Friday, 2 April 2021

Tinggal di Dalam Terang

YOHANES 12:44-50

1.Berdoa

Bapa kami mengucap syukur atas berkat dan anugerah yang kau berikan kepadaa kami. Terimakasih karena kassih-Mu kami dapat berkumpul ditempat ini untuk memuji memuliakan namun serta mendengarkan firman-Mu. Tuhan berkati ibadah kami dari awal, pertengahan hingga selesai. Kiranya engkau hadir dan memberkati setaip orang yang bekumpul ditempat ini. Dalam nama-Mu kami membuka ibadah kami. Haleluya, Amin.

2.Pujian:

LEBIH DARI NAFASKU

Cipt: Jacqlien celosse

Bapa Pegang Tanganku

Aku Rindu Saat Teduh Bersamamu

Dekap Aku Dalam Hangat Naunganmu

Bawa Hidupku Padamu

Masuk Dalam Altarmu Yang Kudus

Bapa Pegang Tanganku

Aku Rindu Tinggal Di Dalam Hatimu

Engkau Terang

Yang Membuatku Melihat

Melihat Jauh Ke Dalam

Kebenaran-Mubapa

Reff:

Lebih Dari Nafasku Bapa

Kuperlukan Kasihmu Bapa

Berjalan Di Sampingmu Bapa

Seumur Hidupku

Lebih Dari Nafasku Bapa

Kuperlukan Kasihmu Bapa

Peganglah Tanganku Ya Bapa

Untuk Selamanya

3. Baca Firman Tuhan

a. Teks Firman Tuhan: YOHANES 12:44-50

b. Penjelasan Firman Tuhan: TINGGAL DALAM TERANG

Pada perikop ini, Yesus menyerukan sesuatu yang sangat penting bagi semua orang yang ada pada saat itu. Yesus dengan tegas dan keras mengatakan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya berarti percaya kepada Allah Bapa yang telah mengutus-Nya (ay. 44). Perkataan Tuhan Yesus ini menandakan bahwa adanya kuasa, dan otoritas ilahi dalam diri-Nya, ucapan-Nya, dan tindakan-Nya. Tuhan Yesus sekaligus menunjukkan bahwa apa yang telah dinubuatkan para nabi tentang kehadiran seorang Mesias telah tergenapi melalui diri Tuhan Yesus yang telah berinkarnasi menjadi manusia.

Dalam ayat sebelumnya dikatakan bahwa sekalipun Tuhan Yesus melakukan mujizat di depan mata orang-orang Farisi, mereka tetap tidak percaya kepada-Nya. Ketidakpercayaan kepada Tuhan Yesus adalah penggenapan dari nubuat Yesaya (ay 40). Sekalipun diantaranya banyak menjadi percaya tetapi dikalahkan dengan keegoisan mereka yang ingin mendapatkan penghormatan dari manusia karena takut dikucilkan. Namun, Tuhan Yesus terus berbicara dengan tegas dan penuh kasih memperingati untuk mereka karena Ia datang bukan tanpa tujuan melainkan memberikan keselamatan dan hidup yang kekal bagi yang percaya (ay. 50).

Tuhan Yesus menegaskan bahwa kedatangannya di dunia bukan untuk menghakimi tetapi untuk menyelamatkan (ay.47). Dalam hal ini jelas bahwa orang yang percaya kepada pemberitaan-Nya itu, menerima-Nya dan melakukan perintah-Nya maka orang tersebut akan selamat dari penghukuman yang kekal. Sebaliknya, mereka yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus akan menerima hukuman yang berat pada hari penghakiman. Ayat 48, Tuhan Yesus berkata “menolak dan tidak menerima perkataan Yesus” berarti menolak hidup yang kekal di akhir zaman.

• Renungan

Orang-orang pada zaman Tuhan Yesus secara langsung mendapatkan kesempatan untuk mendengar, melihat Tuhan Yesus melakukan berbagai mujizat tetapi pada faktanya kebanyakan dari mereka tidak percaya kepada Yesus dan meragukan perkataan-Nya bahwa Dia adalah terang dunia. Pada hari ini, mungkin kita tidak bisa bertemu dengan Tuhan Yesus secara langsung tetapi hal yang perlu kita lakukan sekarang adalah memperkatakan dan melatih iman kita bahwa Yesus adalah Terang itu dan diluar Tuhan Yesus, kita akan dikuasai kegelapan dan mustahil bagi kita untuk mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang kekal.

Dari firman Tuhan ini, kita kembali diingatkan akan kasih dan anugerah Allah yang tak pernah terbatas bagi kehidupan semua manusia. Allah menyatakan kasih-Nya itu kepada kita melalui penyataan-Nya dalam Kristus Yesus yang telah berinkarnasi menjadi manusia. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia sebagai terang agar kita tetap tinggal didalam Terangnya untuk memperoleh hidup yang kekal.

Bagaimana sikap hidup orang percaya yang tinggal dalam Terang Kristus? Sikap hidup orang percaya yang tinggal dalam Terang Kristus, yaitu:

a. Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada melakukan kehendak Allah. Waktu akan terus berjalan dan apa yang telah terlewati tidak akan pernah bisa untuk diulang kembali. Sama halnya dengan kehidupan kita sekarang. Apa yang kita lakukan hari ini, sekarang ini, sudah pasti dalam beberapa waktu kedepan tidak akan dilewati lagi selain daripada kenangan saja.

Kita hidup di dunia ini hanya satu kali saja. Pertanyaannya, sudahkah kita sebagai orang-orang yang tinggal di dalam terang Allah telah melakukan yang terbaik selama kita hidup di dunia ini sesuai dengan perintah dan kehendak Allah? Sudahkan kita memakai kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin sebelum penyesalan itu ada?

Yesus sendiri berkata bahwa Dia telah datang ke dalam dunia sebagai terang. Terang ini yang akan menunjukkan jalan yang benar bagi kita untuk melakukan kehendak Allah Bapa. Tuhan Yesus sendiri menegaskan supaya jangan melewatkan kesempatan ini untuk tidak tinggal didalam-Nya sebelum semua menjadi terlambat. Oleh karena itu, firman Tuhan ini mengingatkan kita supaya mengambil kesempatan ini untuk hidup di dalam Dia dan melakukan perintahNya (mengejar kekudusan). Tidak ada lagi waktu untuk menunda-nunda menerima keselamatan ini. Harus kita sadari akan adanya konsekuensi kepada kita yang hanya mendengar tetapi tidak melakukan, dan akan ada konsekuensi kepada kita yang menolak untuk taat kepada perintah Allah yaitu penghukuman yang kekal.

Berkomitmenlah kepada Tuhan Yesus yang telah menjadi terang bagi kita untuk taat melakukan kehendak-Nya. Artinya adalah ijinkan firman Allah akan tetap menjadi standar kehidupan kita ketika diperhadapkan dalam segala situasi tertentu. Iman percaya kita kepada Kristus Yesus akan tetap kokoh sekalipun badai hidup datang menerpa kita. Dan kita percaya bahwa melalui iman, akan membawa kepada pengenalan yang lebih intim dengan Tuhan. Hubungan yang intim akan terlihat dari cara kita memprioritaskan Tuhan di atas segala-galanya dan melibatkan-Nya dalam apapun yang kita lalui. Masalah tidak akan bisa menciutkan kepercayaan kita kepada Tuhan tetapi justru melalui masalah yang ada, hendaknya kita menjadikan masalah menjadi batu loncatan untuk pertumbuhan iman kita bahwa Yesus, Ia ajaib dan perkasa.

b. Meneruskan visi dan misi Allah bagi dunia ini.

Tuhan Yesus telah menyelesaikan tujuan kedatangan-Nya ke dalam dunia yaitu menyelamatkan manusia yang berdosa. Kita adalah manusia berdosa yang sudah selayaknya patuh untuk menerima hukuman atas dosa kita. Namun, melalui kehadiran Tuhan Yesus ke dalam dunia sebagai terang telahmenyelamatkan kita dari kematian yang kekal dan membawa kita kepada kehidupan yang kekal. Ini adalah bukti dari cinta kasih Allah yang sempurna dan tak pernah terbatas bagi kita. Sikap Yesus dalam hal ini mengajarkan kita tentang pentingnya sebuah ketaatan. Tuhan Yesus selalu taat dalam melakukan kehendak Allah yaitu datang ke dunia memberitakan kabar baik supaya semua orang terselamatkan sekalipun dengan mengorbankan diri sendiri. Pengorbanan Tuhan Yesus mengajarkan pentingnya dan berharga jiwa-jiwa untuk diselmatkan.

Dalam hal ini, kita sebagai orang-orang yang tinggal didalam terang Kristus, hendaknya kita memiliki sikap hati dan pikiran yang juga sama seperti Kristus yang mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang. Kita harus menunjukkan kepada dunia siapakah terang itu dan pentingnya tinggal didalam terang itu. Kehendak Allah bagi kita disini sangat sederhana sekali, di mana Allah hanya meminta kita untuk bersaksi tentang keselamatan dan hidup kekal yang kita peroleh melalui terang itu sendiri. kita yang mengaku sebagai pengikut-pengikut Kristus, sudah seharusnya kita juga hidup menurut jalan-jalan-Nya Tuhan. Hendaknya kita memiliki keberanian yang tinggi untuk memperkatakan kebenaran, tidak kompromi dengan dosa dan membuka diri kepada siapa saja sehingga terang itu akan dirasakan oleh orang lain disekitar kita melalui diri kita sebagai pengikut-pengikut Kristus. Dalam mengikuti Tuhan, melakukan kehendak-Nya tentunya banyak tantangan yang kita hadapi dan pastinya disana akan membutuhkan pengorbanan. Tetapi satu hal yang harus kita percaya adalah kita berjalan tidak sendirian, sebab Allah selalu menyertai kita kemana pun dan dimana pun Ia selalu bersama dengan kita. Kadang kala kegelapan akan datang meliputi perjalanan kita dalam mengikut Tuhan. Hal itu pasti akan terjadi selama kita berada di dalam dunia ini. Namun disini kita harus percaya bahwa kegelapan ini sifatnya sementara saja dan akan berlalu dengan segera karena terang didalam diri kita lebih besar daripadanya. Jadi, jangan pernah takut untuk menjadi alat kemuliaan Tuhan memberitakan karya penyelamatan-Nya sehingga semua orang tanpa terkecuali memperoleh terangi itu dan berjalan dalam terang itu melakukan kehendak Allah.

c. Ilustrasi

Seseorang yang tinggal dalam terang adalah seseorang yang hidupnya berdampak bagi orang lain, seperti halnya sebuah lilin kecil ketika lilin itu menyala maka semua akan menikmati cahayanya. Cahaya dari lilin kecil ini mampu menerangi setiap sudut ruangan yang gelap dan memberikan kenikmatan serta rasa yang damai dan aman. Demikianlah kehidupan kita yang mau mengikuti dan manaati serta mempercayai Yesussebagai terang dalam kehidupan kita. Ketika TuhanYesus menjadi penerang bagi jalan-jalan kita maka kita akan selalu berjalan sesuai kehendak Bapa.

Tuhan juga mengharapkan supaya kita yang telah menerima terang itu, hendaknya kita senantiasa menjadi orang-orang yang berdampak disekeliling kita. Cahaya kecil yang berada di tengah-tengah kegelapan menunjukkan akan adanya sebuah harapan. Kita harus menunjukkan terang Kristus Yesus melalui tindakan kita, sikap kita sehingga ada banyak orang yang melihat dan merasakan dampak dari terangb itu itu dan mau ikut tinggal didalamNya karena disana akan ada damai dan rasa aman.

4. BERTINDAK

Bapak/ibu yang terkasih, seruan Yesus dalam perikop ini, mengajari kita sebuah kebenaran bahwa keselamatan dan kehidupan kekal hanya diperoleh di dalam Kristus Yesus sebagai terang dunia. tentang kehidupan orang-orang yang tinggal dalam terang Allah. Oleh karena itu, penting untuk kita sadari bahwa kita sama sekali tidak bisa hidup diluar terang itu sendiri. Yesus sendiri berkata bahwa sudah saatnya kita harus hidup melakukan kehendak Allah. Sudah saatnya kita harus melembutkan hati dan pikiran kita untuk memperoleh keselamatan itu. Keselamatan hanya bisa di peroleh di dalam Yesus. Yesus datang bukan untuk menghakimi tetapi Yesus datang membawa keselamatan. Jadi, selama masih ada waktu, taat dan lakukan firman Allah sebelum semuanya terlambat. Apapun keadaan yang terjadi, tetap percaya kepada Tuhan Yesus, dan libatkan Tuhan Yesus dalam segala setiap persoalan kita. Jangan pernah ciut iman kita kepada Allah ketika masalah datang menghimpit kita. Jangan pernah mengandalkan logika kita untuk melakukan kehendak Allah. Kehendak Allah adalah tujuan utama kehidupan kita.

Saat ini, sudah seharusnya kita menghargai dan memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan Allah kepada kita dalam melakukan kehendak-Nya. Pastikan bahwa keadaan dan situasi yang kita hadapi akan membawa kita untuk semakin intim dengan Tuhan, sebab Dia adalah terang bagi jalan-jalan kita. Jika menolak dan tidak menghiraukan kehendak Allah dalam kehidupan kita maka hukuman kekal sedang menanti kita. Jadi, hendaknya dari sekarang, kita membiasakan diri untuk hidup didalam terang itu dan menunjukkan terang itu bagi dunia melalui kehidupan kita sehari-hari, yakni dengan menjadi berdampak bagi semua orang dan semua orang akan memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal.

• Kesaksian

Pandemi yang terjadi saat ini membuat saya takut dan cemas akan hal yang akan terjadi pada saya dan keluarga saya. Pandemi yang terjadi saat ini sempat menggoyahkan iman saya itu karena saya terlalu takut sampai melupakan kasih Tuhan yang sangat besar dalam kehidupan saya. Akibat dari rasa takut saya, hubungan saya dengan Tuhan semakin renggang. Hubungan saya denggan Tuhan yang renggang membuat saya berpikir, Mengapa saya meragukan kasih Tuhan yang setiap hari saya rasakan? Mengapa saya tidak percaya dengan kuasanya? Mengapa hal yang terjadi saat ini dapat membuat iman saya goyah? Pertanyaan yang timbul dibenak saya membuat saya sadar bahwa pandemi COVID yang terjadi pada saat ini seharusnya bukan membuat saya jauh dari Tuhan sebaliknya situasi yang terjadi pada saat ini harusnya membuat saya lebih bergantung dengan Tuhan, lebih membangun hubungan dengan Tuhan.

