Friday, 26 March 2021

Dengarlah dan Percayalah

 DENGARLAH DAN PERCAYALAH!

(Yohanes 5: 19-47)

TOPIK: Dengarlah dan Percaya

TUJUAN : Mengajak dan mendorong Jemaat untuk mendengar dan percaya kepada Yesus lebih dalam-dalam serta mengarahkan mereka untuk memahami kebenaran firman Tuhan.

1. BERDOA (3-5 Menit)

Tuhan Yesus, Bapak kami yang baik. Kami bersyukur buat anugerah dan penyertaan-Mu dalam kehidupan kami. Engkau Tuhan kami, Allah kami yang kami puji dan yang kami sembah. Kami selalu bersyukur dan berterima kasih atas kasih setia-Mu dalam kehidupan kami Tuhan, dan pada saat ini, kami datang bersama, berkumpul bersama, mau bersekutu bersama Engkau, berkati persekutuan kami saat ini Tuhan agar senantiasa persekutuan kami ini dapat membawa kemuliaan bagi nama-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah nama-Mu dan kami mau menyerahkan persekutuan ini di dalam Tangan-Mu, dalam Nama Tuhan Yesus….Haleluya, Amin.

2. BERMAZMUR (10-15 Menit)

Pujian 1:

Saat Ku Tak Melihat Jalan-Mu

Saat Ku Tak Mengerti Rencana-Mu

Namun Tetap Ku Pegang Janji-Mu

Pengharapanku Hanya Pada-Mu

ReFf:

Hatiku Percaya Hatiku Percaya

Hatiku Percaya S'lalu Ku Percaya

By: Edward Chen

3. BACA FIRMAN (10-15 Menit)

A. Teks Firman Tuhan : Yohanes 5: 19-47

Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 5:19-47

B. Penjelasan Firman Tuhan :

Pada awal mulanya ketika kita menjadi orang Kristen, kita sudah mengenal Yesus, percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Yesus bukan hanya sebagai seorang Manusia saja ketika Ia berada dalam dunia ini, melainkan Ia adalah Allah itu sendiri. Yesus hadir di dalam dunia agar umat yang dikasihi-Nya memperoleh keselamatan dan tidak binasa bagi siapa yang percaya kepada Dia.

Dari teks Yohanes 5:19-47 adalah cerita tentang kisah di mana Yesus sedang bersaksi tentang diri-Nya. Yesus sedang bersaksi tentang diri-Nya karena orang-orang Yahudi pada saat itu hendak mau membunuh Dia karena Yesus melakukan pekerjaan di hari sabat. Bukan hanya itu saja, orang-orang Yahudi berniat membunuh Yesus karena mereka tidak menerima perkataan Yesus ketika Yesus mengatakan diri-Nya yang sebenarnya bahwa Ia adalah sama seperti Bapa.. Secara tradisi Yahudi bahwa pada hari sabat tidak boleh dilakukan pekerjaan apapun karena hari itu adalah hari perhentian penuh atau hari yang dikuduskan bagi Allah.

Pada suatu hari ada sebuah peristiwa di mana ada satu kolam bisa menyembuhkan penyakit, apapun penyakitnya pasti akan sembuh, dan nama kolam itu kolam Betesda. Di kolam itu setiap kali terjadi suatu goncangan pada saat malaikat Tuhan turun di kolam itu dan itulah yang dinanti-nantikan mereka. Mereka adalah orang-orang buta, orang-orang timpang, dan orang-orang lumpuh yang menantikan goncangan air di kolam itu. Namun ada satu orang dan sudah 38 tahun menderita sakit. Ketika Yesus melihat orang itu karena Yesus tahu bahwa orang itu sudah lama mengalami sakit itu, maka Yesus berkata kepada orang itu, maukah engkau sembuh? Dan orang itu menjawab: Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku di kolam itu, apabila airnya goncang, dan sementara aku mulai menuju kolam itu maka orang lain sudah mendahului aku. Tetapi Yesus berkata kepadanya: bangunlah dan angkatlah tilammu, maka seketika itu juga orang itu sembuh, ia bangun dan berjalan. Tetapi hari itu hari sabat. Orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang sembuh tadi: hari ini adalah hari sabat dan engkau tidak boleh memikul tilammu. Tetapi jawab orang itu orang telah menyembuhkan aku Dia yang mengatakan kepadaku: angkatlah tilammu dan berjalanlah (ayat 5-11). Seketika itu orang-orang Yahudi berusaha mencari Yesus dan mau membunuh Dia. Dari sinilah kisah dimulai di mana Yesus bersaksi tentang diri-Nya karena orang-orang Yahudi yang tidak menerima kejadian itu, juga dengan perkataan Tuhan Yesus.

Dari kisah yang diceritakan di atas ketika orang sakit itu mengalami sakit dan menjadi sembuh karena ia mendengar dan percaya kepada Yesus. Imannya menunjukkan bahwa Yesus sanggup melakukannya karena Yesus adalah Tuhan, bukan hanya ketika orang itu harus turun ke dalam kolam tadi karena airnya akan mulai goncang, tetapi juga karena imannya kepada Tuhan Yesus sehingga ia menerima keselamatan dan kesembuhan itu.

Ini merupakan satu contoh bagi kita apakah iman kita sama seperti iman orang sakit itu, ataukah kita sama seperti orang farisi yang tidak mau mendengar dan percaya kepada Yesus.

Sejak manusia diciptakan dan jatuh ke dalam dosa, kedatangan tentang Dia (Yesus) sudah diberitahukan dan diberbagai kitab suci telah dituliskan tentang Dia, bahwa Dia yang memberikan kemenangan bagi seluruh umat-Nya. Namun faktanya bahwa kedatangan/keberadaan-Nya Yesus di dalam dunia masih saja tidak diterima dan banyak umat-Nya yang menolak Dia sebagai Tuhan juruselamat itu, walaupun sudah beberapa kali Ia menyatakan diri-Nya yang sesungguhnya. Yesus ditolak karena kita kurang pengenalan akan Dia dan tidak mau belajar dengan Dia. Karena kita terlalu berambisi mengikuti kebodohan kita sendiri yang padahal tidak ada artinya sama sekali bagi hidup kita. yaitu keinginan-keinginan hati kita.

Salah satu contoh yang kita ambil ialah: orang-orang Yahudi (Farisi). Mereka adalah orang-orang yang menolak Tuhan Yesus, mereka tidak mau menerima ke Allahan-Nya Yesus (Yesus, Allah itu sendiri), dan mereka menolak Dia sebagai jalan satu-satunya memperoleh hidup yang kekal yang memberikan keselamatan bagi mereka yang percaya kepada Dia sebagai Tuhan. Yesus menyatakan diri-Nya dan bersaksi bahwa Ia sedang mengerjakan pekerjaan Bapa dan Bapa mempercayakan segala sesuatu di Dalam Dia serta kuasa yang ada di Dalam Dia. Yesus memposisikan diri-Nya sebagai seorang Manusia agar orang-orang yang percaya kepada Dia bisa meneladani Dia. Namun, semua perkataan yang dikatakan oleh Yesus dan berbagai kebenaran-kebenaran yang diberikan-Nya, diabaikan dan tidak mau menerimanya.

Itulah kita yang sebenarnya, yang kadangkala kita tidak mau Mendengar dan Percaya dari semua perkataan Tuhan Yesus. Contohnya saja: Ketika firman Tuhan dibagikan untuk kita, hal ini seringkali kita tolak. Padahal ini salah satu contoh apakah kita masih percaya kepada Firman itu atau tidak?Dan kita tidak mau mendengarkan dan percaya kepada firman itu. Disebabkan karena terlalu banyak kemauan-kemauan kita yang kita pelihara yaitu keinginan-keinginan kita sendiri. Dan itulah kita, kita manusia yang tidak mau Mendengar dan Percaya.

Dengarlah dan Percaya. Kepada siapakah kita harus mendengar dan percaya?Apakah harus langsung melalui Tuhan Yesus yang berbicara kepada kita, baru kita mau mendengar dan percaya?. Tidak akan mungkin!. Yohanes 5:19-47, Kesaksian Yesus tentang diri-Nya. Mari kita belajar dari teks ini.

