supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

2.    Ilustrasi:

3.    Aplikasi

Masa lalu adalah sejarah, masa kini adalah anugerah, dan masa depan Mistery.
PENUTUP

Lagu,  Kuada sebagaimana Kuada

Thursday, 19 November 2015

SIKAP DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR
DANIEL 2:13-28.
13  Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannyapun terancam akan dibunuh.
14 ¶  Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel itu,
15  katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: "Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?" Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.
16  Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.
17  Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,
18  dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.
19  Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.
20  Berkatalah Daniel: "Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!
21  Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian;
22  Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.
23  Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja."
24 ¶  Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian: "Orang-orang bijaksana di Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!"
25  Ariokh segera membawa Daniel menghadap raja serta berkata kepada raja demikian: "Aku telah mendapat seorang dari antara orang-orang buangan dari Yehuda, yang dapat memberitahukan makna itu kepada raja."
26  Bertanyalah raja kepada Daniel yang namanya Beltsazar: "Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dengan maknanya juga?"
27  Daniel menjawab, katanya kepada raja: "Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.
28  Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:
Mari Kita Melihat Sekeliling Kita?
Kejadian Teror di Paris yang telah menewaskan 150 orang, dan 350 lebih luka-luka...
BATAM, KOMPAS — Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau melambat dalam beberapa waktu terakhir. Kontribusinya juga rendah bagi pertumbuhan nasional. Padahal, pemerintah sudah memberikan fasilitas puluhan triliun rupiah untuk memacu perekonomian provinsi itu.
UMK Batam Belum Jelas, Kantor Walikota Batam Kembali Di Demo
u  Banyak Perusahaan Tutup..
u  Harga Sembako yang semakin Mahal
u  Politik yang tidak menentu
u  Pendidikan yang sangat Mahal
u  Kejahatan Yang semakin Meningkat.,.
u  Kebanyakan orang kecewa...
u  Mulai meninggalkan Tuhan...
u  Defresi
u  Stress
Banyak orang Menjadi Kecewa Ketika Pengharapan tidak sesuai dengan kenyataan.
u  BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
1.  Jangan Pernah Putus Pengharapan (Daniel 2:13-16)
19. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
20  di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.
u  BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
2.  Bersehati dan Berdoa (Daniel 2:17-18)
u  Kisah Para Rasul 1:14 
“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”
u  BAGAIMANA SIKAP KITA DALAM MENGHADAPI MASA SUKAR?
3. Memuji dan Mempermuliakan Allah  (Daniel 2:19-23)
Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel. (MZM 22:4