Saat saya menyadari hal tersebut saya mulai berpikir bahwa seharusnya kita sebagai orang percaya harusmempercayai terang-Nya yang ajaib, terang-Nya yang membuat kita tenang ditengah kegelisahan, kekhawatiran dan keputusasaan yang terjadi karena pandemi yang melanda dunia. Saya juga menyadari ketika kita tinggal didalam terang itu maka apapun masalah yang kita hadapi tidak akan membuat kita takut menghadapinya karena kita tahu bahwa terang itu sendiri yang akan menuntun kita ditengah kekhawatiran dalam dunia

5. BERDISKUSI

Pertanyaan/Quis:

• Apa yang membuat kita tetap tinggal didalam Terang itu?

• Apakah pikiran dan tindakan kita menunjukkan bahwa kita tinggal didalam terang? Mengapa?

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok Doa: Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


Percayalah Kepada Terang Itu

Yohanes 12:20-36.

1. Berdoa

Bapa yang baik kami mengucap syukur atas berkat-Mu hari ini. Terima kasih atas anugerah-Mu dalam memelihara kehidupan kami. Saat ini kami rindu menikmati persekutuan yang indah bersama Tuhan.Kuduskan kami dan sucikan kami sehingga kami layak memuji dan memuliakan Tuhan.Berkatilah ibadah kami dari awal, pertengahan hingga selesai. Dalam nama Yesus kami akan membuka ibadah ini, Haleluya, Amin.

2. Pujian:

FIRMAN-MU P’LITA BAGI KAKIKU

olehVictorRetraubun

Firman-Mu p'lita bagi kakiku

Terang bagi jalanku

Firman-Mu p'lita bagi kakiku

Terang bagi jalanku

Reff :

Waktu ku bimbangdan hilang jalanku,

tetaplah kau di sisiku

Dan tak kan ku takut, asal kau di dekatku

Besertaku selamanya

3. Baca Firman Tuhan

a. Teks Firman Tuhan: YOHANES 12:20-36

b. Penjelasan Firman Tuhan: PERCAYALAH KEPADA TERANG ITU

Judul perikop yang diberikan oleh LAI dalam teks ini adalah Yesus memberitakan kematian-Nya. Poin penting dalam Injil Yohanes adalah percaya. Dalam ayat 19, terlihat bahwa orang-orang Farisi merasa tidak senang dan tidak terima akan apa yang mereka lihat. Orang banyak yang datang menghadiri ibadah di Yerusalem tersebut memberikan penghormatan kepada Yesus atas apa yang telah mereka dengar dan saksikan tentang keajaiban yang pernah dilakukan Yesus. Berbeda halnya dengan orang-orang Yahudi yang melihat dan menyaksikan mukjizat yang Yesus adakan tetapi sama sekali orang-orang itu tidak mempercayainya (ayat 37).

Dalam kisah ini,diceritakan bahwa ditengah-tengah kerumunan orang banyak itu, disebutkan bahwa orang-orang Yunanilah yang bertekad untuk bertemu dengan Yesus (ayt 20-21). Kerinduan mereka yang sungguh-sungguh untuk bertemu dengan Yesus dibuktikan dengan usaha yang mereka lakukan, yakni dengan menemui Filipus, salah seorang murid Tuhan Yesus. Dalam usaha yang mereka lakukan tersebut ternyata tidak menjadi sia-sia, Yesus pun menanggapinya dengan berkata, “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan, (23).”Menurut Henry, pernyataan Yesus dalam ayat ini merupakan nubuat Yesus terhadap penghormatan yang Ia terima dari orang-orang banyak yang mengikuti Dia dan mereka yang mengikuti Dia juga pun akan menerima penghormatan juga (ayat 25-27). Orang-orang non Yahudi yang berdatangan kepada Yesus menandakan hasil atau buah pertama dari pelayanan Yesus. “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan,” yakni melalui orang-orang non Yahudi masuk ke dalam Gereja-Nya, dan supaya hal ini terjadi, Ia harus terlebih dahulu ditolak oleh orang-orang Yahudi.

Dalam ayat 24, Yesus berkata bahwa “sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Pernyataan Yesus disini menggunakan kiasan yang sebenarnya merujuk kepada kematian-Nya. Biji gandum merupakan sesuatu yang paling penting dan bermanfaat dan biji gandum itu adalah Tuhan Yesus sendiri. Yesus akan mengalami penderitaan, hingga mati di atas kayu salib dan tampak Ia terjatuh ke tanah atau terkubur dalam bumi. Namun, biji itu tumbuh kembali dari tanah dan menghasilkan lebih banyak dari yang sebelumnya begitu juga dengan Kristus, setelah kematian-Nya akan banyak jiwa-jiwa baru yang dimenangkan dan pada saat itu Bapa dan Anak akan dimuliakan.

Dalam ayat 27a, Yesus mengatakan, “sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Kata “terharu” yang digunakan Yesus disini kadang timbul setelah roh mendapatkan penghiburan yang besar. Dalam hal ini, Yohanes menghubungkan bahwa Yesus yang adalah manusia merasakan ketakutan terhadap apa yang akan terjadi dan Ia meminta pertolongan Allah Bapa atas-Nya. Namun, pernyataan Tuhan Yesus selanjutnya menunjukkan bahwa Yesus harus tetap berjuang untuk menyelesaikan tugas-Nya. Dalam kemanusian Yesus, Ia tetap taat dan berserah kepada rencana ilahi Allah.

Dalam ketaatan-Nya maka penguasa dunia akan dilempar keluar, yaitu iblis. Adanya kemenangan atas Iblis dan saat itu juga akan banyak ditarik kepada Yesus. bukan hanya orang-orang Yahudi saja tetapi semua orang yang selama ini jauh dari pada Allah.

Kematian Yesus bukanlah seperti yang diharapkan para pendengar-Nya saat itu. Menurut mereka Mesia akan hidup untuk selama-lamanya. Dalam ketidakpercayaan mereka, tidaklah menghambat untuk Yesus menyatakan kebenaran. Oleh karena Yesus kembali memperingati orang banyak itu untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ayat 35Yesus berkata, “hanya sedikit waktu lagiterang ada di antara kamu, selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.” Ayat 36, sekali lagi Tuhan Yesus perintahkan, “percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang. Terang yang dimaksud Yesus adalah diri-Nya sendiri.Yesus secara jasmani berada di tengah-tengah mereka, dan pastinya mereka telah menikmati terang itu, yakni melalui ajaran-ajaran Yesus dan mukjizat yang terjadi. Tetapi waktu itu akan sangat singkat dan itu juga akan segera berlalu. Dengan demikian, pemberitaan Yesus tentang diri-Nya bertujuan untuk menyelamatkan semua orang, supaya ketika mereka percaya kepada terang itu maka kegelapan tidak menguasai mereka.

Renungan

Terang dan gelap merupakan dua hal yang tidak bisa bersatu. Di mana ada terang maka kegelapan tidak ada di sana dan di mana ada gelap, sudah pasti di sana tidak ada terang. Tanpa terang sudah pasti kita tidak bisa melakukan apapun, untuk berjalan saja kemungkinan kita pasti terjatuh dan tidak tahu arah ke mana arah tujuan kita. Segala usaha dan kerja keras tidak akan sia-sia jika terang itu menyertai sebaliknya tanpa terang segala usaha dan kerja keras akan berakhir dengan sia-sia. Dalam kehidupan kita, terang memiliki nilai dan manfaat yang sangat penting. Begitu pun dengan Firman Tuhan di atas, Terang diartikan sebagai Yesus, Sang Terang dan kegelapan adalah iblis. Dalam hal ini Tuhan Yesus memberitahukan bahwa dunia yang gelap ini sangat membutuhkan terang.Terang itu hanya bisa ditemui melalui iman yang percaya kepada Yesus Kristus.Percaya disini menuntut totalitas diri dalam mempercayai bahwa hanya di dalam Yesus ada keselamatan dan kehidupan yang kekal.

Bapak/ibu dan saudara, kita aminkan bahwa kita yang merenungkan firman ini adalah orang-orang-orang yang percaya kepada terang itu. Mengapa kita harus percaya kepada Sang Terang? Ada 2 dampak ketika menjadi percaya kepada Sang Terang, yakni:

a. Dampak Internal (diri sendiri yang keluar dari kegelapan)

Kita tahu bahwa dahulu kita hidup dalam kegelapan.Hidup dalam kegelapan berrati hidup kita cenderung untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Tidak melakukan kehendak Allah adalah bentuk dari ketidak taatan dan sifatnya adalah pemberontakkan kepada Allah yang akan membawa kita kepada celaka. Selama kita tidak melakukan kehendak-Nya maka kita hidup di dalam dosa. Upah dosa ialah maut. Dan melalui kematian Tuhan Yesus, maut telah dikalahkan dan kita orang-orang percaya memperoleh keselamatan. Keselamatan akan kita peroleh hanya dengan bermodalkan iman kepada Yesus Kristus. Percaya bahwa Yesus adalah Sang Terang, Ia akan membawa keluar orang-orang percaya dari kegelapan dosa. Dengan demikian, Sang Terang itu akan menuntun orang-orang percaya untuk berjalan sesuai dengan kehendak Allah dan melakukan kehendakNya dan nama Tuhan akan dimuliakan. Percaya kepada Sang Terang berarti hidupnya tidak lagi hidup dalam kegelapan dikarenakan Sang terang telah menerangi jalan-Nya sehingga ia tidak akan kehilangan arah. Anak-anak terang mengetahui antara jalan yang baik dan yang benar. Tentunya, sikap dan tindakan tidak akan kompromi dengan diri sendiri untuk melakukan dosa di hadapan Allah. Percaya kepada Sang Terang berarti tidak mau kompromi dengan dosa untuk memuaskan keinginan daging yang jahat. Kehidupan orang yang hidup di dalam terang akan membawa perubahan dari dalam yaitu tetap menjaga kekudusan hati, pikiran dan tindakan untuk semakin serupa dengan Kristus.

b. Dampak Eksternal (menjadi terang bagi dunia karena terang itu telah tinggal di dalam kita)

Ketika Sang Terang itu sudah ada dalam kehidupan kita, maka dampaknya tidak hanya menguntungkan diri kita sendiri tetapi juga akan berdampak baik bagi dunia. Kedatangan Yesus sebagai Sang Terang telah memberikan teladan yang baik. Tuhan Yesus ketika berada di dunia yang gelap, Ia telah menjadi terang dengan memberitakan Injil kepada semua orang dan melakukan banyak mukjizat hingga mati atas dosa. Tuhan Yesus juga mengharapkan hal yang sama untuk kita lakukan, yakni dengan menjadi anak-anak terang di tengah-tengah dunia yang gelap ini. Caranya sederhana saja yaitu dengan memberitakan kabar baik itu dimulai dari keluarga kita, lingkungan kita dan di mana pun kita berada. Kadangkala untuk menjadi terang membutuhkan yang namanya pengorbanan sama seperti yang dialami oleh Yesus. Mengikuti teladan Yesus membutuhkan kerelaan diri, berkorban demi jiwa-jiwa yang terhilang. Tapi percayalah Allah selalu berjalan bersama-sama dengan kita. Ingat, bahwa suara yang datang itu di ayat 29 adalah penghiburan dan kekuatan bagi kita para pengikutnya ketika melakukan kehendak Allah.

Bapak/ibu, dalam renungan ini, hendaknya setiap kita memiliki hati yang percaya kepada Sang Terang itu. Percaya yang dimaksud tidak hanya ala kadarnya tetapi ketotalisan dalam mempercayai terang itu. Dengan demikian, Sang terang tersebut menguasai seluruh aspek hidup kita dan kita hidup di dalamnya. Oleh karena itu, milikilah hati yang terus rindu untuk miliki terang itu dan mengakui bahwa terang itu telah membawa kita keluar dari kegelapan dunia ini sehingga kita bisa merasakan sendiri dampak dari terang itu, yakni berdampak bagi kita secara pribadi dan juga akan berdampak kepada orang lain. Jangan menyimpan terang itu sendiri melainkan beritakan terang itu ke sesamamu. Biarlah terang itu menjadi lentera dalam kehidupan kita dan juga sesama yang menuntun kita menjalani kehidupan kita di tengah kegelapan dunia ini.

• Ilustrasi

Sepanjang tahun 2020 kita melihat dan merasakan sendiri bagaimana dampak virus covid-19 menggoncangkan dunia termasuk negara kita Indonesia.Peristiwa ini seolah menjadi pukulan yang sangat keras bagi kita, di mana virus yang tidak kasat mata ini begitu sangat berbahaya hingga banyak menelan banyak korban. Keselamatan nyawa semua orang menjadi terancam. Pemimpin-pemimpin yang ada di negara kita telah berupaya mencari cara agar kita warga Indonesia tetap terlindungi dan terselamatkan dari virus ini.Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi warganya adalah terus menerus mengingatkan untuk taat mematuhi protokol kesehatan. Namun, sangat disayangkan tidak sedikit dari masyarakat Indonesia melalaikan protokol kesehatan tersebut dan tidak mau taat dengan aturan yang ada. Dampaknya, penyebaran virus semakin cepat dan memutuskan rantai virus covid-19 secara cepat tidak akan mungkin jika tidak ada kesadaran masyarakat dengan bekerjasama mematuhi protokol kesehatan.

Bapak/ibu, pemimpin-pemimpin negara kita sekarang ini sedang berusaha untuk menyelamatkan kita dari ancaman virus covid19 ini. Demikian halnya juga dengan Tuhan Yesus.Tuhan Yesus datang ke dunia menjadi Terang di tengah-tengah dunia yang diluputi oleh kegelapan.Dengan demikian, Tuhan Yesus menghendaki supaya setiap kita memperoleh terang itu, kita harus memiliki iman percaya didalam Yesus Kristus agar terbebas dari kondisi kita yang telah diliputi kegelapan.Prasyarat yang mutlak untuk keadaan yang gelap di dunia ini adalah percaya kepada terang yang adalah Yesus sendiri.Tujuan Yesus menyampaikan hal ini dengan tegas, agar semua orang tanpa terkecuali memperoleh keselamatan dan memperoleh hidup yang kekal di dalam Kristus Yesus sebelum semuanya terlambat. Sudahkah kita percaya dan taat kepada perintah Yesus untuk mempercayai-Nya sebagai Terang di dalam dunia yang gelap ini?Apa pun yang menjadi pilihan kita, pastikan bahwa pilihan itu akan membawa kita untuk memproleh keselamatan dan hidup yang kekal.