Firman Tuhan:

1. Mendengar dan percaya, yaitu kepada Tuhan Yesus itu sendiri dengan melalui friman-Nya.

Ayat 24, Yesus mengajak kita untuk mendengar perkataan-Nya dan Percaya Kepada Dia (Allah Bapa) yaitu Yesus sendiri, supaya kita mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum. Yesus mengatakan hal ini karena ada banyak orang Yahudi (orang Farisi) yang hendak mau membunuh Dia pada saat itu. Yaitu mereka yang tidak menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Perkataan Tuhan Yesus sebagai salah satu ajakan untuk kita agar kita benar-benar mengerti dan memahami kebenaran-Nya. Bukan hanya untuk orang Yahudi saja pada saat itu tetapi untuk kita juga yang sekarang ini sebagai pendengar.

Yesus adalah Dia Allah itu sendiri, dan setiap perkataan yang Ia katakan mengandung tentang kebenaran dan juga kehidupan. Kita tahu bahwa ada banyak sekali perbuatan-perbuatan yang kita lakukan di dunia ini yang sangat bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Kita tahu bahwa kita adalah orang berdosa tetapi kita masih mau tetap hidup di dalam dosa. Seringkali kita mengabaikan firman Tuhan, seringkali kita tidak mau menerima kebenaran dari perkataan orang-orang yang hendak membawa hidup kita ke jalan yang benar. Ayat 38 mengatakan “dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya”. Mari kita ketahui: dan firman-Nyaidak menetap di dalam dirimu. Mengapa Tuhan Yesus mengatakan ini kepada orang Yahudi pada saat itu?

Karena mereka tidak mau menerima Yesus sebagai Tuhan sebagai juruselamat mereka, mereka adalah orang-orang bebal dan hati mereka terlalu keras sehingga kebenaran-kebenaran tidak tinggal di dalam mereka. Mereka terlalu mengikuti kehidupan yang merugikan diri mereka sendiri yaitu dengan menyelidiki berbagai Kitab Suci tetapi tidak memahaminya.

Sama halnya dengan kita juga yang saat ini, kita mengenal Yesus, kita percaya Dia bahwa Dia adalah Tuhan kita, tetapi kita tidak percaya kepada firman-Nya (kebenaran-Nya) dengan kata lain meragukan firman-Nya. Kita perlu tahu bahwa ketika kita tidak menerima firman Tuhan, sama halnya bahwa kita sedang tidak menerima Dia dan tidak percaya kepada Dia. Karena firman-Nya dan Dia adalah satu. Keinginan-keinginan hati kita sendiri tidak akan membawa keselamatan bagi kita. Tetapi mendengar firman-Nya dan percaya kepada Dia akan memperoleh hidup yang kekal. Lalu kepada siapakah kita harus mendengar dan percaya selain dari pada Yesus? Selain dari pada Yesus kita juga perlu mendengar dan percaya kepada:

a. Para hamba-hamba Tuhan atau orang-orang yang mengajarkan kita tentang kebenaran. Mengapa?

Karena mereka adalah orang-orang yang diberikan tanggung jawab oleh Tuhan Yesus. Mereka diberikan mandat oleh Tuhan Yesus dengan mengutus mereka untuk memberitakan firman-Nya, juga kebenaran-Nya kepada umat-Nya. Sama seperti Yesus diutus oleh Bapa dan diberikan kuasa oleh Bapa, demikian juga orang-orang yang diutus oleh Tuhan Yesus, diberikkan-Nya kuasa bagi mereka, supaya siapa yang menerima kebenaran itu memperoleh hidup yang kekal. Percaya kepada firman yang bagikan itu (dengan kata lain jangan menganggap bahwa orang itu juga adalah Tuhan).

b. Kepada Alkitab.

Alkitab/kitab adalah berisi tentang firman-firman Tuhan dan kebenaran-Nya. Alkitab telah dituliskan berbagai ajaran-ajaran dan kebenaran, bahkan tentang Tuhan Yesus itu sendiri. Bukan hanya sekedar kita mendengarnya saja tetapi kita juga harus perlu membaca firman-Nya dan memahami kebenaran-Nya, yaitu dari Alkitab itu sendiri. Supaya kita semakin lebih mengenal Dia dan semakin percaya kepada firman-Nya.

4. BERTINDAK (5-10 Menit)

A. Penerapan :

 Mari kita mendengar dan percaya kepada Tuhan Yesus. Jangan kita terlalu berkeras hati dan menjadi orang bebal seperti orang-orang Farisi yang menolak keselamatan. Tetapi jadilah orang yang benar-benar menerima keselamatan itu supaya kita memperoleh hidup yang kekal. Mari kita tunjukkan iman kita kepada Dia bahwa Dia sanggup melakukan segala sesuatu.

 Mari kita percaya dan mendengarkan ajaran dari orang-orang yang diurapi Tuhan Yesus, yaitu mereka yang diutus oleh Tuhan Yesus untuk memberitakan firman kepada kita. Karena mereka diberikan kuasa oleh Tuhan Yesus supaya orang-orang datang kepada Tuhan Yesus.

 Mari kita membaca firman Tuhan yang bukan hanya mendengarnya saja tetapi juga membacakannya, memahaminya serta merenungkannya, agar kita semakin percaya dan semakin tahu kebenaran.

5. BERDISKUSI (10-15 Menit)

A. Pertanyaan :

 Sudahkah kita mendengar dan percaya kepada Tuhan Yesus?

 Apakah kita telah menerima kebenara-kebenaran firman Tuhan yang dibagikan kepada kita selama ini?

 Atau sudahkah kita mengenal Tuhan Yesus dalam-dalam dengan membacakan firman-Nya?

6. BERDOA SYAFAAT (10-15 Menit)

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


Engkau Telah Sembuh,jangan Berbuat dosa lagi

 ENGKAU TELAH SEMBUH, JANGAN BERBUAT DOSA LAGI

(YOHANES 5:1-18)

TOPIK : Engkau Telah Sembuh, Jangan Berbuat Dosa Lagi.

TUJUAN : Mengingatkan jemaat untuk menghargai anugerah yang telah Allah berikan dengan tetap setia dan tidak meninggalkan Tuhan.

1. BERDOA

Bapa yang kami kenal di dalam nama Tuhan Yesus, kami mengucap syukur atas anugerah-Mu di dalam kehidupan kami. Pada saat ini, kami datang menghadap tahta-Mu yang kudus. Suci dan kuduskan kami, ya Bapa. Terima kasih Tuhan, kami akan memulai dan membuka ibadah kami di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa, Haleluya, Amin.

2. BERMAZMUR (10-15 MENIT)

Pujian :

Saat indah kuberhadapan dengan-Mu

Memandang wajahMu Yesus kekasih jiwaku

Bawa daku erat dalam pelukan-Mu

Menikmati kasih dan indahNyax hadirat-Mu

Reff :

Hadirat-Mu Tuhan kurasakan

Kekudusan-Mu Bapa penuhiku

Ku rindu selalu diam dalam bait-Mu

Menikmati kasih anugrah-Mu

(Cipt : Maria Shandi)

3. BACA FIRMAN

A. Teks Firman Tuhan : Yohanes 5:1-18

B. Penjelasan Firman Tuhan :

Pasal ini menceritakan bagaimana Yesus menyembuhkan seorang yang sakit lumpuh pada hari Sabat. Orang sakit tersebut telah menderita selama 38 tahun. Ia senantiasa berada di tepi kolam Betesda dengan pengharapan akan disembuhkan dari sakitnya. Pada zaman itu orang-orang disana memiliki kepercayaan apabila air kolam Betesda tersebut digoncangkan oleh malaikat Tuhan, maka orang yang menderita penyakit apapun akan sembuh jika mereka turun ke kolam tersebut. Pada suatu kali di hari sabat, datanglah Yesus dan menawarkan kesembuhan kepadanya. Ia berkata kepada Yesus bahwa tidak ada yang membawa dia ke dalam kolam itu pada saat airnya bergoncang. Yesus hanya mengatakan beberapa kata dan membuat mujizat nyata pada orang itu yang pada akhirnya orang itu bisa sembuh dari penyakit yang telah lama ia derita. Setelah Yesus menyembuhkan orang tersebut, Ia mengingatkan sesuatu kepada orang itu : “engkau telah sembuh, jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” Tuhan Yesus juga berharap, bahwa orang yang telah disembuhkan ini juga tetap setia dan mengingat kebaikan Allah dengan tidak lagi berbuat dosa. Yesus ingin orang ini bertobat dan mengikut jalan Tuhan seumur hidupnya.