4. BERTINDAK

a. Penerapan

Anak-anak Tuhan sudah seharusnya dimulai dari sekarang untuk menjadi pelaku-pelaku dari Firman Tuhan. Kadang-kadang untuk melakukan kehendak Allah akan ada saja tantangan yang sulit untuk dihadapi. Tantangan tersebut mungkin berasal dari diri sendiri yaitu lalai dan menunda-nunda waktu melakukan kehendak Tuhan. Hingga akhirnya waktu yang sangat penting bersama dengan Tuhan pun terbuang sia-sia. Oleh sebab itu, hendaknya kita tetap percaya kepada Yesus, Sang terang, pemberi jaminan hidup dalam kekalan. Selama masih ada kesempatan bagi kita untuk hidup dalam terang itu maka marilah kita menikma terang itu dengan hidup didalamnya.Tantangan lainnya juga bisa berasal dari luar diri kita sendiri.Misalnya, ada orang yang menjual iman percaya kepada Yesus hanya karena masalah ekonomi, jabatan, kedudukan, ketenaran, keadaan yang mengecewakan, bahkan parahnya menjual iman demi cinta.

Bapak/ibu dan saudara, jangan biarkan keadaan yang kita alami menjadikan kita lupa akan identitas atau jati diri kita sebagai anak-anak terang. Untuk itu, kita harus tanamkan dalam hati dan pikiran kita bahwa segala tawaran-tawaran yang ada di dunia ini, yang begitu menggiurkan tapi menjauhkan kita dari pada Tuhan, tanggalkanlah itu karena sifatnya hanyalah sementara, jangan tergoda atasnya. Bukankah ini merupakan cara iblis ketika mencobai Yesus? Pastikan diri kita lolos dalam ujian tersebut. Anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus, Sang terang tidak akan terjatuh tetapi menangkis siasat si jahat tersebut dengan hidup di dalam Firman Allah. Tidak melupakan kodratnya sebagai anak-anak terang yang membawa perubahan di dunia ini yaitu menjadi berkat dengan memberitakan kabar baik bahwa Yesus adalah terang dunia.

a. Kesaksian

Dulu saya adalah seorang yang takut dengan suasana gelap karena ketika gelap saya merasa tidak aman.Pada saat saya tinggal di asrama, saya merasa asing karena tiap malam lampu kamar harus dimatikan. Hal ini membuat saya gelisah dan tidak dapat tidur pada malam hari karena saya berpikir jika suasana gelap banyak roh-roh jahat disekitar. Karena hal ini saya berinisiatif untuk membicarakannya kepada kakak tingkat yang ada di kamar untuk menghidupkan lampu ketika tidur. Setelah saya memnta untuk menghidupkan lampu ketika malam, kakak tingkat menjelaskan kepada saya alasan mengapa lampu dimatikan ketika malam dan ia memberi saya nasihat agar sebelum tidur hendaknya berdoa.

Awalnya sulit bagi saya untuk melakukan hal itu, namun ketika saya berdoa saya merasa tenang dan setiap malam saya membiasakan diri untuk membaca firman Tuhan. Salah satu firman Tuhan yang menjadi pegangan bagi saya terdapat pada Mazmur 91.Setiap malam saya membaca dan mempercayai firman Tuhan tersebut.Hal ini membuat saya yakin dan percaya bahwa terang itu ialah Allah yang memberikan keberanian dan firman-Nya yang akan melindungi setiap orang percaya.

5. BERDISKUSI

• Mengapa kita harus percaya kepada terang itu? Jelaskan!

• Sudahkah kita melakukan tugas kita sebagai anak-anak terang”

• Hal apa yang harus kita lakukan agar semua orang juga percaya kepada terang itu

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


Domba Mengenal Suara Gembalanya

YOHANES 10:22-39.

TOPIK : Domba Mengenal, Mengikuti Gembala

TUJUAN : Taat Kepada Suara Tuhan (Gembala)

1. Doa Pembukaan

Bapa di Surga, kami bersyukur buat segala kebaikan Tuhan bagi kami dan juga kesempatan yang Engkau berikan pada kami. Dimana pada hari ini kami masih bisa berkumpul, bersekutu bahkan memuji memuliakan nama Tuhan. berkati setiap kami Tuhan sehingga ibadah kami pada hari ini boleh menyenangkan Engkau. Berkati ibadah kami pada hari ini dari awal sampai akhir biarlah boleh berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. terimah kasih Tuhan kami akan memulai ibadah kami di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa haleluya Amin.

2. Bermazmur

Tuhan Aku Rindu

(Cipt. Theny. L dan Rocky)

Tuhan Aku Rindu

Tuhan Aku Siap

Penuhi Aku Dengan Rohmu

Kurindu Lawatanmu

Kurindukan Kau Hadir

Di Sini

Saat Ini Yesus

KurindukanRohmu Mengurapi

Saat ini Tuhan

3. BACA FIRMAN

a. Teks Firman Tuhan : Yohanes 10:22-39

27.Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku

b. Penjelasan Firman Tuhan :

Penjelasan Teks (Latar belakang kitab, tujuan dan maksud mula-mula)

Yohanes adalah seorang guru dan penginjil ia merupakan keturunan suku lewi putra dari Elisabeth saudara sepupu Maria, ibu Yesus ayahnya Zakharia adalah seorang imam dari rombongan Abia yang bertugas di Bait Elohim. Injil Yohanes merupakan injil terakhir dari keempat injil dalam kitab Suci Perjanjian Baru. Injil Yohanes juga merupakan salah satu dari keempat Injil yang mewartakan Yesus Kristus sebagai Sang Juru Selamat. Bila kita membaca Injil Yohanes dan membandingkannya dengan ketiga Injil lain, maka akan ditemukan perbedaan yang seolah-olah bahwa Yesus yang “diriwayatkan” dalam Injil keempat ini berbeda dengan Yesus yang “diriwayatkan” Injil-injil sinoptik. Injil Yohanes menuliskan aspek-aspek yang bersifat rohani. Dalam Injil Yohanes, Yesus selalu berbicara tentang diri-Nya dan Bapa-Nya. Pengakuan Yesus tentang diri-Nya sebagai pintu, Gembala, Terang, Roti Hidup, Air Kehidupan dan sebagai Pokok Anggur yang benar hanya ditemukan dalam Injil Yohanes dan tidak terdapat dalam Injil Sinoptik.

 Renungan:

Dalam teks ini berisi tentang percakapan Yesus dengan orang Yahudi dimana dikatakan orang Yahudi yang merasa bingung dan mempertanyakan kemesiasan Yesus (ayat 23). 10:25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku. Yesus sudah menunjukkan siapa diri-Nya melalui apa yang Dia kerjakan-Nya dan teladan hidup-Nya, yang tidak hanya suci murni, tetapi juga benar-benar menjadi berkat dan sejalan dengan ajaran-Nya, dan terutama mujizat-mujizat yang telah Ia kerjakan menegukan ajaran-Nya, dan itu tidak bisa dikerjakan oleh manusia kecuali dengan penyertaan Allah. Namun itu tidak membuat mereka mengenal Yesus sebagai mesias bahkan dalam firrmanNya jelas mengatakan Dia adalah anak Allah, anak Manusia dan bahwa Ia berwenang untuk melaksanakan penghakiman.

Bukankah itu berarti Dia adalah Kristus? lalu mengapa mereka tidak percaya? karena mereka tidak mengenal dengan baik siapa Yesus sang gembala itu. Karena mereka tidak mengenal dan tidak percaya Yesus sehingga mereka dikatakan bukan domba-domba , bukan milik Tuhan ayat 26 ketika mereka tidak patuh. Karena yang termasuk domba-domba Allah adalah mereka yang mendengar suara Tuhan, Tuhan mengenal mereka, dan mereka mengikut Tuhan ayat 27. Orang yang disebut domba-domba Allah adalah mereka yang senantiasa menaati suara-Nya mengikuti Dia mereka yang senantiasa bersekutu dengan gembala.

Untuk meyakinkan mereka bahwa mereka tidak termasuk dalam pengikut Tuhan. Dia memberitahukan kepada mereka sifat-sifat yang dimiliki domba-Nya yaitu:

1. Mengenal suara-Nya (ayat 4) mendengar suara-Nya (ayat 27) domba Allah bisa mendengar suara gembala-Nya karena mereka dan Ia membuat mereka mendengar suara-Nya (ayat 16). Mereka bergairah mendengar suara-Nya dan senang mendengarkan FirmanNya dan tidak hanya itu mereka juga menerapkannya dan menjadikan firman-Nya itu sebagai pedoman hidup mereka. Tuhan tidak akan memperhitungkan domba yang tidak mendengar panggilan-Nya dan tidak tertarik pada-Nya.

2. Mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh dan berserah pada bimbingan-Nya dengan menaati segala perinta-Nya serta mengikuti teladan-Nya dan bimbingan Roh-Nya dengan penuh sukacita. Dan setiap perinta-Nya selalu berbunyi ikutlah Aku. Kita harus mengikuti-Nya sebagai pimpinan dan komandan kita. Mengikuti arah firman-Nya.

Bapak ibu saudara yang terkasih, Yesus juga mengambarkan kebahagian yang akan dirasakan oleh setiap domba-Nya.

1. Menyediakan kebahagiaan bagi domba-Nya ayat 28. Aku memberi hidup yang kekal bagi mereka. Hal yang paling berharga yang akan Tuhan berikan kepada kita ketika kita menjadi domba-Nya adalah kehidupan kekal dan itu tidak bisa kita dapatkan apabila kita tidak menjadi domba-Nya ini adalah anugrah yang dibrikan oleh Allah kepada setiap domba-domba-Nya.

2. Ia menjamin keselamatannya ayat 28 . Mereka akan diselamatkan dari kebinasaan yang kekal, mereka tidak akan binasa untuk selama-lamannya. Kebinasaan kekal itu awalnya menjadi milik bagian manusia sebagai akibat dosa, namun Kristus telah menegaskan bahwa tidak satupun dari domba-domba-Nya yang akan binasa, tak seorang pun asalkan mau menjadi domba-Nya dan menjadikan Yesus sebagai gembalanya.

Waktu kita menjadikan Yesus sebagai gembala kita, maka kita menjadi milik kepunyaan-Nya ayat 28-29. Waktu kita sudah menjadi milik Tuhan maka seorang pun tidak dapat merebut kita dari Tuhan. iblis pun tidak bisa mengambilnya. Di sini Allah menunjukan bahwa Dia berkuasa membebaskan, menjaga dan melindungi domba-domba-Nya dari musuh yang mau mengambilnya dan akan menjamin domba-Nya sampai kekandangnya dengan selamat. Mari kita menjadi domba yang taat, dengar-dengaran akan suara Tuhan, menjadi domba yang haus akan persekutuan dengan sang gembala. Karena setiap orang yang menjadi miliki Tuhan, menjadi domba Allah akan menerima keselamatan dan kehidupan kekal.

 Ilustrasi:

 Ada seorang penyelidik yang ingin menyelidiki cara orang Israel menggembalakan dombanya. Dia adalah Judith Fain, dia lulusan dari universitas Durham dengan gelar Ph.D. Suatu hari Judith menjumpai tiga orang penggembala domba dengan kelompok domba-dombanya bertemu di sebuah jalan dekat kota Yerusalem. Tiga orang gembala itu berbincang sejenak, saat mereka berbincang, domba-domba mereka bercambur baur menjadi sebuah kelompok besar.

Judith begitu tertarik ingin tahu bagaimana tiga gembala itu memisakan domba milik mereka satu sma lain, jadi dia menunggu sampai tiga orang itu berpisah. Dia begitu tertegun saat melihat gembala itu memanggil domba-dombanya. Saat mendengarkan suara gembala-gembala itu dengan ajaibnya, para domba itu memisakan diri dari kelompok besar itu dan mengikuti gembalannya masing-masing.

 Aplikasinya.

Waktu kita menjadi domba Allah maka secara otomatis kita mengenal gembala kita. Kita juga akan taat kemana dia arahkan karena Dia tahu mana yang terbaik bagi domba-Nya. Dia akan menjaga, memelihara hidup kita saat kita taat kepada gembala maka kita akan menerima hadiah dari gembala kita yaitu, kehidupan kekal, dan keselamatan dan tidak ada yang bisa mengambil itu dari kita karena kita adalah milikNya.

 Kesimpulan

Jadi, kita sebagai domba-domba Allah yang telah mengenal Dia sebagai gembala yang baik dan dekat dengan kita, kita harus mendengarkannya yaitu melakukan apa yang di sampaikan melalui firman-Nya dan kita harus mengikuti dan melakukan kehendakNya. Sebab yang dikehendaki oleh Tuhan di dalam kehidupan setiap domba-dombaNya yang telah mengenal Dia harus melakukan apa yang jadi ketetapanNya. Untuk itu, ketika kita sudah menjadi domba Allah kita harus menyerahkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan. karena jika kita hidup atau berjalan tanpa penyertaan Tuhan kita tidak bisa melewatinya. Untuk itu mari kita terus menjadikan Tuhan sebagai gembala yang terus memimpin hidup kita.

4. BERTINDAK

Bapak/ibu telah membaca Firman dan merenungkan Firman Tuhan ini, lalu yang menjadi pertanyaannya, apakah bapak/ibu sudah menjadi domba yang mendengarkan suara Gembalanya.

Domba yang taat adalah domba yang mau mengikuti kemana arah sang gembala tunjukan karena dia yakin bahwa gembala tidak akan membiarkan dia dalam situasi bahaya.

5. BERDISKUSI

A. Pertanyaan

 Apakah kita sudah menjadi domba Allah?

 Apakah kita sudah menjadi domba yang taat?

 Apa tindakan kita sebagai domba yang taat?

 Apakah kita mengenal gembala kita?

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok doa : Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


Yesus Gembala Yang Baik

YOHANES 10:1-21

Topik : Gembala yang Baik

Tujuan : Mengajarkan Jemaat bahwa Yesus adalah Gembala yang baik, yang memberikan keselamatan kepada setiap orang percaya secara cuma-cuma dengan mengorbankan diri-Nya di kayu salib. Sebagai gembala yang baik Yesus juga memelihara dan tidak pernah meninggalkan setiap orang yang percaya. sehingga, sebagai orang Kristen tidak perlu khawatir pada kondisi apapun.

1. Doa Pembukaan

Tuhan Yesus yang Baik terimakasih buat berkatMu dan buat penyertaan Mu hingga saat ini kami masih merasakan kebaikan Mu yang luar biasa bagi kami. Tak ada lagi kata yang bisa kami ucap selain mengucap syukur kepada Mu Tuhan buat kesehatan dan kekuatan yang engkau berikan bagi kami. Bapa yang baik pada saat ini kami akan memulai ibadah Komsel kami, biar lah Engkau yang hadir di tengah tengah ibadah kami dan Engkau yang memimpin mulai dari awal hingga akhirnya. Kami percaya Bapa bahwa dua atau tiga orang yang berkumpul engkau hadir di tengah tengah kami. Di dalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur Haleluya, Amin.

2. Bermazmur

• Pujian 1

Aku Jalan Kebenaran (Ronny Tomasoa)

Aku jalan kebenaran dan jalan kehidupan

Itu yang Yesus katakan dan ku percaya, Amin

Di dalam namaNya ada keselamatan kekal

Reff :

    Glory haleluyah, Glory haleluyah

    Glory haleluyah, Glory haleyuyah

    Di dalam namaNya ada keselamatan kekal

3. Baca Firman Tuhan : Yohanes 10:1-21

 Penjelasan Firman Tuhan :

Kitab Yohanes merupakan kitab yang ditulis oleh Rasul Yohanes. Kitab ini dikatakan berbeda dari kitab injil lainnya seperti, Matius, Markus dan Lukas, karena Kitab hanya berfokus dalam mencatat pelayanan Yesus di Yudea dan Yerusalem dan juga menyatakan kepribadian Yesus dengan sempurna. Adapun tujuan Yohanes menuliskan kitab ini yaitu, untuk meyakinkan orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus agar menerima keselamatan daripada Yesus Kristus. Dan tujuan yang paling utama dalam penulisan kitab ini adalah untuk menguatkan iman orang percaya agar tidak goyah dalam iman mereka, walaupun pada saat itu terdapat pengajaran-pengajaran palsu. Dalam kitab ini juga Yohanes menuliskan bagaimana Yesus mengajar orang-orang pada saat itu menggunakan perumpanaan-perumpamaan yang ada. salah satu contohnya adalah dalam pembacaan teks pada hari ini yaitu, Yohanes 10:1-21. Pada teks ini menuliskan sebuah perumpamaan yang menceritakan sikap para pemimpin agama Yahudi. Hal ini dapat dilihat pada pasal sebelumnya bagaimana pemimpin Yahudi mencoba untuk menangkap Yesus melalui pertanyaan-pertanyaan yang menjebak, walaupun pasal 9 dan 10 tidak memiliki kata penghubung, namun kedua pasal ini mengandung perumpamaan yang sama yaitu berbicara mengenai sikap daripada pemimpin Yahudi.

Perumpamaan yang digunakan oleh Yesus adalah perumpamaan mengenai seorang gembala yang memelihara domba-dombanya. Ayat 1-5 merupakan perumpamaan yang melukiskan bagaimana kondisi dalam pemeliharaan domba. Yesus mengambil perumpamaan ini berdasarkan cara orang Yahudi melakukan peternakan domba. Dimana pada zaman itu domba-domba dari gembala yang berbeda akan dikumpulkan dalam satu kandang. Kandang domba pada saat itu merupakan sebuah kandang yang sangat besar, memiliki tembok yang tinggi, dan hanya memiliki satu pintu yang dijaga oleh seorang penjaga pada malam hari(ay 3).

Si penjaga hanya mengijinkan gembala untuk melewati pintu ketika mereka tiba di pagi hari, dan dikatakan hanya pencuri yang memanjat tembok (ay 1). Kemudian, pada teks ini dituliskan sebuah kebiasaan bagi para gembala untuk memanggil domba-dombanya pada pagi hari yang bertujuan untuk memisahkan domba-dombanya dengan domba-domba yang lain. tidak heran jika domba-domba sudah mengenali suara daripada gembalanya. Kemudian Yesus menjelaskan kembali arti daripada perumpamaan yang Ia ambil adalah menyatakan bahwa dirinya adalah gembala yang menuntun setiap domba keluar dari pintu. Hal ini berarti bahwa Yesus adalah jalan untuk menuju keselamatan (ay 9), sama seperti pintu yang ada di kandang yang merupakan satu-satunya jalan bagi domba-domba untuk menuju gembalanya.

 Renungan

Bapa/ibu saudara apa yang dapat kita pelajari daripada pembacaan teks pada hari ini? Hal yang pertama yang dapat dipelajari yaitu, Yesus adalah juruselamat yang benar. Pada Ayat 9 menjelaskan bahwa Yesus adalah pintu menuju keselamatan yang kekal. Keselamatan yang Yesus berikan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya adalah sebuah anugerah yang diterima secara cuma-cuma. Dimana Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus setiap dosa manusia. Dalam teks ini juga menyatakan bahwa Yesus adalah gembala yang baik karena dia mengenal setiap domba-domba-Nya. Yesus mengenal setiap kita yang percaya kepada-Nya.

Sehingga, tertulis dengan jelas bagaimana Yesus memberikan sebuah perumpamaan dimana seorang yang bukan gembala akan meninggalkan domba-dombanya karena ia tidak mengenal domba-dombanya (ay 12). Namun, pada ayat selanjutnya menyatakan sebuah kebenaran bahwa Yesus adaalah gembala yang mengenal domba-domba-Nya dan tidak pernah meninggalkan domba-dombanya. Yang berarti Yesus tidak pernah meninggalkan kita sebagai orang percaya dalam keadaan apapun. Hal ini tertulis juga dengan jelas dalam mazmur 23, dimana walaupun kita di dalam lembah kekelaman sekalipun Ia adalah Allah yang tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. tidak heran jika pada teks ini Yesus menyatakan bahwa diri-Nya adalah gembala yang baik (ay 11-17). Adanya pemeliharaan yang diberikan Yesus sebagai gembala yang baik bagi setiap orang yang percaya kepadanya, hal ini terlihat jelas pada ayat 9 merupakan sebuah perumpamaan yang menyatakan adanya keamanan dan pemeliharaan.

 Yesus adalah juruselamat yang benar, yang membebaskan setiap manusia dalam jerat maut. Yesus juga adalah seorang gembala yang baik, dalam keadaan apapun kita selalu berada di dalam pemeliharaanNya. Ia tidak pernah meninggalkan orang yang percaya kepada-Nya, karena Yesus mengenal setiap anak-anak-Nya dan Ia juga mengasihi kita seperti Bapa mengasihi kita sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal. Pertanyaannya sekarang apakah kita masih ragu dengan penyertaan Tuhan sebagai juruselamat dan gembala yang baik dalam hidup kita?

 Ilustrasi

Di sebuah gereja terdapat seorang Hamba Tuhan yang memimpin jemaatnya. Hamba Tuhan tersebut memiliki hati yang setia akan pelayanannya. Ia memimpin Jemaatnya dengan baik dan dengan sangat luar biasa, sehingga gereja yang dipimpin tersebut menjadi gereja yang bertumbuh dan berkembang. Pada awalnya pelayanannya berjalan dengan lancar, ia selalu mendukung dan membantu jemaat yang membutuhkannya, misalnya bantu dalam doa dan bantu dalam dana, semua yang ia lakukan merupakan kemurahan hatinya untuk Tuhan, pelayanan yang telah ia lakukan tujuannya hanya untuk menyenangkan hati Tuhan dan membawa jiwa baru pada Tuhan.

Pada suatu hari sebuah masalah menimpa Hamba Tuhan ini, masalah membuat jemaatnya. berkurang dan banyak yang mencaci maki dia, namun masalah tersebut bukanlah alasan untuk ia mundur dari pelayananNya. Ia tetap setia melayani Tuhan dan terus bergumul atas masalah yang ia hadapi. Karena kesungguhan hati dan doa yang sungguh- sungguh, sehingga Tuhan menjawab doa doa nya. Gereja nya kembali berkembang dan lebih banyak lagi jiwa baru yang ia dapatkan. Dari ilustrasi tersebut dapat disimpulkan bahwa Tuhanlah yang menjadi Gembala kita, yang menuntun kita ke jalan yang benar. Meskipun banyak sekali tantangan dan rintangan yang dihadapi, kita harus tetap percaya kepada Tuhan, tetap menjadikan Tuhan sebagai pemimpin kita. Tetaplah bertahan walaupun banyak cobaan dan terus andalkan Tuhan dalam segala hal karena Tuhanlah sang Juruselamat yang dapat menolong dan memelihara hidup orang yang percaya.

4. Bertindak

Sebagai orang percaya marilah kita sama-sama melakukan kebenaran Firman Tuhan yang sudah kita renungkan pada hari ini. mengajarkan kita untuk tetap perrcaya kepada Yesus ssebagai juruselamat kita, dan Dia adalah gembala kita yang baik. sehingga, tidak ada alasan bagi kita lagi untuk meragukan penyertaan Tuhan dalam setiap kehidupan kita. tidak ada alasan lagi bagi kita untuk khawatir akan apapun yang terjadi dalam hidup kita.

5. Berdiskusi

• Apakah bapa/ibu, saudara pernah mengalami suatu permasalahan dalam hidup dan merasakan sendiri bagaimana Yesus turut campur tangan dalam permasalahan bapa/ibu?

6. Berdoa syafaat

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.

*Sumber : Milne, Bruce. Injil Yohanes. Jakarta: Yayasan Komunitas Bina Kasih, 2010.


Aku Percaya Tuhan

YOHANES 9:1-41

Topik: Aku percaya Tuhan

Tujuan: Supaya tetap percaya kepada Tuhan dalam kondisi apapun

1. Berdoa (3-5 menit)

Tuhan Yesus terimakasih buat hari ini kami dapat berkumpul untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Saatnya kami akan memulai ibadah kami, kiranya Engkau Allah yang ada ditengah-tengah kami dan persekutuan kami ini mempermuliakan nama-Mu, bertahtahlah Tuhan diatas pujian dan penyembahan kami, didalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur haleluya, amin.

2. Bermazmur

Saat Ku Tak Melihat Jalan-Mu

Saat Ku Tak Mengerti Rencana –Mu

Namun Tetap Ku Pegang Janji-Mu

Pengharapan Ku Hanya Pada-Mu

Reff:

Hati Ku Percaya 3X

S’lalu Ku Percaya

3. Baca Firman (10-15 menit)

A. Teks Firman Tuhan YOHANES 9:1-41

Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 9:1-41

B. Penjelasan Firman Tuhan:

Dalam teks ini mengisahkan tentang seorang yang buta dari lahir dan dikucilkan oleh orang –orang disekitarnya. Ketika Yesus sedang berjalan melewati dan melihat orang buta tersebut, Ia meludah ke tanah dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tersebut dan berkata kepadanya untuk pergi membasuh dirinya dalam kolam Siloam (Siloam artinya Yang diutus), dan setelah orang buta itu membasuh dirinya maka sembuhlah orang buta tersebut dan ia dapat melihat kembali. Namun dalam pekerjaan Allah yang dinyatakan ini, orang-orang Farisi mempertanyakan siapakah yang melakukan mukjizat yang dahsyat itu. Sehingga karena ketidak percayaan orang-orang yang melihat mukjizat itu, mereka memanggil orang tua pengemis buta itu untuk memastikan apakah orang itu benar-benar buta sejak lahir, dan benar pengemis itu sudah buta sejak lahir. Tetapi orang banyak itu kembali menanyakan kepada pengemis itu “bagaimana Ia (Yesus) memelekkan matamu?” Orang-orang yang tidak percaya itu berunglang kali menanyakan hal yang sama. Sehingga pengemis itu menjelaskan kepada mereka tetapi dengan menggunakan kalimat yang seperti mengejek orang-orang itu, dan hal itu membuat masyarakat dan orang-orang Farisi yang tidak percaya itu marah karena pengemis itu seolah-olah seperti mengajarkan mereka. Akhirnya pengemis itu diusir oleh orang-orang Farisi dan orang banyak itu.

Konsep orang-orang pada masa itu adalah orang yang mengalami penderitaan/penyakit itu disebabkan oleh dosa yang mereka perbuat. Terlihat jelas ketika salah satu murid-Nya menanyakan kebutaan pengemis itu apakah diakibatkan karena dosanya sendiri atau dosa orang tuanya. Dalam hal ini Yesus meluruskan pemahaman mereka bahwa tidak selalu orang yang mengalami penderitaan itu adalah karena dosa orang tua atau dosa mereka sendiri, tetapi terkadang Tuhan mengijinkan seseorang mengalami penderitaan supaya pekerjaan-pekerjaan-Nya dinyatakan di dalam dia.

Ketika orang-orang Yahudi yang melihat mukjizat itu, maka mereka mempertanyakan kesembuhan seorang yang buta dari lahir, karena ini adalah sesuatu hal yang tidak pernah terjadi. Begitu banyak pertanyaan yang mereka utarakan yang intinya adalah ketikapercayaan.

Renungan: Dalam Yohanes pasal 9 ini tidak menyebutkan nama pengemis yang buta itu, namun itu bukanlah menjadi bahan utama dalam renungan kita hari ini, yang perlu kita soroti dan ketahui adalah iman percaya seorang pengemis yang buta. Mari kita sama-sama belajar dalam dua bagian bagian kisah ini.

1. Iman seorang pengemis. Dalam ayat7 menjelaskan ketika Yesus menyuruh pengemis tersebut untuk ke kolam Silom, ia langsung pergi. Pengemis itu pergi tanpa keraguan, ia pergi dengan penuh iman kepercayaan bahwa ketika ia membasuh dirinya ke dalam kolam Silom, ia akan sembuh. Dan kita tahu dari kisahnya bahwa ia sembuh. Dari hal ini kita bisa melihat iman seorang pengemis yang percaya akan perkataan Yesus, sehingga ia memperoleh kesembuhan. Bisa saja pengemis tersebut tidak pergi ke ke tempat yang dikatakan Yesus, namun kita dapat melihat bagaimana respon yang diberikan oleh pengemis tersebut.

2. Pada masa itu, orang-orang Yahudi telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. Namun sepertinya, Pengemis yang telah Yesus sembuhkan itu tidak menunjukkan ketakutan pada ancaman lingkungannya, ia tetap memberi kesaksian kesembuhannya dan bahkan mengajarkan kebenaran kepada orang-orang yang tidak percaya itu. Ia tentu mengetahui konsekuensinya yaitu dikucilkan, namun pengemis ini memilih untuk tetap percaya kepada Yesus. Terlihat jelas dalam ayat 38, ia menyatakan dengan jelas iman kepercayaannya, “katanya, aku percaya Tuhan! Lalu ia sujud menyembah-Nya”. Tindakan yang dilakukan oleh seorang pengemis itu bukanlah suatu hal mudah pada saat itu, karena ketika dia mengakui Yesus sebagai Mesias maka ia akan dikucilkan dan diusir dari tempatnya.