Hal yang dapat kita pelajari dari penjelasan firman Tuhan diatas :

Jika ada diantara kita yang sudah lama mengalami sakit atau penderitaan, jangan pernah berhenti berharap dan teruslah meminta kepada Yesus dengan kepercayaan dan ketergantungan kepada Tuhan sampai Ia melakukan mujizat-Nya. Tuhan mampu menyembuhkan dari segala sakit penyakit, namun itu semua tergantung kepada kemauan dan kehendak Tuhan.

Jika kita mengalami mujizat dari Tuhan, kiranya kita senantiasa mengingat kebaikannya dengan tetap setia. Tuhan juga mau agar kita tidak lagi berbuat dosa seperti nasehat yang diberikan Yesus kepada orang yang sakit itu. Banyak orang saat ini bahkan sebagian orang percaya meminta belas kasihan dari Tuhan, tetapi setelah diberkati Tuhan dan sembuh, dia malah kembali kepada kehidupan yang lama dan melupakan Tuhan. Seharusnya orang percaya menghargai anugerah Tuhan melalui bersyukur, tetap setia dan taat akan Firman-Nya.

4. BERTINDAK

Cara menghargai kasih karunia atau anugerah Tuhan yaitu dengan cara Bersyukur, Rajin beribadah, Membaca firman Tuhan dan tidak lagi berbuat dosa.

5. BERDISKUSI

Pertanyaan:

1. Apakah anda pernah disembuhkan dari suatu penyakit yang sudah sangat lama anda derita?

2. Kenapa ada banyak orang percaya, setelah diberkati Tuhan atau disembuhkan dari sakit penyakit, tidak lagi setia dan justru kembali kepada kehidupan yang lama.

6. BERDOA SYAFAAT :

Pokok Doa : Gembala & Staf Gereja, Orang-orang yang sakit, untuk Gereja dan Berdoa untuk Bangsa dan Negara


Thursday, 25 March 2021

Percaya Akan Beroleh Hidup


Yohanes 4:46-54

TOPIK : Percaya Akan Beroleh Hidup.

TUJUAN : Mendorong jemaat untuk percaya sekalipun tidak melihat.

1. BERDOA

Bapa yang kami kenal di dalam nama Tuhan Yesus, kami mengucap syukur atas anugerah-Mu di dalam kehidupan kami. Pada saat ini, kami datang menghadap tahta-Mu yang kudus. Suci dan kuduskan kami, ya Bapa. Terima kasih Tuhan, kami akan memulai dan membuka ibadah kami di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa, Haleluya, Amin.

2. BERMAZMUR

Tak terbatas kuasa-Mu Tuhan

Semua dapat Kau lakukan

Apa yang kelihatan mustahil bagiku

Itu sangat mungkin bagi-Mu

Reff :

Disaat ku tak berdaya, kuasa-Mu yang sempurna

Ketika ku percaya mukjizat itu nyata

Bukan karna kekuatan namun roh-Mu ya Tuhan

Ketika ku berdoa mukjizat itu nyata

( Cipt : Natashia Nikita)

3. BACA FIRMAN

A. Teks Firman Tuhan : Baca Yohanes 4:46-54

B. Penjelasan Firman Tuhan :

Dalam kisah ini menceritakan salah satu peristiwa yang sangat penting mengenai Yesus dan iman seseorang; yaitu tentang Yesus menyembuhkan anak seorang pegawai istana di Kapernaum. Seorang pegawai istana tentulah seseorang yang penting atau seseorang yang berada (memiliki harta atau uang yang cukup). Ketika anaknya sedang sakit, tentulah dia telah berusaha untuk mengobati anaknya tersebut. Memang bagian Alkitab tidak menjelaskan semuanya secara terperinci, tetapi kita dapat membayangkan jika hal tersebut terjadi pada anak kita. pastinya pegawai ini telah memanggil tabib atau yang dikenal di masa kini ialah dokter atau orang-orang yang memiliki kepandaian dibidang kesehatan.

Dari peristiwa ini dapat dilihat bahwa anaknya tidak kunjung mengalami kesembuhan. Semua usaha yang dia lakukan untuk anak yang disayanginya itu hanyalah usaha yang sia-sia. Tetapi ia tidak berputus asa, ia masih memiliki kepercayaan bahwa anaknya pasti akan sembuh. Hal ini terlihat dari usaha yang dilakukannya ketika dia mendengar bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea. Pegawai istana ini pergi dan menemui Yesus secara langsung. Setelah dia bertemu Yesus, ia meminta supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya yang hampir mati itu. Dengan demikian dapat kita lihat usaha yang telah dilakukan pegawai istana tersebut untuk kesembuhan anaknya.

Setelah dia meminta kepada Yesus, lalu Yesus berkata kepadanya: “jika kamu tidak percaya, maka kamu tidak melihat tanda mukjizat.” Mengapa Yesus mengatakan hal yang demikian? Dari perkataan Yesus ini dapat kita pahami bahwa pegawai istana ini memiliki iman namun imannya masih belum sempurna. Darimanakah dapat diketahui bahwa iman yang dimiliki pegawai istana ini tidak sempurna? Jelas dari perkataan Yesus tadi, karena dari hal ini pegawai tersebut tidak percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan anaknya secara jarak jauh, oleh karena itu dia meminta Yesus untuk datang. Sekalipun imannya belumlah sempurna, Yesus tidak menolak permintaannya. Justru Yesus meneguhkan imannya dengan mengatakan kepadanya: “Pergilah! Anakmu hidup.” Setelah mendengar perkataan Yesus itu, pegawai ini pergi dengan percaya akan perkataan Yesus tersebut. Dan terjadilah sesuai dengan imannya, bahwa anaknya disembuhkan oleh karena kasih Yesus dan kemurahan hati-Nya terhadap pegawai yang telah menjadi percaya kepada-Nya. Iman pegawai ini semakin disempurnakan. Anak pegawai istana ini beroleh kehidupan oleh karena ayahnya percaya kepada Yesus. Iman kita kepada Tuhan Yesus juga bisa berdampak baik baik lingkungan maupun keluarga kita.

Hal yang kita Pelajari dari Cerita Firman Tuhan di atas :

1. Sebagai orang percaya harus memiliki iman kepada Tuhan, karena tanpa iman dan rasa percaya pada Tuhan tidak akan memperoleh hidup. Meskipun iman yang dimiliki seseorang tidak sempurna namun jika ia menaruh pengharapannya pada Tuhan, maka ia akan memperoleh hidup. Sama seperti yang dialami oleh pegawai istana, ia ragu karena Tuhan tidak datang untuk menemui anaknya yang sakit secara langsung, namun karena ia menaruh harapannya kepada Tuhan untuk kesembuhan anaknya, seketika itu juga anaknya mengalami mujizat.

2. Ketika memiliki masalah, harus mengandalkan Tuhan. Karena kita adalah manusia terbatas dan butuh pertolongan Tuhan, sama seperti pegawai istana mencari pertolongan Tuhan. Memang tidak dituliskan disini bahwa ia mencari pertolongan kepada yang lain, tetapi bisa saja pegawai istana tersebut sebelumnya pergi mencari pertolongan selain pada Tuhan. Tetapi dapat dilihat ketika ia mendengar bahwa bahwa Yesus datang maka seketika itu juga ia menemui Yesus untuk meminta pertolongan pada Tuhan menyembuhkan anaknya maka seketika itu juga anaknya disembuhkan. Sebagai orang percaya juga harus mengandalkan Tuhan, ketika mengalami sakit penyakit, masalah, ingat hanya satu cara ialah dengan datang kepada Tuhan melalui pergi ke Gereja dan berdoa kepada-Nya.

3. Percaya sekalipun tidak melihat. Hal yang menarik dari cerita ini adalah Yesus tidak datang mendoakan secara langsung, pada hal secara umum yang biasa dilakukan Yesus datang dan menompangkan tangan, tetapi ini tidak. Dia hanya mengatakan kepada pegawai istana pergilah anakmu hidup lalu ia percaya dan pergi dan benar anaknya hidup (Yoh. 4:50).

Kesaksian dari seorang yang bernama Sutrisno, seorang mahasiswa di Batam yang berasal dari Nias. Pada bulan 10 tahun 2020, orang tua Sutrisno sakit demam tinggi selama lima hari. Pada waktu orang tuanya menelponnya bahwa mamanya sakit, ia merasa cemas dan kuatir karena tidak bisa pulang ke rumah dikarenakan situasi covid-19. Namun hanya satu yang bisa ia lakukan ialah berdoa kepada Tuhan dengan melalui via telepon. Ia percaya pada Tuhan bahwa sekalipun berdoa melalui via telepon. Lalu keesokan harinya, keluarga Sutrisno menelpon kembali dan memberikan kabar sukacita dimana mamanya tersebut telah sembuh.

Mari percaya kepada Tuhan sekalipun tidak melihat, artinya bahwa sekalipun kita tidak bisa bertemu pada Tuhan secara langsung, tetapi percayalah kepada-Nya bahwa Ia sanggup melakukan mujizat, kesembuhan dan hal yang luar biasa dalam kehidupan setiap orang yang mengalami sakit penyakit.

4. BERTINDAK. Tindakan apa yang harus kita lakukan?

A. Mari sebagai orang percaya, bertindaklah sesuai dengan apa yang Yesus katakan melalui Firman Tuhan yang diajarkan. percayalah kepada Tuhan dan lihatlah, Tuhan akan melakukan banyak perkara yang ajaib dalam kehidupan orang-orang yang percaya kepadanya. Alamilah mujizat dan kuasa yang luar biasa di dalam Tuhan. Selain itu, hal ini juga untuk memperoleh hidup yang kekal bersama Tuhan Yesus.

B. Hal lain yang harus dilakukan ialah tetap beriman kepada Tuhan maka tiada yang mustahil karena kuasa Tuhan melebihi segalanya. Doa yang berarti meminta kepada Tuhan secara pribadi. Tuhan tahu apa yang sedang digumuli setiap orang tetapi yang Tuhan mau kita meminta langsung kepadanya melalui Doa.

5. BERDISKUSI

A. Pertanyaan :

1. Apakah anda pernah mengalami mujizat kesembuhan dari Tuhan? Ceritakan.

6. BERDOA SYAFAAT :

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.


Wednesday, 24 March 2021

Belajar Bahasa Yunani: Future Indikatif Aktif

Kami Telah Menemukan Mesias (Yohanes 1:35-51)

 


KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS

(YOHANES 1:35-51)

TOPIK : Kami Telah Menemukan Mesias

TUJUAN  : Mengajarkan jemaat untuk menjadi saksi Kristus yang membawa keluarga dan orang di sekitanya datang kepada Tuhan.

7. BERDOA 

Bapa dalam kerajaan Sorga. Terima kasih untuk anugerahMu yang luar biasa dalam kehidupan kami. Kami menyadari bahwa oleh karena kasihMu, kami masih ada sampai saat ini. Ya Tuhan, saat ini kamu mau merenungkan FirmanMu. Biarlah FirmanMu yang menerangi hati dan pikiran kami. Ajarlah kami bertumbuh, untuk lebih mengasihiMu. Sebab engkaulah Tuhan dan raja yang bertakhta dalam kehidupan kami. Dalam nama Yesus kami sudah berdoa, Haleluya, Amin.

8. BERMAZMUR 

Jiwa-jiwa yang belum mengenal kasih bapa

Mereka yang alam g'lap, mereka yang tersesat

Hati kami iba seperti hati-mu yesus

Reff :

Tuhan ini tugas kami

beri keb'ranian bagi kami

taruhlah roh yang rela melayani

dan menyenangkan hati tuhan

itu yang ku ingini.

9. BACA FIRMAN (10-15 menit)

Teks Firman Tuhan : Yohanes 1:35-51

Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 1:35-51.

Penjelasan Firman Tuhan : 

Kisah  yang baru saja kita baca merupakan kisah yang terjadi di daerah Betania. Hal ini dapat dilihat pada (Yoh. 1:28). Tepatnya dua hari setelah Yohanes membabtis Yesus. Kemudian Yesus bertemu dengan murid-murid yang pertama mengikuti Dia. Ketika membaca ayat-ayat sebelumnya, maka kita akan menemukan bahwa penulis Kitab Yohanes memperkenalkan Yesus dengan cara yang berbeda dari kitab-kitab Injil lainnya, seperti kitab Matius, Markus, dan Lukas. Apa yang berbeda? Tentu saja penggambaran Yesus sebagai Firman yang telah menjadi manusia. Penulis Yohanes menjelaskan bahwa Yesus adalah Allah yang datang dari Sorga. Ia mau dan rela menjadi manusia, untuk kita semua. Hal ini penting untuk diperhatikan, oleh karena inilah alasan terbesar sukacita yang dimiliki oleh Yohanes pembabtis.

Pada awal teks ini kita membaca bahwa Yohanes dengan kedua muridnya bertemu dengan Yesus (ay. 35). Ia mengatakan “lihatlah Anak domba Allah. (ay.36).” Hal ini bukan pertama kalinya diucapkan oleh Yohanes. Pada ayat 29, Yohanes juga mengatakan “lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa manusia.” Yohanes menunjuk Yesus sebagai Anak Alla, sebab Dialah yang akan menghapuskan dosa manusia. Hal ini didengar oleh kedua orang muridnya yang bersama-sama dengannya pada saat itu. Salah satu murid Yohanes tersebut adalah Andreas. Pada hari itu ia mengikuti Yesus dan tinggal bersama-sama dengan Dia. Andreas pasti sangat bersukacita, sebab ia telah menemukan Mesias yang sudah dinubuatkan. Namun Andreas tidak hanya menikmati sukacita itu seorang diri. Ia kemudian memberitahu Petrus yang juga adalah saudaranya sendiri. Andreas mengatakan “kami telah menemukan Mesias” kemudian ia membawanya kepada Yesus, dan sejak saat itu Petrus juga menjadi pengikut Yesus.

Kisah ini tidak berhenti sampai disini saja. Rupanya pada keesokan harinya lagi, Yesus bersama dengan Andreas dan Petrus berangkat ke Galilea. Mereka bertemu dengan Filipus. Yesus mengajak Filipus untuk ikut bersama-sama dengannya. Memang tidak dijelaskan apakah Andreas atau Petrus berbicara terlebih dahulu dengan Filipus sebelum ia diajak oleh Yesus. Namun pada ayat 44 dituliskan bahwa Filipus berasal dari daerah yang sama dengan mereka. Besar kemungkinan bahwa Andreas dan Petrus lebih dahulu memberitahukan kabar sukacita tersebut kepada Filipus, bahwa Yesus adalah Mesias. Kemudian, barulah Yesus memanggil Filipus untuk ikut bersamanya. Setelah itu apa yang terjadi? Rupanya ketika menjadi pengikut Yesus, Filipus juga rindu membagikan kabar sukcita tersebut kepada orang lain lagi, namanya adalah Natanael. Sekalipun sempat ragu, pada akhirnya Natanael juga menjadi pengikut Yesus.

Renungan 

Dari kisah ini kita belajar bahwa kabar sukacita tentang Yesus Kristus harus dibagikan juga kepada orang lain. Secara khusus kepada keluarga dan tetangga-tetangga kita yang belum mengenal Yesus. Sama seperti yang dilakukan oleh Andreas, ia memberitahukan tentang Yesus kepada Petrus. Kemungkinan besar juga, Ia memberitahukannya kepada Filipus yang berasal dari kota yang sama dengannya. Bagaimana dengan bapak ibu saudara? Apakah bapak ibu saudara sudah menjadi saksi bagi keluarga dan orang di sekitar bapak ibu. Mungkin bapak ibu mengatakan bahwa itu tugasnya hamba Tuhan, atau saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada keluarga saya. Kita bisa memulai hal ini dengan bercerita tentang apa yang terjadi dengan kehidupan kita, bagaimana Tuhan itu baik dalam kehidupan kita.

Ilustrasi

Ada salah satu warung terkenal di daerah Pekalongan yang sebenarnya jauh dari perkotaan alias berada di desa. Warung makan ini, memang kelihatan biasa saja dari segi bangunannya. Sama seperti warung-warung pada umumnya. Hanya saja yang membuat warung tersebut terkenal, adalah harga yang murah. Menariknya lagi di tempat tersebut, kita bisa mengambil makanan apa saja di dapur dan nanti saat bayar baru disebutkan makanan apa saja yang sudah diambil. Cara ini memang beresiko karena yang dibutuhkan adalah kejujuran dari pelanggannya. Namun ternyata strategi pemasaran ini cukup berhasil di daerah jawa. Selain strategi pemasarannya, ada satu lagi rahasia kesuksesan warung ini. Rupanya warung ini begitu terkenal hanya melalui pembicaraan dari mulut ke mulut. Dengan hal ini, maka warung tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk mengiklankan masakannya tersebut. Seperti ini jugalah gambaran yang bisa kita lakukan. Dengan kita menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang lain dan juga hidup kita menjadi berkat maka secara tidak langsung, orang lain dapat melihat gambaran Yesus melalui kehidupan kita.