Menjadi pertanyaan bagi kita, ketika kita dalam keadaan terpuruk, masalah datang bertubi-tubi, keuangan keluarga yang semakin menipis, masih mampukah kita tetap mempercayai pekerjaan-pekerjaan Allah dalam kehidupan kita dan tetap menjadi terang di lingkungan dimana kita berada.

Seorang pengemis yang buta dari lahir dan entah berapa lama ia menanti dan mengharapkan kesembuhannya, ia tentu banyak melewati berbagai cemooh, diremehkan oleh lingkungannya tetapi ketika dia tahu bahwa telah datang pengharapan besar maka ia percaya dan tetap mempercayai bahkan ketika ia telah diusir.

Jadi, marilah kita memiliki iman kepercayaan penuh kepada Tuhan. Apapun yang diperhadapkan dalam kehidupan kita, hal yang kita sukai maupun yang tidak, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Kita tidak dapat mengendalikan masalah supaya tidak menghampiri hidup kita, tetapi kita akan dimampukan oleh Tuhan ketika kita percaya penuh pada-Nya. Kiranya dalam masalah yang kita hadapi dalam hidup ini menjadi alat untuk menguji iman kita untuk terus berharap dan percaya kepada Tuhan. Ingatlah bahwa teman ataupun keluarga dapat meninggalkan kita, tetapi Tuhan kita tidakakan meninggalkan. Seorang pengemis yang diusir karena imannya, tidak Yesus tinggalkan (ayat 35). Seorang pengemis tidak Yesus tinggalkan, begitu juga dengan kita. Tidak ada alasan bagi kita sebagai orang-orang percaya untuk meragukan-Nya. Untuk itu mari kita terus percaya dan tetap mempercayai-Nya dalam semua aspek kehidupan kita.

Ilustrasi:

Sebuah ilustrasi yang mungkin bisa membuat kita lebih memahami dan mengerti firman Tuhan pada renungan ini. Sebuah keluarga kecil yang sederhana memiliki anak tunggal berumur 15 tahun, dimana menduduki bangku kelas 3 SMP. Ayah dan ibunya selalu memberikan yang terbaik yang bisa mereka lakukan untuk anaknya. Tidak berkelimpahan harta adalah bukanlah suatu hambatan bagi keluarganya untuk menciptakan keluarga yang bahagia dan harmonis. Namun pada suatu waktu, ketika seminggu sebelum ujian kelulusan bagi mereka siswa-siswa kelas akhir pun datang, jadi segala sesuatu yang bersangkutan di sekolah harus segera dilunasi. Hal ini menjudi pergumulan besarnya, karena ia tahu bahwa keuangan keluargannya saat ini sedang kritis.

Ketika pulang ia mengumpulkan keberanian untuk mengatakan kepada orang tuanya dengan harapan bahwa orang tuanya memiliki dana untuk melunasi biayanya disekolah. Namun harapannya bertolak belakang pada apa yang ada, orang tuanya benar-benar tidak memilikinya. Sedih dan khawatir sudah tentu itu yang dirasakan anak ini, namun apa yang dapat ia perbuat, tidak mungkin juga ia memaksakan keadaan keluarga mereka.

Hingga tiba pada hari terakhir untuk batas pembayaran biaya sekolahnya, dan para mahasiswa pun sudah mendapatkan kartu ujian untuk besok terkecuali dengan anak ini. Ketika besok tiba harinya, anak ini sebenarnya tidak diperbolehkan ikut ujian, tetapi ia tetap datang berharap bahwa pihak sekolah akan mengasihaninya, namun tentu itu adalah kemustahilan. Tibalah ia disekolah dan ingin masuk dalam ruang ujian, dan sudah tentu ia tidak diijinkan. Banyak hal yan anak ini lakukan mulai dari membujuk pengawas ujian tersebut, menjanjikan bahwa ia pasti akan bayar tapi ia harus ikut ujian yang terakhir ini, dan masih banyak usahnya yang lain namun hasilnya tetap gagal. Ketika ada seorang guru yang melihat anak tersebut, ia menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi. Anak itupun menjelaskannya, dan siapa sangka tergeraklah hati gurunya itu untuk menanggung biayanya. Bahagia, senang dan terharulah yang dirasakan anak itu, hanya mengatakan ucapan terimasih dan rasa syukur yang mampu ia lakukan. Sebelum ia masuk dalam ruang ujian, gurunya itu berpesan, lakukanlah bagianmu sebagai siswa, ikuti ujian dengan sungguh-sungguh dan jujur, yang lainnya tidak usah kamu khawatirkan. Akhirnya anak itu memiliki solusi pada permasalahan yang dialaminya, dengan kepercayaannya akan bisa ikut ujian adalah suatu iman yang luar biasa yang dimiliki oleh seorang anak remaja.

Jika kita d posis anak itu tentu kita pasti tahu bagaimana perasaannya, bayang-bayang masa depan yang mulai tidak jelas pasti terlintas dalam pikirannya, tetapi hal yang tidak terpikirkan menjadi solusi dari pergumulannya. Begitu juga dalam kehidupan kita, ketika ada begitu banyak persoalan menghampiri hidup kita, tidak tahu harus bagaimana lagi dan bayang-bayang kehidupan yang kelam mungkin sudah mulai meracuni pikiran kita, dan lupa bahwa ada tangan Tuhan yang lebih hebat dibandingkan dengan masalah kita. Bapak ibu saudara-saudari ilustrasi yang sederhana ini mengingatakan kita kembali untuk tetap percaya Tuhan dalam hal-hal apapun yang diijinkan untuk kita alami. Mari kita lakukan bagian kita sebagai umat-Nya dan Tuhan juga akan melakukan bagian-Nya sebagai Tuhan kita. Mempercayai-Nya dan tetap berharap pada-Nya adalah pegangan bagi kita untuk mampu berjalan menelusuri kehidupan kita.

4. BERTINDAK: Cerita hidup kita mungkin tidak persisi sama dengan pengemis yang buta itu ataupun cerita dalam ilustrasi di atas, namun, hal ini menjadi acuan bagi kita untuk tetap memilih percaya kepada Tuhan dalam berbagai kondisi apapun. Ketika Allah mengijinkan penderitaan dalam hidup kita kiranya kita sebagai orang-orang percaya memberikan respon yang benar. Dengan demikian dalam kehidupan kita pekerjaan Allah dinyatakan dan tentunya menjadi terang disekeliling kita. Tidak ada alasan untuk kita berhenti atau ragu percaya kepada Tuhan. Kita adalah orang-orang yang perlu berpegang teguh pada-Nya, kita tidak akan mampu bila mengandalkan diri sendiri, kita perlu Dia. Ia adalah Sang Mesias sumber pengharapan kita. Sebagai orang-orang percaya perlu kita ingat bahwa Ia memang mengijinkan berbagai perkara/ penderitaan dalam hidup kita namun ia tidak meninggalkan kita, ia akan bersama-sama dan menuntun hidup kita. Mari berusaha terus melakukan yang terbaik semasa hidup ini, bersungguh-sungguhlah dan tetap mempercayai-Nya. Kiranya firman Tuhan dalam bahan ini, menjadi perenungan bagi kita untuk tetap percaya pada Allah kita.

5. BERDISKUSI

a. Percayakah anda bahwa akan kuasa Yesus yang sanggup menyembuhkan?

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


Wednesday, 31 March 2021

Yesus adalah Terang


YOHANES 8:12-20

Topik : Yesus adalah Terang

Tujuan : Mengajarkan jemaat agar mengetahui bahwa hanya Yesuslah sumber terang dan mengajarkan jemaat untuk menjadi terang bagi sesamanya.

1. BERDOA

Allah Bapa yang Maha baik, kami bersyukur atas penyertaan Mu dalam kehidupan kami sepanjang hari ini, kami bersyukur atas semuanya itu tidak ada hal yang dapat kami lakukan untuk membalas setiap kebaikan Tuhan dalam kehidupan kami. Tuhan pada saat ini kami akan memulai persekutuan kami kiranya Engkau yang akan bersama-sama dengan kami dari awal, pertengahan dan hingga kami mengakhirinya. Tuhan layakanlah kami untuk bersekutu dengan Engkau di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan mengucap syukur Halleluya, Amin.

2. BERMAZMUR

Betapa kumencintai

Segala yang t'lah terjadi

Tak pernah sendiri jalani hidup ini

Selalu menyertai

Betapa kumenyadari

Di dalam hidupku ini

Kau s'lalu memberi rancangan terbaik

Oleh karena kasih

Bapa, sentuh hatiku

Ubah hidupku menjadi yang baru

Bagai emas yang murni

Kau membentuk bejana hatiku

Bapa, ajarku mengerti

Sebuah kasih yang selalu memberi

Bagai air mengalir

Yang tiada pernah berhenti

Cipt. Maria Shandi

3. FIRMAN TUHAN

a. Tema: Yesus adalah Terang (Yohanes 8:12-20)

b. Penjelasan

Bapak/i yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, kita telah membaca ayat renungan kita pada hari ini. Pada saat ini kita akan belajar dari kebenaran Firman Tuhan dengan tema Yesus adalah Terang. Sebelum masuk pada inti pembahasan, ada beberapa pertanyaan untuk kita semua. Pernahkah bapak/i berada dalam gelap? Bisakah bapak/i melihat benda ketika gelap? Pada saat ini mari kita bayangkan, apakah yang akan terjadi jika terang tidak ada dalam gelap.

Setelah kejatuhan manusia yang pertama yaitu Adam dan Hawa, dunia semakin buruk. Kita bisa melihat kejahatan semakin hari semakin membesar dan kejahatan terjadi di mana-mana. Dunia sekarang ini berada dalam situasi yang gelap dan kita harus mencari sumber terang untuk menerangi kegelapan tersebut.

Satu-satunya sumber terang untuk menerangi dunia adalah Yesus itu sendiri. Dalam Yoh. 8:12, Yesus mengatakan “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Ungkapan “Akulah terang dunia...” merupakan ungkapan yang berarti hanya Dia lah (Yesus) yang memiliki terang tersebut dan tidak ada yang lain. Pada saat itu, Yesus melihat bahwa orang Farisi dan ahli-ahli Taurat mereka sedang diliputi oleh kegelapan. Mereka ingin mencobai Yesus dengan membawa perempuan yang berzinah kepada-Nya. Mereka juga menolak dan tidak mempercayai Yesus sebagai juruselamat, yang mana menunjukan bahwa mereka hidup dalam kegelapan dan menolak terang tersebut.

Yesus mengatakan Dia adalah terang dunia karena Ia sendiri berasal dari Bapa. Dia adalah terang dunia karena Ia mewakili Allah Bapa, tanpa Ia berasal dari Allah Bapa, Ia tidak akan mungkin mengatakan bahwa Ia adalah terang.

Dalam ayat 12, selain Yesus bersaksi bahwa Ia adalah terang, Ia juga menawarkan bahwa siapa pun yang mengikuti Dia maka orang tersebut tidak akan berjalan dalam gelap melainkan memiliki terang hidup.

 Ilustrasi

Dulu ketika saya berumur 12 tahun, saya pernah berada di dalam rumah sendirian. Hal yang membuat saya takut ialah karena pada saat itu saya berada dalam gelap, yang mana membuat saya tidak bisa melihat benda sekeliling saya dan akhirnya saya menabrak tiang yang ada di dalam rumah. Saya menyadari betapa pentingnya pelita/lampu untuk menerangi ruangan tersebut. Beberapa hari kemudian saya berada lagi dalam ruangan yang gelap, hal yang saya lakukan adalah mencari sumber penerangan dan ketika saya mendapatkan sumber terang, ruangan tersebutpun menjadi terang dan saya juga bisa melihat benda apa saja yang ada di sekitar saya.

Dari kesaksian dan juga ilustrasi tersebut, hal yang dapat kita pelajari adalah, dunia tidak memiliki terang selain dari pada Yesus Kristus. Oleh karena itu, Marilah kita percaya hanya kepada Yesus sebagai satu-satunya terang itu. Yesus mengatakan “barangsiapa mengikut Aku dia tidak akan berjalan dalam kegelapan.” Kalau kita tidak mengikuti Yesus, maka kita akan terus berjalan di dalam kegelapan. Kegelapan itu ada di tengah-tengah dunia, kegelapan itu juga ada di dalam hati manusia.

4. BERTINDAK

Yesus ialah terang dunia, terang yang Yesus sediakan menjadikan kita juga terang. Ketika kita telah menjadi terang, hendaknya kita memelihara terang tersebut dengan melakukan Firman Tuhan, selain itu karakter dan perbuatan kita juga seturut dengan Firman Tuhan.

Terang itu hanya ada dalam Yesus Sang Juru Selamat kita, oleh karena itu hendaknya kita semua mencari Dia dalam persekutuan, ibadah, baca Firman Allah, hidup kudus, doa dan lain sebagainya. Saat terang itu ada dalam kita, kita juga akan menjadi terang yang akan menerangi sekitar kita di dalam kegelapan.

5. BERDISKUSI

1. Bagaimana pemahaman anda mengenai Yesus sebagai Terang?

2. Bisakah anda menceritakan bagaimana Yesus menerangi hidup anda?

3. Apakah hidup anda juga sudah menjadi terang bagi sekitar?

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok-Pokok doa: Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.


Kasih Yang Menerima

YOHANES 8:1-11

Tema : Kasih yang Menerima

Tujuan : Memberi pemahaman dan pengajaran kepada jemaat untuk memiliki kasih yang menerima tanpa membeda-bedakan. Jemaat diharapkan dengan renungan ini dapat menjadi pribadi yang dapat melihat sesamanya dengan kasih, tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain.

1. Doa Pembukaan :

Allah Bapa yang maha baik terimakasih atas berkat-Mu yang bisa kami rasakan sampai saat ini kami bersyukur atas semuanya itu dan pada saat ini kami akan memulai persekutuan kami dan kami serahkan seluruhnya ke dalam tangan-Mu, dari awal, pertengahan hingga nanti kami mengakhirinya dan layakkan kami agar kami berkenan dihadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami telah berdoa dan mengucap syukur halleluyah, amin.