10. BERTINDAK ( 5 – 10 menit )

Kesaksian : pada tahun kedua saya kuliah, tepatnya tahun 2018 lalu saya dipercayakan untuk melayani di salah satu gereja di daerah Batam. Setiap hari jumat sampai minggu kami pergi pelayanan untuk melakukan program-program Gereja seperti feeding program, kaum muda, dan ibadah umum. Saya masih ingat, pada waktu itu kami pulang ke asrama dengan menaiki transportasi umum (minibus). Di samping saya duduk laki-laki yang tidak saya kenal sebelumnya. Karena merasa bosan, akhirnya kami bercakap-cakap. Sampai akhirnya saya menceritakan tentang Yesus kepadanya. Memang tidak lama, tetapi saya merasakan sukacita yang besar karena boleh memperkenalkan Yesus kepada orang yang berbeda agama. Bapak ibu tidak harus melakukan seperti yang saya lakukan. Bapak ibu bisa melakukannya dengan cara yang lain, yang terpenting adalah memberitakan kabar sukacita tersebut kepada orang lain

11. BERDISKUSI 

Pertanyaan : apakah bapak dan ibu memiliki pengalaman bersaksi tentang Yesus kepada orang lain?

12. BERDOA SYAFAAT

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus






Tuesday, 23 March 2021

Tetaplah Menjadi Terang

 LANGKAH IBADAH SEJATI 

(BERDOA, BERMAZMUR,  BACA FIRMAN, BERTINDAK, BERDISKUSI, BERDOA SYAFAAT)


TETAPLAH MENJADI TERANG

(YOHANES 1:1-18)


TOPIK : Tetaplah Jadi Terang dan Saksi bagi semua orang

TUJUAN  : Mengajarkan kepada jemaat bahwa Yesus adalah terang yang datang ke dalam dunia  dan Ia mau kita menjadi saksi kepada semua orang.  Dengan kesaksian itu orang-orang bisa datang kepada Yesus.


1. BERDOA 

Bapa di dalam kerajaan sorga kami datang kembali kepada-Mu mengucap syukur atas segala sesuatu yang luar biasa yang telah Engkau berikan kepada kami anak-anakMu. Kini kami akan memulai persekutuan doa kami, biarlah hadiratMu menjadi bagian kami pada saat ini. Hanya dalam nama Yesus kami berdoa haleluya amin.

2. BERMAZMUR 

 

Ku bawa hidupku skarang

Ke tempat kudusMu Tuhan

Di mezbahMu kuserahkan seluruh hidupku

Kubawa hatiku skarang

Dengan urapan yang baru

Agar aku lebih lagi mendengar suaraMu

Reff:

Jadikan aku Tuhan rumah doaMu

Agar sgenap suku bangsa datang menyembahMu (2X 


3. BACA FIRMAN (10-15 menit)

Teks Firman Tuhan : Yohanes 1:1-18

Bacalah firman Tuhan dari Yohanes 1:1-18

A. Penjelasan Firman Tuhan : Tetaplah Jadi Terang dan Saksi bagi semua orang

Dari kebenaran fiman Tuhan ini, menceritakan tentang Yohanes yang mengawali Injil-Nya dengan menyebut Yesus sebagai “Firman itu”. Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai sabda Allah yang secara pribadi  menunjukkan bahwa pada zaman ini  Allah akan berbicara kepada manusia melalui anakNya yang tunggal.  Dalam firman Tuhan ini menyatakan bahwa Yesus Kristus sebagai “Allah yang rela menjadi manusia” dan pernyataan sempurna tetang sifat dan kepribadian Allah.  Sebagaimana ucapan seseorang menunjukkan pada hati dan pikirannya bahwa “firman itu” menyatakan hati dan pikiran Allah. 

Dalam kisah teks Yohanes 1:1-18 adalah kisah dimana Yohanes bersaksi tentang Yesus Krisus, dimana Dia adalah putra Allah yang tunggal, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang akan menyatakan segala kuasa dan kebesaran Allah yang begitu mulia.  Segala sesuatu dijadikan oleh Yesus, dan Dia adalah terang itu. Dari firman Tuhan yang disaksikan oleh Yohanes ini sendiri, kita dapat memahami bahwa Firman yang kita ketahui selama ini adalah Firman yang hidup. Yesus adalah Allah yang maha besar, maha mulia, dan agung. Namun ia mau dan rela menjadi manusia yang terbatas, agar semua orang dapat diselematkan. Yohanes menuliskan kisah ini supaya kita tahu pada saat ini firman itu adalah dari Allah sendiri yang menyatakan secara langsung kepada semua umatNya, yang percaya kepadaNya.

Renungan

Dari kisah kesaksian Yohanes ini diceritakan di atas memberikan pertanyaan kepada kita, apakah kita telah menjadi saksi atau tidak? Mari kita renungkan kepada diri kita masing-masing dari setiap apa yang kita lakukan.  Dari kesaksian ini, kita harus hidup sesuai apa yang telah difirmankan Allah kepada kita semua serta melakukannya. Tetap beriman kepada Tuhan, tetap tekun membaca firman dan merenungkan firman Tuhan sehingga hidupnya tetap menjadi saksi dan terang bagi setiap orang yang ada di sekelilingnya sampai Tuhan datang ke dunia.  

Bapa ibu yang terkasih di dalam Tuhan, menjadi saksi Tuhan kita dapat menjadi berkat dan terang bagi mereka yang belum mengenal Allah.  Oleh karena itu, kita sebagai orang percaya jangan pernah ragu atau merasa tidak pantas untuk bersaksi, namun satu yang harus kita ketahui bahwa Tuhan tidak pernah pilih kasih dan memilih-milih siapa yang menjadi saksinya, karena setiap orang bisa mejadi saksi dan terang untuk semua orang asalkan kita tulus untuk melakukannya. 

Ilustrasi 

Ada sebuah rumah makan yang terletak di daerah pinggiran yang hampir menutup usahanya karena kurangnya pelanggan. Memang tempat tersebut sulit untuk dijangkau, dan kurangnya promosi oleh karena ketidaktahuan pemiliknya menggunakan media sosial. Sehari sebelum mereka memutuskan untuk menutup usahanya, datanglah seorang yang tidak dikenal. Orang tersebut memesan makanan spesial dari rumah makan tersebut. ternyata pria tersebut sangat menggemari masakan dari rumah makan itu. Ketika pria ini bertanya, jam berapa biasanya rumah makan ini dibuka. Pemilik itupun mengatakan bahwa rumah makan ini akan ditutup. Karena pria ini tidak mau rumah makan tersebut tutup, ia kemudian mengambil beberapa gambar dan memberi tahu teman-temannya tentang rumah makan ini. Teman-temannya juga datang berkunjung dan menyukai tempat itu. Singkat cerita karena rumah makan itu tidak jadi tutup oleh karena ada seseorang yang mempromosikan rumah makan itu dengan cara berbagi di media sosial dan menceritakan kepada orang-orang lain. Demikian juga dengan menjadi saksi. Kita menceritakan kepada orang lain kebaikan Tuhan, sehingga semua orang dapat mengalami Tuhan.


4. BERTINDAK ( 5 – 10 menit )

Kesaksian : 

Shalom bapak ibu yang terkasih saya sedikit bersaksi kepada bapa ibu mengenai pertolongan Tuhan di dalam hidup saya. Kasih yang mengubah hati saya pada saat saya masih duduk di bangku sekolah SMK. Pada waktu itu, saya menuju ke rumah saya mengunakan motor, dan entah kenapa kepala saya itu tiba-tiba berat sekali dan saya mulai merasa pusing dan gelap. Saya  tidak  mengetahui apa yang terjadi, dan setelah saya sadar saya melihat darah masih menempel di kepala saya dan seorang teman saya yang menjenguk saya di rumah sakit menceritakan apa yang terjadi mengenai saya. Ternyata pada waktu itu,  saya itu mau di lindas oleh mobil truk pengangkut pasir dan dengan pertolongan Tuhan, truk yang mau menabrak saya itu langsung menahan rem dengan dengan kencang. orang-orang yang melihat kejadian itu mengatakan bahwa pasti saya tidak akan selamat. Saya melihat begitu besar pertolongan Tuhan kepada saya dan bila saya ingat lagi Allah yang luar biasa itu memberikan kepada saya kesempatan unuk menikmati berkat yang melimpah dan bersukacita oleh anugerahNya. Hal inilah yang saya ceritakan kepada-orang lain di Gereja saya, agar mereka juga percaya dan mengalami kuasa Allah.


5. BERDISKUSI ( 10 – 15 menit )

Pertanyaan : apakah bapak dan ibu pernah bersaksi tentang Yesus kepada orang lain?


6. BERDOA SYAFAAT ( 5 -10 Menit)

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.


Monday, 22 March 2021

Manusia dalam Tulisan Paulus

Oleh Yakin Mulia Daeli

Pendahuluan

 Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi, yang mana adalah ciptaan yang mulia karena ia segambar dan serupa dengan Allah dan yang lebih istemewanya lagi adalah ditebus oleh Yesus. Namun dalam keistemawaan seorang manusia terdapat banyak hal yang dilakukan manusia yang bertentangan dengan Allah.

 Ada beberapa hal yang dibahas Paulus dalam tulisannya, salah satunya adalah tentang manusia. Paulus memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan manusia seperti, dari mana manusia berasal, kecenderungan manusia itu seperti apa, dan masih ada hal-hal lain yang dibahas mengenai manusia.

 Dalam makalah ini, penulis akan memaparkan hal-hal yang berkenaan dengan manusia yang disampaikan Paulus dalam tulisannya.

Manusia dalam tulisan Paulus

Manusia

Manusia adalah ciptaan Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama berasal dari Allah (1 Kor. 11:12). Allah menciptakan manusia pertama yang mana berasal dari debu dan tanah (1 Kor.15:47) “Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga”. Manusia memiliki tubuh jasmani (fisik), memiliki jiwa dan Roh (1 Tesalonika 5:23). Manusia juga makhluk yang mampu untuk berpikir, dalam Ibrani 4:12 menjelaskan secara implisit bahwa manusia memiliki pikiran dan hati, dimana mampu untuk berpikir dan mempertimbangkan sesuatu. Dalam hal ini jelas diketahui bahwa manusia memiliki kehendaknya, mausia bukan robot yang mana tidak memiliki pilihan untuk bertindak dalam hidupnya.

Roma 8:29. Pada awalnya Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan-Nya, namun manusia pertama yang mewakili seluruh manusia telah jatuh dalam dosa sehingga manusia gagal mencapai tujuan awal dari rencana Allah. Namun ketika adam yang kedua datang ke dunia yaitu Yesus Kristus, Ia memperbaiki yang telah rusak yang diakibatkan oleh manusia itu sendiri dan Yesus telah mencapai kesempurnaan itu sehingga Ia menjadi pokok keselamatan bagi semua manusia. 2 Korintus 3:18 “dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak terselubung . Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya dalam kemuliaan yang semakin besar”.

Natur manusia

Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah, dan mereka adalah ciptaan pertama yang mewakili seluruh manusia, sehingga ketika mereka melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang ada ditengah taman Eden, mereka telah jatuh dalam dosa dan seluruh keturunannya juga demikian. Sejak kejatuhan manusia pertama dalam dosa, hal ini membuat seluruh keturunanya juga berdosa sehingga manusia memiliki kecenderungan hidup dalam dosa, karena manusia ciptaan Allah yang mulia telah tercemar oleh dosa. Manusia telah berdosa bahkan menjadi budak dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Rm 3:23; 6:6, 16, 20). Paulus dalam tulisannya menjelaskan manusia pada saat itu yang hidup dalam kefasikan dan kelaliman. Berbagai kejahatan dilakukan, manusia menindas kebenaran dengan kelaliman (Rm 1:18), melakukan penyembahan berhala dengan menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana dan dengan binatang (Rm 1:23), menghakimi orang lain, namun pada saat yang sama tanpa disadari mereka juga sedang menghakimi diri mereka sendiri karena mereka juga melakukan hal yang sama (Rm 2:1,3), tidak ada manusia yang benar, semua pembohong (Rm 3:4), karena kebenaran hanya milik Allah (Rm. 3:4).

 Paulus sendiri mengakui keberdosaannya sebagai manusia, Roma 7:24-25 “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita”. Namun ini adalah pengalaman singkat pertobatannya, dimana Allah telah menyelamatkannya, melepaskannya dari tubuh maut yang dulunya menjadi budak dari dosa. Hal ini menunjukkan manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa.

Manusia dibenarkan

Tetapi sekarang manusia telah dimerdekakan dan menjadi hamba kebenaran (Rm 6:18) “kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran”. Dalam tulisan Paulus menjelaskan bahwa oleh karena kasih karunia manusia telah diselamatkan oleh iman dan itu bukanlah karena perbuatan baik atau hasil usaha-usaha yang dilakukan oleh manusia itu sendiri, tetapi itu adalah pemberian Allah (Ef. 2:8). Allah memberikannya kepada manusia secara cuma-cuma dengan tujuan supaya manusia diselamatkan. Karena kasih dan kemurhaan Allah manusia diselamatkan. Begitu juga manusia yang tidak memiliki kasih ia bukan apa-apa. 1 Kor. 13:1 “sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing”. Sekalipun seseorang memiliki pengetahuan yang luas, mengetahui segala rahasia tetapi jika ia tidak memiliki kasih, itu sama sekali tidak berguna. Sebab yang tercakup dalam hukum taurat juga adalah kasih, mengasihi Allah dan juga sesamanya manusia.

Manusia lama dan manusia baru

 Paulus menyebut mengenai manusia lama dan manusia baru. Dalam tulisannya, Paulus menjelaskan seperti apa keadaan manusia lama dan manusia baru. Manusia lama adalah seorang yang tidak mengenal Allah, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, memiliki kedegilan hati, hidup dalam pengertiannya sendiri yang gelap, menyerahkan diri terhadap hawa nafsu dan mengerjakan segala macam keserakahan dan kecemaran, kehendak dan pikiran-pikirannya yang terikat terhadap dunia sehingga membuat manusia hidup melakukan apa yang jahat. Seperti ini adalah gambar keadaan hidup manusia lama, untuk itu ketika seorang manusia mengatakan bahwa ia telah bertobat namun cara hidupnya seperti uraian di atas, maka sudah tentu manusia tersebut masih belum bertobat, karena orang yang sudah bertobat akan mengalami transformasi dalam hidupnya.

 Sebagai manusia baru memiliki suatu tindakan yang perlu dilakukan yaitu menanggalkan manusia lama dan hidup dalam kebenaran Kistus. Maksudnya menanggalkan manusia lama yaitu tidak hidup dalam cara-cara atau keadaan seperti seorang yang tidak mengenal Kritstus, yang jauh dari persekutuan dengan Allah. Hidupnya akan mengalami transformasi atau diperbaharui baik dalam roh maupun pikiran (Ef. 4:22, 23; Kol. 3:9). Hidup dalam kekudusan (1 Tes. 4:7), memiliki kasih seperti Allah yang telah mengasihi umat-Nya dan hidupnya memuliakan Allah (1 Kor. 6:20). Jadi dari hal ini memperlihatkan secara jelas perbedaan antara kehidupan orang yang tidak mengenal Allah (manusia lama) dengan kehidupan orang yang mengenal Allah (manusia baru atau orang yang sudah menerima Kristus secara utuh dalam hidupnya).

Kesimpulan

 Paulus mengakui bahwa manusia adalah mahkluk yang memiliki natur atau kecenderungan untuk melakukan dosa dan bahkan telah menjadi budak dosa. Untuk itu manusia membuthkan Sang Pembebas yaitu Yesus Kristus, yang mana oleh karena kasih karunia manusia diselamatkan oleh iman dan itu bukan hasil usaha manusia itu sendiri melainkan pemberian Allah. Manusia yang telah menerima keselamatan dari Allah, hidupnya akan mengalami perubahan, baik dalam karakter, sifat, hati, semua aspek yang berkaitan dengan kehidupannya.


Sunday, 24 January 2021

ALLAH YANG BERKUASA BUKAN MANUSIA

Cinta Sejatiku ..: ALLAH YANG BERKUASA BUKAN MANUSIA:  ALLAH YANG BERKUASA BUKAN MANUSIA (KELUARAN 9:1-34)    By: PARDOMUAN MARBUN M.Th     Berbicara mengenai penguasa atau yang berkuasa sering ...