2. BERMAZMUR

Lagu pujian ke-1 dan ke-2: Jemaat cari sendiri

Lagu firman :

Hanya dekat kasih-Mu Bapa

jiwaku pun tentram

Engkau menerimaku, dengan sepenuhnya

Walau dunia melihat rupa

Namun Kau memandangku

Sampai kedalaman hatiku

Reff :

Tuhan inilah yang ku tahu

Kau mengenal hatiku

Jauh melebihi semua

Yang terdekat sekalipun

Tuhan inilah yang ku mau

Kau menjaga hatiku

Supaya kehidupan

Memancar senantiasa

Ciptaan : Gloria Trio

Doa Firman : Allah Bapa yang maha baik pada saat ini kami akan mendengarkan kebenaran Firman-Mu, kiranya Engkau jamah hati kami kiranya Firman yang kami dengarkan tidak sekedar kami dengar tetapi kami pahami dan kami lakukan di dalam kehidupan kami, sehingga kami menjadi orang-orang yang semakin bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan. Dalam nama Yesus kami berdoa halleluyaH, amin.

3. FIRMAN TUHAN

Teks Firman Tuhan : Yohanes 8:1-11

Penjelasan Firman Tuhan :

Dalam kisah ini yang barusan kita baca menceritakan bagaimana mengenai seorang perempuan yang dibawa kepada Yesus untuk dihakimi oleh karena telah melakukan zinah atau perbuatan yang tidak baik, dalam hukum orang Yahudi jika seseorang melakukan dosa perzinahan akan dilempari batu, dalam ayat 3 kita melihat ahli Taurat dan orang Farisi membawa kepada Yesus seorang yang telah kedapatan melakukan zinah.

Pertanyaan : kenapa ahli Taurat dan orang Farisi membawa perempuan itu kepada Yesus? Bukankah, ahli Taurat dan orang Farisi adalah kelompok yang mengetahui hukum dan merekalah yang menetapkan aturan-aturan itu, jika mereka tau mengenai apa yang harus dilakukan kepada wanita yang tertangkap melakukan zinah itu, bukankah mereka bisa secara langsung menghakimi perempuan itu tanpa harus membawanya kehadapan Yesus? apa yang menjadi alasan mereka untuk membawanya kepada Yesus?

 Dalam ayat yang ke-6 jelas dikatakan bahwa bukan mereka tidak mengetahui hukuman apa yang akan diberikan kepada perempuan yang kedapatan berzinah itu jelas dikatakan dalam ayat ini mereka melakukan itu untuk mencobai Yesus dan mencari kesalahan sehingga mereka mendapatkan sesuatu hal yang bisa menyalahkan Yesus. Namun respon dari Yesus hanya membungkuk dan menulis di tanah dengan jariNya, tetapi karena orang-orang itu mendesak Yesus, Yesus memperbolehkan mereka untuk melempari perempuan itu tetapi dengan satu aturan dimulai dari yang tidak berdosa sampai kepada yang berdosa. Kita melihat satu persatu mereka meninggalkan perempuan itu bersama Yesus.

Pertanyaan : Kenapa ahli Taurat dan orang Farisi pergi dan tidak jadi melempari perempuan itu bukankah mereka mendesak Yesus? Ada banyak kemungkinan kenapa mereka tidak melempari pertama, perkataan Yesus yang mengatakan yang tidak berdosa hendaklah ia yang melempar terlebih dulu, kedua mereka merasa bahwa mereka lebih berdosa dari perempuan itu, dan yang ketiga mereka merasa Yesus seorang yang benar, namun tidak menghendaki hukuman kepada perempuan yang melakukan zinah. Hal ini bisa memberi jawaban kepada kita kenapa ahli Taurat dan orang Farisi tidak melempari perempuan itu.

Renungan :

 Bapak ibu saudara yang terkasih, apa yang menjadi perenungan kita dari teks Firman Tuhan ini, ada satu point penting yang akan kita pelajari dari teks ini.

Poin 1: Lihatlah kesalahan orang dengan kacamata kasih

Bpk/ibu sdra/i yang terkasih, mari kita perhatikan bagaimana tindakan dari ahli Taurat dan orang Farisi yang datang kepada Yesus membawa seorang perempuan yang tertangkap melakukan dosa, ahli Taurat dan orang-orang Farisi datang untuk menghukum atau menghakimi perempuan itu dengan melemparinya batu,

Bpk/ibu yang terkasih terkadang kita sama seperti ahli Taurat dan orang Farisi, ketika kita melihat kesalahan atau pelanggaran dari sesama kita, kita malah sibuk untuk menggosipin orang tersebut bahkan kita menghakimi dia. Apakah ini yang dikehendaki Allah kepada kita sebagai orang percaya? Nah bpk/ibu yang terkasih Yesus memberikan teladan kepada kita pada saat ini bagaimana seharusnya respon kita terhadap sesama kita yang melakukan kesalahan.

Kita bisa melihat dalam teks ini bagaimana respon Yesus kepada perempuan yang berdosa ini, Yesus tidak langsung menghakimi atau menghukum perempuan tersebut tetapi kita melihat bagaiamana Yesus menaruh belaskasihan kepada perempuan itu. Didalam ayat 11 kita melihat respon Yesus terhadap perempuan itu, Yesus tidak menghakimi perempuan itu melainkan menyuruh perempuan itu pergi dan berpesan untuk tidak berbuat dosa lagi. Yesus menyuruh perempuan itu pergi bukan karena perempuan itu tidak bersalah melainkan Yesus memandang perempuan tersebut dengan penuh kasih dan Yesus mau memberikan kesempatan kedua kepada perempuan ini untuk bertobat.

Ilustrasi :

Seorang karyawan yang bernama Surti yang bekerja di sebuah perusahaan besar di Jakarta suatu ketika Surti melakukan kesalahan, kesalahan yang dilakukan oleh Surti yaitu menggelapkan uang perusahaan dalam jumlah yang besar, berapa minggu kemudian kesalahan yang dilakukan oleh Surti diketahui oleh manager perusahaan, akhirnya Surti merasa takut dan gelisah. Sewajarnya apabila managernya memecat Surti oleh karena kasalahan yang ia lakukan. Namun managernya memanggil Surti dan menasehati serta memberikan kesempatan kepada Surti untuk melunasi utang-utangnya kepada perusahaan. Dengan rasa bersalah Surti terdiam dan satu persatu air mata surti berjatuhan, karena Managernya sangat baik, tidak memecatnya melainkan memberikan kesempatan kepada Surti untuk berubah, akhirnya Surtipun dengan wajah berseri-seri berjanji tidak akan mengulagi kesalahan yang sama lagi.

4. BERTINDAK :

Bpk/ibu, saudara/i yang terkasih pada saat ini kita diajak untuk mengintropeksi diri kita masing-masing karena belum tentu kita benar dihadapan Allah. Hari ini Yesus menunjukkan kepada kita bahwa Dia adalah Allah yang penuh kasih Allah yang mengampuni, Allah yang penuh cinta bagi setiap yang mencari Dia.

Saudara/i yang terkasih marilah kita keluar dari kehidupan lama kita dan sadar bahwa kehidupan kita ternoda dan berdosa, kita diajak untuk datang kepada Yesus bukan untuk menghakimi orang lain tetapi kita datang untuk dipulihkan sehingga kita bisa membawa orang lain dan dipulihkan dalam kekudusan Tuhan. Mari kita menerima dan memandang sesama kita dengan penuh kasih, sama seperti Yesus yang menerima kita dengan penuh cinta. Yesus menerima kita bukan karena kita benar atau perbuatan kita benar, tetapi Yesus menerima kita karena kita sangat berharga dimata-Nya. Kiranya kebenaran Firman Tuhan hari ini dapat memberkati kita semua. Amin.

5. BERDISKUSI

1. Bagaimana Tuhan mengasihi anda?

2. Bagaimana cara anda mengasihi keluarga dan juga orang-orang di sekitar anda?

3. Apakah anda menerima orang lain apa adanya? Atau harus sesuai dengan kemauan anda?

6. BERDOA SYAFAAT :

Pokok Doa: Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


Yesus Air Hidup

YOHANES 7:37-44

Tema : Yesus Air Hidup

TUJUAN:

1. BERDOA

Bapa di surga kami mengucap syukur untuk hari ini, kami dapat berkumpul bersama-sama untuk memuji menyembah Engkau dan mendengarkan Firman-Mu ya Tuhan. Berkati kami dan berkati ibadah kami dalam nama Tuhan Yesus. Amin..

2. BERMAZMUR (10 -15 menit)

Ku yakin saat Kau berfirman

Ku menang saat Kau bertindak

Hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMu

Ku aman karna Kau menjaga

Ku kuat karna Kau menopang

Hidupku hanya ditentukan oleh kuasaMu

Reff:

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil

Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin

MujizatNya disediakan bagiku

Ku diangkat dan dipulihkanNya

3. BACA FIRMAN :

Teks: Yohanes 7:37-44

Penjelasan Firman Tuhan

Kebenaran yang kita temukan pada bagian ini adalah pada waktu puncak dari perayaan “hari raya pondok Daun” dimana perayaan ini sebagai perayaan pengucapan syukur dari hasil panen orang Israel. Yesus berdiri dan berseru “barang siapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum, barang siapa percaya kepada-Ku . . . dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Bagian ini adalah bagian dimana Yesus kembali menyatakan atau bersaksi tentang diri-Nya kepada orang-orang yang menentang keAllahan Yesus. Bahwa sumber air kehidupan itu adalah Dia, pengakuan ini juga Yesus sampaikan kepada seorang perempuan Samaria “tetapi barang siapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya” (4:14) dan pada waktu banyak orang mengikuti Dia, yang hanya mencari Yesus karena mereka sudah makan roti dan menjadi kenyang (6:26) kemudian Yesus mengatakan “Akulah roti hidup, barang siapa datang kepada-Ku ia tidak akan lapar lagi dan barang siapa percaya, ia tidak akan haus lagi” (6:35), namun masih banyak yang menolak Yesus dan mempermasalakan diri-Nya

Ketika Dia mengajar (7:14-18) banyak orang heran akan ajaran-Nya dan bertanya-tanya dari manakah Dia mendapatkan semua yang Dia ajarkan, Yesus menjawab “ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia (Bapa) yang mengutus Aku” sebelum Yesus melanjutkan untuk memberitahukan siapa Dia, Ia memperingati mereka bahwa “barangsiapa berkata-kata dari diri-Nya sendiri, ia sedang mencari hormat, tetapi jika mencari hormat bagi Dia (Bapa) ia benar . . .” dan kemudian terjadilah keributan disana, mereka semua mempermasalakan dari mana ajaran-Nya, dari mana asal-Nya, orang baik atau orang jahatkah Dia, dan apakah Dia seharusnya dipercaya?.

Kemudian pada puncak dari perayaan itu, Yesus berdiri dan mengatakan “barang siapa haus datanglah kepada-Ku dan minum dan percaya kepada-Ku maka dalam dirinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” “air hidup” kita bisa temukan penjelasannya pada teks ini yaitu Roh, namun Roh itu belum datang karena Yesus belum dimuliakan atau belum menyelesaikan tugas-Nya yaitu mati di kayu salib. Kalimat ini merupakan ajakan yang Yesus umumkan pada banyak orang dan itu berlaku bagi kita hari ini barang siapa haus datanglah kepada Yesus dan minumlah kemudian percaya maka dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.

Hal menariknya adalah Yesus mengajak mereka untuk minum terlebih dahulu kemudian percaya, mengapa?? karena mereka sendiri memperdebatkan siapa itu Yesus. Yesus mau mereka mengalami terlebih dahulu, minum terlebih dahulu sehingga pada akhirnya mereka percaya kepada-Nya.

 Renungan

 Melalui kalimat “tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (4:14), Yesus mengajak jika ada yang haus datanglah kepada-Nya karena Dia berjanji setiap orang yang datang kepada-Nya ia akan diberi minum sehingga mereka akan menjadi percaya. Ia adalah dahaga yang orang-orang Israel sedang nanti-nantikan dan Ia adalah sumber segala sesuatu yang kita butuhkan. Secara tidak langsung Yesus sedang mengatakan jika engkau makan dan minum dari Aku, kamu tidak akan lapar dan haus lagi, jadi Yesus itulah kecukupan, artinya jika kita makan atau minum dari Dia maka sudah cukup, kita tidak perlu bersusah paya untuk mencari lagi dan lagi, kita akan merasa sudah cukup, sudah puas jika dia yang memberikan, tidak akan lapar lagi dan tidak akan haus lagi. Jadi Yesus adalah sumber kita dan hanya itulah satu-satunya kita mendapatkan rasa cukup untuk selama-lamanya. Sebaliknya jika kita datang kepada yang lain maka tidak ada jaminan bagi kita akan mendapatkan kecukupan melainkan akan selalu mengalami kekurangan, mengapa? Karena Dialah Sumbernya.

Allah menyediakan kebutuhan yang kita butuhkan, bahkan ketika kita percaya pada-Nya, kita akan menjadi berkat bagi orang lain, sebagaimana dikatakan “dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” jangan ragu kepada-Nya, ketika kita minum dari Dia yang adalah sumber air itu, maka akan menjadi cukup bagi kita dan aliran-aliran air itu akan mengalir dalam kita kepada orang lain. Ketika kita datang kepadanya tidak akan sia-sia sebab Dia sendiri yang mengatakanya “. . . baiklah ia datang kepada-Ku dan minum” dan hasilnya adalah tidak akan haus lagi.

 Ilustrasi:

Mata air adalah sumber dimana air itu berasal yang mengalir tanpa henti, berbeda dengan air yang ketika hujan kemudian berkumpul menjadi banyak. Ketika kita membuat saluran untuk menyalurkan air ke tempat lain, kalau kita membuat dari air yang berkumpul karena hujan itu, maka akan terbatas sesuai dengan jumlah yang ada, namun ketika kita membuat dari sumber airnya maka air takkan berhenti mengalir.

4. Bertindak:

Marilah kita datang kepada sumbernya bukan kepada yang lain, Yesus yang akan membuat kita merasa cukup bahkan berlimpah “mengalir” kepada orang di sekitar kita . Yesus adalah sumber kehidupan, Dia adalah air kehidupan jika kita mau hidup maka datanglah kepada yang mempunyai hidup itu, “barang siapa haus datang dan minum” barang siapa yang sakit datanglah maka akan sembuh dan sebagainya.

5. BERDISKUSI

a) Apa yang menjadi kebutuhan anda sekarang??

b) Dengan cara apa anda lakukan untuk mencapai kebutuhan itu??

c) Apa yang menjadi kebutuhan anda yang sudah dijawab Yesus namun anda merasa itu belum cukup??

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.


Melihat dengan Benar

YOHANES 7:1-24

Tema: Melihat Dengan Benar

Tujuan : Mengajarkan kepada jemaat agar tidak terobsesi terhadap apa yang dipandang baik menurut manusia melainkan berpegang teguh terhadap kebenaran Firman Tuhan.

1. BERDOA

Bapa di surga kami mengucap syukur atas kasih dan anugerah-Mu dalam hidup kami, sehingga sampai saat ini kami dapat beridah, itu semua karena kasih karunia-Mu. Saat ini kami serahakan ke dalam tangan-Mu seluruh hidup kami dan persekutuana yang indah ini. Biarlah Roh Kudus-Mu yang mengurapi setiap kami dan memampukan serta memahami dan mengerti kebenaran firman-Mu Amin.

2. BERMAZMUR

Bukan dengan kekuatanku

'Ku dapat jalani hidupku

Tanpa Tuhan yang di sampingku

'Ku tak mampu sendiri

Engkaulah kuatku

Yang menopangku

Kupandang wajahmu dan berseru

Pertolonganku datang dari-Mu

Peganglah tanganku jangan lepaskan

Kaulah harapan

Dalam hidupku

3. BACA FIRMAN

Teks : Yohanes 7:1-24

Penjelasan Firman Tuhan

Dalam Yahones 7:1-24, menceritakan dua perikop dalam satu peristiwa: yang pertama mengenai Yesus pergi ke Yerusalem untuk hari raya Pondok Daun dan dilanjutkan dengan menceriterakan mengenai kesaksian Yesus tentang diri-Nya kepada orang-orang Yahudi. Dalam perikop yang pertama, menceritakan perihal hari raya Pondok Daun yang sudah dekat. Hari raya Pondok Daun adalah hari raya orang Yahudi (lih. 7:2) dan hari raya Pondok Daun adalah hari raya terakhir sebelum tahun baru Yahudi. Ini adalah panen sebelum musim dingin. Hari raya ini merupakan suatu perayaan yang wajib dilakukan oleh bangsa Israel selain perayaan roti tak beragi atau paskah. Perayaan Pondok Daun ini dilakukan agar bangsa Israel mengingat akan kasih dan pemeliharaan Tuhan pada waktu nenek moyang mereka selama 40 tahun hidup di padang gurun.

 Ketikan hari perayaan itu sudah dekat maka kata saudara-saudara Yesus kepada-Nya: “Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan. Sebab tidak seorangpun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia” (lih. 7:3-4. Tetapi jawab Tuhan Yesus kepada mereka “waktu-Ku belum tiba.” Disini ada dua perbedaan pendapat, saudara-saudara Yesus merasa ini adalah waktunya untuk lebih dikenal banyak orang. Maka Yesus harus datang ke Yerusalem. Membuat tanda-tanda mukjizat, kesembuhkan orang,mengusir setan, dan lain sebagainya, Ini akan membuat Yesus dikenal ke seluruh Israel, Tetapi bagi Yesus, waktu-Nya akan tiba pada saat kematian-Nya. Orang-orang di Yerusalem ingin membunuh Dia, dan ini tidak diketahui oleh saudara-saudara-Nya. Tetapi di ayat 10 dikatakan bahwa Tuhan Yesus tetap pergi ke pesta itu. Apakah ini waktunya sudah tiba? Ya waktu-Nya sudah untuk pergi ke perayaan Pondok Daun tersebut.

Selanjutnya dalam perikop yang kedua menceritakan kesaksian Tuhan Yesus tentang diri-Nya. Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke bait Allah lalu mengajar, maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan tanpa belajar”! (lih. 7:15) ini adalah insiden keheranan orang Yahudi melihat dan mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus kepada orang banyak. Tetapi Tuhan Yesus menjawab: “Ajaranku tidak berasal dari diri-Ku sendiri tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku” (lih. 7:15). Pernyataan Tuhan Yesus ini seharusnya membawa saudara-saudara-Nya dan orang-orang Yahudi untuk melihat dengan benar perbuatan-perbuatan yang Tuhan Yesus lakukan dengan ajaib.

 Renungan

 Dari kisah Tuhan Yesus dalam perayaan pondok Daun yang diceritakan di atas, memberikan pertanyaan kepada kita, sejauh mana kita melihat dengan benar kuasa Allah itu? Apakah kita seperti saudara-saudara Tuhan Yesus yang melihat Yesus hanya sebatas saudara mereka, sehingga sukar bagi mereka untuk percaya kepada-Nya, walaupun Tuhan Yesus banyak melakukan perbuatan yang ajaib? Atau seperti orang-orang Yahudi yang iri hati dan dengki karena Tuhan Yesus memberitakan kabar yang sejati dan malakukan banyak mujizat? Sehingga mata hati mereka dibutakan oleh rasa benci itu. Tidak sidikit orang percaya tergolong dalam konsep saudara-saudara Tuhan Yesus dan orang-orang Yahudi yang tidak percaya. Ketidak percayaan ini muncul karena meragukan Allah dengan manifestasi-Nya dalam kehidupan ini. sehingga mata rohani ini menjadi buta.

 Lalu bagaimana seharusnya orang percaya dapat melihat dengan benar? Yohanes 1:17 mengatakan: “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” Penekanan yang Tuhan Yesus sampaikan, supaya dapat melihat dengan benar ialah melakukan kehendak-Nya. Kehendak Allah itu baik dan sempurna bagi kita. Allah tidak memperoleh apa-apa ketika kita melakukan kehendak-Nya. Semua kehendak-Nya adalah demi kebaikan dan keuntungan kita. Tidak ada satupun yang kita lakukan “untuk Tuhan” yang menguntungkan Dia, tetapi justru untuk keuntungan kita sendiri!

Kita menyembah Dia, tapi yang untung kita sendiri. Jika kita berdoa, siapa yang untung? Kita seringkali memandang kehendak dan larangan Allah mengekang kebebasan kita. Untuk itu, akal budi kita harus diperbarui untuk melihat bahwa setiap perintah Allah itu adalah untuk kebaikan dan untuk melindungi kita dari yang jahat. Oleh karena itu, dalam melakukan kehendak Allah, janganlah kita berpikir kita telah mengorbankan sesuatu, karena dalam kenyataannya kita tidak rugi apa-apapun, tetapi malah memperoleh segala sesuatu.

 Ilustrasi

Suatu ketika ada dua orang yang masuk ke dalam sebuah sungai yang sama, tetapi dengan tujuan yang berbeda. Seseorang turun ke dalam sungai untuk mencari batu, sedangkan yang seorang lagi turun untuk mencari pasir. Pencari batu yang turun maka pastilah batu yang akan diambilnya, sedangkan pasir akan dibuangnya. Di pihak lain pencari pasir tentu hanya pasir saja yang diambilnya, sedangkan batu akan dibuangnya. Mengapa demikian? Karena keinginan yang berbeda akan menghasilkan sesuatu yang berbeda juga.

4. BERTINDAK

 Demikian hal di dalam mencari kebenaran itu, harus dimulai dengan menghilangkan segala konsep-konsep yang tidak benar tentang Allah dan firman-Nya. Membuka diri sepenuhnya terhadap apa yang dikehendaki Allah melalui firman-Nya dalam Alkitab, maka hal ini mempermudah bagi kita untuk menemukan dan memperoleh keselamatan di dalam Tuhan Yesus artinya kita dapat melihat dengan benar.

 Jadi, dalam kehidupan orang percaya di masa kini, melihat dengan benar bukanlah masalah yang sulit tetapi ditentukan oleh apakah kita mau belajar atau tidak, apakah kita mau mencoba atau tidak dan apakah kita merindukan firman-Nya atau tidak. Ketika kita orang percaya mempunyai kerinduan yang amat dalam untuk melihat dengan benar, maka Firman Tuhan mengatakan mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah maka akan mendapat dan ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu (lih. Mat.7: 7). Yang artinya kehausan akan Firman Allah menguatkan iman kita untuk melihat dengan benar dan dapat melakukan kehendak Allah. mari Sebagai orang percaya membuka hati kepada Tuhan dan melakukan kebenaran firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

5. BERDISKUSI

1. Bagaimana anda melihat sesuatu masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari?

2. Apa dasar anda untuk melihat sesuatu itu benar atau salah?

6. BERDOA SYAFAAT

Pokok Doa: Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus.


Tuesday, 30 March 2021

Lihatlah dan Percayalah


(YOHANES 6:1-15)

TOPIK : Lihatlah dan Percayalah pada Allah

TUJUAN : Mengajarkan kepada Jemaat untuk selalu percaya pada mukjizat Allah. Sehingga mukjizat terjadi bukan karena iman yang dapat dilihat, melainkan harus disertai dengan percaya. Untuk itu tetap percayalah kepada Allah bahwa mukjizat masih dinyatakan kepada setiap kita orang percaya hingga saat ini.

1. BERDOA ( 3 - 5 menit )

“Bapa di dalam kerajaan surga, kami bersyukur atas rahmat-Nya kita dapat melaksanakan ibadah ini. Kami menyerahkan ibadah malam hari ini ke dalam tangan-Mu. Engkau hadir dan melawat setiap kami agar urapan dan kuasaMu melingkupi kehidupan kami. Dalam nama Yesus kami siap memuji dan menyembah Engkau, haleluyah . Amin.”

2. BERMAZMUR (10 -15 menit)

Pujian 1 :

TAK TERBATAS KUASAMU TUHAN

SEMUA DAPAT KAU LAKUKAN

APA YANG KELIHATAN MUSTAHIL BAGIKU

ITU SANGAT MUNGKIN BAGIMU

DI SAATKU TAK BERDAYA

KUASAMU YANG SEMPURNA

KETIKA KU PERCAYA

MUJIZAT ITU NYATA

BUKAN KAR'NA KEKUATAN

NAMUN ROHMU YA TUHAN

KETIKA KU BERDOA

MUJIZAT ITU NYATA

3. BACA FIRMAN (10-15 menit)

A. Teks Firman Tuhan : Yohanes 6:1-15

Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 6:1-15

Penjelasan Firman Tuhan : Lihatlah dan Percayalah pada Mukjizat

Cerita ini mengenai pelayanan Yesus lakukan selanjutnya di seberang danau Galilea yaitu danau Tiberias. Orang-orang di daerah itu banyak yang berbondong mengerumuni Dia. Karena mereka melihat bahwa banyak mukjizat yang diadakan dan sembuh. Setelah itu, Yesus dan murid-muridNya duduk diatas gunung.

Kemudian pada saat itu telah dekat paskah bagi orang Yahudi. Yesus memandang sekelilingnya bahwa orang-orang berbondong kepada-Nya. Kemudian Yesus berkata kepada Pilipus: di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan? (ayat 5). Filipus kemudian menjawab: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka, sekalipun mendapatkan sepotong kecil saja.” Selanjutnya, datanglah Andreas berkata kepada-Nya bahwa seorang anak mempunyai lima roti jelai dan dua ikan sekaligus bertanya apakah artinya untuk dibagikan kepada semua orang itu? (ayat 9)

Selanjutnya Yesus menyuruh semua orang disitu untuk duduk kira-kira 5000 orang laki-laki. Yesus mengambil roti dan ikan tersebut serta berdoa sebanyak yang dikehendaki. Terjadilah sesuai kehendak-Nya dan orang-orang beserta murid-muridNya mendapatkan bagian hingga membuat orang-orang tersebut kekenyangan. Setelah kenyang, murid-muridNya mengumpulkan potongan tersebut dan terkumpul sebanyak dua belas bakul. Pada ayat 14, ketika orang-orang tersebut melihat mukjizat tersebut, takjublah mereka dengan mengatakan bahwa Dia adalah nabi yang akan datang ke dunia. Hingga pada akhirnya, Yesus seorang diri pergi ke Gunung karena Dia mengetahui orang-orang tersebut ingin menjadikan dia sebagai Raja.

 Renungan

Dari kisah pelayanan Yesus ini merupakan suatu mukjizat yang dilakukan di daerah tersebut. Pastinya kita bertanya-tanya bagaimana mungkin hanya lima roti dan dua ikan dapat mengenyangkan lima ribu orang. Apalagi yang tercatat hanya lima ribu laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak. Ini pastinya kita bertanya-tanya bagaimana hal tersebut bisa terjadi pada orang sebanyak itu dan ini merupakan sesuatu hal yang tidak masuk akal.

Akan tetapi dari mukjizat tersebut, ini merupakan sebuah tindakan yang berasal dari iman. Iman didasari pada suatu kepercayaan atau percaya pada Allah, karena iman tidak dapat dikaitkan dengan hal-hal yang masuk akal/ yang layak dikatakan wajar oleh kebanyakan. Tindakan iman bermula ketika Yesus berkata kepada murid-Nya bernama Filipus, dan Filipus menjawab dengan apa yang masuk akal, tidak dengan iman (5-7). Kemudian begitu juga dengan Andreas yang bertanya demikian sekalipun ada lima roti dan dua ikan pada seorang anak. Disinilah perlu adanya suatu tindakan dengan percaya melalui iman.

Bapak/Ibu/Saudara/I yang dikasihi Tuhan, seringkali kita tidak pernah merasakan ada mukjizat dalam kehidupan kita. Mungkin ada beberapa yang memperngaruhi, salah satunya hubungan pribadi dengan Tuhan. Seringkali kita merasakan hal seperti itu yang mengakibatkan diri kita terlalu mengandalkan apa yang masuk akal. Akan tetapi mukjizat masih bekerja dalam kehidupan kita. Tuhan masih bekerja dengan berbagai macam cara untuk diri kita. Sehingga mukjizat tidak sepenuhnya berdasarkan apa yang dilihat, melainkan suatu mukjizat yang dapat dirasakan yang didasari kepercayaan melalui iman. Oleh Karena itu mukjizat Allah masih dinyatakan bagi semua orang percaya dengan berbagai cara yang Allah kehendaki. Karena sekalipun kita melihat mukjizat itu nyata, namun kembali lagi kepada kepercayaan kita kepada Allah melalui iman. Marilah Bapak/Ibu/Saudara/I untuk tetap beriman dan percaya kepada Tuhan, supaya mukjizat-Nya senantiasa dapat dinyatakan dan menjadi bahan kesaksian kepada setiap orang dalam kehidupan sehari-hari.

4. BERTINDAK ( 5 – 10 menit

 Penerapan :

Allah bekerja dalam kehidupan setiap diri kita. Dimana Allah bekerja dalam Kuasa-Nya dalam kehidupan kita secara pribadi. Kuasa Allah tidak terbatas bahkan diselami oleh pikiran dan logika manusia. Demikian juga Iman kepada Kristus yang tidak dapat dibatasi dan tidak dapat dilampaui oleh pikiran manusia. Karena melalui iman, kuasa Allah nyata bagi kehidupan bagi Bapak/Ibu/Saudara/I yang kemudian juga dapat dinyatakan kepada orang lain yang menjadi sumber kesaksian. Iman bukan hanya karena dapat melihat, namun harus disertai dengan kepercayaan kepada Allah. Tuhan Yesus Memberkati, Shallom.