Wednesday, 6 May 2020

Kemahakuasaan Allah

Frengki
KADALAM
 KITAB KEJADIAN PASAL 1:26-28
Pendahuluan
 Dalam kamus KBBI kata “Mahakuasa”  diartikan dalam dua hal pertama teramat kuasa; dan kedua teramat besar kuasanya (Allah). Dalam pengertian yang diberikan juga kata ini diperuntukan bagi Allah . Kemahakuasaan Allah seperti yang diketahui oleh orang-orang pada umumnya bahwa Allah memperkenalkan dirinya dengan beberapa hal-hal tersebut.  Dengan aribut-atribut Allah yang dimaksud dalam hal ini ialah Allah maha tahu,Allah maha adil, allah mahakuasa, Allah maha pengasih, Allah maha hadir dan masih banyak yang  lagi.  Pada karya tulisan ini penulis ingin memahami dengan didasari oleh penelitian terhadap atribut Allah yang maha kuasa yang terdapat dalam kejadian 1:26-28.  Adapun tujuan penulis lebih jelas untuk memahami definisi serta rangkaian yang terhubung kepada Atribut Allah sebagai maha kuasa. Kemahakuasaan di sini bukanlah sekedar  pengertian umum, tetapi mempunyai isi yang terwujud yaitu hubungan dengan perbuatan-perbuatan Allah di dalam sejarah keselamatan.
Kemahakuasaan Allah Menurut Kitab kejadian 1:26-28
Dalam Kejadian 1 : 26 -28  tertulis : Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar  dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya,  menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah  banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas  ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. "”
Dalam teks diatas Allah dinyatakan sebagai satu-satunya Tuhan dan Raja atas Alam semesta.  Sebagai Allah yang mahakuasa Dia menciptakan segala sesuatu melalui Firman-Nya.  hal ini diperlihatkan sewaktu Ia menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dalam kejadian Pasal satu. Dalam pasal satu juga, puncak aktivitas kreatif allah adalah penciptaan Manusia, yaitu laki-laki dan perempuan,dalam kej. 1:27 .  Dengan demikian kemahakuasaan Allah yang pertama diperlihatkan melalui penciptaan langit dan bumi dan puncaknya adalah penciptaan manusia.
Allah yang mahakuasa (El-shaddai) adalah salah satu nama yang paling umum untuk Allah dalam kitab Ayub (terdapat 31 kali ), dan 8 kali terdapat dalam pentateukh dan juga El shaddai dapat berarti “Allah gunung,” dalam bahasa akad. Maksudnya disini adalah Allah yang berkuasa terhadap gunung-gunung yang sudah ada berabad-abad sebelumnya.  Gunung-gunung juga ciptaan lainnya menunjukan kemahakuasaan Allah yang tiada taranya.
Dalam kejadian 1:28 “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Selain kemahakuasaan Allah menciptakan segala sesuatu, hal ini juga terihat ketika ia memberkati manusia, memberikan mandat kepada mereka.  Allah sangat mengasihi ciptaan-Nya, terlebih manusia sebagai puncak dari karyanya, itu sebabnya Ia memberkati mereka. 
Manusia sebagai gambar Allah diciptakan untuk mewakili Allah sendiri sebagai penguasa tertinggi atas semua ciptaan.ini merupakan berkat yang diberikan Allah kepada manusia.  Hal ini menunjukan kemahakuasaan Allah, dimana ia dapat memberkati dan juga menunjuk wakilnya sebagai penguasa di bumi. Berkat ini harus di jalankan oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya sebagai tanda ucapan syukur atas kemahakuasaan yang di tunjukan Allah.
Hubungan kemahankuasaan Allah dengan keterbatasan Manusia
Dari bahasan di atas dapat diketahui kemahakuasaan Allah pertama terlihat dari ciptaan-Nya. Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya.  Kata kerja “menciptakan” (bara) terdapat lima kali dalam kejadian 1(ay. 21,27), dan lima kali di antara kejadian 2:4 dan 6:7 dimana Allah selalu menjadi subyek dari kata kerja ini, dan tidak pernah disebut adanya bahan yang digunakan ketika Allah menciptakan sesuatu. Namun berbeda ketika Ia menciptakan manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya ( Kej. 2:7). Secara logika hal itu tidak mungkin dilakukan tetapi mungkin bagi Allah.
Hal ini sangat berbeda dengan kemampuan manusia.  Ketika Manusia menciptakan benda apapun, tentunya memerlukan bahan dasar untuk membuatnya.  Sebagai contoh ketika membuat meja dan kursi tentunya memerlukan kayu sebagai bahan dasarnya.  Demikian juga dengan semua ciptaan manusia lainnya.  Manusia tidak dapat membuat seperti yang dilakukan Allah yang hanya melalui perkataan serta bahan dasar yang tidak mungkin secara logika.
Ketika allah menciptakan manusia ia memberkati mereka dengan mandat yang ditugaskan bagi mereka.  Namun Allah tidak lepas kendali, ia mengawasi ciptaan-Nya serta mencukupi setiap keperluannya.  Dalam kisah selanjutnya terlihat Allah memberikan hujan, memberikan segala tumbuhan yang berbiji sebagai makanan, serta meletakan mereka di Taman eden dimana Allah mengucupkan segala keperluan mereka.  Bukan hanya itu ia mau agar ciptaaan-Nya memiliki relasi dengan-Nya. Manusia ketika menciptakan sesuatu, belum tentu mengawasi semua ciptaanmya dan berharap ada relasi dari ciptaan tersebut.   Sebagai contoh pembuat ponsel belum tentu mengenali ciptaannya dan mengetahui apa yang  paling di perlukan oleh setiap  ponsel ciptaannya.
Relevansi kemahakuasaan Allah bagi kehidupan masa kini
Dari kejadian 1:26-28 dapat diketahui bahwa kemahakuasaan Allah terlihat dari bagaimana ia menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada.  Sebagai manusia harusnya berterimaksih atas apa yang Allah perbuat dan juga menghargai ciptaan Allah.   Contoh sederhana adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan, dan menghargai satu sama lain. 
Selain itu kemahakuasaan Allah juga terlihat dimana ia memberkati manusia sebagai puncak dari ciptaan-Nya.  Ia juga tidak hanya menciptakan manusia dan membiarkan begitu saja tetapi ia mengawasi,mencukupi dan mengetahui apayang  paling diperlukan oleh ciptaan-Nya dan ia juga ia mau memiliki relasi dengan ciptaan-Nya.  Dengan demikian Allah yang mahakuasa bekerja dalam  kehidupan manusia bukan hanya pada waktu itu, tetapi sampai saat ini.
Kesimpulan
Kemahakuasaan Allah yang terlihat di kej. 1:26-28 terdiri dari dua bagian besar.  Pertama kemahakuasaan Allah di tunjukan melalui cara Dia menciptakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada.  Ia adalah pencipta langit dan bumi serta segala isinya dan puncak karya Allah Adalah penciptaan manusia.  Kedua, kemahakuasaan Allah juga diperlihatkan bagaimana Allah memberkati ciptaan-Nya (manusia) dan berkat itu harus disyukuri oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya,  Selain itu Ia juga ia mengawasi,mencukupi dan mengetahui apayang  paling diperlukan oleh ciptaan-Nya dan ia juga ia mau memiliki relasi dengan ciptaan-Nya. 


DAFTAR PUSTAKA

Green, Dennis.  Pembimbing Pada Pengenalan Perjanjian Lama.  Malang:Gandum Mas,2004.
Niktrik G.C.Van dan B.J Boland.  Dokmatik Masa Kini. Jakarta: Bpk Gunung Mulia,2008.
Wolf,  Herbert.  Pengenalan Pentateukh.  Malang:Gandum Mas,2004.
Zuck Roy B.  A Biblical Theologi Of The Old Testament.  Diterjemahkan Oleh Suhadi Yeremia.  Malang:Gandum Mas, 2005.