5. BERDISKUSI

1. Apakah anda masih percaya mujizat terjadi hingga hari ini?

2. Pernahkan anda mengalami mujizat? Ceritakanlah mujizat yang pernah anda alami!

3. Siapakah yang dimuliakan ketika suatu mujizat terjadi?

6. BERDOA SYAFAAT ( 5 -10 Menit

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus


Friday, 26 March 2021

Dengarlah dan Percayalah

 DENGARLAH DAN PERCAYALAH!

(Yohanes 5: 19-47)

TOPIK: Dengarlah dan Percaya

TUJUAN : Mengajak dan mendorong Jemaat untuk mendengar dan percaya kepada Yesus lebih dalam-dalam serta mengarahkan mereka untuk memahami kebenaran firman Tuhan.

1. BERDOA (3-5 Menit)

Tuhan Yesus, Bapak kami yang baik. Kami bersyukur buat anugerah dan penyertaan-Mu dalam kehidupan kami. Engkau Tuhan kami, Allah kami yang kami puji dan yang kami sembah. Kami selalu bersyukur dan berterima kasih atas kasih setia-Mu dalam kehidupan kami Tuhan, dan pada saat ini, kami datang bersama, berkumpul bersama, mau bersekutu bersama Engkau, berkati persekutuan kami saat ini Tuhan agar senantiasa persekutuan kami ini dapat membawa kemuliaan bagi nama-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah nama-Mu dan kami mau menyerahkan persekutuan ini di dalam Tangan-Mu, dalam Nama Tuhan Yesus….Haleluya, Amin.

2. BERMAZMUR (10-15 Menit)

Pujian 1:

Saat Ku Tak Melihat Jalan-Mu

Saat Ku Tak Mengerti Rencana-Mu

Namun Tetap Ku Pegang Janji-Mu

Pengharapanku Hanya Pada-Mu

ReFf:

Hatiku Percaya Hatiku Percaya

Hatiku Percaya S'lalu Ku Percaya

By: Edward Chen

3. BACA FIRMAN (10-15 Menit)

A. Teks Firman Tuhan : Yohanes 5: 19-47

Bacalah Firman Tuhan dari Yohanes 5:19-47

B. Penjelasan Firman Tuhan :

Pada awal mulanya ketika kita menjadi orang Kristen, kita sudah mengenal Yesus, percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Yesus bukan hanya sebagai seorang Manusia saja ketika Ia berada dalam dunia ini, melainkan Ia adalah Allah itu sendiri. Yesus hadir di dalam dunia agar umat yang dikasihi-Nya memperoleh keselamatan dan tidak binasa bagi siapa yang percaya kepada Dia.

Dari teks Yohanes 5:19-47 adalah cerita tentang kisah di mana Yesus sedang bersaksi tentang diri-Nya. Yesus sedang bersaksi tentang diri-Nya karena orang-orang Yahudi pada saat itu hendak mau membunuh Dia karena Yesus melakukan pekerjaan di hari sabat. Bukan hanya itu saja, orang-orang Yahudi berniat membunuh Yesus karena mereka tidak menerima perkataan Yesus ketika Yesus mengatakan diri-Nya yang sebenarnya bahwa Ia adalah sama seperti Bapa.. Secara tradisi Yahudi bahwa pada hari sabat tidak boleh dilakukan pekerjaan apapun karena hari itu adalah hari perhentian penuh atau hari yang dikuduskan bagi Allah.

Pada suatu hari ada sebuah peristiwa di mana ada satu kolam bisa menyembuhkan penyakit, apapun penyakitnya pasti akan sembuh, dan nama kolam itu kolam Betesda. Di kolam itu setiap kali terjadi suatu goncangan pada saat malaikat Tuhan turun di kolam itu dan itulah yang dinanti-nantikan mereka. Mereka adalah orang-orang buta, orang-orang timpang, dan orang-orang lumpuh yang menantikan goncangan air di kolam itu. Namun ada satu orang dan sudah 38 tahun menderita sakit. Ketika Yesus melihat orang itu karena Yesus tahu bahwa orang itu sudah lama mengalami sakit itu, maka Yesus berkata kepada orang itu, maukah engkau sembuh? Dan orang itu menjawab: Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku di kolam itu, apabila airnya goncang, dan sementara aku mulai menuju kolam itu maka orang lain sudah mendahului aku. Tetapi Yesus berkata kepadanya: bangunlah dan angkatlah tilammu, maka seketika itu juga orang itu sembuh, ia bangun dan berjalan. Tetapi hari itu hari sabat. Orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang sembuh tadi: hari ini adalah hari sabat dan engkau tidak boleh memikul tilammu. Tetapi jawab orang itu orang telah menyembuhkan aku Dia yang mengatakan kepadaku: angkatlah tilammu dan berjalanlah (ayat 5-11). Seketika itu orang-orang Yahudi berusaha mencari Yesus dan mau membunuh Dia. Dari sinilah kisah dimulai di mana Yesus bersaksi tentang diri-Nya karena orang-orang Yahudi yang tidak menerima kejadian itu, juga dengan perkataan Tuhan Yesus.

Dari kisah yang diceritakan di atas ketika orang sakit itu mengalami sakit dan menjadi sembuh karena ia mendengar dan percaya kepada Yesus. Imannya menunjukkan bahwa Yesus sanggup melakukannya karena Yesus adalah Tuhan, bukan hanya ketika orang itu harus turun ke dalam kolam tadi karena airnya akan mulai goncang, tetapi juga karena imannya kepada Tuhan Yesus sehingga ia menerima keselamatan dan kesembuhan itu.

Ini merupakan satu contoh bagi kita apakah iman kita sama seperti iman orang sakit itu, ataukah kita sama seperti orang farisi yang tidak mau mendengar dan percaya kepada Yesus.

Sejak manusia diciptakan dan jatuh ke dalam dosa, kedatangan tentang Dia (Yesus) sudah diberitahukan dan diberbagai kitab suci telah dituliskan tentang Dia, bahwa Dia yang memberikan kemenangan bagi seluruh umat-Nya. Namun faktanya bahwa kedatangan/keberadaan-Nya Yesus di dalam dunia masih saja tidak diterima dan banyak umat-Nya yang menolak Dia sebagai Tuhan juruselamat itu, walaupun sudah beberapa kali Ia menyatakan diri-Nya yang sesungguhnya. Yesus ditolak karena kita kurang pengenalan akan Dia dan tidak mau belajar dengan Dia. Karena kita terlalu berambisi mengikuti kebodohan kita sendiri yang padahal tidak ada artinya sama sekali bagi hidup kita. yaitu keinginan-keinginan hati kita.

Salah satu contoh yang kita ambil ialah: orang-orang Yahudi (Farisi). Mereka adalah orang-orang yang menolak Tuhan Yesus, mereka tidak mau menerima ke Allahan-Nya Yesus (Yesus, Allah itu sendiri), dan mereka menolak Dia sebagai jalan satu-satunya memperoleh hidup yang kekal yang memberikan keselamatan bagi mereka yang percaya kepada Dia sebagai Tuhan. Yesus menyatakan diri-Nya dan bersaksi bahwa Ia sedang mengerjakan pekerjaan Bapa dan Bapa mempercayakan segala sesuatu di Dalam Dia serta kuasa yang ada di Dalam Dia. Yesus memposisikan diri-Nya sebagai seorang Manusia agar orang-orang yang percaya kepada Dia bisa meneladani Dia. Namun, semua perkataan yang dikatakan oleh Yesus dan berbagai kebenaran-kebenaran yang diberikan-Nya, diabaikan dan tidak mau menerimanya.

Itulah kita yang sebenarnya, yang kadangkala kita tidak mau Mendengar dan Percaya dari semua perkataan Tuhan Yesus. Contohnya saja: Ketika firman Tuhan dibagikan untuk kita, hal ini seringkali kita tolak. Padahal ini salah satu contoh apakah kita masih percaya kepada Firman itu atau tidak?Dan kita tidak mau mendengarkan dan percaya kepada firman itu. Disebabkan karena terlalu banyak kemauan-kemauan kita yang kita pelihara yaitu keinginan-keinginan kita sendiri. Dan itulah kita, kita manusia yang tidak mau Mendengar dan Percaya.

Dengarlah dan Percaya. Kepada siapakah kita harus mendengar dan percaya?Apakah harus langsung melalui Tuhan Yesus yang berbicara kepada kita, baru kita mau mendengar dan percaya?. Tidak akan mungkin!. Yohanes 5:19-47, Kesaksian Yesus tentang diri-Nya. Mari kita belajar dari teks ini.

Firman Tuhan:

1. Mendengar dan percaya, yaitu kepada Tuhan Yesus itu sendiri dengan melalui friman-Nya.

Ayat 24, Yesus mengajak kita untuk mendengar perkataan-Nya dan Percaya Kepada Dia (Allah Bapa) yaitu Yesus sendiri, supaya kita mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum. Yesus mengatakan hal ini karena ada banyak orang Yahudi (orang Farisi) yang hendak mau membunuh Dia pada saat itu. Yaitu mereka yang tidak menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Perkataan Tuhan Yesus sebagai salah satu ajakan untuk kita agar kita benar-benar mengerti dan memahami kebenaran-Nya. Bukan hanya untuk orang Yahudi saja pada saat itu tetapi untuk kita juga yang sekarang ini sebagai pendengar.

Yesus adalah Dia Allah itu sendiri, dan setiap perkataan yang Ia katakan mengandung tentang kebenaran dan juga kehidupan. Kita tahu bahwa ada banyak sekali perbuatan-perbuatan yang kita lakukan di dunia ini yang sangat bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Kita tahu bahwa kita adalah orang berdosa tetapi kita masih mau tetap hidup di dalam dosa. Seringkali kita mengabaikan firman Tuhan, seringkali kita tidak mau menerima kebenaran dari perkataan orang-orang yang hendak membawa hidup kita ke jalan yang benar. Ayat 38 mengatakan “dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya”. Mari kita ketahui: dan firman-Nyaidak menetap di dalam dirimu. Mengapa Tuhan Yesus mengatakan ini kepada orang Yahudi pada saat itu?

Karena mereka tidak mau menerima Yesus sebagai Tuhan sebagai juruselamat mereka, mereka adalah orang-orang bebal dan hati mereka terlalu keras sehingga kebenaran-kebenaran tidak tinggal di dalam mereka. Mereka terlalu mengikuti kehidupan yang merugikan diri mereka sendiri yaitu dengan menyelidiki berbagai Kitab Suci tetapi tidak memahaminya.

Sama halnya dengan kita juga yang saat ini, kita mengenal Yesus, kita percaya Dia bahwa Dia adalah Tuhan kita, tetapi kita tidak percaya kepada firman-Nya (kebenaran-Nya) dengan kata lain meragukan firman-Nya. Kita perlu tahu bahwa ketika kita tidak menerima firman Tuhan, sama halnya bahwa kita sedang tidak menerima Dia dan tidak percaya kepada Dia. Karena firman-Nya dan Dia adalah satu. Keinginan-keinginan hati kita sendiri tidak akan membawa keselamatan bagi kita. Tetapi mendengar firman-Nya dan percaya kepada Dia akan memperoleh hidup yang kekal. Lalu kepada siapakah kita harus mendengar dan percaya selain dari pada Yesus? Selain dari pada Yesus kita juga perlu mendengar dan percaya kepada:

a. Para hamba-hamba Tuhan atau orang-orang yang mengajarkan kita tentang kebenaran. Mengapa?

Karena mereka adalah orang-orang yang diberikan tanggung jawab oleh Tuhan Yesus. Mereka diberikan mandat oleh Tuhan Yesus dengan mengutus mereka untuk memberitakan firman-Nya, juga kebenaran-Nya kepada umat-Nya. Sama seperti Yesus diutus oleh Bapa dan diberikan kuasa oleh Bapa, demikian juga orang-orang yang diutus oleh Tuhan Yesus, diberikkan-Nya kuasa bagi mereka, supaya siapa yang menerima kebenaran itu memperoleh hidup yang kekal. Percaya kepada firman yang bagikan itu (dengan kata lain jangan menganggap bahwa orang itu juga adalah Tuhan).

b. Kepada Alkitab.

Alkitab/kitab adalah berisi tentang firman-firman Tuhan dan kebenaran-Nya. Alkitab telah dituliskan berbagai ajaran-ajaran dan kebenaran, bahkan tentang Tuhan Yesus itu sendiri. Bukan hanya sekedar kita mendengarnya saja tetapi kita juga harus perlu membaca firman-Nya dan memahami kebenaran-Nya, yaitu dari Alkitab itu sendiri. Supaya kita semakin lebih mengenal Dia dan semakin percaya kepada firman-Nya.

4. BERTINDAK (5-10 Menit)

A. Penerapan :

 Mari kita mendengar dan percaya kepada Tuhan Yesus. Jangan kita terlalu berkeras hati dan menjadi orang bebal seperti orang-orang Farisi yang menolak keselamatan. Tetapi jadilah orang yang benar-benar menerima keselamatan itu supaya kita memperoleh hidup yang kekal. Mari kita tunjukkan iman kita kepada Dia bahwa Dia sanggup melakukan segala sesuatu.

 Mari kita percaya dan mendengarkan ajaran dari orang-orang yang diurapi Tuhan Yesus, yaitu mereka yang diutus oleh Tuhan Yesus untuk memberitakan firman kepada kita. Karena mereka diberikan kuasa oleh Tuhan Yesus supaya orang-orang datang kepada Tuhan Yesus.

 Mari kita membaca firman Tuhan yang bukan hanya mendengarnya saja tetapi juga membacakannya, memahaminya serta merenungkannya, agar kita semakin percaya dan semakin tahu kebenaran.

5. BERDISKUSI (10-15 Menit)

A. Pertanyaan :

 Sudahkah kita mendengar dan percaya kepada Tuhan Yesus?

 Apakah kita telah menerima kebenara-kebenaran firman Tuhan yang dibagikan kepada kita selama ini?

 Atau sudahkah kita mengenal Tuhan Yesus dalam-dalam dengan membacakan firman-Nya?

6. BERDOA SYAFAAT (10-15 Menit)

Pokok Doa : Bangsa, Kota, pemulihan dari covid 19, Gembala & Staf Gereja, Jemaat (Kesehatan, Keuangan dan Pertumbuhan iman) dan Pergumulan Khusus