Monday, 4 May 2020

MAKNA KENAIKAN YESUS #MATIUS 28:16-20

MAKNA KENAIKAN YESUS.
MATIUS 28:16-20

                  Shalom bapa ibu, saudara, puji Tuhan kita dapat berkumpul malam hari ini, semua karena kasih dan kebaikan Tuhan tentunya. Bapak ibu, saudara malam ini renungan kita berjudul Makna Kenaikan Yesus yang diambil dari Teks Matius 28:16-20. Mari kita buka Alkitab kita dan baca bersama-sama.
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
8:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

            Bapak ibu Saudara firman yang baru kita baca adalah cerita dimana Tuhan Yesus akan naik ke surga.  Dalam cerita firman ini ada beberapa bagian penting yang menjadi perhatian kita yaitu:

1.         Yesus Berkuasa atas Segala sesuatu.
Dalam ayat 18 dikatakan bahwa Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi
Melalui perkataan Yesus ini, Dia sedang menyatakan sekaligus mengingatkan murid-muridNya bahwa Ia adalah TUHAN.  Yesus sedang menyatakan keALLAhaNya. Oleh karena itu Yesus mengatakan Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi.  Hal ini berarti Yesus adalah berkuasa atas segalanya. Yesus pemilik kekuasaan atas sorga maupun bumi.  Yesus adalah Tuhan.  Bapak ibu saudara ketika kita sudah tahu dan mengerti bahwa Yesus adalah Tuhan, Yesus adalah penguasa atas segala sesuatu,maka kita dituntut percaya dan menyembah Dia.  Selain itu kita juga patut untuk menyerahkan segala sesuatu yang sedang kita alami, baik itu sakit, pekerjaan, keluarga, usaha, pendidikan anak2 kita, apapun kita dapat menyerahkannya kepada Tuhan Yesus.  Tuhan Yesus berkuasa atas segala sesuatu, Yesus berkuasa atas penyakit, Yesus berkuasa untuk mnyembuhkan kita, Yesus berkuasa untuk mencukupkan kebetuhan kita, Yesus berkuasa menolong kita, Yesus berkuasa untuk menghibur kita, Yesus berkuasa memulihkan kita. Yesus berkuasa atas segala sesuatu.

2.         Yesus Memerintahkan Kita untuk Pergi
         Dalam ayat 19-20a dikatakan  bahwa Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. 
Dalam bagian ini kita diberi perintah untuk pergi.  Perintah untuk pergi ini didasarkan oleh kuasa yang dimiliki oleh Yesus. Oleh karena Yesus adalah Tuhan pemilik kuasa di bumi dan di sorga, maka kita diberi perintah. Semua orang percaya diperintahkan untuk pergi memberitakan Injil kepada semua orang, kepada istri, kepada suami, kepada anak2, kepada tetangga bahkan kepada bangsa2.  Perintah untuk memberitakan injil, membaptis dan mengajar firman Tuhan kepada semua orang menjadi Tanggung Jawab kita jemaat TUhan.  Oleh karena itu bapa, ibu saudara mari kita mulai melakukan perintah Yesus ini. Mari kita mulai sekarang membritakan Injil, mari jadikan hidup Kita berita Injil bagi semua orang.
3.         Yesus Menyertai Kita sampai Akhir Zaman.
Dalam ayat 20 b, dikatakan bahwa Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Dalam bagian ini Yesus sedang mengingatkan murid-muridNya bahwa sekalipun Yesus pergi naik ke surga, tetapi kehadiranNya tetap ada.  Hal ini menyangkut ke Tuhanan dari Yesus, bahwa Yesus Tuhan, dimana Tuhan itu maha hadir.  Oleh karena itu sepanjang masa dalam kehidupan murid-murid Yesus berjanji bahwa Ia akan menyertai mereka sampai selama-lamanya.  Bapa ibu saudara, perintah untuk pergi dan memberitakan Injil tidak diberikan tanpa ada jaminan.  Perkataan Tuhan Yesus bahwaketahuilah aku menyertai kamu sampai Akhir Zaman, adalah jaminan bagi kita bahwa kita tidak seorang diri, tetapi ada Yesus bersama-sama dengan Kita. Ada Yesus berjalan bersama kita, ada Yesus yang memperhatikan kita, ada Yesus yang akan menolong kita, ada Yesus yang Peduli terhadap kita, ada Yesus yang tahu kebutuhan kita, ada Yesus yang tahu apa yang kita perlukan, Ada Yesus di setiap jalan kita.  Oleh karena itu bapak, ibu saudara, jangan pernah takut, jangan gentar, dan jangan bimbang melakukan perintah Tuhan/melakukan Firman Tuhan, Ingat Ada Yesus menyertai kita.

Demikian lah renungan kita mala mini, kiranya kita semua diberkati oleh Tuhan dan kita menjadi pelaku-pelaku Firman. Amin. Mari kita berdoa.
 Doa Penutup:
Bapa di sorga, kami bersyukur buat FirmanMu, mengajar kami bahwa Engkaulah Yesus Tuhan penguasa segalaNya.  Oleh karena itu kami mempercayai Engkau berdaulat atas hidup kami.  Kami berdoa kiranya Roh Kudus memberikan kami kekuatan untuk menjadi pelaku-pelaku firmanMu.  Berkati setiap kami ya Tuhan, berkati keluarga kami, anak-anak kami, pekerjaan kami, masa depan kami. Terimakasih Tuhan. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Wednesday, 29 April 2020

PLEASE JANGAN LEBAY/JANGAN BERSUNGUT SUNGUT.

Iman yang mengalahkan Dunia

                        IMAN YANG MENGALAHKAN DUNIA
                                              (Roma 8:31)

  "Sebab itu, apa yang kita katakan tentang semuanya itu? jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"



Saturday, 28 March 2020

Jangan Takut Tuhan Menyertai!


Shalom bapak ibu saudara semuanya jemaat GSJA BETHESDA MINISTRY Yang dikasihi Tuhan. Selamat Pagi  salam sejahtera untuk kita semuanya. Bapak ibu saudara yang terkasih sebelum kita melakukan segala aktifitas mari kita terlebih dahulu merenungkan firman Tuhan untuk menuntun kita, mengajar, memimpin dan memberikan hikmat serta mengarahkan kita atas apa yang akan kita kerjakan lakukan sepanjang hari ini. 
Mari kita berdoa terlebih dahulu,
Bapa disorga kami bersyukur Tuhan atas kasihMu dan kebaikanMu,pagi hari ini kami kembali bangun dengan sehat dan sukacita.  Bapa sebelum kami melakukan segala aktifitas kami, sebelum kami melakukan pekerjaan kami,  kami mau Engkau menuntun kami melalui firmanMu sepanjang hari ini
dan mengajar kami serta memberikan kami hikmat  dan menyertai kami di dalam segala aktifitas kami. Terimakasih Tuhan kami merenungkan firmanMu, Berbicaralah bagi Kami semuanya, Dalam Nama Yesus Amin.
Bapa ibu saudara, Firman Tuhan yang akan kita renungkan pagi ini ada dalam teks  Ulangan 31:6.
Mari kita baca.
Ulangan 31:6 (TB)  Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Bapak ibu Saudara jemaat bethesda Ministry, Firman Tuhan pagi Ini mengingatkan kepada kita untuk tidak takut dan tidak gemetar karena keadaan yang terjadi saat ini. Jangan takut dan jngan gemetar karena corona . Jangan takut dan jangan gemetar karena situasi yang ada saat ini, jangan takut karena masalah. Kita tidak takut karena Allah berjanji bahwa Allah menyertai kita.  Dengan jelas dikatakan dalam ayat tadi bahwa  Jangan takut dan gemetar SEBAB TUHAN , Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Hal yang ingin kita pegang teguh dri Firman ini adalah mari meneguhkan  dan menguatkan Hati/ iman kita Bahwa Tuhan Allah kita menyertai.
Tuhan menyertai Kita dalam segala keadaan, Tuhan menyertai kita dalam masa masa sulit karena korona ini. Tuhan menyertai kita semua di manapun kita berada. Tuhan tidak akan membiarkan kita, Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Oleh karena itu bapa ibu saudara semuanya sekali lagi Firman Tuhan tegaskan JangaN Takut dan gemetar, Tuhan menyertai kita, Tuhan menyertai Kita.
Mari kita Berdoa, Bapak disorga terimakasih buat FirmanMu yang mengajar dan mengingatkan kami untuk tidak Takut akan apa yang terjadi saat ini, Karena Engkau Tuhan Yang menyertai Kami. Bapa hamba Berdoa untuk semua jemaat Mu sekiranya ada diantara mereka yang sedang takut dan gemetar karena situasi korona ini, biarlah Roh Mu berbicara bagi jemaatMu bethesda bahwa Engkau ada bersama sama dengan mereka, Tuhan ada menyertai JemaatMu. Terimakasih Tuhan,  Hamba percaya ketika engkau menyertai JemaatMu, maka Perlindungan Tuhan ada atas kami, Keselamatan Tuhan ada atas kami, Berkat Tuhan ada atas kami. Terpujilah namaMu Tuhan, Dalam Nama Yesus Kami Berdoa. Amin.
Demikianlah renungan kita pagi ini bapak ibu saudara.
Selamat pagi Selamat beraktifitas untuk kita Semua, Tuhan memberkati Kita Semua. Shalom.